2
KOTA
Selasa Kliwon, 27 April 2010
Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5
wab blog: www.globalfmbali.blogspot.com,E-mail:globalfmbali@yahoo.com
815224, 819446
Topik
:
KPK PERIKSA BOEDIONO DAN SRI MULYANI
FM96,5
FIGURDENPASAR
& SEKITARNYA
Sensor Film
KEHADIRAN
sebuah film sangatpenting dalam mem-bentuk karakterbangsa. Sebab, dalamcerita film, sutradarayang kerap menitipkanpesan-pesan moral,nilai edukasi dansebagainya dalamrangka memperkuat jati diri. ‘’KehadiranLembaga Sensor Filmmasih strategis dalammengawal nilai-nilaitersebut,’’ papar KepalaBalai PelestarianSejarah dan NilaiTradisional (BPSNT)Bali, NTB dan NTT
Drs. Made Purna, M.Si.
dalam sosialisasi LembagaSensor Film dan diskusi film di Bali Galeria Kuta, Senin(26/4) kemarin. Kegiatan itu diprakarsai LembagaSensor Film bekerja sama dengan BPSNT menghadir-kan Wakil Ketua Lembaga Sensor Film Nunus Supardidan guru besar Unhi Prof. I.B. Gunadha sebagainarasumber.Sementara Wakil Ketua Lembaga Sensor FilmNunus Supardi mengatakan lembaga sensor filmdibentuk untuk melakukan penelitian dan penetapansebuah film, iklan, sinetron apakah elok dipertontonkankepada masyarakat. Film atau sinetron yang lolossensorlah yang kemudian dipertontonkan kepada publikluas. ‘’Dalam diskusi itu kita menyerap informasi apakahgunting lembaga Sensor Film terlalu tajam, atau perludipertajam. Jangan sampai ada anggapan guntingnyaterlalu tajam sehingga dianggap membunuh kreativitaspara sineas,’’ paparnya. Sementara dalam kegiatan itudiputar sebuah film berjudul ‘’Seragam Abu-abu Putihdan Sepatu Ket’’ garapan sutradara Firman Bintang.Film yang sarat nilai edukasi itu sudah lolos sensor.Film tersebut menggambarkan adanya perubahanbudaya pada anak-anak SMA akibat kemajuan teknolo-gi, dalam hal ini HP. Diceritakan, karena kemajuan HP,seorang siswi mencoba bunuh diri karena adeganmesranya yang direkam dengan HP beredar di kalan-gan teman-temannya. Dalam cerita film itu adasemacam pesan bahwa pengawasan orangtua danlingkungan sekitar sangat diperlukan agar anak-anaktidak sampai tergerus pada perilaku yang kurangterpuji.
(lun)
Ibu dan Anak Digigit Anjing
SEORANG
ibu dan anaknya, Senin (26/4) kemarindigigit anjing liar saat melintas di Jalan Sulatri Kesiman.Ibu Indriyaningsih (21) digigit di tangan kanan sementa-ra anaknya Deva (3) digigit di kaki kiri. Menurut keteran-gan sang ayah, Oka, anak dan istrinya dalam perjalan-an pulang ke rumahnya di Jalan Sulatri Kesimandengan mengendarai sepeda motor. Tanpa disangka,seekor anjing liar tiba-tiba mengejar ibu dan anaktersebut dan berhasil menggigit kaki kirinya. Ibuberusaha menolong sang anak tetapi justru digigittangannya. Beruntung ibu dan anak tersebut tidakterjatuh dari motor. ‘’Karena takut dengan adanyarabies, saya bawa ke RS Sanglah untuk mendapatkanVAR,’’ tutur Oka. Dilanjutkannya, hingga anak danistrinya dibawa ke RS Sanglah, anjing yang mengejardan menggigit mereka masih hidup dan belum dibunuh.‘’Sebenarnya agak takut juga karena di wilayah sanabanyak sekali anjing liarnya,’’ keluhnya. Setelahmendapatkan perawatan luka dan VAR, ibu dan anaktersebut diperbolehkan pulang.
