Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kajian Alih Fungsi Hunian Menjadi Tempat Usaha

Kajian Alih Fungsi Hunian Menjadi Tempat Usaha

Ratings: (0)|Views: 1,499|Likes:
Published by ari_bahri
has been published by University of Gunadharma
Jurnal Disain dan Konstruksi
December 2010
has been published by University of Gunadharma
Jurnal Disain dan Konstruksi
December 2010

More info:

Published by: ari_bahri on May 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2014

pdf

text

original

 
1
Kajian Tentang Alih Fungsi Hunian Menjadi Tempat Usaha
Ir. Ari Widyati Purwantiasning, MATRP
Jabatan Akademik: Lektor KepalaJurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah JakartaEmail: arwityas@yahoo.com  Jl. Cempaka Putih Tengah 27 Jakarta 10510
 
“Houses are much more than physical structures. This is obvious when we think about what makes
a houses a home. Like the people they contain, houses are dynamic entities which are
often thought to be born, mature, grow old and die”
 
(Janet Carsten dan Stephen Hugh Jones dalam J Lukito Kartono)
 ABSTRACT.
Concept of home and work place is a known well concept within community either middle-low class or middle-high class community. Otherwise, the concept has been applied in different form, particularly in planning and space usage. Usually in middle-low class, member of family use and changeone of room to be a work place to earn more income to support the family. On the other hand, middle-highclass choose the concept and has been applied it into new concept called rumah toko or ruko = shop-house.This new concept has been regarded as a well planned concept which applied and adopted from the habit of middle-low class community.This paper is aimed to discuss the based concept of shop-house; the concept and function of home, theconcept and function of space, initiate concept of shop-house as well as pro and contra of shop-houseconcept. From the discussion, it has been concluded that the concept of shop-house could be applied as longas the business activities within the house will not affect the function of space within the house.Keywords: home, space, shop-house
ABSTRAK.
Konsep hunian dan tempat usaha, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat baik kalanganmenengah bawah maupun menengah atas. Hanya saja konsep tersebut diaplikasikan dalam berbagai bentuk yang memberikan perbedaan yang signifikan, apalagi dalam perencanaan maupun penggunaan ruangnya.Biasanya pada kalangan menengah bawah, penggunaan salah satu ruang hunian menjadi tempat usahamerupakan hal yang biasa karena kebutuhan mendesak sebagai wujud tindakan dalam peningkatan taraf 
 
2
ekonomi keluarga. Sementara itu pada kalangan menengah atas, biasanya penggunaan ruang hunian menjaditempat usaha sudah direncanakan dari awal, sehingga konsep hunian-usaha diaplikasikan dalam konsepbangunan rumah toko atau yang dikenal sebagai ruko. Konsep rumah toko ini merupakan konsep baru yangterencana baik, sebagai aplikasi dan adopsi dari penggabungan maupun alih fungsi ruang hunian menjaditempat usaha pada masyarakat kelas menengah bawah.Tulisan ini mengangkat judul alih fungsi hunian menjadi tempat usaha, yang memaparkan konsep tersebutdari akarnya yaitu konsep dan fungsi hunian, konsep dan fungsi ruang, munculnya konsep rumah tokosampai dengan pro dan kontra terhadap konsep rumah toko tersebut. Dari paparan konsep tersebut, dapatdiambil sebuah benang merah bahwa konsep rumah toko dapat diaplikasikan sejauh kegiatan usaha tidak mengganggu fungsi ruang dan hunian dalam kegiatan rumah tangga.Kata kunci: hunian, ruang, rumah toko
 1.
 
PENDAHULUAN
Dewasa ini masalah penggunaan rumah/ hunian menjadi tempat yang dwifungsi yaitu hunian danusaha, sedang meningkat. Berbagai jenis rumah dan usaha dibangun, contohnya yang biasa disebutsebagai rumah toko/ ruko. Namun keinginan untuk mengadakan usaha inipun tidak hanya keluar dariorang-orang berduit yang mampu untuk membeli/ menyewa ruko.Pada beberapa keluarga yang berkeinginan untuk menambah penghasilan, merombak salah satu ruangpada hunian, menjadi alternatif untuk tempat usaha/ tempat bekerja mereka. Untuk itu terkadang polaruang sudah tidak diperhatikan lagi, sehingga berbagai masalah dan dampak dari adanya usaha itupuntimbul dan terkadang menganggu kegiatan pada hunian itu sendiri. Kondisi inilah yang mendorongpeneliti untuk mengangkat masalah yang ada dan melakukan penelitian terkait, sehingga didapat suatupenyelesaian masalah dan kesimpulannya.Penelitian ini akan mengangkat sebuah judul Alih Fungsi Hunian Menjadi Tempat Usaha. Judul inidiangkat sebagai kelanjutan dari penelitian kecil sebelumnya oleh penulis yang membahas mengenaiRumah Sebagai Tempat Untuk Mencari Penghasilan. Di dalamnya dijelaskan bagaimana beberapakeluarga memanfaatkan adanya ruang-ruang minimal yang digunakan untuk mencari tambahanpenghasilan. Pada pembahasan sebelumnya tersebut, timbul suatu masalah yang diantaranya adalahbahwa pada beberapa keluarga yang memanfaatkan ruang tersebut untuk tempat bekerja, ada yang tidak memperhatikan pola dan organisasi ruang, sehingga sirkulasi antara daerah publik dan daerah privattidak terpisah secara jelas. Hal ini justru akan mengganggu kegiatan utama dalam rumah tinggal sehari-hari.Untuk melengkapi dan lebih mengetahui mengenai permasalahan yang ada tersebut, maka penelitimengangkat judul seperti yang telah dipaparkan di atas. Dari penelitian ini, maka diharapkan bahwa
 
