Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Apakah PTK itu

Apakah PTK itu

Ratings: (0)|Views: 236 |Likes:
Published by Heti Msh Ndri

More info:

Published by: Heti Msh Ndri on May 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2014

pdf

text

original

 
Apakah PTK itu?
Apakah Penelitian Tikdakan Kelas (PTK) itu ?
 
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yangberkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalahpembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran danmencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasilpembelajaran. Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggotanya, PTK dapat berbentukindividual dan kaloboratif, yang dapat disebut PTK individual dan PTK kaloboratif.Dalam PTK individual seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya sendiri atau kelasorang lain, sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru secara sinergismelaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota melakukan kunjunganantar kelas.
 
PTK memiliki sejumlah karakteristik sebagai berikut :
Bersifat siklis, artinya PTK terlihat siklis-siklis (perencanaan, pemberiantindakan, pengamatan dan refleksi), sebagai prosedur baku penelitian.
Bersifat longitudinal, artinya PTK harus berlangsung dalam jangka waktutertentu (misalnya 2-3 bulan) secara kontinyu untuk memperoleh data yangdiperlukan, bukan “sekali tembak” selesai pelaksanaannya.
Bersifat partikular-spesifik jadi tidak bermaksud melakukan generalisasidalam rangka mendapatkan dalil-dalil. Hasilnyapun tidak untuk digenaralisasimeskipun mungkin diterapkan oleh orang lain dan ditempat lain yangkonteksnya mirip.
Bersifat partisipatoris, dalam arti guru sebagai peneliti sekali gus pelakuperubahan dan sasaran yang perlu diubah. Ini berarti guru berperan ganda,yakni sebagai orang yang meneliti sekali gus yang diteliti pula.
Bersifat emik (bukan etik), artinya PTK memandang pembelajaranmenurut sudut pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti;bukan menurut sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yangditeliti.
Bersifat kaloboratif atau kooperatif, artinya dalam pelaksanaan PTK selaluterjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak laindemi keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian.
Bersifat kasuistik, artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atautertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru;menggarap masalah-masalah besar.
Menggunakan konteks alamiah kelas, artinya kelas sebagai ajangpelaksanaan PTK tidak perlu dimanipulasi dan atau direkayasa demi kebutuhan,kepentingan dan tercapainya tujuan penelitian.
Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapaitujuan penelitian, bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secarakuantitatif. Sebab itu, PTK hanya menuntut penggunaan statistik yangsederhana, bukan yang rumit.
Bermaksud mengubah kenyataan, dan situasi pembelajaran menjadi lebihbaik dan memenuhi harapan, bukan bermaksud membangun teori dan mengujihipotesis.Tujuan PTK sebagai berikut :
 
Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yangdilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran.
Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yangdilaksanakan oleh guru.
Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalahpembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu.
Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkanmasalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswadan kelas yang diajarnya.
Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasipembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapatdilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.
Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalampembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuaninovatif guru.
Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasispenelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukansemata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi.
Manfaat PTK
Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduanguru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yangdilaporkan dapat menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagaikepentingan, antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnalilmiah.
Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti danmenulis artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukungprofessionalisme dan karir guru.
Mampu mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-gurudalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkanmasalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulumatau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah,dan kelas. Hal ini memperkuat dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhansiswa.
Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan , kegairahan,ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti prosespembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswa pun dapatmeningkatkan.
Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik,menantang, nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi,metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikianbervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.
Prosedur Pelaksanaan PTK
 
1. Menyusun proposal PTK. Dalam kegiatan ini perlu dilakukan kegiatan pokok, yaitu;(1) mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara,(2) menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan, strategi, media,atau kiat tertentu, (3) memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaanatau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya, (4) menetapkantujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan masalah yang ditetapkan, (5) memilih danmenyusun persfektif, konsep, dan perbandingan yang akan mendukung dan melandasipelaksanaan PTK, (6) menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan
 
yang diyakini dapat memecahkan masalah-masalah yang telah dirumuskan, (7)menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukanuntuk menjaring data PTK, (8) menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK.
 
2. Melasanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. Dalam kegiatan iniditerapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengankondisi kelas. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatandan refleksi. baik pelaksanaan tindakan, pengamatan maupun refleksi dapat dilakukansecara beiringan, bahkan bersamaan. Semua hal yang berkaitan dengan hal diatasperlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya.
 
3. Menganalisis data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan, pelaksnaantindakan, pengamatan, maupun refleksi. Analisis data ini harus disesuaikan denganrumusan masalah yang telah ditetapkan. Hasil analisis data ini dipaparkan sebagai hasilPTK. Setelah itu, perlu dibuat kesimpulan dan rumusan saran.
 
4. Menulis laporan PTK, yang dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatanmenganalisis data. Dalam kegiatan ini pertama-tama perlu ditulis paparan hasil-hasilPTK. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah, rumusan masalah,tujuan, dan kajian konsep atau teoritis. Inilah laporan PTK.
Implementasi PTK Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkankemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaranmelalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaikisituasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkatkeberhasilannya. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.Makalah ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatankualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan, bentuk dan skenario tindakan, pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan,serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian.A. Diagnosis dan Penetapan MasalahMasalah PTK yang merupakan penelitian kolaborasi antara dosen dan guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Oleh karena itu, diagnosismasalah hendaknya tidak dilakukan oleh dosen lalu ”ditawarkan” kepada guru untuk dipecahkantetapi sebaiknya dilakukan bersama-sama oleh dosen dan guru. Pada kenyataannya dosen dapatmengajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yangdihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. Guru yang telah berpengalamanmelakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yangdihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebutdengan dosen.Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. Guru tersebut mungkin belumdapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama dosen.

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Isti Apriani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->