Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
India

India

Ratings: (0)|Views: 345 |Likes:
Published by nicky_sapoetra4971
sejarah peradaban india
sejarah peradaban india

More info:

Published by: nicky_sapoetra4971 on May 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

text

original

 
Pusat Kebudayaan IndiaA. Pengantar
Penemuan kebudayaan di dua kota Indus yaitu Mohenjo Daro dan Harappa,merupakan asal-usul peradaban India dan membuktikan bahwa peradaban India sudah berumur sangat tua yakni 1000 tahun sebelum invasi bangsa Arya ke India. Bangsa yangmendirikan kota Mohenjo Daro dan Harappa itu adalah penduduk yang sudah ada diIndia sebelum datangnya bangsa Arya. Penduduk tersebut mempunyai warna kulit yanglebih gelap dari warna kulit yang lebih gelap dari warna kulit bangsa Arya dan penduduk tersebut lebih maju, lebih canggih dan secara etimologi penduduk tersebut lebih dewasadibanding dengan bangsa Arya.
Geografis India
Kawasan negara India hampir mencapai luas 1.221.007 meter persegi atau hampir menyamai wilayah negara-negara Eropa tanpa Rusia. India mempunyai kedudukan yang penting dalam peta dunia. Dari segi bentuknya, India menyerupai benua Afrika, sepertisebuah segitiga yang garis-garisnya tidak beraturan, garis dasarnya di sebelah atas dangaris puncaknya di sebelah bawah. Garis dasarnya adalah pegunungan Himalaya yangtinggi yang puncaknya adalah
Cape Comarin (Mount Everest).
India adalah sebuahnegara yang tertutup sebagaimana yang disebutkan oleh para peneliti. Kedua garistepinya di sebelah timur dan di sebelah barat dikelilingi oleh lautan. Sementara itu garisdatar di sebelah utara didereti oleh rangkaian pegunungan
 Himalaya
serta pegunungan
Sulaiman
, juga diapit oleh dua batang sungai besar, yaitu
Sungai Indus (Sind)
yang berhulu di pegunungan Himalaya kemudian bertemu dengan sungai-sungai Punjab dan bermuara di
Teluk Arab (Teluk Parsi)
dan sungai Gangga yang juga berhulu di pegunungan Himalaya dan bermuara di Teluk Benggala setelah bertemu dengan sungaiBrahmaputra (Ahmad Shalaby, 2001: 1-3)
B. Kebudayaan Lembah Sungai Indus
Coba perhatikan peta berikut ini. Di situ ada dua buah kota, yaitu Mohenjodarodan Harappa. Kedua kota itu terletak di Lembah Sungai Indus. Di kedua tempat itu
 
dijumpai salah satu peninggalan kebudayaan tertua di dunia. Kedua kota itu sekarangmasuk wilayah Pakistan.Peta India kunoTentang masa purba India diketahui dari berbagai studi arkheologis yangdilakukan oleh para sarjana barat maupun yang juga dilakukan oleh para sarjana Indiasendiri. Studi tertua ialah membawa kita ke India di masa Inter glasial II, sekitar 400.000hingga 200.000 SM, berdasarkan temuan berupa jenis perbatuan pada lapisan tanah dikawasan India. Ungkapan mengenai sejarah manusia di kawasan itu barulah terlihatketika ditemukan sejumlah peninggalan purba di lembah Indus, yang membuat para ahlimenyebutkan adanya peradaban lembah Indus yang terkenal juga dengan nama peradaban Harappa dan Mohenjodaro di sekitar 2300 SM. Letak pusat kebudayaanlembah Indus tepatnya di daerah perbukitan
 Baluchistan
, yang menghasilkan kebudayaannal, dengan pantai makran hingga sisi barat delta Indus, yang menghasilkan kebudayaan
 Kulli
. Juga terdapat di sepanjang sungai-sungai di
 Rajastan
serta
 Panjab
. Yang dimaksuddengan kebudayaan Harappa meliputi daerah Panjab, Indus dan rajastan, semuanya itulebih terkenal dengan nama kebudayaan-kebudayaan Harappa dan Mohenjodaro.Kebudayaan Harappa ini sangat intensipf dalam upaya penggaliannya yang meliputi tidak hanya daerah Panjab dan Indus saja, namun sampai ke daerah Rajastan utara danKathiawar di bagian barat India. Kebudayaan itu tersebar luas di kawasan lembah Indusitu. Harappa dan Mohenjodaro berjarak lebih kurang 800 km, dan kebanyakan tempatterletak di sepanjang aliran sungai Indus sampai ke Hyderabad sekarang, yaitu sekitar 200 km ke selatan, di Baluchistan dan Makran 300 km ke sebelah barat, dan sampai keutara Rupar pada sungai Sutlej di kaki bukit Simla. Dalam penggalian terbaru telah dapatditemukan sejumlah kota. Dalam penggalian terbaru telah dapat ditemukan sejumlah kotakuno lain, yaitu Kot Diji (di daerah sungai Indus), Kalibbangan (di daerah Rajastan),Rupar (di daerah Panjab), dan di kota pelabuhan Lothal (di daerah Gujarat). Namunkedua kota yang pertamalah yang lebih penting dipandang dari segi arkhaelogi. Studilebih mendalam mengenai kebudayaan kuno itu telah dilakukan oleh para sarjana sepertiSir John Marshall, yang kemudian menulis buku “Mohenjodaro and Indus Civilization”
 
