Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MR Edisi 237

MR Edisi 237

Ratings: (0)|Views: 3,062|Likes:
Published by akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on May 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/01/2012

pdf

text

original

 
Edisi 237 Tahun XI, 10 - 17 Mei 2011 Harga Rp. 4.000,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)
e-mail :
mediarakyat_new@yahoo.com
Contact Person :
0812 9936 97708787 66 999 09
SURAT KABAR UMUM
Press Release
Hal. 3
Hal. 9
Hal. 10
Tak Pnya IMBBangunan Ditolak Warga
Pembawa Suara Pembangunan Bangsa 
website :
www.mediarakyatonline.com
aca Juga 
Pemerintah
gamang untukmenerapkan subsidiBBM yang tepatsasaran. Kebijakantersebut harusmenerapkan
(Hal 5)
Kabupaten SingkepHarga MatiPTN Tidak BolehTolak Mahasiswa Miskin
Langkah
mencegahradikalisme tidakhanya cukup dengankotbah, sebab parapelaku radikalismememiliki pola pikir yang
(Hal 2)
baca hal
15
Candra, Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia
Pemerintah GamangTerapkan Pembatasan BBM
MariKitaBerantasKorupsi
 
 Mari Kita Berantas Korupsi 
PengaduanMasyarakat
Pengaduan Masyarakat
Telp.(021)-25578389
Telp. (021) - 25578389
Fax.(021)-52892454
Fax. (021) - 52892454
HumasKPK:(021)-25578439
Humas KPK : (021) - 25578439
PO.BOX:575Jakarta10120
PO.BOX : 575 Jakarta 10120
email:pengaduan@kpk.go.id
email : pengaduan@kpk.go.id
KOMISIPEMBERANTASANKORUPSI
 nvestigasi 
 I 
Lapak bensin eceran yang berada di depan SPBU di Sarolangun
Arifinto
Kotbah Tak CukupCegah Radikalisme
UcupdanAcepbarupunyahandphone.Ucup:"Cepngapainlhomeganginpagerrumah?" Acep:"IniCup,gwlagimauisipulsa..."Ucup:"Eh,apehubunganyenempeldipageramaisipulsaCep?Telponoperatoraje.Susahamatsih." Acep : "Itu die masalahnye,dari tadi gue disuruhoperator tekan pager, nah gue sudah tekan pager berkali-kali kok kagak bisa juga. Ampe bonyok neh jempolgue."Ucup:"Guelebihparahcoy." Asep:"Emangelukenape?"Ucup:"Guemalahdisuruhtekanbintang."
baca hal
23
baca hal
23
MuaraTebo,(MR)
PutusanMahkamahKonstitusi(MK)yangmemerintahkanKPUD Tebo melakukan pemungutan suara ulang pemilihanBupatidanwakilBupatiTeboakhirnyaditetapkanolehKPUDTebopadaPlenoKamis(28/04)lalu.Hal ini dikatakan oleh Ketua KPUD Tebo melalui DevisiKampanye pemungutan dan penghitungan suara KPUD TeboSubirman usai pleno tersebut. Ia mengatakan, dari hasil PlenoKPUD Tebo memutuskan pelaksanaan pemungutan suaraulang ditetapkan pada tanggal 5 Juni, kendati sebelumnya pernahdirencanakanakandilaksanakan12Juni.
PemilukadaUlangTeboTelanDana3,6Milyar
Sarolangun,(MR)
B e b a r a p a b u l a n belakangan ini, telah terciptasuatu pemandangan indah diSPBU yang ada di kabupatenSarolangaun. Keindahan itutercipta karena adanya penjual
Pedagang EceranJual Bensin Depan SPBU
BBM eceran di depan SPBUdan antrian panjang kendaraanmobil dan motor, terutamakendaraan bermotor roda duauntuk mengisi bahan bakar,keindahan itu menjadi lengkapsudah dengan hadirnya parakonsumen yang membeliBBM dengan menggunakang e r i g e n d a n d e n g a nmenggunakan motor yangtengki tempat bahan bakayang sudah dimodipikasisedemikianrupa
Jakarta,(MR)
Pemerintah menaikkan nilai jual objek pajak tidak kena pajak (NJOPTKP) Pajak BumidanBangunan(PBB)sebesar100persenyangakanmulaiberlaku1Januari2012.Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Keuangan, Yudi Pramadi dalamketerangannya di Jakarta, Rabu(4/5), menyebutkan, pemerintah menetapkanpenyesuaian NJOPTKP-PBB melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomo67/PMK.03/2011tanggal4April2011.
PemerintahAkan NaikkanNJOPTKP-PBB 100 Persen
Jakarta,(MR)
Menteri Hukum dan HAM(Menkumham), Patrialis Akbar, mengatakan, Un-dang-Undang (UU) tentangTindak Pidana Korupsi(Tipikor) yang ada dianggapterlalu "keras" dan belummengakomodasi seluruhpemangku kepentingansehingga perlu direvisi. "UUTipikor itu terlalu keras, di samping itu ada juga yang(kepentinganya, red.) belum terakomodir (sehingga direvisi,red.),"katanyadiJakarta,Selasa.Patrialis yang berasal dari Partai Amanat Nasional itumengemukakan, UU Tipikor sebelumnya membuat pejabatnegara khawatir dipidanakan baik karena sebelum maupunsetelahmengambilsuatukebijakan.