(san)
Proyek Drainase Abiansemal dan Penarungan
Tak Ada ’’Dum-duman’’
Mangupura (Bali Post) -
Sehubunganpembangunandrainase padaruas jalan Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani Keca-matan Abianse-mal menuju Pe-narungan yangdiduga salah loka-si, Senin (26/4) ke-marin, Kepala Di-nas Bina Margadan PengairanBadung Ida Ba-gus Soerya mem-bantah adanya
dum-duman
(bagi-bagi proyek)antara Dinas BinaMarga dan DinasCipta Karya.Hal itu mere-spons pernyataananggota Komisi C DPRD Badung I Putu Alit Yandinata,Minggu (25/4) yang lalu, mengenai
dum-duman
antaraDinas Bina Marga dan Dinas Cipta Karya.Proyek drainase Abiansemal - Penarungan dalam APBD termuat kode rekening 1.03.1.03.01.07.12 denganalokasi dana sebesar Rp 947,3 juta lebih tersebut murniadalah proyek dari Dinas Bina Marga.Sejauh ini, proyek Abiansemal Dauh Yeh Cani Kec. Abiansemal- Penarungan kurang lebih 1 kilometer terse-but, secara teknis lapangan memang dikerjakan dariPenarungan menuju Abiansemal Dauh Yeh Cani. Hal inidisebabkan atas pertimbangan untuk menyelesaikandrainase di Penarungan terlebih dahulu agar tidak meng-ganggu kelancaran lalu lintas.Menanggapi usulan dari warga Abiansemal Dauh YehCani, Ida Bagus Soerya menyatakan akan segera menger- jakan proyek dari arah utara yaitu Desa AbiansemalDauh Yeh Cani Kec. Abiansemal, sehingga proyek Abi-ansemal Dauh Yeh Cani Kec. Abiansemal-Penarunganakan dikerjakan dari dua arah. ‘’Tidak benar bila dise-butkan ada
dum-duman
proyek antara Bina Marga danCipta Karya, kita punya pos anggaran sendiri-sendiri,’’tegasnya.
(r/*)
BP/ist
Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Badung Ida BagusSoerya
bisa berbuat banyak mengaturmereka.Berdasarkan pantauan
Bali Post
di sejumlah sekolah kemar-in, siswa yang telah dinyatakanlulus tampak sumringah den-gan senyum yang mengem-bang. Salah seorang peserta UNdi SMAN 1 Denpasar yang din-yatakan lulus, tampak keluardari sekolah dengan penuh keg-embiraan. Ia mengaku lang-sung pulang ke rumah mene-mui orangtua setelah prosespengumuman selesai. Siswaberpakaian adat ringan initidak mau meluapkan kegem-biraan itu dengan pergi kesuatu tempat. ‘’Saya langsungke rumah saja,’’ katanya.Peserta UN di SMAN 2 Den-pasar tampak gembira, karena100 persen dinyatakan lulus.Mereka yang beragama Hindudiwajibkan berpakaian adat,sekalian melakukan persem-bahyangan di padmasanasekolah setempat.Kepala SMAN 1 DenpasarMade Tumbuh mengatakan,anak-anak memang diimbaumenggunakan pakaian adatke sekolah sekalian sembahy-ang. Secara umum nilaisiswanya cukup bagus, sehing-ga peringkat I se-Bali di Juru-san IPA masih disandangpada UN tahun ini. Demikian
Aksi Corat-coret dan Konvoi Warnai Kelulusan
Denpasar (Bali Post) -
Penyakit tiga tahun lalukembali kambuh. Aksi corat-coret seragam sekolah dan kon-voi memarnai kelulusan siswaSMA/SMK di Denpasar. Aksitak terpuji ini bukan saja di-lakukan siswa SMA/SMK swas-ta namun juga dilakukan siswaSMA negeri favorit.Hasil pengamatan
Bali Post
