NASIONALISME
A.
Latar Belakang
Sehubungan dengan globalisasi dan berkembangnya teknologi informasitelah mengakibatkan kaburnya batas-batas antar negara (baik secara politik,ekonomi, maupun sosial), masalah nasionalisme tidak lagi dapat dilihat sebagaimasalah sederhana yang dapat dilihat dari satu perspektif saja. Dalam dunia yangoleh sebagian orang disifatkan sebagai dunia yang semakin
borderless,
banyak pengamat yang mulai mempertanyakan kembali pengertian negara beserta aspek-aspeknya. Masalah pembangunan nasionalisme di Indonesia saat ini tengahmenghadapi tantangan yang berat, maka perlu dimulai upaya-upaya untuk kembali mengangkat tema tentang pembangunan nasionalisme. Apalagi di sisilain, pembahasan atau diskusi tentang nasionalisme di Indonesia justru kurang berkembang (atau mungkin memang kurang dikembangkan).Indonesia merupakan laboratorium sosial yang sangat kaya karena pluralitasnya, baik dari aspek ras dan etnis, bahasa, agama dan lainnya. Itu punditambah status geografis sebagai negara maritim yang terdiri dari setidaknya13.000 pulau. Bahwa pluralitas di satu pihak adalah aset bangsa jika dikelolasecara tepat, di pihak lain ia juga membawa bibit ancaman disintegrasi. Karakter pluralistik itu hanya suatu
pressing factor
dalam realitas ikatan negara. Di tengahsituasi bangsa Indonesia yang seperti itu, nasionalisme sangat di butuhkan untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.