Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tafsir Q.S. Abasa 1-10

Tafsir Q.S. Abasa 1-10

Ratings: (0)|Views: 819 |Likes:
Published by Iwan Hermawan

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Iwan Hermawan on May 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2011

pdf

text

original

 
TAFSIR Q.S. ‘ABASA AYAT 1-10
A.Mukaddimah
Surat ‘Abasa merupakan surat Makkiyah, terdiri dari 42 ayat diturunkan sesudahsurat an-Najm. Nama yang paling populer dari surat ini adalah surat
‘Abasa
atau yang bermuka masam. Surat in dinamai pula dengan surat
as-Shakhah
(yang memekakantelinga),
 As-Safarah
(para penulis Kalam Ilahi) dan surah
al-‘Ama
(sang tuna netra). Nama-nama tersebut terambil dari kata-kata yang terdapat dalam surat ini. Seorang pakar tafsir Ibnu Arabi dalam bukunya
 Ahkam Alqur’an
menamai surat ini dengan surat
 Ibn Umi Maktum
karena awal surat ini turun berkenaan dengan kasus sahabat Nabi yang buta itu.B.
Asbabun Nuzul dan Munasabah Surat
Surat ini diturunkan berkaitan dengan kisah Ummi Maktum yang terkenal dengannama Amr ibn Qais, anak lelaki paman Siti Khadijah. Pada suatu hari Rasulullah SAW berdialog dengan beberapa orang pembesar Quraisy, di antaranya Utbah dan Syaibahkeduanya anak Rabiah, Abu Jahal ibn Hisyam, al-Abas ibn Muthalib, Umayah ibnKhalaf dan Wahid ibn Mugirah. Beliau mengajak mereka agar masuk Islam, tiba-tibadatang kepada beliau seorang laki-laki buta yaitu Abdullah ibn Ummi Maktum.Abdullah berkata : “Ya Rasulullah ajarkan kepadaku apa yang telah Allah ajarkankepada Engkau”. Rasulullah berpaling darinya dengan wajah masam, kemudian beliaumelanjutkan dialognya dengan orang lain. Kemudian Rasulullah SAW kembali pulang,tiba-tiba Allah menahan pandangannya dan menundukan kepalanya, Selanjutnya Allahmenurunkan ayat ini sebagai teguran atas perbuatan Rasulullah SAW itu. (Q. Shaleh :2009 : 627-628)Adapun munasabah surat ‘Abasa dengan surat sebelumnya yaitu surat at-Takwir ialah bahwa pada surat at-Takwir Allah memberikan peringatan kepada orang-orangyang bertakwa kepada-Nya dan dalam surat ini Allah menceritakan tentang orang yangmengambil manfaat dari peringatan Allah SWT. Sedangkan munasabah dengan suratsesudahnya yaitu an-Nazi’at, jika dalam surat ‘Abasa dijelaskan tentang peringatanAllah berupa siksaan hari kiamat, sementara pada surat an-Nazi’at ditegaskan tentangkebenaran terjadinya hari Kiamat itu yang tidak bisa diragukan lagi.
C.Kajian Kosa Kata
 
 
 
 
 
 

 
 

 
 
 
 

 
 

 
 
 

 
 

 
 

 
 
 

 
 
 

 
1.Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
2.
Karena Telah datang seorang buta kepadanya,3.Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (daridosa),
 