UU TipikorTerlalu "Keras"
Menkumham:
Patrialis Akbar 
Natuna,(MR)
Akibat statemen Men-dagri, di salah satu media Nasional, tentang Kabupaten Natuna mau bergabungdengan Kalbar, membuatresah sejumlah masyarakat.Statemen ini, dinilai
Jangan Mimpi Kalbar, Natuna Mau Bergabung
StatemenMendagri,ResahkanMasyarakatNatuna
Blok D Alpa Natuna
mengada-ngada. Jika benar Mendagri menyatakan haldemikian,kita mintaMendag-ri segera meralat ucapannya.Demikian dikatakan KetuaPerpat Natuna (PersatuanPemuda Tempatan) Edy Dar-mawan di sela-sela kesibu-kannya.Kemudian, Ia mengatakan,Sebelumnya, Kalbar sudahngotot tentang pengelolaanBlok D Alfa Natuna, di bebe-rapa media cetak. Akibatstatemen itu, terjadi gejolak di Natuna tentang penolakan pengelolaan Blok D alfa.Setelahkabaritulenyap,kinimuncul statemen Mendagri,dianggap meresahkan Rak-yat Natuna. Ini tidak bisadibiarkan, Kita tidak ingindiperalat. Kabupaten Natu-na,tetapmilik 
Prabumulih,(MR)
Pemerintahan kota prabu-mulih juga mengaku kesaldengan parahnya kerusakan jalanmilikNegarayangberadadi kota Prabumulih yang kon-disinya semakin memperiha-tinkan, disampaikanWakilWalikota Prabumulih Ir.RidhoYahya,MM.Beberapa hari yang lalu,Ridho menyampaikan akankelemahan pemerintahan kotaPrabumulihdalam
JalandiPrabumulihDiibaratkanKubanganBabi
Salah satu Jalan di Prabumulih
"Siapa yangBertanggung JawabJika PemerintahAngkat Tangan"
baca hal
 
23
baca hal
23
baca hal
23
baca hal
23
baca hal
23
 Baru Punya Handphone
Jakarta,(MR)
P a k a r h u k u mTodung Mulya Lubis menilaikeberanian pemerintahkurang di dalam meng-hadapi kelompok NegaraIslam Indonesia (NII) yangmengganggu kedaulatanNKRI. Ketiadaan pasal sub-versif tidak boleh mengham-bat ketegasan pemerintah di dalam memberantas NII diIndonesia."Itu artinya Pemerintah kurang imajinasi dan kurangkeberanian," tutur Todung di sela-sela diskusiTransparency International Indonesia (TII) di Jakarta,Kamis(5/5).Todung mengatakan keberadaan NIIseperti di Bantendan Jawa Tengah yang diakui pemerintahan setempathinggamasukkejajaranpegawainegerisipil
Todung Mulya Lubis :
Pemerintah KurangBernyali Hadapi NII
Todung Mulya Lubis
Jakarta,(MR)
Menteri PertanianSuswono mengatakan bahwa pemerintah akanmengeluarkan dana sebesar Rp388 miliar sebagai pengganti kepada petanikarena mengalami puso(gagal panen). Jumlah totallahan pertanian yangmengalami puso mencapai1000 hektare."Sekitar 1000 hektareseluruh Indonesia, sudahmasuk datanya (keKementan)," ujar Suswonoketika ditemui di KompleksIstana Kepresidenan Jakarta,Rabu.Suswono mengatakan bahwa lahan produksi padiyang masuk kategori pusoyakni dengan tingkatkegagalan panen mencapai75%.Ia memaparkan, setiap petani yang gagal panen akanmendapatkan bantuan pengolahan lahan sebesar Rp2,6 juta per 
PemerintahsegeraCairkanDanaPenggantiPuso
 
2
Berita Utama
Edisi 237 TEdisi 237 TEdisi 237 TEdisi 237 TEdisi 237 Tahun XIahun XIahun XIahun XIahun XI10 - 17 Mei 201110 - 17 Mei 201110 - 17 Mei 201110 - 17 Mei 201110 - 17 Mei 2011
Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan
Tanda Pengenal
dan
Surat Tugas Peliputan
dari Redaksi yang
masih berlaku
. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.
Redaksi :
Komplek DDN (Departemen Dalam Negeri)Blok B No. 7 Kec. Pondok GedeKel. Jatiwaringin Bekasi 17411
Telp.
(021) 8461157
Contact Person :
0812 9936 977, 0878 66 999 09
E-mail :
mediarakyat_new@yahoo.com
Website :
WWW.mediarakyatonline.com
Rekening
: Bank BRI Cab.KarawangNo. Rek : 0116-01-022016-50-9a/n: Hisar MT Sagala
Penerbit
: Yayasan Media Rakyat Intermedia
Percetakan
:
PT. Wahana Semesta Intermedia
Pemimpin Umum :
Hisar MT Sagala,
Penasehat :
KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Drs. H. Ilyas Sabli, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil,Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM,
Konsultasi Hukum :
Susanto. SH,
Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab :
Hisar MT Sagala,
Dewan Redaksi :
Hisar MT Sagala,Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono,
Redaktur :
Irwan Hamid,
Litbang :
Herman Sugianto,
Manager Iklan :
Rudi Harris,
Manager Distribusi:
Herdi,
Layout / Design :
Ahmad Y, St,
Fhoto Grafer :
Hamin,
Staf Redaksi :
Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra.
