Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEKUATAN BETON

KEKUATAN BETON

Ratings: (0)|Views: 609|Likes:
Published by ihwan n h

More info:

Published by: ihwan n h on May 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/08/2012

pdf

text

original

 
KEKUATAN LEKAT BETON DAN BAJA TULANGAN AKIBAT PEMANASAN (Ellen Kumaat)
 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan – Universitas Kristen Petrahttp://puslit.petra.ac.id/journals/civil/ 
103
KEKUATAN LEKAT BETON DAN BAJA TULANGANAKIBAT PEMANASAN
Ellen Kumaat
Dosen Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Sam Ratulangi Manado
ABSTRAK
Perpaduan antara material beton dan baja tulangan akan membentuk material komposit yangekonomis serta efisien lewat hasil kerjasama yang tercipta melalui kekuatan lekat pada interfacekedua material tersebut. Pemanasan dengan temperatur yang bervariasi akan menyebabkanterjadinya perubahan perilaku material komposit tersebut, khususnya menyangkut kinerjakekuatan lekatnya akibat perubahan mikrostruktur pada material beton dan material bajatulangan.Dari hasil uji tekan uniaksial diperoleh nilai kuat tekan beton umur tujuh hari yang biladipanaskan dengan temperatur 200
o
C, 500
o
C dan 800
o
C akan mengalami penurunan yangbervariasi antara enam hingga 100%, sedangkan penurunan kuat tekan beton pada umur 28 hariberkisar antara sepuluh hingga 90%. Pada tingkat pemanasan dengan temperatur 200
o
C,penurunan kekuatan lekat antara baja tulangan dan beton umur 28 hari adalah sekitar 30%, sertauntuk pemanasan dengan temperatur yang lebih besar atau sama dengan 500
o
C akan terjadipenurunan sebesar 40% hingga 77%. Penurunan kuat tekan beton dan penurunan kekuatan lekatbeton dengan baja tulangan akibat pemanasan dipresentasikan oleh kurva tidak linier sertamenunjukkan adanya korelasi positif antara kedua karakteristik tersebut.Kata kunci : kekuatan lekat, baja tulangan, beton, pemanasan, temperatur
 ABSTRACT 
The combination of concrete and steel form economical and efficient composite material by means of the created cooperation through bond stress on the interface of both materials. Heating at varyingtemperature would result in behaviour change of the composite material, particularly regarding itsbond stress performance due to the microstructure change of the concrete and steel.The uniaxial compression test indicated that the value of concrete compression strength on seven daysif heated at 200
0
C , 500
0
C, and 800
0
C temperature would decrease, varying from six to 100%,whereas the decrease of concrete compression strength on 28 days varying from ten to 90%. At 200
0
heating, the decrease of bond stress between steel and concrete on 28 days was approximately 30%. Heating at a higher temperature or at 500
0
C would lead to 40% to 77% decrease. The decrease of concrete compression and that of bond stress due to heating was presented by a non-linear curveshowing that there was a positive correlation between the two characteristics.Keywords : bond stress, steel, concrete, heating, temperature.
PENDAHULUAN
 
Beton adalah material buatan yang sejak lamadigunakan dalam bidang rekayasa sipil baik sebagai material struktural maupun non-struktural untuk memenuhi kebutuhan danmenunjang aktifitas manusia. Sebagai materialstruktural, material beton lemah terhadap tarik 
 
Catatan:
Diskusi untuk makalah ini diterima sebelumtanggal 1 November 2003. Diskusi yang layak muat akanditerbitkan pada Dimensi Teknik Sipil Volume 6 Nomor 1Maret 2004.
sehingga pada umumnya bagian-bagian struk-tur beton tersebut diperkuat dengan materialbaja tulangan membentuk satu kesatuansebagai material komposit.Perpaduan antara material baja tulangan danbeton ini akan memberikan nilai-nilai ekonomisdan efisiensi yang diperoleh dari hasil kerjasama antara baja tulangan dan beton[1]sebagaimana telah dilakukan sejak awal daripemanfaatan baja sebagai tulangan padamaterial beton dalam upaya mengimbangi
 