di lapangan, Senin (26/4) ke-marin menunjukkan aksi inidilakukan untuk meluapkankegembiraan siswa akan kesuk-sesannya lulus tahun ini. Mere-ka mulai bergerombol di hala-man sekolah kemudian secaraserentak melakukan konvoi ke jalan-jalan utama di Denpasar. Aksi ini banyak mengganggulalu lintas, bahkan salah seor-ang siswa SMA negeri favoritditahan polisi di pertigaan JalanSurapati.Sejumlah siswa SMA negeridi Denpasar begitu usaimelakukan acara perpisahan disekolah langsung melakukanaksi corat-coret. Mereka kemu-dian bertemu dengan gerom-bolan siswa SMA PGRI 1 Den-pasar dari Jalan Tukad Gerind-ing Denpasar. Pertemuan ked-ua siswa ini memacetkan JalanWaturenggong beberapa menitdengan suara klakson yangmencengangkan. Polisi pun tak juga peringkat II se-Bali padaJurusan IPS masih diraihSMAN 1 Denpasar.Sementara pengumumanpelulusan di SMAN 1 Kuta jugaberjalan lancar. Para siswatidak semuanya datang kesekolah karena pengumumanbisa diakses melalui internet.‘’Mereka tidak semuanya da-tang ke sekolah, karena mere-ka bisa melihat dari internet,’’kata Kepala SMAN 1 KutaWayan Karya Ariesta. Merekayang datang melihat pengumu-man langsung ke sekolah meng-gunakan pakaian adat.Sementara itu sejumlahsiswa dari salah satu SMA diDenpasar tampak berkonvoimenggunakan kendaraan den-gan pakaian seragam penuhcoretan cat semprot dan tandatangan teman-temannya.Mereka tampak melewati JalanWaturenggong, JalanSudirman, Jalan Raya PuputanRenon dan sekitarnya.Banyak pihak yang menye-salkan aksi ini. Pengamat pen-didikan Drs. Redha Gunawan,M.M. mengatakan kajadian initak bisa menyalahkan sepenu-hnya pada sekolah karena pi-hak sekolah sudah memberipengumuman dengan cara ber-pakaian adat. Ia melihatsekolah-sekolah yang berpaka-ian adat Bali, cenderung lebihpendiam dibandingkan yangmengenakan pakaian seragamsekolah. Namun ia tak memu-ngkiri kalau ada siswa yangmasuk pakai pakaian adat. Kedepan, Diknas dan sekolah, per-lu mengatasi masalah aksi initanpa mengurangi nilai arti ke-lulusan tersebut.Kabid Dikmen Kadisdikpo-ra Kota Denpasar Drs. WayanSupartha, M.Pd., saat perpisa-han di SMAN 2 menekankanagar tak ada aksi corat-coretdalam pelulusan. Bahkan iamenengarai banyaknya siswaSMK tak lulus tahun ini. Salahsatunya faktor amburadulnyaUN belum lama ini.Hal serupa diungkapkanKepala SMAN 2 Denpasar Drs.Ketut Sunartha, M.Hum. Na-mun dia berharap siswa tak lu-lus tak terlalu kecewa karenaperjuangan masih panjang.‘’Jangan hanya berpikir hari ini,tolong pikirkan lebih panjangkarena saya khawatir akankecelakaan di jalan,’’ ujarnya.
Kaget
Ketua Musyawarah GuruMata Pelajaran Bahasa Indone-sia Kota Denpasar I.B. Suana,S.Pd., Senin (26/4) kemarinmengatakan, sebenarnya per-siapan guru-guru Bahasa Indo-nesia untuk mengantarkansiswa menuju pintu kelulusansudah cukup maksimal. Pem-belajaran sudah sesuai denganSKL dan silabus. Demikianpula pengayaan dan pembi-naan sudah dilakukan, terma-suk
try out
. Kenyataannya,siswa yang dinyatakan tidaklulus karena kebanyakan tidakmencapai standar nilai minimalkelulusan pada mata pelajaranBahasa Indonesia.‘’Ini betul-betul mengaget-kan. Padahal soal-soal BahasaIndonesia pada UN kali initidaklah terlalu sulit. Tingkatkesulitannya hampir sama den-gan soal-soal Bahasa Indonesiatahun lalu,’’ kata I.B. Suanayang guru Bahasa IndonesiaSMAN 1 Denpasar tersebut disela-sela acara pengumumanpelulusan peserta UN SMA/SMK, Senin kemarin. Karenaitu perlu dikaji lebih lanjut apa-kah karena mereka kurangmenguasai soal-soal BahasaIndonesia atau faktor lain. Na-mun, ke depan para peserta UNmesti lebih serius belajar Ba-hasa Indonesia, sehingga tidak jeblok UN gara-gara BahasaIndonesia.