PERWAKILAN/ BIRO :
Jakarta Pusat :
Ediatmo (Kepala), Nokipa,
Jakarta Utara :
Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang,
Jakarta Timur :
Sukron (Kepala), Wisnu,
Jakarta Barat :
Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna,
Jakarta Selatan :
Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova,
Karawang :
K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi,
Bogor, Depok :
Ali,Ruslan,
Kab. Bekasi :
S. Wahyudi, Suparman, Hamdan Bule, Amir Kebo, Suryanto, A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani,
Purwakarta :
Sapan Supriatna,
Biro Subang :
Iman,
Biro Kota Bandung :
Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati,
Bandung Barat :
Dayanto, Darfi,
Kabupaten Bandung :
Maman,
Sumedang/ Majalengka :
Edi Moelyana(kepala), Ani Suhartini,Wawan Setiawan, Budi,Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah,
Biro Indramayu :
Abdullah (Kepala), Mukromin, Maskin, Suhada, NC Jawir,
Cirebon :
Masduri,
Kuningan :
Dian,
Biro Garut :
Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani,
Kab. dan Kota Sukabumi :
Rustandi, Ludy Herdiansyah,
Biro Cianjur :
Ruslan AG,Jaenudin,
Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik :
Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R,
Biro Ciamis:
Heri Herdiana (Kepala),
Biro Banjar :
Ahmad Setia (Kepala),
Tangerang :
Halim Untar (Kepala), Herman,
Lebak/ Pandeglang :
Belfri (Kepala), Herianto,
Serang :
Sukendar (Kepala), Nani,
Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu:
Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin,
Perwakilan Sumatera Selatan :
Alex Effendi (Kepala),
Kota Palembang,
Adiyanto(Kepala),
Kota Prabumulih / kab. Muara Enim :
Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah, Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Amiruddin,
Biro Batu Raja / OKU :
Sahmi(Kepala),
Biro Oku Selatan :
Thomas Ivan,
Ogan Ilir :
Marleni (Kepala), Astute,
Tulang Bawang :
Sumarta (Kepala), Nani,
Kota Metro :
Tohir (Kepala), Maman Irawan,
Pekanbaru :
Paizal (Kepala),Nurdin,
Padang :
Marqian,
Bengkulu :
Aman Sipahutar,
Biro Mukomuko
:
Hilman Daud,
Biro Bengkulu Utara :
Syaiful Bahkri S,
PerwakilanJambi :
Leman Burhan, (Kepala), Hendar,
Muara Bungo :
Suyono,
Kab. Tebo :
Heri Zaldi,
Musirawas/ Lubuk Linggau :
Iman Koesnadi, Agus Salim,
Biro Sarolangon :
LeniHartati,
Biro Bangko :
Zainal Arifin,
Dumai :
Suparta (Kepala), Parjio,
Tanjung Pinang :
Winarto (Kepala), Jerlin P, Rony Rudianto,
Biro Batam :
Ganda S.Prawira (Kepala), AgusStanza AMd, Englis Simaremare,
Biro Tanjung Balai Karimun :
Jerlin P (Kepala),
Kab. Lingga :
Heri Susanto (Kepala), Nurjaly, Hendrano,
Kab. Bintan :
Defran, Edi Ishak,Amdiman,
Biro Natuna :
Roy S. (Kepala),
Biro Kab. Anambas :
S. Edwar. S (Kepala),
Rokan Hilir :
M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan,
Purwokerto :
Hanapiah(Kepala), Kuswandi,
Batang :
Rika Ida (Kepala), Hapid,
Kota Semarang:
Irman Idrus (Kepala), Warsoma,
Cilacap :
Murtaqin,
Pekalongan :
Hetty(Kepala) Narwan,
Purbalingga:
Hermanda,
Yogyakarta :
Suratno,
Klaten :
Sutrisno, Tarmo,
Perwakilan Jawa Timur:
Deasy Epita A (Kepala),
Mojokerto :
Moh. Lutfi,
Biro Lamongan :
Adi Sugiarto(Kepala), Huala Simanjuntak, Julian Tri, Prayitno,
Biro Banyuwangi :
M. Arif Afadi,
Biro Jombang 
: Moh Sabit (Kepala), Joko Bambang, Rohimah,
Kupang :
Moses Mone Kaka(Kepala)
,
Klaudius Edy Burga,
Kalimantan Barat :
Ranto Leonardo,
Kalimantan Selatan / Tengah :
Gatner Eka Tarung, SE (Kepala),
Banjar Masin :
Mulia,
Banjar Baru :
Asrian Talatika,
Pulang Pisau :
Yabi. K,
Samarinda :
Kipan Suerta, Delimah,
Belu & TTu:
Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH,
Flores Timur :
Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema,
Sorong :
Dea (Kepala), Gonjali,
Kota Medan :
Torang Sihite (Kepala), Anggiat Sihombing, Bincar Royven Tamba, SampangManik,
Deli Serdang :
Sopian Indris Simanullang, Sidik Mahadi,
Biro Samosir :
Pardingotan Sitanggang,
Padang Sidempuan:
Chairun (Kepala), Hotman, Ali,
Bali :
Nyoman, PutuArtha.
