sekularisasi dalam arti tauhid.Sejak saat itu, media massa seperti Kompas, Sinar Harapan, Majalah Tempo, memainkan peran penting mensosialisasikan gagasan Nurcholish. Di tengah-tengah iklim politik yangrepresif dan keterbukaan yang tersumbat, gagasan Nurcholish menjadi vitamin yangmembangkitkan semangat menaikkan tiras dan keuntungan bagi ketiga media cetak tersebut. Maka, jadilah Nurcholish Madjid ibarat anak kecil yang ditunjang loudspeaker banyak, sehingga omongannya terdengar di mana-mana.Ketika itu, gelar sarjana (S-1) masih menjadi salah satu simbol sosial yang mentereng, bagai orang kampung memiliki sepeda motor. Dan nurcholish, ibarat bocah kampungyang punya bapak berduit sehingga bisa membelikannya sepeda motor. Karena sepedamotor merupakan simbol kementerengan, maka seisi kampung pun menjadi heboh,ternganga mulut orang kampung ketika melihat bocah kecil melaju dengan pesat di atassepeda motor. Mereka tidak mempedulikan apakah pantas bocah kecil mengendaraisepeda motor, mereka tidak mempedulikan aturan yang berlaku. Yang penting mentereng.
Membela Iblis
Kenyataannya, Nurcholish kian bernafsu melaju di atas sepeda motornya. Sejak itu,kemasyhuran dan kemujuran terus bergerak mengujinya, sehingga ia mampu melanjutkanstudi hingga ke Chicago, Amerika Serikat. Berbekal ilmu, pengalaman, dan mungkin jugadollar AS, kemudian ia mendirikan sebuah yayasan wakaf yang diberi nama Paramadina.Salah satu kegiatannya adalah memberikan ceramah keagamaan. Pada ceramah yangdiselenggarakan tanggal 23 Januari 1987, seorang peserta, Lukman Hakim, bertanya,
�
Salahkah Iblis, karena menolak bersujud kepada Adam, ketika Allah menyuruhnya. Bukankah sujud hanya boleh kepada Allah?
�
Ketika itu, Nurcholish Madjid sudah menyandang gelar Doktor, menjawab denganmengutip pendapat Ibnu Arabi:
�
Iblis kelak akan masuk surga, bahkan di tempat yangtertinggi karena dia tidak mau sujud kecuali kepada Allah saja, dan inilah tauhid yangmurni,
�
jawab Nurcholish.Pendapat Nurcholish Madjid di atas jelas menyesatkan, dan bertentangan dengan Al-Qur
�
an Surah Al Baqarah ayat 34:
�
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada paramalaikat,
�
Sujudlah kamu kepada Adam,
�
maka sujudlah mereka kecuali Iblis; iaenggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
�
Rupanya, setelah lulus dari Chicago, dan meraih gelar doktor, Nurcholish justru menjadi pembela Iblis. Padahal Iblis jelas kafir, dan tempatnya di dalam neraka jahannam selama-lamanya (QS Al-Bayyinah ayat 6). Ibnu Arabi sendiri telah dianggap kafir dan murtadoleh sejumlah ulama, akibat tulisan-tulisannya yang sangat bertentangan dengan aqidahIslam. Nama lengkap Ibnu Arabi adalah Abu Bakar Muhammad ibn Ali Muhyiddin Al-Hatimi at-Thai al-Andalusi. Sosok ini berbeda dengan mufassir Ibnul Arabi, pengarangtafsir Jami
�
Al-Ahkamil Qur
�
an. Ibnu Arabi sesat ini dianggap sebagai tokohtasawwuf falsafi, lahir di Murcia Spanyol, 17 Ramadhan 560 H (bertepatan dengan 28Juli 1165M), dan mati di Damaskus, Rabi'uts Tsani 638H (Oktober 1240M).2