DIMENSI TEKNIK SIPIL VOL 5, NO. 2, September 2003: 103 – 108
 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan – Universitas Kristen Petrahttp://puslit.petra.ac.id/journals/civil/ 
104
kelemahan beton terhadap tarik. Untuk men- jamin terciptanya kerjasama yang baik antarake dua material tersebut sebagai materialkomposit terutama bertumpu pada kekuatanlekat antara material baja tulangan dan beton.Intervensi dari berbagai faktor eksternal ter-hadap material komposit ini akan mempenga-ruhi bahkan dapat merubah perilaku baik ditinjau sebagai material komposit maupunsebagai material beton ataupun material bajaitu sendiri.Seiring dengan tujuan yang ingin dicapai,penelitian ini dimaksudkan untuk mendapat-kan gambaran tentang perubahan tingkatdegradasi kekuatan lekat antara baja tulangandan beton bila diberi pemanasan dengantemperatur dan selama interval waktu tertentu.Dampak pemanasan terhadap kekuatan lekatantara baja tulangan dan beton sangat ter-gantung pada perubahan mikrostruktur betonmaupun material baja tulangan yang diakibat-kan oleh reaksi fisik ataupun reaksi kimia sertapada akhirnya akan mempengaruhi kekuatankonstruksi secara keseluruhan
.
LANDASAN TEORI
Material Beton
Pada temperatur tinggi, beton akan mengalamiperubahan mikrostruktur yang disebabkan olehreaksi fisik maupun reaksi kimia dan bervariasisesuai dengan tingkat pemanasannya. Untuk pemanasan dengan temperatur di atas 100
o
Cakan terjadi percepatan penguapan air bebasdalam pori-pori kapiler beton yang berukuranbesar dan kemudian disusul dengan air dalampori-pori beton yang lebih kecil. Terhalangnyamigrasi air yang akan ke luar menimbulkanterjadinya gesekan dengan dinding pori-poribeton yang dapat menyebabkan retak-retak mikro. Selanjutnya, pada pemanasan dengantemperatur antara 420
o
C–500
o
C akan terjadireaksi dekomposisi dari CH yang menyebabkanpenyusutan pasta semen. Retak-retak mikropada bidang batas antara agregat dan matriksakan bertambah serta lebih menyebar padatingkat pemanasan dengan temperatur sekitar575
o
C yang sekaligus menyebabkan terjadinyaperbedaan pemuaian yang sangat besar antaraagregat dan pasta semen akibat transformasisilikat [2,3]. Penyusutan pasta semen yangdisusul dengan retak-retak mikro dalam betonpada pemanasan yang tinggi akan dapatmeningkatkan porositas beton sehingga kekuat-an beton menjadi berkurang. Kondisi ini sejalandengan hasil studi pengaruh pemanasan ter-hadap kuat tekan beton [4] yang menunjukkanbahwa, penurunan kekuatan tekan betonberkisar antara 0,7% - 80,0% tergantung daritingkat dan lama pemanasan.
Material Baja Tulangan
Baja tulangan dengan kadar karbon < 2% dantitik lebur sekitar 1500
o
C[1,5] akan mengalamiproses penurunan kadar karbon bila diberiperlakuan panas[6]. Penurunan kadar karbonakan menurunkan kekuatan material bajatulangan tetapi sebaliknya akan memberikanpertambahan pada nilai regangan. Dari hasilpengujian pada baja tulangan BJTP-24 dengandiameter 16 mm, besar penurunan kekuatantarik bervariasi dari 3% - 29% dan pertambahanregangan sebesar 5% -73% berturut-turut untuk pemanasan dari 100
o
C hingga 1100
o
C. Padapemanasan dengan temperatur
700
o
C selamaenam jam membuktikan terjadinya perubahankarakteristik mekanik baja tulangan sehinggamaterial baja tulangan tersebut tidak meme-nuhi standard mutu kekuatan minimal yangdisyaratkan [7]. Kriteria ini menunjukkanbahwa, penurunan kadar karbon pada per-mukaan baja tulangan akan menyebabkan ter- jadinya perubahan komposisi dan mikrostruk-tur yang sekaligus mempengaruhi perilakumaterial baja tulangan secara keseluruhan.
Tegangan Lekat
Pada material beton bertulang, material bajatulangan seakan menyatu dengan materialbeton lewat daya lekat pada media permukaanbaja tulangan sebagaimana diberikan padaGambar 1. Dari Gambar 1 dapat dirumuskanpersamaan daya lekat antara baja tulangan danbeton yakni : T =
µ
 