Makassar :
Darwis
Jakarta,(MR)
Intelijen harus mendudukkan jelas mengenai batas-batasyuridis dalam menjalankan tugas. Pemberian wewenangintelijen untuk menangkap dalam undang-undang dinilaiakan merusak mekanisme criminal justice system.Hal ini diungkapkan Direktur Program Imparsial saatditemui di gedung LBH Jakarta, Senin (2/5). "Kami menilaisikap pemerintah yang tetap bersikukuh memberikankewenangan pemeriksaan intensif alias penangkapan didalam undang-undang intelijen kepada lembaga intelijenbukan hanya akan merusak mekanisme criminal justice sys-tem, melainkan juga akan membajak sistem penegakanhukum itu sendiri," ujar Al Araf.Ia juga mengingatkan jika intelijen sebagai institusinegara merupakan institusi yang seharusnyamengedepankan kepentingan negara dibandingkankepentingan penguasa. "Intelijen harus tetap pada relnyasebagai institusi yang memberikan peringatan dini (earlywarning) dari ancaman terhadap keutuhan bangsa dannegara, selain itu intelijen juga harus bisa memberikananalisis-analisis dan atau penilaian intelijen (intelligenceasssesment) yang akurat terhadap berbagai isu strategis,"imbuhnya.Berkaca dari rezim orde baru, lanjutnya, atas namamengantisipasi ancaman terhadap keutuhan bangsa dannegara, intelijen bertindak sewenang-wenang danmengabaikan hak asasi manusia serta lebih mencerminkankepentingan penguasa dibandingkan kepentingan bangsadan negara.Oleh karenanya, menurut Al Araf, pemberian kewenanganmenangkap kepada lembaga intelijen adalah langkahmundur dalam proses reformasi sektor keamanan."Pemberian kewenangan penangkapan kepada lembagaintelijen akan menimbulkan tumpang-tindih kerja antar-aktor keamanan khususnya antara lembaga intelijen non-judicialdengan institusi kepolisian," imbuhnya.
>>Eka Lesmana
Wewenang PenangkapanIntelijen Dinilai Akan RusakSistem Hukum
Jakarta,(MR)
Sebanyak 60 persen wakil rakyat yang ada di DPR dinilaitidak pantas menduduki jabatan tersebut. Bahkan, anggotaDPR dianggap tidak ubahnya produk outsourcing."Sebagian besar anggota DPR tidak paham konstitusi,mereka di-outsourcing oleh partai," ujar pengamat politik dariuniversitas Indonesia, Rocky Gerung, saat ditemui di gedungPP Muhamadiyah, Jakarta Pusat, Senin (2/5).Menurutnya, partai politik yang ada saat ini tidak punyakurikulum pendidikan kewarganegaraan. "Partai lebih banyakmenyuruh anggota dewan sebagai debt collector daripadaedukator publik," ujarnya.Ia juga yakin jika saat ini banyak orang yang merasa jijikke gedung DPR. "Mestinya orang itu datang ke DPR ibarattamasya ke taman bunga. Tapi orang merasa jijik ke sana,sebab sudah berubah dari taman bunga ke peternakan ular,"imbuhnya.Partai sendiri, menurut Rocky, tidak dikendalikan ketuadan kongres, tapi oleh oligarki. "Jadi, misalnya,dua partaiberselisih di pusat, di daerah mereka bersekutu. Bisa sama-sama tukar tambah. Sebenarnya, desain partai kitamemburuk. Sementara, proses pendidikan politik tidakberjalan, karena dikejar-kejar debt collector buat pemilihanpemilu kada," kata Rocky.
>> Mohammad
Anggota DPRTak Ubahnya ProdukOutsourcing
Jakarta,(MR)
Pemerintah berjanji akanmenyerahkan DIM (Daftar Investarisasi Masalah) ke DPR terkait RUU BPJS (BadanPenyelenggara Jaminan Sosial).Rencananya, pemerintah akanmemberikan DIM tersebut pada9 Mei, dan bila tidak mencapaikesepakatan, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso siap pasang badan."Pemerintah janji 9 Meimaksimal serahkan DIM ke pansus. Kalau berujung padadeadlock artinya tidak jadi,maka kebangetan banget peme-rintah. Dan saya akan pasang badan kalau deadlock. DPR akan gunakan hak untuk ingat-kan pemerintah," tegas Priyo diGedung Parlemen, Jakarta,Selasa.Bila dalam waktu seminggudari 9 Mei pemerintah tidak memberi niatan baiknya untuk mewujudkan BPJS, maka Priyosiap melaporkan menteri-men-teri yang dinilai kurang mendu-
Priyo Tuding MenkeuHalangi RUU BPJS
kung kesuksesan BPJS. Dankabarnya, Menkeu Agus Mar-towardjojo yang dinilai meng-halangi RUU BPJS tersebut."Dan menteri yang diang-gap paling menghalangi, boco-rannya, Kementerian Keuanganyang agak bandel," tandasnya.RUU yang juga dituntutoleh kaum buruh untuk segeradisahkan tersebut, memangsangat penting bagi rakyat In-donesia, di mana di dalamnyaterdapat ketentuan yang me-ngatur tentang jaminan keseha-tan, kematian, kecelakaan kerja, pensiun, dan hari tua.Memang RUU BPJSmembutuhkan banyak biayauntuk merealisasikannya, danmenurut Priyo, pemerintahmasih dalam tahap mengum- pulkan dana. "Pemerintahmemang sepertinya masihmenghela nafas atau kalauenggak cukup dana kita cari bersama. Kan ada dana APBNRp1.300 triliun ya kita cuilkansedikit kan enggak masalah,"ujarnya.