(sue/lun)
Bali Post/eka
CORAT-CORET -
Aksi corat-coret dan konvoi dilaku-kan siswa SMA usai pengumuman kelulusan.
Hal ini ditegaskan KepalaBPBD Denpasar dr. I MadeSudhana Satrigraha, M.Si.didampingi Kabag Humas IMade Erwin SuryadharmaSena, S.E., M.Si. di sela-selapeninjauan lokasi bencana diSanur, Senin (26/4) kemarin.‘’Perkiraan kerugian ini masihbersifat sementara, karenaakan dilanjutkan dengan peng-hitungan yang lebih cermat,’’ujar mantan Kepala BLU RSWangaya ini.Sementara itu di lokasi sen-deran, sejumlah petugas BPBDkembali melakukan tindakanevakuasi terhadap satu unitvespa milik Wayan Sudiartayang garasenya ambrol dalamperistiwa jebolnya senderan disamping rumahnya. ‘’Kami lan- jutkan kembali pencarian satuunit vespa yang belum ditemu-kan saat evakuasi hari perta-ma kejadian,’’ ujar Kabid Pen-anganan Darurat BPBD Den-pasar Ardy Ganggas kemarin.
Kerugian Puting Beliung dan Senderan Jebol Ditaksir Rp 1 Miliar
Denpasar (Bali Post) -
Bencana akibat angin puting beliung di Sanur dan senderan jebol di Peru-mahan Nuansa Hijau Utama, Ubung Kaja, menimbulkan kerugian yang tidaksedikit. Dari hasil pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Denpasar kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Kerugian terbesar terjadiakibat angin puting beliung yang menimpa rumah milik I.B. Kompyang Suar- jaya di Br. Anggarkasih, Sanur, sekitar Rp 750 juta dan senderan di Perumah-an Nuasa Hijau Utama sekitar Rp 250 juta.
Dalam peristiwa itu, sebuahpos kamling ikut tergerus kedasar senderan dan tertimbuntanah longsoran. Selain itu, satuunit mobil Hyundai dan duakendaraan roda dua (supra danvespa kongo) juga tergerus sen-deran yang jebol. ‘’Kendaraanroda empat dan satu unit sepe-da motor sudah berhasil kamievakuasi sekitar pukul 01.30wita dini hari kemarin,’’ jelas Ardy Ganggas.Sementara pemilik rumah,Wayan Sudiarta mengakumasih trauma dengan kejadianini. Saat kejadian, pihaknyabersama keluarganya sedangberada di rumah. ‘’Tiba-tiba saathujan sudah reda, senderan disamping rumah kami jebol.Saat ini kami tinggal di rumahsebelah,’’ ujar Sudiarta kemar-in.Di sisi lain, Sekkot Denpasar AAN Rai Iswara mengatakanpihaknya selaku ketua penang-gulangan bencana Kota Den-pasar, bersama Dinas PU, Di-nas Kebersihan dan Pertaman-an serta Badan Penanggulan-gan Bencana, sudah sempatmeninjau lokasi kejadian.Ketika ditanya mengenaiperbaikan senderan, Rai Iswaradidampingi Kadis PU I KetutWinarta mengatakan, hal itutelah dikoordinasikan denganPT Nuansa Hijau. Berdasarkanhasil koordinasi secara lisan pi-hak rekanan sudah menyang-gupi untuk memperbaikinya.Terkait bencana puting be-liung yang menimpa rumah se-orang warga di Sanur, RaiIswara bersama Wakil WaliKota Denpasar IGN Jaya Nega-ra juga turun ke lokasi. Diakui,akibat puting beliung itu duabangunan stil Bali ambruk, na-mun tidak ada korban jiwa.‘’Hari ini (Senin kemarin) kamisudah minta PU membantumembersihkan bekas ban-gunan yang rusak,’’ katanya.