4.Atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itumemberi manfaat kepadanya?5.Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,6.Maka kamu melayaninya.7.Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkandiri (beriman).8.Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera(untuk mendapatkan pengajaran),
9.
Sedang ia takut kepada (Allah),10.Maka kamu mengabaikannya.Mengerutkan raut muka karena benci, ataukarena hati yang sempit
س َ ب َ عَ
Karena seorang buta yg datang kepadanya
هُءَ آججججججَنْأَ ىم َ عْلَاْ
Merasa cukup dengan harta dan kekuatansehingga enggan mendengarkan Al-Qur’an
ى َ غ ْ ت َ ْاِ
 Takut terjerumus dalam kesesatan, kesalahanatau dosa
ىش َ خ ْ يَ
Mencurahkan perhatian untuk mendengarkanpembicaraan atau menghadapi seseorang denganmenghampirinya
د ّ ص َ َ
D.Makna Ijmali
Pada awal surat ‘Abasa ini, terdapat celaan bagi Rasulullah SAWkarena telah berpaling dari orang yang dalam hatinya senantiasamemiliki
khasyyah
kepada Allah. Namun sebaliknya beliau justrumemberi perhatian kepada orang yang hatinya tidak memiliki rasa
khasyyah
kepada Allah SWT. Padahal dalam surat sebelumnya An-Nazi’at disebutkan bahwa peringatan itu hanya berguna bagi orang-orang yang memiliki
khasyyah
atau rasa takut di hatinya.Seperti telah disebutkan di atas, bahwa surat ini turun berkenaandengan sikap Rasulullah terhadap Abdullah ibn Ummi Maktum yangdatang kepada beliau untuk meminta petunjuk tentang agama Islam.Sementara beliau pada saat itu tengah berkumpul dan berdialogdengan para pembesar musyrikin.Tetapi tanpa diduga Rasulullahtidak menghiraukan permintaan Ibn Ummi Maktum dan enggan untukmemotong pembicaraannya untuk sementara.Hal in tampak dariroman muka beliau yang berubah menjadi masam dan memalingkanmuka dari Ibn Ummi Maktum.Kemudian Allah menegur nabi-Nya, bahwa kebutaan, kelemahandan kefakiran Ibn Ummi Maktum hendaknya tidak dijadikan penyebabberpalingnya kamu dari perkataannya dan tidak menghiraukannya.Sebab hal itu dapat menimbulkan keputus-asaan pada golongan fakirmiskin, yang engkau wahai Muhammad telah diperintahkan untukmengelus dan menjinakkan hati mereka.
 
Ibn Ummi Maktum, walaupun ia fakir dan buta mata tetapi iatidak fakir iman dan buta hati. Ia lebih mampu memelihara diri danmensucikannya dari dosa. Hatinya lebih tergugah dan terpanggiluntuk tunduk kepada
mau’idzah
Allah dan Rasul-Nya. Adapun merekayang bergelimang harta dan kekayaan, kebanyakan mereka adalahpara pembangkang yang bodoh. Mereka tidak perlu didekati dandiperhatikan hanya karena mengharapkan mereka dan pengikutnyamemeluk agama Islam.Dari sini, dapat dipetik suatu hikmah bahwa kekuatan manusiaterletak pada kecerdasan nurani dan hatinya yang senantiasa hidupserta ketundukannya kepada kebenaran yang diyakininya. Adapunharta, benda dan kroni-kroni hanyalah pendamping sesaat, yangdatang untuk sesaat dan kemudian menghilang untuk selama-lamanya.Setelah turunnya surat ini, Rasulullah SAW selalu menerima danmenghormati Ibn Ummi Maktum serta menanyakan keadaannya.Apabila beliau didatanginya, selalu mengucapkan kata-kata :“Selamat datang wahai orang yang karenanya aku ditegur oleh Tuhanku”. Dan beliau selalu menanyakan kepadanya: “Apakah andaada keperluan?” (Al-Maraghy: 1993: 72)
E.
Penafsiran Q.S.’Abasa Ayat 1-10
Wajah Rasulullah SAW berubah masam dan berpaling tatkaladatang kepadanya orang buta. Ia tidak suka pembicaraannyaterpotong olehnya. Penyebutan orang buta dalam ayat ini merupakanpemberitahuan akan keudzurannya yang harus dimaklumi dalam halia memotong pembicaraan Nabi SAW tatkala sedang disibukkan olehpertemuannya dengan orang banyak (al-Maraghy: 1993:72). Dalamayat ini Allah menggunakan
dlamir ghaib
untuk menunjukankelembutan dan penghargaan-Nya kepada Rasulullah, dan jikadigunakan
dlamir mukhattab
akan menampakkan kekerasan. (Ahmadas-Shawy:289). Menurut Ibn Zaid: “Seandainya Rasulullah SAWterbukti pernah menyembunyikan wahyu Allah, maka ayat inilah yangakan disembunyikannya”. Pernyataan ini menunjukan bahwa ayat iniadalah ayat yang mengungkap sikap atau sifat buruk Rasulullah SAWdalam berinteraksi dengan orang fakir yang dapat mencemari namabaiknya sebagai seorang nabi dan rasul. Walaupun demikian, ayat inilebih tepat dipahami sebagai celaan sekaligus bimbingan Allahkepada Rasul-Nya, bukan firman Allah yang bermaksud merendahkanRasul-Nya.Pada saat itu, Rasulullah memberi perhatian besar kepada parapembesar kaum musyrik, dengan harapan mereka akan masuk Islam,sementara beliau lalai terhadap Ibn Ummi Maktum.Setelah turunnyaayat ini, tidak terdengar lagi Rasulullah lebih berpihak kepada yangkaya dan meninggalkan yang fakir. (As-Suyuthy: 417)

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->