Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kompilasi Hukum Islam

Kompilasi Hukum Islam

Ratings: (0)|Views: 1,415|Likes:
Published by razakakanih

More info:

Published by: razakakanih on May 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/18/2013

pdf

text

original

 
Tik by : H. Zainal Arifin 
Page
 
1
UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974
 
DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM
(Dihimpun dan disajikan oleh : H. Zainal Arifin)
 A.
 
L
atar Belakang.
 
Pelaksanaan atas Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor : 1 tahun 1991,tentang Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, yang dilakukan oleh para petugas yangmenangani masalah perkawinan, waris dan wakaf dalam kehidupan masyarakat masihditemukan berbagai hambatan, hal ini disebabkan para petugas tersubut dan masyarakat belum banyak memahami menganai Kompilasi Hukum Islam tersebut.
 
Hal ini disebabkan sosialisasinya yang belum menyentuh banyak pihak termasuk kepada para petugas yang menangani masalah perkawianan, waris dan wakaf, apalagimasyaraakat pada umumnya.
 
Padahal perwujudan pelaksanaan hukum, sangat bergantung kepada tiga pilar hukumyaitu:
1.
 
Penegak hukum.
 2.
 
Undang-undang atau peraturan hukum
 3.
 
Kesadaran masyarakat terhadap hukum.
 
W
alaupun suatu Undang-undang atau Peraturan Hukum sudah diberlakukan sejak lama, namun penegak hukum/petugas yang menangani masalah hukum tersebut tidak akan bisa melaksanakan dan menetapkan hukum dengan optimal, bila tidak memahamiUndang-undang atau Peraturan Hukum yang berlaku. Oleh karena itu seyogyanyalah kitaselalu mengikuti perkembangan dan memahami peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, agar kita dalam menerapkan hukum sesuai dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 
Kemungkinan diantara kita sebagai petugas yang menangani masalah perkawinan,waris dan wakaf masih ada yang belum memahami dan mendalami Instruksi Presiden RI Nomor : 1 tahun 1991 tersebut.
 
Demikian halnya dengan masyarakat, mereka tidak akan mematuhi dan menaatihukum, bila tidak memiliki kesadaran hukum, dan masyarakat tidak akan sadar hukum bila tidak memahami Undang-undang atau peraturan yang berlaku.
 
Dalam diktat sederhana ini akan disajikan hanya berkisar ³ Hukum Perkawinan ³yang memuat : Dasar-dasar Perkawinan, Peminangan, Rukun dan syarat Perkawinan,
 
Tik by : H. Zainal Arifin 
Page
 
2
Mahar, Larangan kawin, perjanjian dalam perkawinan, Kawin hamil, beristeri lebih darisatu dll.
 B.
 
Hukum Perkawinan.
 
BAB I. Ketentuan Umum.
 
Pasal 1. Yang dimaksud dengan :
 a.
 
Peminangan ialah kegiatan kearah terjadinya hubungan perjodohan antara seorang pria dengan seorang wanita.
 b.
 
W
ali Hakim ialah
W
ali nikah yang ditunjuk oleh Menteri Agama atau pejabat yangditunjuk olehnya, yang diberi hak dan kewajiban untuk bertindak sebagai wali nikah.
 c.
 
Akad Nikah ialah rangkaian ijab yang diucapkan oleh wali dan kabul yang diucapkanoleh mempelai pria atau wakilnya disaksikan oleh dua orang saksi..
 d.
 
Mahar adalah pemberian dari calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita, baik berupa barang, uang atau jasa yang btidak bertentangan dengan hukum Islam.
 e.
 
Taklik Talak ialah perjanjian yang diucapkan calon mempelai pria setelah akad nikahyang dicantumkan dalam Akta Nikah berupa janji talak yang digantungkan kepadasuatu keadaan tertentu yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
 f.
 
Harta kekayaan dalam perkawinan atau syirkah antara harta yang diperoleh baik sendiri-sendiri atau bersama suami isteri selama ikatan perkawinan berlangsung danselanjutnya disebut harta bersama, tanpa mempersoalkan terdaftar atas namasiapapun.
 g.
 