(kmb12)Mangupura (Bali Post) -
Satpol PP Badung meng-hentikan sementara proyekKondotel Paasha, Seminyak.Tindakan ini diambil, meny-usul sejumlah pelanggaranpembangunan yang dilakukankondotel bersangkutan.Kepala Satpol PP Badung IWayan Adi Arnawa di PuspemBadung, Senin (26/4) kemarinmengatakan, pihaknya telahmenerima surat dari DCK Ba-
Distop, Proyek Kondotel Paasha
dung tentang pelanggaranbangunan yang dilakukanKondotel Paasha. Untuk itu,pihaknya telah menindaklan- juti hal tersebut denganmelakukan pemanggilan ter-hadap pihak kondotel.Dikatakannya lebih lanjut,Satpol PP Badung juga telahmenyetop sementara proyek,hingga pihak kondotel maumemperbaiki kesalahannya.‘’Kita sudah melakukan peny-etopan,’’ ujarnya.Ditanya soal pembongkaranbagian bangunan kondotel yangmelanggar, khususnya pelang-garan ketinggian, Adi Arnawaberkomentar pihaknya di lapan-gan tidak mau gegabah danmasih harus mengecek kemba-li. Namun, dia juga menegaskan,pembongkaran harus dilaku-kan, jika unit bangunan terting-gi difungsikan oleh pihak pen-gelola kondotel.
(ded)Denpasar (Bali Post) -
Lemahnya
data base
guru Agama Hindu di Bali mulai dariSD sampai dengan SMA men-gakibatkan perjuangan untukmengisi formasi PNS tahun2010 mandek. Kakanwil AgamaBali Sutayasa melaporkan, Balimasih kekurangan guru AgamaHindu 2.138 orang sementaraDinas Pendidikan kabupaten/kota justru melaporkan terjadikelebihan guru Agama Hindudari SD sampai dengan SMA.Hal itu disampaikan KetuaKomisi IV DPRD Bali NyomanParta, S.H. usai dengar penda-pat Kakanwil Agama BaliSutayasa, Kadisdik Bali Way-an Suasta, S.H., Sekda BaliDrs. Nyoman Yasa, M.Si., Ke-pala Badan Kepegawaian BaliRochineng dengan jajaran Dis-dik kabupaten/kota, KepalaKepegawaian serta pihak ter-kait di ruang rapat gabungan,Senin (26/4) kemarin.Menurut Kakanwil AgamaBali, kebutuhan guru AgamaHindu sekolah umum tahun2010 s.d. 2014 sebanyak 2.138orang. Sedangkan kebutuhanguru agama pengganti pensi-
Perjuangan ke Pusat Mandek
Lemah, ’’Data Base’’ Guru Agama Hindu
un dalam kurun waktu yangsama 629 orang. Sedangkankhusus guru Agama Hinduuntuk pendidikan keagamaannonformal (pasraman desa pa-kraman) 2.886 orang dan ke-butuhan guru Agama Hinduuntuk pendidikan formal(pratama widya pasraman/TK Hindu) sebanyak 3.638 orang.Total kebutuhan guru AgamaHindu sampai 2014 mencapai9.219 orang. Namun, apa yangdisampaikan itu tak sesuaidengan kenyataan.Sejumlah kepala kepegawa-ian kabupaten/kota menyam-paikan terjadi kelebihan guru Agama Hindu di sekolah. DiJembrana sejak 2005 tak men-gangkat guru Agama Hindubaru karena masih terjadikelebihan 15 orang. ‘’Barutahun 2012 ada guru agamapensiun sehingga diperlukanlagi 13 orang,’’ ucapnya.Kabid Pendidikan dan Ten-aga Kependidikan Disdik Bule-leng Ketut Witrini melaporkankelebihan guru Agama HinduSD sebanyak 121 orang. Sebabsaat ini sudah ada guru Aga-ma Hindu SD 498 orang sedan-gkan keperluan 247 orang. Diamenyampaikan ketimpanganantara data