Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
22Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aspek Biologi Ikan Baung

Aspek Biologi Ikan Baung

Ratings: (0)|Views: 1,664|Likes:
Published by Kaisar Lamunan

More info:

Published by: Kaisar Lamunan on May 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2015

pdf

text

original

 
ASPEK BIOOLOGI
IKANN BAUNG (
 Hemibagrus nemurus
Valencienes, 1840)
Oleh :S U P Y A N
Latar Belakang
Secara umum yang dimaksud dengan ikan adalah hewan vertebrata yang berdarah dingin yang hidup di air, perkembangan dan keseimbangannya menggunkansirip, pada umumnya bernapas dengan insang. (Ridwan, 1980). Ikan merupakankelompok vertebrata yang paling besar jumlahnya. Ikan mendominasi kehidupan perairan di seluruh permukaan bumi. Jumlah spesies ikan yang telah berhasil dicatatadalah sekitar 21.723 spesies dan diperkirakan berkembang mencapai 28.000 spesies,sementara jumlah spesies vertebrata yang ada diperkirakan sekitar 43.173 spsies(Nelson, 1984). Namun hal demikian harus dimaklumi bahwa penemuan spesies ikan baru terus berlangsung setiap tahun, dan jauh lebih cepat dibandingkan dengan penemuan spesies hewan lain, seperti bangsa burung atau hewan vertebrata lain (Davidan Chounard, 1980).Sebagai Negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi yang besar di bidang perikanan dan luas wilayah Indonesia sebesar 7,9 juta Km² atau sektar 81% dariwilayah seluruh Indonesia. Sedangkan luas perairan Indonesia saat ini lebih kurang 14 juta Ha. Yang terdiri dari rawa, sungai sebesar 11,9 juta Ha, 1,78 juta Ha danau alamdan 0,93 juta Ha danau buatan hal ini merupakan potensi yang sangat bagus pengembangan usaha perikanan. (Nazaruddin, 1993
dalam
Tim Ikhtiologi 1989).Dalam perairan Indonesia yang sangat luas ini mengandung ± 6000 jenis ikan yang belum teridentifikasi dan ini merupakan sumberdaya hayati perikanan yang potensial bila dikelola secara maksimal tanpa menggangu kelestarian sumberdaya tersebutsehingga akan memberikan sumbangan yang berarti bagi kesejahteraan masyarakat(Effendie, 1997).Di indonesia, salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomis penting adalah IkanBaung
(Hemibagrus nemurus)
(DJAJADIREDJA
et al.
1977). Ikan Baung dikenalsebagai salah satu ikan air tawar yang mempunyai kandungan protein cukup tinggi,tetapi rendah lemak. Rasa dagingnya enak, gurih, dan lezat melebihi rasa daging ikan patin atau ikan jambal air tawar. Tidak mengherankan jika kelezatannya tersebut
 
membuat harga jual ikan ini selalu lebih mahal, disamping karena jumlah pasokannyamasih sedikit. Ikan yang merupakan spesies asli perairan Indonesia ini sebenarnyamampu bersaing dengan ikan-ikan ekonomis penting lainnya. Namun karena sulitdidapat di luar daerah asalnya menjadikan baung belum sepopuler ikan konsumsi jenislainnya. Di Kawasan Asia, terutama di Kawasan Asia Tenggara, menjadi ikanekonomis penting. Ikan ini merupakan komoditas yang popular dan memiliki nilaiekonomis tinggi di Sumatera (Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau) dan Kalimantan(Kalbar, Kalteng, dan Kalsel).
UANG LINGKUP IKAN BAUNG
Baung adalah nama segolongan ikan yang termasuk ke dalam marga
 Hemibagrus
, suku Bagridae. Ikan yang menyebar luas di India, Cina selatan dan AsiaTenggara ini (Peter K. L., Ng, H. H, 1995) juga dikenal dengan banyak nama daerah,seperti Ikan Sogo (Jawa Tengah) , Sengol/Singgal/Singgah (Jawa Barat) , Baung(kebanyakan Sumatera) , Ikan Teiken (Sumatera Utara) , Ikan Tagih atau Tegeh (JawaTimur) , Ikan Niken (Kalimantan Barat) , Ikan Patik (Kalimantan Selatan) , IkanKendiya (Kalimantan Tengah) , Ikan Baung Putih (Kalimantan Timur) (Weber, M. andL.F. de Beaufort, 1913).Baung masih sekerabat dengan Lele (bangsa Siluriformes). Nama marganya,
 Hemibagrus
, berasal dari kata bahasa Latin
hemi
yang berarti ³setengah´ atau³separuh´, dan
bagrus
, yang dipungut dari pelafalan Muzarab
bagre
atas perkataanYunani
 pagros
, yakni nama sejenis ikan laut (Ingg.:
 seabream
).Ikan baung tergolong ke dalam benthopelagic, dan hidup di perairan tawar dan payau dengan kisaran pH 7 - 8,2 dan suhu 22 - 25
0
C. Secara umum Ikan Baungterdistribusi di beberapa daerah atau negara yaitu; Asia: Mekong, Chao Phraya dan XeBangfai basins; juga dari Malay Peninsula, Sumatra, Java, Borneo.Daerah yang paling disukai adalah perairan yang tenang, bukan air yang deras. Karenaitu, ikan baung banyak ditemukan di rawa-rawa, danau-danau, waduk dan perairanyang tenang lainnya. Meski begitu, ikan baung tetap memerlukan oksigen yang tinggiuntuk kehidupannya.Ikan baung tumbuh dan berkembang di perairan tropis. Daya adaftasinyatergolong rendah, kurang tahan terhadap perubahan lingkungan, dan serangan penyakit. Ketidaktahanan pada keduanya terutama terjadi pada fase benih yaitu dari
 
ukuran 0,5 2 cm. Ikan baung dapat hidup pada ketinggian sampai 1.000 m di atas permukaan laut, kandungan oksigen minimal 4 ppm, dan air yang tidak terlalu keruhdengan kecerahan pada pengukuran alat
 secchi disk 
.Di Sumatra, ikan baung banyak ditemukan di Danau Toba, tetapi populasinyaterus berkuang, karenba danya penangkapan yang tidak selektif. Di Danau TondanoSulawesi, ikan baung juga banyak ditemukan, tetapi jumlahnya sudah sangat sedikit.Demikian juga dengan danau-danau, dan rawa-rawa lain yang ada diseluruh Indonesia.Di Jawa Barat, ikan baung banyak ditemukan di tiga waduk besar, yaitu Waduk Jatiluhur, Saguling dan Cirata. Populasi ikan baung di ketiga waduk itu cukup tinggi,mengingat keadaan perairan yang sesuai dengan habitat hidupnya. Bagi masyarakatsekitar waduk, Ikan Baung telah menjadi salah satu ikan tangkapan yang dapat menjadisumber kehidupan (Anonimous. 2010).Selain di danau, rawa dan waduk, ikan baung juga sering ditemukan disungai-sungai. Tentu saja bukan sungai yang berair deras, tetapi sungai yang arusairnya lambat. Menurut Sriyusanti (2002)
dalam
Anonimous. (2010), ikan baung banyak ditemukan di sungai-sungai di Propinsi Riau. Selain di sana, ikan baung juga banyak ditemukan di sungai lain di seluruh Indonesia.Ikan Baung termasuk ikan yang penyebarannya cukup luas. Selain di Indonesia,ikan baung juga banyak ditemukan di Hindia Timur, yang meliputi Malaya, Indocina,Singapura dan Thailand (Smith, 1945; Bleeke et al., 1965 dalam Solih, 1987). MenurutSriyusanti, selain di Benua Asia, ikan baung juga banyak ditemukan di Benua Afrika
Taksonomi
Dalam taksonomi (sistem penamaan), baung mengalami beberapa kali pergantian nama ilmiah. Nama ilmiah yang pertama kali disandangnya adalah
 M 
acrones nemurus
(Weber & de Beaufort, 1916), lalu berubah monjadl
 My
 stusnemurus
(Roberts, 1989; Kottelat
et.al 
, 1993). Setelah itu, berubah lagi menjadi
 Hemibagrus nemurus
(Kottelat and Whitten, 1996; Rachmatika.
et.al 
, 2005). Namayang terakhir inilah yang dinyatakan sebagai nama valid bagi baung. Nama-namasebelumnya seperti
 M 
acrones nemurus
dan
 My
 stus nemurus
sudah tidak digunakanlagi, hanya dinyatakan sebagai nama sinonim.Ikan baung diklasifikasikan ke dalam Phylum Chordata, Kelas Pisces,

Activity (22)

You've already reviewed this. Edit your review.
Litami Khairia Mandala added this note
like
Tifhe Sultan liked this
Helen Amelia liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Asprin Tamba liked this
Dini Octaviani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->