Pemeliharaan anak atau hadhanah adalah kegiatan mengasuh, memelihara danmendidik anak hingga dewasa atau mampu berdiri sendiri.
 h.
 
Perwalian adalah kewenangan yang diberi kepada seseorang untuk melakukan suatu perbuatan hukum sebagai wakil untuk kepentingan dan atas nama anak, yang tidak mempunyai kedua orang tua yang masih hidup, tidak cakap melakukan perbuatanhukum.
 i.
 
Khuluk adalah perceraian yang terjadi atas permintaan isteri dengan memberikantebusan atau iwadl dan atas persetujuan suaminya.
  j.
 
Mut¶ah adalah pemberian bekas suami kepada isteri yang dijatuhi talak berupa benda,uang atau lainnya.
 
BAB II DASAR-DASAR PERKAWINAN (pasal 2 s/d pasal 10)
 
 Penjelasan.
 
 
Tik by : H. Zainal Arifin 
Page
 
3
B
erdasarkan ketentuan pasal 2 KHI, bahwa pernikahan dilakukan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah, perkawinan bertujuan untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah warrahmah. Demikianmenurut pasal 3.
 
Pada pasal 4 dijelaskan bahwa perkawinan dianggap sah, bila dilakukan menuruthukum sesuai dengan pasal 2 ayat (1) UU No 1 tahun 1974 ttg Perkawinan yang berbunyi
³
 
 Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu´ 
.
Artinya perkawinan seorang muslim ataumuslimah, dianggap sah bila dilakukan menurut hukum Islam, namun bila dilakukanmenurut hukum agama lain, maka perkawinan seorang muslim atau muslimah, dianggaptidak sah.
 
Pada Pasal 5 dijelaskan bahwa setiap perkawinan itu harus dicatat oleh PegawaiPencatat Nikah sebagaimana yang diatur dalam UU No 22 tahun 1946 Jo. UU No 32tahun 1954 dan pada pasal 6 disebutkan bahwa setiap perkawinan harus dilangsungkandan dibawah pengawasan Pegawai Pencatat Nikah, maka perkawinan yang dilaksanakandiluar pengawasan Pegawai Pencatat Nikah, tidak mempunyai kekuatan hukum.Oleh karena itu pada pasal 7 dijelaskan, bahwa perkawinan yang sah hanya dapatdibuktikan dengan Akta Nikah yang dikeluarkan oleh Pegawai Pencatat Nikah.
B
ila perkawinan yang dilaksanakan diluar pengawasan Pegawai Pencatat Nikah dan tidak dapat dibuktikan dengan Akta Nikah, dapat mengajukan Itsbat nikah di PengadilanAgama. Adapun yang berhak mengajukan permohonan itsbat nikah ialah, suami isteri,anak-anak mereka, wali nikah dan pihak yang berkepentingan dengan perkawinan itu.Pada pasal 8 dijelaskan bahwa putusnya perkawinan selain cerai mati, hanyadapat dibuktikan dengan surat cerai berupa putusan Pengadilan Agama, baik yang berbentuk putusan perceraian, ikrar talak, khuluk atau putusan taklik talak. Sedangkan pada pasal 9 dijelaskan bahwa bila Putusan Pengadilan Agama itu hilang, dapatdimintakan salinan putusannya kepada Pengadilan Agama ybs.
 
Pasal 10 menjelaskan tentang rujuk, yaitu hanya dapat dibuktikan dengan Kutipan
B
uku Pendaftaran Rujuk yang dikeluarkan oleh Pegawai Pencatat Nikah.
 
BAB III PEMINANGAN (pasal 11 s/d pasal 13)
 
 Penjelasan
:
 
B
erdasarkan ketentuan pasal 11 KHI, bahwa peminangan dapat langsungdilakukan oleh orang yang ingin mencari pasangan jodoh, tapi dapat pula dilakukan oleh perantara yang dapat dipercaya. Artinya seorang pria yang bermaksud menikah dengan

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
yohanamb liked this
Fera Ayu liked this
BuNg RoMa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->