Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
“Malin Kundang” Karya Wisran Hadi: Sebuah Perbandingan

“Malin Kundang” Karya Wisran Hadi: Sebuah Perbandingan

Ratings: (0)|Views: 2,688|Likes:
Published by Herry N Hidayat
Seorang pembaca yang kreatif akan bereaksi dan merespon karya yang telah dibacanya, memilih apa yang telah diperolehnya dalam proses pembacaan dan kemudian mengolahnya untuk mendapatkan kreasi baru atau tujuan tertentu. Proses inilah yang kemudian menghasilkan karya baru yang berasal dari karya sebelumnya.
Seorang pembaca yang kreatif akan bereaksi dan merespon karya yang telah dibacanya, memilih apa yang telah diperolehnya dalam proses pembacaan dan kemudian mengolahnya untuk mendapatkan kreasi baru atau tujuan tertentu. Proses inilah yang kemudian menghasilkan karya baru yang berasal dari karya sebelumnya.

More info:

Published by: Herry N Hidayat on May 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/15/2014

pdf

text

original

 
“Malin Kundang” Karya Wisran Hadi: Sebuah Perbandingan
 Abstract 
1.Pendahuluan
Sifat multiinterpretasi karya sastra memungkinkan pembaca bebasmemberi tanggapan terhadap sebuah karya sastra. Seorang pembaca(penikmat) akan menanggapi dan menginterpretasi sebuah karya sastra berdasar atas pengalaman dan pemahaman yang dimilikinya. Teeuw (1988)mengungkapkan, setiap pembaca mempunyai horison harapan yang terciptakarena pembacaannya yang lebih dahulu dan pengalamannya selaku manusia budaya.Seorang pembaca, secara otomatis dalam proses pembacaannya, akanmemberikan reaksi terhadap bahan bacaannya. Dalam proses tersebut, pembaca akan mengenali, mengamati, dan akhirnya memahami karya yangdibacanya. Pada pembaca tertentu, proses tersebut tidak berhenti pada pemahaman, tetapi berlanjut pada tahap bereaksi dan berkreasi berdasarkan
This research describes that readers can produce new works. There aredifferences between ‘Malin Kundang Legend’ with playscript ‘Malin Kundang’.Those differences shows the intertextuality and receptions. The differencesindicate that there are some readers reactions, respons, and interpretationswhich have different backgrounds and horizon expectations.
 Key words
: Malin Kundang, drama, intertextuality, comparative approach,
 
karya yang telah dibacanya tersebut. Menurut Aminuddin (2000), membaca(karya sastra) adalah kegiatan yang cukup kompleks karena melibatkan beberapa aspek, baik fisik, mental, bekal pengalaman dan pengetahuan, danaktivitas berpikir. Menurutnya, membaca adalah proses untuk mendapatkantujuan tertentu dengan beberapa tahapan, yaitu persepsi (pengamatan),rekognisi (pemahaman arti), komprehensi (pemahaman makna), interpretasi(pendalaman pemahaman), evaluasi (pemilihan), dan kreasi atau utilisasi(pengolahan).Seorang pembaca yang kreatif akan bereaksi dan merespon karyayang telah dibacanya, memilih apa yang telah diperolehnya dalam proses pembacaan dan kemudian mengolahnya untuk mendapatkan kreasi baru atautujuan tertentu. Proses inilah yang kemudian menghasilkan karya baru yang berasal dari karya sebelumnya. Hal ini biasa dikenal dengan hubunganintertekstual.Sebagai salah satu bentuk karya sastra, dibandingkan dengan sastratulis, sastra lisan boleh dikatakan lebih memiliki peluang untuk berubah.Perubahan tersebut, seperti telah dikemukakan di atas, adalah bentuk apresiasidan interpretasi penikmat karya sastra. Oleh karena bentuknya, setiap pendengar bisa menjadi penutur bentuk sastra lisan ini. Selanjutnya, setiap penutur memiliki kecenderungan untuk melakukan perubahan dalam isi ceritayang pada umumnya disesuaikan dengan situasi dan kondisi pendengarnya. Namun demikian, inti isi cerita berbentuk sastra lisan ini tidak akanmengalami perubahan, baik tokoh maupun alur utama.
2
 
Satu bentuk karya sastra lisan Minangkabau yang telah banyak diinterpretasi oleh khalayak penikmat adalah legenda “Malin Kundang”.Meskipun telah dikenal luas, cerita legenda ini dianggap dan diyakini berasaldari daerah pesisir pantai
 Aie Manih
(Air Manis) Padang. Hal ini disebabkanadanya batu karang di pantai tersebut yang diyakini sebagai bukti tinggalancerita legenda ini.Dari segi ceritanya, di samping mengalami perubahan dalam penambahan tokoh, perubahan alur cerita, dan bentuknya, “Malin Kundang” juga telah mendapat banyak tanggapan pembaca yang beragam terutamaterhadap tema dan amanat cerita. Apresiasi terhadap “Malin Kundang” ini juga merupakan bentuk resepsi atau tanggapan pembaca. Hingga saat ini telah banyak tanggapan pembaca terhadap karya ini. Penyimpulan tema dan amanatcerita yang berubah adalah juga satu wujud resepsi.Dilatarbelakangi pengetahuan dan pengalamannya, penulis naskahmengapresiasi dan menginterpretasi “Malin Kundang” dalam bentuk karya baru. Selain latar belakang kondisi sosial budaya yang berbeda, tujuan akhir sebuah karya juga menentukan unsur-unsur karya baru tersebut.Hal inilah yang tampaknya membawa pembaca seperti Wisran Hadiyang dengan latar belakang pengalamannya dapat menampilkan “MalinKundang”
 
dalam bentuk yang lain, yaitu dari teks sastra lisan menjadi sebuahteks naskah drama.Berbeda dengan bentuk karya sastra prosa dan puisi, naskah dramamemiliki tujuan akhir pementasan. Oleh karena itu, naskah drama sangat
3

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Herry N Hidayat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->