>> Mohammad
Jakarta,(MR)
Anggota Komisi VIIRomahurmuziy menyampai-kan beberapa fraksi DPRsepakat untuk menaikkanharga BBM subsidi atau pre-mium. Menurutnya, kebijakanmenaikkan harga premiumsudah rasional mengingatharga minyak dunia yangmelambung tinggi."Sebenarnya DPR sudahsepakat untuk dinaikkanpremiumnya. Dari yang saya lihat begitu, fraksi lain juga sudahsetuju,” kata Romahurmuziy, Rabu (4/5). Dalam kajiannya,penaikan harga premium bisa sekitar Rp 500 per liter.Romahurmuziy melanjutkan, jika pemerintah inginmenaikkan harga premium, waktu yang tepat adalah Aprilatau Mei karena dua bulan tersebut akan terjadi deflasi.Kalaupun ada, inflasi yang terjadi tidak terlalu tinggi. "Kalausudah melangkah Juni-Juli akan sulit karena itu bulan inflasi.Orang-orang bayar sekolah, setelah itu sudah bulan inflasilagi," jelasnya.Lebih lanjut, Romahurmuziy melihat penaikan premiumsudah layak dari sisi ekonomi, politik, dan sosial. Sebagaiperbandingan, negara China yang sosialis saja sudahmenaikkan harga BBM sebanyak 9%-16%.Selain itu, Indonesia Crude-Oil Price (ICP) sudah di atasasumsi sejak November tahun lalu. Penaikan harga premiumsangat wajar dilakukan.Romahurmuziy juga mendesak presiden menaikkanharga premium. Beberapa golongan masyarakat mungkintidak mau menerima kenaikan premium. Namun, haltersebut dianggap bisa dikompensasi dengan insentif lain."SBY kan sudah tidak boleh nyalonin lagi tahun depandan dulu SBY juga pernah menaikkan harga premium. Masasekarang nggak mau?" cetusnya.Jika pemerintah diam saja terhadap penaikan harga BBM,kuota BBM subsidi harus dinaikkan. Romahurmuziymemperkirakan kuota BBM subsidi akan naik menjadi 40,5 juta kiloliter. "Dengan asumsi kuartal 1 sudah naik 3%, jadikeseluruhan tahun bisa dibilang kuota bisa sampai 40,5 jutakiloliter," katanya.Memang pemerintah masih punya cara mengatasipembengkakan subsidi BBM karena penaikan harga minyak.Romahurmuziy sendiri menyebutkan masih ada 4 carapemerintah untuk mengatasi pembengkakan subsidi BBM. “Defisit kita kan boleh melebar asal tidak melebihi 3%. Kedua,itu bisa dikompensasi melalui penghematan K/L (kemente-rian dan lembaga) di kuartal 4 nanti. Ketiga, dari selisih kurssaja kita bisa dapat untung. Keempat, kita punya cadanganrisiko fiskal sebesar Rp4 triliun,” sebutnya.
>> Mohammad
Romahurmuziy:
DPR SepakatNaikkan BBM Subsidi
Romahurmuziy
Jakarta,(MR)
Langkah mencegah radika-lisme tidak hanya cukup dengankotbah, sebab para pelakuradikalisme memiliki pola pikir yang berbeda. "Mengatasiradikalisme tidak cukup hanyaulama yang berkotbah, ulama-ulama moderat sudah tidak 
Kotbah Tak Cukup Cegah Radikalisme
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai
Biasanya gerakan radikalini dalam kotbahnyamenanamkan kebenciandan permusuhan kepadanegara dan agama lain.Jadi ini tidak bisa dengankhotbah, harus adatindakan fisik yang palingnetral adalah hukum,"
mereka anggap lagi karena panutannya adalah Osama,"kata Kepala Badan NasionalPenanggulangan Terorisme(BNPT) Irjen Pol AnsyaadMbay dalam diskusi publik Indonesiana tentang mengupasradikalisme disekitar kita diJakarta, Rabu(4/5).Ansyaad Mbay mengata-kan pelaku tindakan radikalismeitu sulit dikalahkan karenamereka punya akses internasio-nal, memiliki pembiayaan,sistematis dan terorganisasi."Biasanya gerakan radikalini dalam kotbahnya menanam-kan kebencian dan permusuhankepada negara dan agama lain.Jadi ini tidak bisa dengankhotbah, harus ada tindakanfisik yang paling netral adalahhukum," katanya.Ansyaad mengatakan, tidak ada faktor tunggal yang menja-di akar masalah radikalismesebab yang terjadi adalah kore-lasi dari semua faktor sepertikemiskinan dan ketidakadilanyang sudah mengkristal.Gerakan radikalisme di Indo-nesia menurut Ansyaad Mbay bukan barang impor tapi adasejak lama atau "home ground"yaitu NII.Lebih lanjut dia mengata-kan, ada dua bentuk radikalismedi Indonesia yaitu radikalismeteroris dan radikalisme nontero-ris yang motifnya sama yaitu jihad untuk membentuk negaraIslam dan memformalkan syariatIslam sebagai hukum formal.Menurut dia, saat ini radikalyang teroris dan nonterorissudah bersatu, karena merekamengangkat isu lokal sebagai jihad.Ansyaad juga menanggapi positif jika ada pendekatan poli-tik penting dilakukan dimanadari kelompok radikal masuk dalam partai politik. "Saya kira banyak partai politik yang platformnya sama denganmereka, kenapa tidak direkrutsaja sebagai anggota partai,"kata Ansyaad.
