Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MORFOLOGI JAGUNG

MORFOLOGI JAGUNG

Ratings: (0)|Views: 411 |Likes:
Published by hasniarm

More info:

Published by: hasniarm on May 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

 
16
Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan 
Morfologi Tanaman dan FasePertumbuhan Jagung
Nuning Argo Subekti, Syafruddin, Roy Efendi, dan Sri Sunarti
Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros
PENDAHULUAN
Jagung (
Zea mays
L) adalah tanaman semusim dan termasuk jenisrumputan/graminae yang mempunyai batang tunggal, meski terdapatkemungkinan munculnya cabang anakan pada beberapa genotipe danlingkungan tertentu. Batang jagung terdiri atas buku dan ruas. Daun jagungtumbuh pada setiap buku, berhadapan satu sama lain. Bunga jantan terletakpada bagian terpisah pada satu tanaman sehingga lazim terjadi penyerbukansilang. Jagung merupakan tanaman hari pendek, jumlah daunnya ditentukanpada saat inisiasi bunga jantan, dan dikendalikan oleh genotipe, lamapenyinaran, dan suhu.Pemahaman morfologi dan fase pertumbuhanjagung sangat mem-bantu dalam mengidentifikasi pertumbuhan tanaman, terkait denganoptimasi perlakukan agronomis. Cekaman air (kelebihan dan kekurangan),cekaman hara (defisiensi dan keracunan), terkena herbisida atau seranganhama dan penyakit akan menyebabkan tanaman tumbuh tidak normal,atau tidak sesuai dengan morfologi tanaman.Hasil dan bobot biomas jagung yang tinggi akan diperoleh jika per-tumbuhan tanaman optimal. Untuk itu diperlukan pengelolaan hara, air,dan tanaman dengan tepat. Pengelolaan hara dan tanaman yang mencakuppemupukan (waktu dan takaran), pengairan, dan pengendalian gulma harussesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.Terdapat beberapa metode penentuan fase pertumbuhan jagung.Metode yang umum digunakan adalah metode
leaf collar,
yaitu menentukanfase pertumbuhan berdasarkan jumlah daun yang tidak lagi membungkusbatang atau telah terbuka sempurna selama fase vegetatif, termasuk daunpertama yang muncul,
round-tipped leaf 
. Metode penentuan fasepertumbuhan perlu diketahui dalam budi daya tanaman.Tulisan ini membahas morfologi tanaman dan fase pertumbuhan jagungdalam kaitannya dengan upaya peningkatan produksi.
 
17
Subekti 
et al.
: Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung 
MORFOLOGI
Tanaman jagung termasuk famili rumput-rumputan (graminae) darisubfamili myadeae. Dua famili yang berdekatan dengan jagung adalahteosinte dan tripsacum yang diduga merupakan asal dari tanaman jagung.Teosinte berasal dari Meksico dan Guatemala sebagai tumbuhan liar didaerah pertanaman jagung.
Sistem Perakaran
Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar, yaitu (a) akar seminal, (b) akar adventif, dan (c) akar kait atau penyangga. Akar seminaladalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio. Pertumbuhan akar seminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah danpertumbuhan akar seminal akan berhenti pada fase V3. Akar adventif adalahakar yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil, kemudian setakar adventif berkembang dari tiap buku secara berurutan dan terus keatas antara 7-10 buku, semuanya di bawah permukaan tanah. Akar adventif berkembang menjadi serabut akar tebal. Akar seminal hanya sedikitberperan dalam siklus hidup jagung. Akar adventif berperan dalampengambilan air dan hara. Bobot total akar jagung terdiri atas 52% akar adventif seminal dan 48% akar nodal. Akar kait atau penyangga adalah akar adventif yang muncul pada dua atau tiga buku di atas permukaan tanah.Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak danmengatasi rebah batang. Akar ini juga membantu penyerapan hara dan air.Perkembangan akar jagung (kedalaman dan penyebarannya)bergantung pada varietas, pengolahan tanah, fisik dan kimia tanah, keadaanair tanah, dan pemupukan. Akar jagung dapat dijadikan indikator toleransitanaman terhadap cekaman aluminium. Tanaman yang toleran aluminium,tudung akarnya terpotong dan tidak mempunyai bulu-bulu akar (Syafruddin2002). Pemupukan nitrogen dengan takaran berbeda menyebabkanperbedaan perkembangan (
 plasticity 
) sistem perakaran jagung (Smith
et al 
. 1995).
Batang dan Daun
Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuksilindris, dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. Pada buku ruasterdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Dua tunas teratasberkembang menjadi tongkol yang produktif. Batang memiliki tigakomponen jaringan utama, yaitu kulit (epidermis), jaringan pembuluh(bundles vaskuler), dan pusat batang (pith). Bundles vaskuler tertata dalam
 
