Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
epistemologi islam

epistemologi islam

Ratings: (0)|Views: 359 |Likes:
Published by anon-71975

More info:

Published by: anon-71975 on Sep 05, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

 
Pengantar Epistemologi Islam
(Thursday, 10 April 2008) -
Untitled DocumentResensi BukuOleh: Moh Yasin*Judul Buku : Menyibak Tirai Kejahilan, Pengantar Epistemologi IslamPenulis : Dr. Mulyadhi KartanegaraPenerbit : Mizan, BandungCetakan : Pertama, 2003Tebal : xxxvi + 188 halamanSEBAGAI kajian filosofis, epistemologi (teori pengetahuan) secara umum belum mencapai tingkat kajian yang memadai di negeri ini. Beberapa buku tentang epistemologi yang ditulis oleh sarjana Indonesia masih belum betul-betul menyentuh atau mewakili intisari epistemologi, karya Prof. Juhaya S. Praja misalnya, tidak berbicara tentang epistemologi Islam yang lebih komprehensif sebgaimana yang disajikan oleh para Filosuf muslim. Dan beberapa buku lain yang pembahasannya masih bersifat deskriptif tanpa adanya analisis perbandingan atau kritik.Meskipun demikian, harus diakui bahwa kajian epistemologi dan filsafat ilmu (epistemologi Barat) secara umum sudah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kajian epstemoligi Islam. Sehingga tidak mengherankan jika wacana ilmiah begitu didomonasi oleh Barat, dan kebanyakan sarjana kita hanya mengerti teori ilmu pengetahuan Barat jarang sekali yang dengan serius mendalami teori-teori ilmu pengetahuan Islam. Tidak salah jika kemudian di dunia keilmuan muncul Distorsi oleh epistimologi Barat terhadap epistemologi Islam, dalam penggunaan kata science yang dibedakan dengan knowledge mislanya, telah melahirkan perbedaan yang fundamental antara teori pengetahuan Barat dengan teori pengetahuan Islam. Sehingga diperlukan suatu kejelasan dalam perbedaan yang fundamen tersebut karena jika tidak bisa menimbulkan kekaburan dan kesalahpahaman yang mendalam terhadap keduanya.Lewat karyanya yang berjudul "Menyibak Tirai Kejahilan, Pengantar Epistemologi Islam" yang berpijak pada karya sebelumnya "Menembus Batas Waktu, Panorama Filsafat Islam" Mulyadhi mencoba mendedahkan perbedaan fundamen dalam teori pengetahuan tersebut dan mendialogkan diantara keduanya secara kreatif dan kritis yang diharapkan mampu melahirkan epistemologi alternatif. Dalam mengawali karyanya Mulyadhi ingin menjelaskan tentang konsep-konsep kunci dalam wacana epistemologi, seperti sains, ilmu, opini, filsafat, agama, indra, akal dan hati. Definisi "sains"yang biasanya disamakan dengan pengetahuan (knowledge) bagi Mulyadhi tidak pernah memiliki suatu kejelasan, seperti peletakan science dengan ilmu, istilah ilmu terkadang dipandang sama dengan sains, tapi kadang justru disamakan dengan knowledge atau "pengetahuan". Istilah ilmu pengetahuan terkadang juga dipakai untuk merujuk sains yang dibedakan dengan pengetahuan (knowledge). Menurut Mulyadhi istilah ilmu dalam epistemologi Islam memiliki kemiripan dengan istilah science dalam epistemologi Barat. Sebagaimana sains dalam epistemologi Barat dibedakan dengan knowledge, ilmu dalam epistemologi Islam dibedakan dengan opini (ra'y) sementara sains dipandang sebagai any organized knowledge, ilmu didefinisikan sebagai "pengetahuan tentang sesuatu sebagaimana adanya"(hal. 1). 
http://icas-indonesia.org - ICASPowered by MamboGenerated: 6 September, 2008, 03:12
 