>> Eka LesmanaJakarta,(MR)
Kepergian Komisi VIII DPR RI ke Australia dalam rangkakunjungan kerja penangananfakir miskin tidak hanya dinilaisia-sia, tapi juga ada masalahkomunikasi yaitu bahasaInggris. Menurut Ketua UmumPPIA (Perhimpunan Pelajar In-donesia di Australia) SubhanZein, delegasi Komisi VIIImenghabiskan banyak waktusaat berkomunikasi dengan pihak Australia."Hasil pengamatan kamidalam pertemuan Komisi VIIIdengan Mr Stephen Kelly, Man-ager for Aged Care and Inter-national Programs, Departmentof Health and Services, dan Mr Peter Van Vliet, Assistant Sec-retary for Multicultural Affairs,
PPIA:
Komisi VIII DPR Tidak SemuaFasih Berbahasa Asing
Department of Immigration andCitizenship, menunjukkan pro-ses penerjemahan yang dilaku-kan secara dua arah, dari bahasaInggris ke bahasa Indonesia dari pihak penyaji, dan dari bahasaIndonesia ke bahasa Inggrisdari pihak Komisi VIII DPR RImenyebabkan banyaknya wak-tu yang terbuang sia-sia. Dalamcatatan kami, sebuah kalimat pendek atau frase panjang yangdisampaikan penyaji rata-ratamemakan waktu 7 detik,"ujarnya dalam siaran pers yangdimuat dalam website resmiPPIA, Selasa (3/5).Pada sesi tanya jawab,Subhan mengatakan terjadi berulang kali kesalahpahamanantara penanya dengan panjafakir miskin Komisi VIII. PPIAustralia memberikan rekomen-dasi atas kendala bahasa yangterjadi saat kunker 26 April hing-ga 2 Mei 2011, yaitu diperlu-kannya kecakapan berbahasaasing bagi yang akan diberang-katkan kunker ke luar negeri.Tak tanggung-tanggung,PPIA meminta adanya ijazah pendidikan tinggi di negarayang berbahasa sama dengannegara yang dituju dan lulussertifikasi kecakapan berba-hasa. Bila anggota DPR tidak fasih berbahasa asing, sekira-nya kunker ke luar negeri ditun-da."Pembatasan izin kunju-ngan kerja anggota DPR bagimereka yang tidak memiliki keca-kapan berbahasa asing yangmencukupi untuk menerima danmenyampaikan informasi secaradua arah dengan baik," kata-nya. "Anggota DPR yang akanmelakukan kunjungan negaratidak menunjukkan kecakapan berbahasa sebagaimana terse- but di atas, maka kunjungantersebut hendaknya ditundahingga mereka mendapatkan pelatihan bahasa asing seperti bahasa Inggris," katanya.Sementara itu, pimpinanrombongan Abdul Kadir Kar-ding yang juga Ketua KomisiVIII DPR enggan berkomentar dan memberi keterangan terkaitkunjungan dan evaluasi PPIAustralia.