Σ
o [8,9,10](1)di mana, T adalah gaya tarik pada baja tulang-an,
µ
adalah tegangan lekat dan
Σ
o adalah luaspermukaan nominal dari baja tulangan. Bila T= A
s
s
, A
s
=
π
d
s2
 /4 dan
Σ
o =
π
l
d
d
s
, makategangan lekat antara baja dan beton adalah :
µ
= d
s
s
 /4 l
d
,(2)di mana, d
s
adalah diameter nominal dari bajatulangan, f 
s
adalah tegangan baja tulangan, l
d
adalah panjang pengangkeran minimal yangdiizinkan dan A
s
adalah luas penampang baja.
 
MODELLED MECHANISMS IN THE SLAKE-DURABILITY TEST FOR SOFT ROCKS (Didi S. Agustawijaya)
 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan – Universitas Kristen Petrahttp://puslit.petra.ac.id/journals/civil/ 
105Gambar 1. Pengangkeran baja tulangan[8,9,10]
PROGRAM EXPERIMENTAL
Material dan Komposisi Campuran Beton
Material-material yang digunakan dalam studiini adalah semen portland tipe I, pasir alam 0/5asal Amurang, agregat kasar 5/20 asal desaTateli, air dan baja tulangan polos BJTP 24dengan diameter 10 mm dan 22 mm.Komposisi campuran beton yang digunakandiberikan pada Tabel 1. Densitas rata-ratamaterial beton adalah 2.21 dengan nilai "
slumptest 
" sekitar 70
±
10 mm.
Tabel 1. Komposisi campuran beton per m
3
No.Uraian BahanJumlah (kg)
1Semen3372Pasir6743Kerikil1011Faktor air semen = 0,55
Benda Uji, Perawatan dan Metoda Pengujian
Untuk keperluan uji tekan uniaksial telahdiproduksi benda-benda uji beton berbentuk kubus 100 mm dengan jumlah total sebanyak 60buah. Benda-benda uji beton dengan atau tanpapemanasan tersebut diuji pada umur-umur 7hari dan 28 hari.Tipe benda uji yang digunakan untuk penelitiankekuatan lekat antara baja tulangan dan betondigunakan benda-benda uji berbentuk balok dengan dimensi 100 x 100 x 250 mm (gambar 2)sebanyak 30 buah serta diuji pada umur 28 haribaik yang dengan maupun tanpa pemanasan.Semua benda uji dikeluarkan dari cetakannyasetelah berumur satu hari serta dirawat dengankondisi yang sama dalam udara terbuka sesuaikelembaban dan temperatur ruangan. Demi-kian pula halnya dengan perawatan benda-benda uji yang telah dipanasi sesuai temperaturdan lama pemanasan yang dikehendaki di-dinginkan terlebih dahulu sebelum dilakukanpengujian. Uji kuat tekan digunakan “
Com- pression Testing Machine
” sedangkan untuk pengujian kekuatan lekat antara baja tulangandan beton dilakukan dengan cara "
Pull out test 
"(gambar 2) pada "
Universal Testing Machine
".
Gambar 2. Model benda uji untuk pengujian kuat lekat
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Experimental
Sehubungan dengan pembuatan material beton,telah dilakukan pengujian karakteristik dasardari bahan-bahan pembentuk material beton,khususnya kadar air, kadar lumpur, berat jenis,absorpsi, abrasi dan tengangan leleh bajatulangan yang kesemuanya ditampilkan padatabel 2.
Tabel 2. Karakteristik material yang diguna-kan
M a t e r i a l
Kadar Air (%)Kadar Lumpur (%)BeratJenisAbsorpsi(%)Abrasi(%)Semen Type I3.15Agregat Halus, Amurang1.790.312.405.19Agregat Kasar, Tateli0.142.461.0527.69Baja Tulangan Polos U-24Tegangan leleh, f 
y
= 300 MPa
Kuat tekan beton
Besaran nilai kuat tekan beton umur 7 hari dan28 hari yang diperoleh dari hasil pengujiantekan uniaksial terhadap benda-benda ujiberbentuk kubus 100 mm ditunjukkan olehtabel 3.
Tabel 3. Kekuatan tekan beton
Kekuatan lekat antara baja tulangan danbeton
Kekuatan lekat antara baja tulangan dan mate-rial beton yang diperoleh dari hasil uji tarik 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->