Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEWENANGAN ATRIBUSI

KEWENANGAN ATRIBUSI

Ratings: (0)|Views: 2,190|Likes:
Published by AsHy RecHt

More info:

Published by: AsHy RecHt on May 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/26/2013

pdf

text

original

 
 
KEWENANGAN ATRIBUSI,DELEGASI DANMANDAT
Wewenang dalam kamus yang sama didefinisikan sebagai kekuasaan membuat keputusan,memerintah, dan melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain; fungsi yang boleh tidak dilaksanakan. Kewenangan atau wewenang dalam literatur berbahasa Inggris disebut authorityatau competence, sedang dalam bahasa Belanda disebut gezag atau bevoegdheid. Wewenangadalah kemampuan untuk melakukan suatu tindakan hukum publik atau kemampuan bertindak yang diberikan oleh undang-undang yang berlaku untuk melakukan hubungan-hubungan hukum.Kewenangan adalah kekuasaan yang mendapatkan keabsahan atau legitimasi Kewenanganadalah hak moral untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik Prinsip moral ± menentukan siapa yang berhak memerintah - mengatur cara dan prosedur melaksanakanwewenang. Sebuah bangsa atau negara mempunyai tujuan. Kegiatan untuk mencapai tujuandisebut tugas Hak moral untuk melakukan kegiatan mencapai tujuan disebut kewenangan. Tugasdan kewenangan untuk mencapai tujuan masyarakat atau negara disebut fungsi.Berdasar pada pengertian kewenangan di atas terlihat jelas bahwa kewenangan dapat dijalankanapabila mendapatkan keabsahan atau legitimasi. Berarti sebaliknya apabila tidak mendapatlegitimasi maka kewenangan dan aparat yang melaksanakan kewenangan tersebut tidak sah.Kewenangan untuk menjalankan suatu tugas dipegang oleh orang atau aparat yang berhak atauyang berwenang. Namun apabila timbul permasalahan apakah bisa aparat yang tidak berwenangmenjalankan tugas atau melakukan perbuatan hukum mewakili aparat lain yang berwenang.Jawabannya adalah bisa asalkan kewenangan dari aparat yang berwenang tersebut dilimpahkankepada aparat tersebut.
 
M
enurut Prof. Dr.
M
uchsan, S.H Kewenangan dari aparat dibagi 2 macam yaitu; kewenaganatributif dan kewenagan non atributif.1.
 
Kewenangan yang bersifat atributif (orisinil) yaitu kewenangan yang diberikan secaralangsung oleh peraturan perundang-undangan. Kewenangan atributif bersifat permanentatau tetap ada selama undang-undan mengaturnya.
M
isal Presiden berhak membuatRancangan Undang-undang (RUU). Kewenangan ini secara langsung diberikan olehPeraturan perundang-undangan yakni Pasal 5 ayat 1 UUD 1945. Gubernur berhak membuat Peraturan Gubernur sebagaimana diatur dalam UU No32 Tahun 2004.Keabsahan dari kewenangan ini tidak perlu dipertanyakan karena sumbernya dari peraturan perundang-undangan.2.
 
Kewenangan yang bersifat non atributif (non orisinil) yaitu kewenangan yang diperolehkarena pelimpahan wewenang dari aparat yang lain. Kewenagan non atributif bersifatinsidental dan berakhir jika pejabat yang berwenagan telah menariknya kembali.
M
isal penerbitan izin oleh Bupati atau Kepala Daerah seharusnya dilakukan oleh Bupati itusendiri, namun pada saat Bupati tersebut tidak ditempat, maka dapat diwakilkan padaWakil Bupati sebagai penjabat sementara.Dalam politik hukum pelimpahan wewenang dibedakan menjadi dua macam yaitu mandat dandelegasi.
y
 
Dalam pelimpahan wewenang secara mandat, yang beralih hanya sebagian wewenang.Oleh sebabnya pertanggung jawaban tetap pada mandans.
y
 
Dalam pelimpahan wewenang secara delegasi, yang beralih adalah seluruh wewenang daridelegans. Sehingga apabila ada penuntutan, maka yang bertanggung jawab sepenuhnyaadalah delegataris. kewenangan delegatif/derivatif adalah kewenangan yang diberikan oleh pemegang kewenangan atributif kepada lembaga Negara atau pejabat Negara tertentudibawahnya, untuk mengeluarkan suatu pengaturan lebih lanjut atas sesuatu peraturan perundang-undang yang dibuat oleh pemegang kewenangan atributif. Lembaga DewanPerwakilan Rakyat dan Lembaga Presiden memiliki kewenangan atributif sebagai pembentuk Undang-undang, karena kewenangan tersebut diperoleh berdasarkan kekuatanPasal 5 ayat (1) juncto Pasal 20 Undang-undang Dasar 1945.
 
Tugas Individu Praktikum HAN
KEWENANGAN ATRIBUSI,DELEGASI DANMANDAT
HASTIABIII 08 041FAKULTAS HUKUMUNIVERSITAS HASANUDDINMAKASSAR 2011

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->