 pada 1931, L.E. Machey yang menulis buku “The Indus Civilization” pada 1935, dan penulis India sendiri N.G. Majumdar dan R.D. Banerji. Mereka adalah para pelopor tersusunnya ilmu tentang India (Abu Su’ud, 1988: 37).Penemuan arkhaeologis di Mohenjodaro dan harappa mula-mula terjadi padawaktu para pekerja sedang memasang rel kereta api dari Karachi ke Panjab pada pertengahan abad 19. Pada waktu itulah ditemukan benda-benda kuno yang sangatmenarik perhatian jendral
Cunningham
, yang kemudian diangkat sebagai Direktur Jenderal arkhaeologi di India. Setelah itu dimulailah penggalian demi penggalian secaralebih intensif. Pada 1922 ekspedisi R.D. Banerji yang sedang bekerja di Mohenjodarountuk mencari stupa Budha peninggalan masa abad II tiba-tiba menemukan sebuah kotakuno zaman prasejarah. Penggalian selanjutnya dilakukan di bawah pimpinan
Sir JohnMarshall 
, yang sedang menjabat sebagai Direktur Jenderal Arkhaeologi, dan hasilnyasangat mengagumkan.Kota ini baik sekali letaknya. Jalannya lebar sampai 10 m, lebar dan membujur hingga 2 km. semacam trotoir selebar ½ m mengapit kanan kiri jalan. Jalan-jalan itumembujur membentuk sudut siku-siku ke utara selatan dan ke timur barat. Rupa-rupanyagedung yang berdiri di kanan-kiri jalan dibuat dari batu bata yang dilepas dengansebangsa semen. Aneh sekali bahwa tidak dijumpai batu-batu kali dalam bangunan. Hallain yang menarik ialah tidak dijumpainya hiasan pada bangunan rumah. Sementara itusetiap rumah mempunyai pintu dan jendela yang menghadap ke jalan. Sisa-sisa rumahmenunjukkan kepada kita bahwa rumah-rumah itu mempunyai loteng dan beratap datar.Sesuatu yang unik ialah terdapatnya di sana kamar mandi, adanya sistem pengaliran air  buangan yang baik, lengkap dengan pipa-pipa saluran terbuat dari tembikar, yangmenghubungkan selokan-selokan. Dalam kota tidak dijumpai candi-candi, sebagaigantinya dijumpai di sana tempat mandi umum dengan ukuran 11x7 m, yang dilengkapi bilik-bilik untuk orang mandi. Lurus ke arah selatan dari tempat mandi umum terdapatsebuah bekas gedung yang amat besar, lebih kurang 600x300 m. Mungkin dulu sebuahistana. Penggalian-penggalian selanjutnya mengungkapkan sebuah gambaran mengenaiadat-istiadat dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat pada waktu itu. Misalnya, banyaknyadijumpai amulet-amulet atau benda-benda kecil sebagai azimat yang berlobang-lobang,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->