Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
61Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TOKOH JIL : NURCHOLIS MADJID - Kontroversi Perkawinan putri Cak Nur

TOKOH JIL : NURCHOLIS MADJID - Kontroversi Perkawinan putri Cak Nur

Ratings:

4.29

(7)
|Views: 33,879|Likes:
Published by beMuslim

More info:

Published by: beMuslim on Sep 04, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/01/2013

pdf

text

original

 
---------------------------------------------------------------------IMAM ALI Ra berkata:
Bencana datang diundang oleh dosa, dan tidak akan bisadicegah kecuali dengan tobat.
Dosa yang mengundang bencana, antara lain kebejatanmoral, berupa perselingkuhan seksual yang dilakukan para pemimpin dan pejabat negara,seperti sudah diungkapkan dalam Risalah Mujahidin edisi 5 yang laluSelain itu, kebejatan intelektual juga tidak kalah dahsyatnya sebagai penyebabmalapetaka, sehingga menjadikan umat kehilangan pegangan tentang halal dan haram,haq dan bathil. Akibatnya, masyarakat kian jauh tersesat, bahkan ragu terhadapkebenaran Islam.Para tokoh yang pernah populer dengan sebutan lokomotif pembaharuan pemikiranIslam, menyumbang amat besar atas terjadinya malapetaka akibat kesesatan berfikir yangditularkan pada umat.Di dalam kitab Tadribur Rawi karangan Imam As-Suyuthi, dinyatakan bahwa ImamMalik rahimahullah menggariskan ciri-ciri kaum penyesat agama, antara lain: Pertama,mengabaikan implementasi ayat-ayat Al-Qur 
an yang telah berurat-akar sejak masaRasulullah dan para shahabat. Kedua, menjadikan situasi dan kondisi aktual sebagailandasan untuk melahirkan pemahaman baru dalam beragama, dengan maksudmenciptakan toleransi di antara umat beragama serta kerdilisasi jiwa tauhid. Dan yangketiga, membangga-banggakan ilmu sebagai satu-satunya hakim kebenaran untuk melakukan modifikasi pemahaman terhadap Al-Qur 
an dan hadits.
1. Nurcholish Madjid
Pada tahun 1970, saat masih muda usia, Nurcholish Madjid melontarkan gagasan
 pembaharuan
pemikiran
lebih tepat membuat hal-hal baru
dalam Islam. Kini,gagasan tersebut berkembang antara lain menjadi sepilis (sekularisme, pluralisme,liberalisme) yang diusung generasi muda semacam Ulil Absar Abdalla dan kawan-kawannya. Sebagaimana Nurcholish, juga komunitas Ulil, merupakan contoh yang tepat bagi umat Islam, kaitannya dengan hadits Nabi SAW:Diriwayatkan dari Ali r.a, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda:
Pada akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akalnya. Mereka berkata-kata seolah-olah mereka adalah manusia yang terbaik. Mereka membaca al-Qur 
an tetapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agamasebagaimana anak panah menembusi binatang buruan. Apabila kamu bertemu denganmereka, maka bunuhlah mereka karena sesungguhnya, membunuh mereka ada pahalanyadi sisi Allah pada Hari Kiamat.
(HR Muttafaq
alaih).Dua tahun kemudian, Oktober 1972, Nurcholish Madjid berceramah di Taman IsmailMarzuki (Jakarta Pusat), dengan makalah berjudul
� 
Menyegarkan Faham Keagamaandi Kalangan Umat Islam Indonesia
� 
.
Ketika itu, Nurcholish menghubungkansekularisasi dengan tauhid, sehingga timbul kesan seolah-olah Islam memerintahkan1
 
sekularisasi dalam arti tauhid.Sejak saat itu, media massa seperti Kompas, Sinar Harapan, Majalah Tempo, memainkan peran penting mensosialisasikan gagasan Nurcholish. Di tengah-tengah iklim politik yangrepresif dan keterbukaan yang tersumbat, gagasan Nurcholish menjadi vitamin yangmembangkitkan semangat menaikkan tiras dan keuntungan bagi ketiga media cetak tersebut. Maka, jadilah Nurcholish Madjid ibarat anak kecil yang ditunjang loudspeaker  banyak, sehingga omongannya terdengar di mana-mana.Ketika itu, gelar sarjana (S-1) masih menjadi salah satu simbol sosial yang mentereng, bagai orang kampung memiliki sepeda motor. Dan nurcholish, ibarat bocah kampungyang punya bapak berduit sehingga bisa membelikannya sepeda motor. Karena sepedamotor merupakan simbol kementerengan, maka seisi kampung pun menjadi heboh,ternganga mulut orang kampung ketika melihat bocah kecil melaju dengan pesat di atassepeda motor. Mereka tidak mempedulikan apakah pantas bocah kecil mengendaraisepeda motor, mereka tidak mempedulikan aturan yang berlaku. Yang penting mentereng.
Membela Iblis
Kenyataannya, Nurcholish kian bernafsu melaju di atas sepeda motornya. Sejak itu,kemasyhuran dan kemujuran terus bergerak mengujinya, sehingga ia mampu melanjutkanstudi hingga ke Chicago, Amerika Serikat. Berbekal ilmu, pengalaman, dan mungkin jugadollar AS, kemudian ia mendirikan sebuah yayasan wakaf yang diberi nama Paramadina.Salah satu kegiatannya adalah memberikan ceramah keagamaan. Pada ceramah yangdiselenggarakan tanggal 23 Januari 1987, seorang peserta, Lukman Hakim, bertanya,
� 
Salahkah Iblis, karena menolak bersujud kepada Adam, ketika Allah menyuruhnya. Bukankah sujud hanya boleh kepada Allah?
� 
 