jumlah SMP diBuleleng disebutkan Kakanwil Agama 154, kenyataannya 78buah. Malah di sebuah SMPada guru Agama Hindu sam-pai lima orang. Karangasemdan Gianyar juga melaporkankelebihan guru Agama Hindu.Dia menyarankan perlu adarapat koordinasi antara Ka-kanwil Agama dengan Disdik,Kepegawaian kabupaten/kota.Parta sependapat, perbe-daan sangat serius ini disebab-kan menganalisis pengawasagama dengan Disdik kabupat-en/kota. Kanwil Agama ber-dasarkan rasionalisasi sekianmurid harus ada satu guru ag-ama. Sedangkan Disdik satusekolah perlu satu guru agama.Karena itu dia berharap Ka-kanwil Agama Provinsi Baliperlu segera mengadakan ra-pat koordinasi dengan Disdikdan Kepegawaian kabupaten/kota untuk mensinkronkandata kekurangan guru AgamaHindu di Bali. Setelah data ituakurat baru ditentukan lang-kah perjuangan ke pusat.
(029)Mangupura (Bali Post) -
Pengawasan terhadap pel-aksanaan tugas pemerintahansaat ini, menjadi suatu keharu-san untuk terus ditingkatkan,mengingat hal tersebut meru-pakan suatu upaya untukmenyukseskan tugas pemerin-tah dan pembangunan, yangbertujuan untuk meningkatkanpelayanan kepada publik.Terkait hal tersebut, Senin(26/4) kemarin, InspektoratKabupaten Badung mengum-pulkan seluruh pimpinanSKPD di jajaran PemerintahanKabupaten Badung, di RuangKertha Gosana Puspem Ba-dung guna mengikuti RapatKoordinasi PemutakhiranData. Rapat koordinasi tersebutdiselenggarakan dalam rangkapenuntasan tindak lanjut hasilpemeriksaan Inspektorat Ba-dung pada tahun pemeriksaan2008, serta hasil pemeriksaanInpektorat Badung yang di-
pending
pada tahun pemerik-saan 2005 dan 2007.Bupati Badung A.A. Gde Agung, S.H. diwakili oleh Wak-
Inspektorat Gelar Rapat Pemutakhiran Data
il Bupati Badung Drs. I KetutSudikerta menekankan penga-wasan tidak dimaksudkan un-tuk mencari-cari kesalahanmelainkan untuk memastikanbahwa produk/jasa yang di-hasilkan oleh instansi pemerin-tah telah memenuhi ketentuankualitas yang direncanakandan dapat memenuhi harapanmasyarakat.Sudikerta berharap setelahrapat koordinasi pengawasantersebut, semua pimpinan unitdi jajaran Pemerintahan Kabu-paten Badung secara terus-me-nerus dapat meningkatkan ki-nerja pada unit kerja masing-masing dan selalu berorientasipada peraturan perundang-un-dangan yang berlaku, hinggatugas-tugas pemerintahan da-pat dilaksanakan secara efek-tif, efisien, transparan danakuntabel.Kepala Inspektorat Kabu-paten Badung Wisnu BawaTemaja, S.H., M.H. melaporkanrapat koordinasi pemutakhirandata tersebut dilaksanakanagar semua rekomendasi hasilpemeriksaan dapat ditindak-lanjuti hingga selesai lengkapdengan bukti-bukti pendukungsesuai rekomendasi pemerik-saan. Kegiatan ini melibatkan59 objek pemeriksa (obrik)tahun 2009 dan 2 obrik hasil
pending
tahun 2005 dan 2007.Dijelaskan, adapun 59 obrik dilingkungan Pemkab Badungadalah 27 obrik regular/sesuaiprogram kerja pengawasantahunan dan 32 obrik nonregu-lar/di luar program kerja pen-gawasan tahunan.