3
hasil penelitian dapat bermanfaat bagi kelanjutan proses perancangan yang akan datang. Dengan adanyahasil penelitian ini, diharapkan juga bahwa dalam melakukan proses perancangan, khususnya untuk kasus ini, yaitu hunian yang memiliki ruang usaha, yang hendaknya sebagai arsitek dapat mengatasimasalah-masalah sirkulasi, pemisahan publik dan privacy pada hunian.
2.
 
KONSEP DAN FUNGSI HUNIAN
Gaya hidup dan pola rumah yang kita kenal hari ini, tidak langsung lahir menjadi seperti yang ada saatini, melainkan memiliki perkembangan sejarahnya yang panjang. Untuk Indonesia, paling tidak salahsatu jalur, rumah tradisional/ vernakular daerah dan rumah gaya Eropa yang dibawa oleh Belanda,merupakan sumbernya. Sementara itu pola rumah dapat diartikan sebagai tata susunan organisasi ruangyang menggambarkan dasar perwujudan bentuknya. Di bawah ini akan diuraikan beberapa proses danteori mengenai hunian dan rumah.Kita mengenal bahwa manusia dengan peradabannya selalu saja berkembang dari masa ke masa. Sejak awal dimulainya kehidupan manusia, kehidupan manusia lebih pada kehidupan nomaden atau yaitukehidupan yang selalu berpindah tempat dari satu lahan ke lain lahan dimana dapat ditemukan ladanguntuk mencari makan. Pada saat itulah manusia sudah mulai memikirkan mengenai kebutuhan akanruang untuk berlindung. Hal ini muncul dikarenakan manusia sadar bahwa mereka tidak dapat hidup dialam terbuka dimana akan ditemukan berbagai perubahan iklim yang dapat berpengaruh padakebutuhan tubuh manusia. Selain itu ancaman dari berbagai binatang buas juga harus diperhatikan.Oleh karenanya sejak awal manusia sudah dapat memikirkan adanya kebutuhan untuk mewadahi segalakegiatan termasuk di dalamnya beristirahat dan bereproduksi dan juga untuk berlindung, wadahtersebutlah yang dikenal dengan hunian. Hunian yang dikenal dulu tentunya tidak seperti layaknyarumah-rumah yang kita lihat sekarang ini. Hunian dulunya hanya berupa lubang tercoak atau goa yangditemukan oleh manusia purbakala di alam terbuka. Hunian dulunya hanya mempunyai fungsi yangutama sebagai tempat berlindung, namun saat ini fungsi hunian sudah semakin kompleks mengikutikebutuhan manusia yang juga semakin meningkat. Bentuk hunianpun yang dulunya hanya sederhanasaja, saat ini sudah mengikuti berbagai gaya arsitektur yang memang sedang trend di kalanganmasyarakat. Hal ini membuktikan bahwa daya imajinasi manusiapun ikut berkembang mengikutiperadabannya.Di dalam buku Berarsitektur, karya Purnama Salura, dijelaskan mengenai proses terbentuknya sebuahrumah. Konsep rumah yang muncul dari adanya kebutuhan akan papan oleh manusia sudah dapatdiidentifikasi sejak manusia terlahir di dunia ini. Kebutuhan akan berlindungnya manusia dari ancamanbinatan buas, iklim/ cuaca yang mudah berubah membuat manusia untuk berpikir bagaimana caranyamembuat suatu tempat untuk berlindung. Konsep rumah yang awalnya hanya berupa sebuah tempatberlindung atau disebut
shelter 
, kemudian berkembang sesuai dengan jaman dan juga kebutuhan-kebutuhan yang juga semakin berkembang dari waktu ke waktu. Konsep rumah yang tadinya hanya

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Jangkrik Buang liked this
Jangkrik Buang liked this
Saya Husnul liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->