>> Tedy Sutisna
 
3
Berita Utama
Edisi 237 TEdisi 237 TEdisi 237 TEdisi 237 TEdisi 237 Tahun XIahun XIahun XIahun XIahun XI10 - 17 Mei 201110 - 17 Mei 201110 - 17 Mei 201110 - 17 Mei 201110 - 17 Mei 2011
Lingga,(MR)
Ahmad Saini dari Provinsi Kepulau Riau beberapa hariyang lalu didampingi Bapak Wakil Bupati Lingga Drs.AbuHasim beserta Ketua Anggota DPR Lingga, Bertempat diDesa Sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat mengadakanlangsung Pelatihan GSI dan Posyandu yang mana PadaKegiatan tersebut untuk Pengembangan dan PembinaanDesa PRIMA yang ada di Desa Sungai Buluh.Acara yang bertemakan Biro Pemberdayaan Perempuankepri Kabupaten Lingga tahun 2011 ini, sangat disambut baikpara masyarakat setempat terutama kepada ibuk-ibuk, banyakhal yang tidak diketahui dan bisa dipelajari setelahmenyaksikan cara dan saran yang baik dari bimbinganAhmad Sani dan Robongan dari Provinsi Kepri.Maya seorang ibu rumah tangga, “Dengan adanya acaraini saya yang dulunya sangat kebingungan untuk memahamiapa yang baik untuk balita saya, kini alhamdulillah denganmengikuti acara ini saya mendapat pelajaran dan bimbinganyang baik untuk balita saya, muda-mudahan acara tersebutsaya sekarang bisa mengerti cara merawat balita denganbaik dan benar, harapan saya muda-mudahan acara tersebutbisa juga dilakukan setiap tahunnya, di masing-masing DesaKecil yang kita ketahui untuk merawat Balita Kita sangatlahmembutuhkan cara yang tepat, bagi kami masyarakat pesisir yang jauh dari lingkungan perkotaan bimbingan tersebutsangat diperlukan untuk menjadikan harapan masa denpankami menjadi anak yang pintar dan berguna bagi Nusa danBangsa nantinya, saya atas nama ibuk-ibuk yang menghadiriacara ini sekali lagi mengucapkan terimakasih baik itukepada rombongan dari Provinsi maupun PemerintahanKabupaten Lingga yang telah mengadakan acara ini. HimbauMaya Kepada Media.
>> HR
Desa Primadan PemberdayaanPerempuan
Wakil Bupati Wancana Desa Prima
Prabumulih,(MR)
Wali kota parabumulihDrs.Racman Djalili MMmengajak kepada wargamasyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan,keamanan dan ketertibanserta mengaktifkan pos-pos jaga malam sehingga mem-berikan kesan dan suasanakondusif, disampaikan wali-kota pada kesempatanpenyerahan dana pasilitasoprasional RT/RW dalamKota Prabumulih beberapawaktu yang lalu.Dalam hal itu Racman juga mengimbau akan pentingnyakekompakan warga yang di galang oleh mulai dari ketua RT/RW dari masing-masing warga, jangan karena pemilihanketua RT misalnya dilakukan secara voting dalam suatu RTlalu warga menjadi terpecah belah sehingga kekompakandan kebersamaan menjadi bubar.Selain dari pada itu Wali kota juga menjelaskan tentangtugas dan peranan bagi seorang RT/RW yakni sebagai saranakomunikasi, informasi, sosialisasi kebijakan pemerintahankota prabumulih, menjalankan tugas pelayanan kepadamasyarakat, menggerakan swadaya gotong royong danpartisipasi masyarakat diwilayahnya serta memeliharakeamanan dan ketertiban kerukunan hidup antar warga danmembantu pemerintah kelurahan dalam pelaksanaanurusan pemerintahan, pembangunan, social kemasya-rakatan serta pemberdayaan masyarakat.
>> Alex Effendi
Kekompakan JanganTerpecah KarenaPemilihan Ketua RT/RW
Drs. Racman Djalili MM
Surabaya,(MR)
Beberapa daerah di JawaTimur diduga telah menjadisarang penyebaran paham Negara Islam Indonesia (NII),terutama kampus-kampus. Namun, beberapa pihak terma-suk polisi dinilai enggan ataumalah takut mengungkap kasustersebut.Beberapa pihak mensinyalir daerah kampus menjadi targetutamanya. Di Jatim titik-titik yang rawan terhadap aksi cuciotak ini selain Malang yaituSurabaya, Jember, Kediri danMojokerto. Bahkan, kini beredar kabar di Malang tak hanyamahasiswa saja yang menga-lami cuci otak NII tapi jugaPegawai Negeri Sipil-nya (PNS).Menurut isu yang beredar ada salah satu Staf PemkabMalang yang diculik kelompok  NII. “Sebenarnya Jatim memiliki banyak pondok pesantrenyang bisa meminimalisir masuk-nya NII. Tapi terbukti, kampus-kampus kecolongan karenamungkin banyak generasimudanya yang mudah terpe-ngaruh akibat kurangnya infor-masi terkait Islam secara benar,”ujar Guru besar kebudayaanIslam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan AmpelSurabaya, Abdul A’la.Sebelumnya, Wakil Guber-nur Jawa Timur (Wagub Jatim)Saifullah Yusuf membenarkanada sarang NII di Jatim. Namunmasyarakat tak perlu khawatir karena beberapa daerahtersebut kini telah ‘dikotakkan’oleh polisi. “Setidak-tidaknyaada beberapa tempat (di Jatim)yang perlu dijaga bersama (darifaham NII),” ujarnya saat acarasilaturahim dan istiqasah diPondok Pesantren Lirboyo,Kediri, Senin (25/4) petang.Ia hanya menyatakan, saatini aparat telah melakukantindakan yang konkret untuk mengeliminasi penyebaranideologi tersebut. “Saya tidak  bisa menyebutkannya di sini,
