Problematika Negara Islam Indonesia
Friday, 06 May 2011 15:07 | Written by Shodiq Ramadhan |
•
Menjelang peringatan Paskah 22 April 2011aparat kepolisian disibukkan dengan beritayang mengagetkan adanya temuan bomdengan bahan peledak 150 kg di dekat gerejaChrist Cathedral, Serpong, Banten. Dari opinimedia yang berkembang tuduhan di arahkankepada jaringan NII (Negara Islam Indonesia).Hari-hari belakangan ini media massa baikcetak maupun elektronik heboh membahastentang NII.Kalau kita ikuti dengan baik, sebetulnya, jauhsebelum temuan bom di Serpong, opini mediasudah memberikan pemanasan tentangaktifitas NII. Lalu diikuti oleh serentetankejadian bom. Dengan demikian pelaku dengan mudah diperoleh yaitu kelompok NII. Darimodus operandi seperti ini banyak yang bertanya; benarkah peristiwa demi peristiwa adalahperbuatan aktifis NII? Ataukah rekayasa aparat keamanan untuk mengalihkan isu besar yangsedang dihadapi oleh negara ini? Ataukah aktifitas NII sedang dijadikan kuda tungganganpolitik?Pertanyaan liar seperti di atas wajar saja terjadi. Kita tentu masih ingat bagaimana rekayasapolitik sebelum terjadi bom Bali 12 Oktober 2003. Beberapa bulan sebelum terjadi bom Balibanyak peringatan dari Amerika Serikat bahwa akan terjadi ledakan bom di Indonesia yangdilakukan oleh JI (Jemaah Islamiyah) dengan amirnya Abu Bakar Ba’asyir. Ketika peristiwa bomBali benar-benar terjadi, Abu Bakar Ba’asyir dengan mudah dituduh lalu ditangkap. Dalamsidang pengadilan, ketika itu Suara Islam (SI) hadir, terungkap seorang saksi dari penerjemahCIA mengungkapkan bahwa 15 hari sebelum terjadi bom Bali, AS melalui aparat CIA-nya telahmendatangi rumah kediaman Presiden Megawati di Kebagusan, Jakarta Selatan memintalangsung kepada Presiden Megawati untuk menyerahkan Abu Bakar Ba’asyir dengan caradi”reinder” (seperti menangkap rusa di hutan, pen) untuk di bawa ke AS lalu dimasukkan keneraka Guantanamo yang terkenal sangat menakutkan itu.Entah karena apa, saat itu Megawati tidak mau menyerahkan Ust Abu. Lalu aparat CIA itumengancam bahwa akan terjadi peristiwa besar. Dua minggu kemudian, bom Bali benar-benarterjadi. Bali luluh lantak dihantam bom dengan korban ratusan orang. Tidak sampai 1 bulansetelah bom Bali, Abu Bakar Ba’asyir sudah ditangkap dan di dakwa sebagai otak pelaku bomBali. Dalam persidangan berikutnya tudahan itu tidak bisa dibuktikan. Seandainya Megawatisetuju untuk menyerahkan Ba’asyir, peristiwa bom Bali tidak pernah akan terjadi. Demikiankesaksian penerjemah CIA itu. Ketika hakim bertanya, andaikata Abu Bakar Ba’asyir benar-benar diserahkan oleh Megawati, apakah Bom Bali benar-benar tidak akan terjadi? Dengantegas sang penerjemah menjawab dengan tegas seandainya Megawati menyerahkan Ba’asyir,dia yakin bom Bali tidak akan terjadi.Mengapa NII Eksis?Kembali kepada persoalan NII yang diributkan sekarang ini, apa sebenarnya yang membuatNII punya daya tahan sehingga tetap hidup bahkan berkembang mengikuti putaran zaman? Jawaban singkatnya adalah masalah ideologi dan ekonomi berjalin - berkelindan sehinggaradikalisme tetap sulit untuk dihindari.NII lahir dari rahim politik, yaitu Negara Islam Indonesia dan bukan Republik Indonesia (RI). NIIdiproklamirkan oleh S.M. Kartosuwiryo di Jawa Barat 7 Agustus 1949 dengan nama Darul Islam