Ketika itu, Nurcholish Madjid sudah menyandang gelar Doktor, menjawab denganmengutip pendapat Ibnu Arabi:
Iblis kelak akan masuk surga, bahkan di tempat yangtertinggi karena dia tidak mau sujud kecuali kepada Allah saja, dan inilah tauhid yangmurni,
jawab Nurcholish.Pendapat Nurcholish Madjid di atas jelas menyesatkan, dan bertentangan dengan Al-Qur 
an Surah Al Baqarah ayat 34:
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada paramalaikat,
Sujudlah kamu kepada Adam,
maka sujudlah mereka kecuali Iblis; iaenggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
Rupanya, setelah lulus dari Chicago, dan meraih gelar doktor, Nurcholish justru menjadi pembela Iblis. Padahal Iblis jelas kafir, dan tempatnya di dalam neraka jahannam selama-lamanya (QS Al-Bayyinah ayat 6). Ibnu Arabi sendiri telah dianggap kafir dan murtadoleh sejumlah ulama, akibat tulisan-tulisannya yang sangat bertentangan dengan aqidahIslam. Nama lengkap Ibnu Arabi adalah Abu Bakar Muhammad ibn Ali Muhyiddin Al-Hatimi at-Thai al-Andalusi. Sosok ini berbeda dengan mufassir Ibnul Arabi, pengarangtafsir Jami
Al-Ahkamil Qur 
an. Ibnu Arabi sesat ini dianggap sebagai tokohtasawwuf falsafi, lahir di Murcia Spanyol, 17 Ramadhan 560 H (bertepatan dengan 28Juli 1165M), dan mati di Damaskus, Rabi'uts Tsani 638H (Oktober 1240M).2
 
Inti ajaran Ibnu Arabi didasarkan pada teori wihdatul wujud(menyatunya makhluk dengan Tuhan) yang menghasilkanwihdatul adyan (kesatuan agama, tauhid maupun syirik)sebagai sinkretisme dari teori-teori al-ittihad (manunggal,melebur jadi satu antara si orang sufi dan Tuhan) denganmengadakan al-ittishal atau emanasi. Yang jelas, Ibnu Arabi banyak dipengaruhi olehfilsafat Masehi atau Nasrani.Ternyata, semakin tinggi pendidikannya, sampai jauh-jauh ke Chicago untuk meraih gelar doktor, kesesatan berfikir Nurcholish semakin jauh melampaui masa sebelumnya. Antaralain sebagaimana tercermin melalui berbagai pernyataannya: Islam dianggap bukan namaagama, tapi hanya sikap penuh pasrah kepada Allah; istilah musyrikah dianggap tidak mencakup segala jenis wanita musyrik, tapi hanyalah wanita musyrik Arab; Ahli Kitab bukan hanya Yahudi dan Nasrani, tetapi mencakup watsaniyin (penyembah berhala/paganis) India, China, dan Jepang.Selain sesat, Nurcholish ternyata juga tidak konsisten dengan gagasan sesat pluralismeyang diusung dan membesarkan namanya. Hal ini terbukti ketika dia menyikapi pernikahan anak perempuannya dengan lelaki Yahudi. Sebagaimana diceritakan AdianHusaini dalam kesempatan diskusi di Kampus Paramadina Jakarta, pada tanggal 22 Mei2002.Gatra - Kontroversi Perkawinan Putri Cak Nur Menggugat Syahadat Cara YahudiBaca di :http://www.gatra.com/2002-04-16/artikel.php?id=16909Diskusi dihadiri sejumlah tokoh, selain Adian dan Nurcholish Madjid, ada Kautsar Azhari Noer, dosen UIN Syarif hidayatullah, Jakarta), dan Martin Sinaga tokoh Kristen dariTeologia. Pesertanya, mahasiswa pascasarjana Paramadina Jakarta. Ketika itu, setelah Nurcholish panjang lebar menjelaskan fahamnya yang pluralis, ia pun pergi begitu saja.Pada kesempatan itu, Adian membacakan kepada audiens sebuah e-mail yang berasal Nurcholish Madjid ditujukan kepada puterinya, Nadia, di Amerika, Agustus 2001. Ketikaitu, Nadia sedang merencanakan membangun mahligai perkawinan dengan seorang priaYahudi bernama David. Isi e-mail tersebut, menunjukkan betapa kegundahan menerpahati Nurcholish:
� 
 Kalau sampai terjadi perkawinan antara Nadia dengan David, itutermasuk dosa terbesar setelah syirik.
� 
Isi surat elektronik itu jelas sangat bertentangandengan uraian Nurcholish Madjid tentang faham pluralisme yang baru saja dijelaskan pada forum diskusi itu.Sekiranya pluralisme itu baik dan benar, baik secara agama maupun pemikiran,seharusnya Nurcholish tidak perlu gundah sampai mengatakan perkawinan antara Nadiayang Muslimah dengan David yang Yahudi merupakan dosa besar setelah syirik.Faktanya, Nurcholish Madjid akhirnya menikahkan puterinya itu dengan lelaki Yahudi,setelah sebelumnya melakukan kebohongan publik, dengan menyebarkan informasi3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->