Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jagung

jagung

Ratings: (0)|Views: 491 |Likes:
Published by Azis Satria Putra

More info:

Published by: Azis Satria Putra on May 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

 
364
Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan 
Penanganan Pascapanen Jagung
I.U. Firmansyah, M. Aqil, dan Yamin Sinuseng
Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros
PENDAHULUAN
Penanganan pascapanen merupakan salah satu mata rantai penting dalamusahatani jagung. Hal ini didasarkan atas kenyataan bahwa petani umumnyamemanen jagung pada musim hujan dengan kondisi lingkungan yanglembab dan curah hujan yang masih tinggi. Hasil survei menunjukkan bahwakadar air jagung yang dipanen pada musim hujan masih tinggi, berkisar antara 25-35%. Apabila tidak ditangani dengan baik, jagung berpeluangterinfeksi cendawan yang menghasilkan mikotoksin jenis aflatoksin(Firmansyah
et al.
2006). Adanya nilai tambah dari produk olahan jagung seperti minyak jagungdan produk olahan lainnya yang dilaporkan berdampak positif bagikesehatan manusia menyebabkan bergesernya penggunaan biji jagung daripemenuhan konsumsi ternak menjadi konsumsi manusia dan ternak.Perubahan pola konsumsi tersebut menuntut adanya perbaikan prosespascapanen jagung untuk menghasilkan biji yang aman dikonsumsi, baikoleh manusia maupun ternak. Hal ini mendasari dikeluarkannya Undang-Undang No. 7 tahun 1996 tentang keamanan pangan. Beberapa negaraseperti Cina, Malaysia, dan Singapura telah memberlakukan standar mutuyang sangat ketat untuk produk jagung (Warintek 2007). Untuk itu diperlukanteknologi penanganan pascapanen jagung, terutama di tingkat petani, untukmenghasilkan produk yang lebih kompetitif dan mampu bersaing di pasar bebas.Proses pascapanen jagung terdiri atas serangkaian kegiatan yang dimulaidari pemetikan dan pengeringan tongkol, pemipilan tongkol, pengemasanbiji, dan penyimpanan sebelum dijual ke pedagang pengumpul. Ke semuaproses tersebut apabila tidak tertangani dengan baik akan menurunkankualitas produk karena berubahnya warna biji akibat terinfeksi cendawan, jagung mengalami pembusukan, tercampur benda asing yang membahaya-kan kesehatan.Tulisan ini membahas penanganan pascapanen jagung yang meliputipemanenan, penjemuran/pengeringan, pemipilan, pengemasan,penyimpanan, dan standardisasi mutu jagung.
 
365
Firmansyah 
et al
.
: Penanganan Pascapanen Jagung 
PROSES PASCAPANEN
Cakupan Kegiatan
Proses pascapanen meliputi serangkaian kegiatan penanganan hasil panen,mulai dari pemanenan sampai menjadi produk yang siap dikonsumsi.Rangkaian kegiatan tersebut disajikan pada Gambar 1.
Permasalahan
Jagung mempunyai banyak permasalahan pascapanen yang apabila tidaktertangani dengan baik akan menimbulkan kerusakan dan kehilangan.Permasalahan antara lain adalah:
Susut Kuantitas dan Mutu
Kehilangan hasil jagung pada pascapanen dapat berupa kehilangankuantitatif dan kualitatif. Kehilangan kuantitatif merupakan susut hasil akibattertinggal di lapang waktu panen, tercecer saat pengangkutan, atau tidakterpipil. Kehilangan kualitatif merupakan penurunan mutu hasil akibat butir rusak, butir berkecambah, atau biji keriput selama proses pengeringan,pemipilan, pengangkutan atau penyimpanan.
Keamanan Pangan
Penundaan penanganan pascapanen jagung berpeluang meningkatkaninfeksi cendawan. Penundaan pengeringan paling besar kontribusinyadalam meningkatkan infeksi cendawan
 Aspergillus flavus
yang bisamencapai di atas 50%. Cendawan tersebut menghasilkan mikotoksin jenisaflatoksin yang bersifat mutagen dan diduga dapat menyebabkan kanker esofagus pada manusia (Weibe and Bjeldanes 1981). Toksin yangdikeluarkan oleh cendawan tersebut juga berbahaya bagi kesehatan ternak.Salah satu cara pencegahannya adalah mengetahui secara dini kandunganmikotoksin pada biji jagung.
Ketersediaan Sarana Prosesing
Permasalahan lain dalam penanganan pascapanen jagung di tingkat petaniadalah tidak tersedianya sarana prosesing yang memadai, padahal petaniumumnya memanen jagung pada musim hujan dengan kadar air biji diatas 35%. Oleh karena itu, diperlukan inovasi teknologi prosesing yang tepat,baik dari segi peralatan maupun sosial dan ekonomi.
 
366
Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan 
Gambar 1. Kegiatan panen dan penanganan pascapanen jagung.
PanenAktivitas: Penentuan waktupanen, pemungutan hasil,pengumpulan, pengangkutanAktivitas: Pelepasan kulit,pemisahan jagung yang baikdan yang rusakAktivitas: Angkut tongkol ke tempatpengeringan, pengeringan danpemrosesan hasil pengeringanAktivitas: Memipil tongkol,memisahkan biji dari kotoran,memproses jagung pipilankeringAktivitas: Menyimpan bijidalam ruang penyimpananuntuk mempertahankan mutuAktivitas: Pengeringan bijidan pemindahan untuk prosesselanjutnyaPengupasanPengeringanPemipilanPenyimpananPengangkutanKlasifikasi &standarisasi mutuPanenAktivitas: Penentuan waktupanen, pemungutan hasil,pengumpulan, pengangkutanAktivitas: Pelepasan kulit,pemisahan jagung yang baikdan yang rusakAktivitas: Angkut tongkol ke tempatpengeringan, pengeringan danpemrosesan hasil pengeringanAktivitas: Memipil tongkol,memisahkan biji dari kotoran,memproses jagung pipilankeringAktivitas: Menyimpan bijidalam ruang penyimpananuntuk mempertahankan mutuAktivitas: Pengeringan bijidan pemindahan untuk prosesselanjutnyaPengupasanPengeringanPemipilanPenyimpananPengangkutanKlasifikasi &standarisasi mutu

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->