Dengan demikian istilah ilmu bukan sembarang pengetahuan atau opini melainkan pengatahuan yang sudah teruji kebenarannya, dan Mulyadhi mendefinisikan ilmu sebagai "pengetahuan tentang sesuatu sebagaimana adanya". Ilmu dalam kajian epistemologi Barat penerapannya dibatasi pada bidang-bidang ilmu fisik atau empiris, sedangkan dalam epistemologi Islam ia dapat diterapkan dengan sama validnya baik ilmu-ilmu yang yang fisik-empiris maupun nonfisik atau metafisik. Perbedaan yang fundamen inilah barangkali yang perlu dijelaskan dalam kajian epistemologi menurut Mulyadhi, karena jika tidak akan membawa pada kekaburan dan kesalahpahaman dalam kajian teori pengetahuan (epistemologi).Paling tidak ada dua pertanyaan yang tidak bisa ditinggalkan dalam setiap sistem epistemologi manapun: pertama, apa yang dapat kita ketahui? Kedua, bagaimana mengetahuinya? Dimana yang pertama mengacu pada teori dan isi ilmu, sementara yang kedua pada metodologi. Pertanyaan apa yang dapat kita ketahui? Epistemologi Barat memberikan jawaban bahwa yang dapat kita ketahui adalah segala sesuatu sejauh ia dapat diobservasi secara indrawi. Hal-hal lain yang bersifat nonindrawi, nonfisik dan metafisik tidak termasuk ke dalam objek yang dapat diketahui secara ilmiah. Sedanngkan dalam epistemologi Islam kita bisa mengetahui tidak sebatas pada obyek-obyek fisik namun juga nonfisik. Sehingga dalam menentukan keberadaan sesuatu atau status ontologis sesuatu Barat hanya percaya pada benda-benda yang dapat dicerap oleh indra dan cenderung menolak status ontologis dari entitas-entitas nonfisik seperti ide-ide matematika, konsep-konsep mental dan entitas-entitas imajinal dan spiritual. Berbeda dengan Barat, Islam mengakui status ontologis tidak terbatas pada obyek-obyek indrawi melainkan juga obyek-obyek nonindrawi. Untuk pertanyaan kedua, berkaitan dengan jawaban dari pertanyaan yang pertama metode ilmiah yang dikembangkan oleh para pemikir dan filosuf Barat hanya menggunakan satu metode yaitu metode observasi. Sementara Islam menggunakan tiga macam metode sesuai dengan tingkat atau hierarki obyek-obyeknya, yaitu (1)metode observasi, (2)metode logis atau demonstratif (burhani) (3)metode intuitif ('irfan) yang masing-masing bersumber pada indra akal dan hati. Setiap cabang ilmu yang dihasilkan oleh epistemologi tidak akan pernah mencapai status ilmiah yang pas kecuali status ontologis obyeknya jelas dan dapat diakui. Berdasarkan uraian di atas jelas klasisfikasi ilmu yang ada di Barat akan selalu didasarkan pada satu hal yaitu empiris-observatif ditambah dengan bidang ilmu matematika, tapi secara tegas menolak bidang metafisika yang obyek-obyeknya sering dipandang tidak riil dan ilusif. Sedangkan dalam Islam yang mengakui adanya status ontologis yang tidak terbatas pada fisik-empiris melainkan juga yang nonempiris atau metafisis, dalam teori pengetahuan Islam ilmu dibagi menjadi tiga klasifikasi yaitu: ilmu-ilmu metafisika, ilmu-ilmu matematika, dan ilmu-ilmu alam atau fisik. Selain beberapa hal yang telah dijelaskan diatas tentang sumber pengetahuan dalam epistemologi Islam, pengalaman mistik, penalaran rasional dan filsafat kenabian dalam teori pengetahuan Islam juga termasuk sumber pengetahuan. Bukan bermaksud membenci atau anti sains Barat, begitulah pembelaan yang diungkapkan Mulyadhi dalam kajian buku pengantar epistemologi ini, dan baginya tidak lain hanya mencoba bersikap kritis dan apresiatifnya terhadap sains Barat. Dengan jalan membandingkannya dengan epistemologi lain yang dalam hal ini adalah epistemologi Islam yang diharapkan mampu melahirkan teori pengetahuan yang lebih baik atau sering kita harapkan yaitu munculnya epistemologi alternatif. Buku pengantar yang ditulis atas hasil perkuliahan penulis bersama para mahasiswanya di Pasca Sarjana IAIN SU-KA ini paling tidak menjadi terobosan awal dalam kajian epistemologi (teori pengetahuan) yang di negeri ini masih sangat minim dan belum mapan. Dimana dengan mengkaji teori pengetahuan secara kritis dan komprehensif serta komparatif nantinya diharapkan mampu melahirkan teori pengetahuan alternatif yang lebih baik. Moh. Yasin, Mahasiswa S-2 ICAS-Paramadina Jakarta. A branch of ICAS-London
http://icas-indonesia.org - ICASPowered by MamboGenerated: 6 September, 2008, 03:12

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
maspions liked this
muhammadalfan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->