32
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang
Suatu kenyataan bahwa kemerosotan akhlak akhir-akhir ini tidak hanya menimpakalangan orang dewasa tetapi telah merembet pada kalangan pelajar tunas-tunasmuda. Orang tua, pendidik, dan mereka yang berkecimpung dalam bidang agamadan sosial banyak mengeluh terhadap perilaku mereka yang tidak baik. Perilakumereka yang nakal, keras kapala, mabuk-mabukan, tawuran, pergaulan bebas, pesta obat-obatan terlarang, bergaya hidup mewah dan pendek kata perilakumereka tidak mencerminkan pelajar yang berpendidikan.Melihat kenyataan tersebut, dunia pendidikan bertekad untuk berbenah diri danmencari solusi yang tepat dalam upaya mengatasi krisis akhlak yang melanda para pelajar. Para pemikir pendidikan menyerukan agar kecerdasan akal diikutikecerdasan moral dan pendidikan agama. Kiranya tepatlah kurikulum peningkatankeimanan dan ketaqwaan (imtaq) sebagai solusinya.Alasan pemilihan judul penelitian ini adalah pentingnya iman dan taqwa sebagairuh dan jiwa ilmu pengetahuan bagi peserta didik. Pentingnya pengembangankurikulum berwawasan imtaq dapat dijelaskan melalui tiga hal, yaitu : (1) ditinjaudari segi perundang-undangan ; (2) ditinjau dari segi kecerdasan emosional (EQ),dan (3) ditinjau dari kecerdasan emosional spiritual (ESQ).
1. Pentingnya imtaq ditinjau dari segi perundang-undangan
Pengembangan imtaq di sekolah sangat penting sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Sesuai dengan UU NO. 20 Tahum 2003 pasal3 yang berbunyi, “ Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkankemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabatdalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar manjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta