Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
GERWANI

GERWANI

Ratings: (0)|Views: 210|Likes:
Published by Haqrah Dewi Safytra

More info:

Published by: Haqrah Dewi Safytra on May 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2013

pdf

text

original

 
Haqrah Dewi Safytra B
KEKERASAN BERBASIS JENDER : MENDENGAR KESAKSIAN KORBAN TRAGEDI1965
Mengacu pada mandat Komnas Perempuan sesuai Perpres No.65/2005, untuk menciptakansituasi yang kondusif bagi penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan penegakan HAMperempuan, dan menyebarluaskan pemahaman tentang segala bentuk kekerasan terhadap perempuan,maka pada tanggal 29 Mei 2006, Komnas perempuan menerima pengaduan sekelompok korbanperempuan peristiwa 1965. Para ibu ini yang kebanyakan sudah berusia lanjut mengungkapkanpengalaman pelanggaran dan kekerasan yang mereka alami di masa lalu, sekaligus diskriminasi yangmasih terus mereka rasakan. Mereka juga menyampaikan tuntutan serta harapan mereka untuk masadepan yang lebih baik.Sebagai tanggapan yang sungguh-sungguh terhadap kebutuhan para korban, komnasperempuan melakukan konsultasi dengan sejarawan dan para ahli, mempelajari naskah-naskahpenelitian akademik, mengumpulkan arsip-arsip sejarah dan bukti-bukti lainnya, serta melakukan analisayang mendalam terhadap 122 kesaksian perempuan korban 1965. Komnas perempuan sanganmenyadari bahwa kesaksian-kesaksian ini hanyalah sebagian kecil dari pengalaman ribuan korbanlainnya. Namun komnas perempuan percaya bahwa temuan-temuan dari laporan ini telah menangkappola-pola yang paling utama berkaitan dengan pelanggaran yang dialami perempuan pada masa itu.
Konteks Sejarah
Kebenaran tentang rangkaian peristiwa September 1965 masih terselubung, dan berada di luar jangkauan laporan ini. Namun komnas perempuan dapat menyatakan bahwa versi resmi dari kejadian1965 tidak menggambarkan gelombang kekersan yang dikerahkan oleh aparat negara, sesudahpembunuhan tujuh perwira tinggi TNI pada 30 september 1965. Kebisuan ini, yang terus berlanjutsampai sekarang, merupakan sebuah penyangkalan resmi yang menjadi akar masalah dari diskriminasidan presekusi yang berlanjut terhadap korban.Pada pertengahan 1960-an, indonesia berada dalam situasi politik yang amat galau, denganketegangan antara kelompok-kelompok islam, militer, dan kelompok-kelompok yang bersehaluandengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada 30 Spetember, sekelompok perwira menengah, yangditengarai mempunyai hubungan dengan PKI, menculi, dan membunuh 6 Jendral dan seorang perwiraTNI.
 
Haqrah Dewi Safytra BMayor Jendral Soeharto ditunjuk untuk memimpin operasi militer untuk membalas danmenghancurkan kelompok yang membelot. Penangkapan dan pembunuhan massal mulai terjadi diJawa, Bali, dan berbagai pelosok di negara ini, sekitar bulan Oktober 1965. Sampai dengan sekarang, jumlah yang meninggal dari peristiwa berdarah ini masih belum terungkap secara pasti, namundiperkirakan sekitar 500 ribu sampai dengan sejuta korban pembunuhan dan penghilangan.Diperkirakan juga sekitar satu juta orang yang ditahan di luar hukum, di mana mereka juga menjadikorban penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi, tanpa akses pada bantuan hukum atau prosespengadilan yang adil. Para tahanan dari Peristiwa 1965, termasuk laki-laki, perempuan, dan anak-anak, sedikit demi sedikit dibebaskan sampai dengan tahun 1979. Walaupun demikian, mereka tetapdimonitor secara dekat, dan diwajibkan melapor  hak-hak sipil politik mereka tidak pernah dipulihkansecara penuh.Gerwani atau Gerakan Wanita Indonesia, yang dibentuk pada 1950,2 mencerminkansemangat revolusi pada masanya dengan tujuan mencapai kesamaan hak untuk perempuan, melaluipendidikan keterampilan, pemberantasan buta huruf, dan pembentukan Taman Kanak-kanak (TK) didesa-desa. Pada 1965, Gerwani dapat menyatakan keanggotaannya lebih dari 1,7 juta perempuan, danaktif terlibat dalam implementasi kebijakan reformasi agraria, bekerja sama dengan PKI dan organisasi-organisasi petani lainnya. Gerwani juga aktif dalam upaya menggalang sukarelawati sekitar kampanyepemerintah untuk pembebasan Irian Barat (sekarang Papua) dan kampanye melawan Malaysia, padawaktu itu.Pada masa Peristiwa 1965, anggota Gerwani dan perempuan-perempuan lainnya yangdianggap berafiliasi dengan PKI, menjadi sasaran kejahatan sistematis, antara lain, pembunuhan,penghilangan paksa, penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan kekerasan seksual. KomnasPerempuan percaya bahwa Gerwani menjadi target sebuah propaganda hitam yang dibuat untukmenghancurkan secara total kelompok politik ini.Meskipun ada laporan otopsi resmi yangmenyimpulkan bahwa penyebab kematian para perwira adalah tembakan peluru, pemukulan denganbenda tumpul, dan bahwa jenazah dalam keadaan utuh, beberapa media massa mulai menyebarkanlaporan palsu mengenai kondisi jenazah korban. Dinyatakan bahwa jenazah dalam keadaan matadicongkel dan kemaluan dipotong. Koran Angkatan Bersenjata melaporkan, pada 11 Oktober 1965, ...sukarelawan-sukarelawan Gerwani telah bermain-main dengan para Jenderal, dengan menggosok-gosokkan kemaluan mereka ke kemaluan sendiri. Keesokan harinya, Duta Masjarakat, sebuah koranmilik Nahdatul Ulama, melaporkan menurut sumber yang dapat dipercaya, orang-orang Gerwanimenari-nari telanjang di depan korban-korban mereka. Laporan-laporan yang tidak tervervikasi ini
 
Haqrah Dewi Safytra Bmenyebar ke media massa lainnya, yang memberitakan cerita-cerita bohong tentang penyiksaanseksual dan pengebirian yang dilakukan oleh anggota-anggota Gerwani, berakibat pada kekerasanyang disasar pada perempuan.Komnas Perempuan menemukan bukti-bukti saling menguatkan yang mengungkapkan polapenyiksaan seksual, yang terjadi di berbagai tempat penahanan di banyak tempat. Korbanperempuan dihina dengan kata-kata yang melecehkan, dituduh terlibat dalam tarian seksual sambilmenyiksa para jenderal, ditelanjangi dengan alasan mencari tato yang akan menunjukkan keanggotaandalam organisasi.Pola Pelanggaran HAM yang dialami Perempuan Komnas Perempuan menemukanbukti yang kuat bahwa perempuan telah menjadi korban kejahatan terhadap kemanusiaan berbasis jender, dalam konteks penyerangan terhadap masyarakat sipil dalam skala masif.Hak untuk Hidup danBebas dari Penghilangan Paksa
TEMUAN INTI: PEREMPUAN MENJADI KORBAN DARI KEJAHATAN TERHADAP KEMANUSIAAN
Dari 122 kesaksian yang diterima dan dipelajari, Komnas Perempuan dapat menyimpulkanadanya indikasi kuat bahwa pelanggaran-pelanggaran yang dialami perempuan berkaitan denganPeristiwa 1965 telah memenuhi unsur-unsur kejahatan terhadap kemanusiaan berbasis jender.Kejahatan terhadap kemanusiaan adalah sebuah kejahatan internasional yang sangat serius, di manaperbuatan tertentu (pembunuhan, penyiksaan, perkosaan, dll) terjadi dalam konteks penyerangansecara luas atau sistematik terhadap masyarakat sipil. Pada intinya, kejahatan terhadap kemanusiaanterjadi pada saat negara mengerahkan kekuatan untuk menyerang warga negaranya sendiri.Ada beberapa kesimpulan yang ditarik oleh Komnas Perempuan:
 
Kejahatan terhadap kemanusiaan telah menjadi bagian dari hukum kebiasaan internasional,dengan digelarnya Mahkamah Militer Nuremberg (1945-1946) dan Tokyo (May 1946 sampaidengan Nopember 1948) dan diadopsinya Prinsip-prinsip Nuremberg oleh Majelis Umum PBBpada tahun 1950. Sehingga Indonesia sebagai anggota PBB telah mengakui prinsip-prinsip inidan terikat pada hukum kebiasaan internasional.
 
Kewajiban Indonesia untuk mengadili pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan semakinmenguat dengan diadopsinya UU No. 26/2000 yang menjadi landasan hukum untuk pengadilanhak asasi manusia di Indonesia.
 
Dari 122 kesaksian yang dipelajari Komnas Perempuan, telah tergambar peristiwapembunuhan, kekerasan, dan penahanan massal yang terjadi di berbagai wilayah di Jawa,Sumatera, Bali, Kalimantan Timur, dan Pulau Buru, yang menjatuhkan setidaknya ratusan ribukorban

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->