(r/*)PURA
Samuan Tiga meru-pakan Pura Penataran padamasa Bali Kuna yang menjaditempat pertemuan para tokohagama Hindu khususnya CiwaBudha dan Bali Aga. Di Purainilah mereka menyepakatikonsep
Tri Murti
dalam kehidu-pan desa pakraman dan rumahtangga di Bali. ‘’Pura SamuanTiga adalah cikal bakal terwu- judnya desa pakraman dankahyangan tiga sebagai wujudpenerapan konsep
Tri Murti
diBali,’’ ungkap Wayan Patra,Ketua
Manggala Paruman
Pura Samuan Tiga di sela-sela
simakrama
ke Gedung PersBali K. Nadha, Senin (26/4) ke-marin.Patra yang didampingiBendesa Taman Wayan Suna-ntara dan Bendesa TengkulakKaja I Gusti Made Mawa men-gatakan
simakrama
denganPemimpin KMB SatriaNaradha sekaligus menyampai-kan
eedan karya
di Pura Sam-uan Tiga. Puncak
karya padu-dusan agung
akan dilaksana-kan Rabu (29/4) dilanjutkandengan
siat sampian
pada Ka-mis (30/4),
melasti
ke PantaiMasceti pada Sabtu (8/5) dan
mesineb
Senin (10/5) menda-tang.Ditambahkan, selama ini
karya
di Pura Samuan Tiga di-laksanakan Desa Pakraman,Bedulu, Tengkulak Kaja,Tengkulak Tengah, Wanayu,Mas, dan Taman. Untuk
ngan- yarin
dalam rangkaian
padu-dusan agung
ini, Pemda yangsudah menyatakan kesiapan-
’’Karya Padudusan Agung’’ di Pura Samuan Tiga
nya adalah Gianyar, Bangli,Tabanan, dan Jembrana.Sesuai hasil
paruman
,
karya padudusan agung
dilaksana-kan tiap tahun genap sedang-kan
padudusan alit
tiap tahunganjil. ‘’Kami mengharapkepedulian umat Hindu untukhadir dalam
karya
di Pura Pes-amuan Tiga. Pura Samuan Tigamerupakan
kawitan
desa pa-kraman yang menjadi tempatuntuk memohon kesejahter-aan,’’ ujar Patra seraya meng-ingatkan Pura Samuan Tigaberada di timur laut Desa Bedu-lu Kecamatan Blahbatuh, Gian-yar. Pura seluas 2,5 Ha ini ter-masuk Pura Kahyangan Jagat.Lebih lanjut ia mengatakanPura Samuan Tiga menjaditonggak bersatunya parapemimpin sekte agama Hindudan membuat formulasi untukmembuat kehidupanmasyarakat lebih harmonis se- jak abad XI. Sebelumnya, Balimemiliki banyak sekte denganpemujaan yang berbeda-beda.Namun, berkat Mpu Kuturan,perbedaan ini bisa disatukanhingga semuanya sepakat un-tuk melebur dan memuja
TriMurti
. Pemujaan ini dilakukandi rumah tangga dengan mem-buat
sanggah kemulan
. Sedan-gkan di desa pakraman denganmembuat Kahyangan Tiga.Dari sejarah penyatuan itudapat dilihat filosofi adanyamusyawarah untuk peningka-tan kualitas kehidupan beraga-ma khususnya dalam pemaha-man filsafat keagamaan.
(wah)
Bali Post/ist
SIMAKRAMA -
Manggala Karya Padudusan Agung di Pura Samuan Tiga berbincang-bincang dengan Pemimpin KMB Satria Naradha saat melakukan simakrama di Ge-dung Pers Bali K. Nadha, Senin (26/4) kemarin.
BP/lunBali Post/eka
LONGSOR -
Beberapa warga sekitar mengamati bekas longsoran tanah di Green Kori, Denpasar, Senin (26/4) kemarin. Longsor ini membuat jebol sebuah garasebeserta mobil dan motor di dalamnya ini terjadi akibat guyuran hujan lebat yang terjadi Minggu (25/4) sore.
BP/ist
Drs. I Ketut Sudikerta