2 perawatan di rumah sakit dan bahkan bias menyebabkan kematian. (Rialita,2007).WHO memperkirakan 100-150 juta penduduk dunia adalah penyandangasma dan diperkirakan akan terus bertambah sekitar 180.000 orang setiap tahun.Asma termasuk kedalam sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian diIndonesia, hal ini tergambar dari data Studi Survei Kesehatan Rumah Tangga(SKRT) di berbagai propinsi di Indonesia. Survey Kesehatan Rumah Tangga(SKRT) tahun 2000 menunjukkan asma menduduki urutan ke-5 dari 10 penyebabkesakitan (morbiditas) bersama-sama dengan bronkitis kronik dan emfisema. PadaSKRT 2002, asma, bronkitis kronik dan emfisema sebagai penyebab kematian ke-4 di Indonesia atau sebesar 5,6 %. (Umar, 2009).Data Departemen Kesehatan menunjukkan, pada 2005 prevalensi asma2,1%. Pada 2007, prevalensinya meningkat menjadi 5,2%. Sedangkan hasil survei pada anak sekolah di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang,Yogyakarta, Malang dan Denpasar pada 2008, menunjukkan prevalensi asmaanak berusia 6-12 sebesar 3,7-16,4%, sedangkan pada anak SMP di Jakarta 5,8%.Saat ini diprediksi 2,5 % penduduk Indonesia menderita asma. (Umar, 2009).Dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat diperoleh data bahwaasma bronkial berada di urutan ke 8 dari 10 penyakit terbanyak, yaitu sebanyak 14.043 orang penderita atau sekitar 4,03%. (Badan Pusat Statistik, 2009).Kunjungan penderita asma dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Kunjungan penderita asma bronkial pada tahun 2008 di enam