Waspada, Ada Sarang NII di Jatim
tapi Pak Kapolda sudah bertin-dak konkret. Makanya masya-rakat perlu mendukungnya,” pungkas Saefullah.Rektor Universitas Muham-madiyah Malang (UMM),Muhadjir Efendi membenarkan bila masuknya NII ke kampus-kampus tak hanya di UMMsaja. “Korban cuci otak ini tidak hanya di UMM, tapi juga di perguruan tinggi lainnya diMalang. Bisa jadi, pihak kampuslain itu tidak mengetahui kalauada mahasiswanya yang sudah jadi korban. Bisa juga pihak kampus lainnya enggan meng-ungkap kasus ini,” urainya.Sementara itu, Inspektur Jenderal Untung S Rajab ketikadikonfirmasi terkait kasus cuciotak berkedok pendirian NIImengatakan, pihaknya masihmemeriksa kasus itu. “Masihdilakukan pemeriksaan diPolda,” ujarnya.Terpisah, Kabid HumasPolda Jatim, Kombes Pol Rah-mat Mulyana mengakui PoldaJatim mengabil alih kasus pen-cucian otak yang diduga dila-kukan NII di Malang. Menurut penelusuran Polda Jatim, Jogja-karta menjadi jujukan jaringan NII membai’at para korbannya.Diketahui, korban cuci otak yang melibatkan 11 korbanmahasiswa Malang sengajadibawa ke Jogjakarta.Bukan hanya itu, PoldaJatim juga mensinyalir, sindikasicuci otak berkedok NII tersebutmerupakan jaringan antar-wilayah yang terbangun dari jaringan lokal. Sayangnya,Polda Jatim masih merahasiakantitik sentral pembai’atan korbancuci otak di wilayah kota gudegtersebut.Alasannya, Polda Jatimtidak ingin koordinasi yangdilakukan dengan Polda Jogja-karta sia-sia. Yang pasti ada.Tapi, kami masih mengonfrontir keterangan pelaku dengankorban melalui koordinasi de-ngan Polda Jogjakarta,” kataRahmat.Polda Jatim telah menurun-kan 2 tim sekaligus untuk mem- backup penelusuran kasusyang telah meracuni otak mahasiswa dengan ideologi NIItersebut. “Kami sudah turun-kan tim untuk melacak hinggaJogjakarta,” paparnya.Ia menyatakan, tim khususyang melakukan pelacakan jari-ngan NII hingga ke Jogjakartatersebut adalah 2 anggotaDireskrimsus Polda Jatim diikuti2 anggota dari Polresta Malang.Timsus ini telah berada diJogjakarta bersama seorangrekrutmen NII berinisial MZ.“MZ ini adalah mahasiswiUMM (Universitas Muham-madiyah Malang, red) yangsudah tertangkap. Kami inginmengonfrontir dengan tersang-ka yang telah ditangkap PoldaIstimewa Jogjakarta,” tukasnya.Ia menambahkan, pengam- bilalihan proses penyelidikandari Polresta Malang ke PoldaJatim ini untuk mempermudah pengembangan kasusnya. Dik-atakan, selain Polda IstimewaJogjakarta, Polda Jatim akanmemperluas koordinasi denganPolda lainnya di Indionesia.“Karena, tidak menutupkemungkinan jaringan ini (cuciotak, red) sudah meluas tidak hanya di Jawa saja,” tegasnya.Korban Pulang.Setelah lama menghilang,Mahatir Rizki (19), mahasiswaUMM yang diduga menjadikorban pencucian otak kelom- pok NII akhirnya pulang ketempat tinggalnya di Bima, NusaTenggara Barat, Selasa (26/4) pagi.Kepulangan Rizki meleng-kapi dua mahasiswa UMMyang sebelumnya tak diketahuikeberadaannya.Sebelumnya Agung Arief Perdana Putra (18), mahasiswasatu jurusan dengan Rizki asalPerum Patria Blok BF09, DesaBambe, Kecamatan Driyorejo,Kabupaten Gresik juga sudah pulang dan berkumpul dengankeluarga pada Sabtu (23/4).“Mahatir sudah pulang, subuhtadi,” ungkap paman Mahatir,Ismed Jayadi.Ismed mengaku, kepula-ngan mahasiswa semester dua jurusan Teknik Informatika itudiketahuinya, setelah keluargadi Bima menghubungi dirinya.“Ibunya yang telepon tadi pagike saya,” katanya.Sedikit Ismedmengungkapkan, Rizki pulangdengan menumpang bus.“Katanya, dia mau istrirahatdulu. Lelah setelah perjalanan jauh,” ujarnya.Menurutnya, kepulanganRizki sudah dikabarkan kepadarektorat serta aparat kepolisian.Ismep pun setelah lebihsepekan di Malang memutuskanuntuk pulang ke Bima karenaRizki sudah berkumpul dengankeluarga. Sementara, kejiwaandan mental korban pencucianotak, Agung Arief Perdana Putra belum stabil. Bahkan dia berencana berhenti dari Univer-sitas Muhammadiyah Malang(UMM).Agung yang tercatatsemester dua Fakultas Teknik Informatika itu mengaku masihtrauma dengan kejadian yangdialami. “Yang pasti saya tidak mau kembali kuliah di sana lagi(UMM),” katanya.
>> ADI

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Agung Yuriandi liked this
Muhammad Tuwah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->