18
Jagung: Teknik Produksi dan Pengembangan 
lingkaran konsentris dengan kepadatan bundles yang tinggi, dan lingkaran-lingkaran menuju perikarp dekat epidermis. Kepadatan bundles berkurangbegitu mendekati pusat batang. Konsentrasi bundles vaskuler yang tinggi dibawah epidermis menyebabkan batang tahan rebah. Genotipe jagung yangmepunyai batang kuat memiliki lebih banyak lapisan jaringan sklerenkimberdinding tebal di bawah epidermis batang dan sekeliling bundles vaskuler (Paliwal 2000). Terdapat variasi ketebalan kulit antargenotipe yang dapatdigunakan untuk seleksi toleransi tanaman terhadap rebah batang.Sesudah koleoptil muncul di atas permukaan tanah, daun jagung mulaiterbuka. Setiap daun terdiri atas helaian daun, ligula, dan pelepah daunyang erat melekat pada batang. Jumlah daun sama dengan jumlah bukubatang. Jumlah daun umumya berkisar antara 10-18 helai, rata-ratamunculnya daun yang terbuka sempurna adalah 3-4 hari setiap daun.Tanaman jagung di daerah tropis mempunyai jumlah daun relatif lebihbanyak dibanding di daerah beriklim sedang (
temperate
) (Paliwal 2000).Genotipe jagung mempunyai keragaman dalam hal panjang, lebar, tebal,sudut, dan warna pigmentasi daun. Lebar helai daun dikategorikan mulaidari sangat sempit (< 5 cm), sempit (5,1-7 cm), sedang (7,1-9 cm), lebar (9,1-11 cm), hingga sangat lebar (>11 cm). Besar sudut daun mempengaruhitipe daun. Sudut daun jagung juga beragam, mulai dari sangat kecil hinggasangat besar (Gambar 1). Beberapa genotipe jagung memiliki antocyaninpada helai daunnya, yang bisa terdapat pada pinggir daun atau tulang daun.Intensitas warna antocyanin pada pelepah daun bervariasi, dari sangatlemah hingga sangat kuat.Bentuk ujung daun jagung berbeda, yaitu runcing, runcing agak bulat,bulat, bulat agak tumpul, dan tumpul (Gambar 2). Berdasarkan letak posisidaun (sudut daun) terdapat dua tipe daun jagung, yaitu tegak (erect) danmenggantung (pendant). Daun erect biasanya memiliki sudut antara kecilsampai sedang, pola helai daun bisa lurus atau bengkok. Daun pendantumumnya memiliki sudut yang lebar dan pola daun bervariasi dari lurussampai sangat bengkok. Jagung dengan tipe daun erect memiliki kanopi
Gambar 1. Sudut daun jagung.
Sangat kecil Kecil Sedang Besar Sangat besarSangat kecil Kecil Sedang Besar Sangat besar

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
1 thousand reads
Isa Nuri Ok liked this
Neo Nj liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->