Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Kultur Jaringan 2010

Makalah Kultur Jaringan 2010

Ratings: (0)|Views: 1,054 |Likes:
Published by Faizal
Kultur In Vitro

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat dan Hidayah-nyalah sehingga Makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan lancar, Makalah ini disusun dengan tujuan agar pembaca dapat memperluas ilmu dan wawasan tentang Kultur In Vitro Khususnya Penelitian tentang ³ Multiplikasi Tunas Pisang Ambon Secara In Vitro Dengan Menggunakan Medium Murashige Dan Skoog Dengan Penambahan Hormon Benzylaminopurin Dan Kinetin ´. Di dalam proses penyusunan m
Kultur In Vitro

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat dan Hidayah-nyalah sehingga Makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan lancar, Makalah ini disusun dengan tujuan agar pembaca dapat memperluas ilmu dan wawasan tentang Kultur In Vitro Khususnya Penelitian tentang ³ Multiplikasi Tunas Pisang Ambon Secara In Vitro Dengan Menggunakan Medium Murashige Dan Skoog Dengan Penambahan Hormon Benzylaminopurin Dan Kinetin ´. Di dalam proses penyusunan m

More info:

Published by: Faizal on May 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

 
Kultur In Vitro 
i
KATA PENGANTAR 
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat dan Hidayah-nyalahsehingga Makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan lancar, Makalah ini disusun dengan tujuan agar  pembaca dapat memperluas ilmu dan wawasan tentang Kultur In Vitro Khususnya Penelitian tentang
³
 Multiplikasi Tunas Pisang Ambon Secara In Vitro Dengan Menggunakan Medium Murashige Dan Skoog Dengan Penambahan Hormon Benzylaminopurin Dan Kinetin ´ 
.
 Di dalam proses penyusunan makalah ini terdapat hambatan yang dihadapi, namun dengan bantuan, bimbingan, dorongan dan petunjuk berbagai pihak, terutama Dosen yang bersangkutan
.
Olehnyaitu kami mengucapkan terima kasih
.
 Kami menyadari bahwa apa yang ditulis dalam Makalah ini masih jauh dari apa yang diharapkan,oleh sebab itu kami mohon adanya kritik dan saran dalam rangka perbaikan/ penyempurnaan dimasa yangakan datang
.
 Demikan penyusunan tugas ini dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi penyusunnya
.
 Maros, «««««
..
2010Penyusun
 
Kultur In Vitro 
ii
D
AFTAR ISI
KATA PENGANTAR 
..........................................................................................
iDAFTAR ISI
........................................................................................................
iiBAB I PENDAHULUAN
......................................................................................
1A
.
 
Latar Belakang
.............................................................................................
1B
.
 
Tujuan
.........................................................................................................
4BAB II METODOLOGI PENELITIAN
.................................................................
5A
.
 
Alat Dan Bahan
............................................................................................
5B
.
 
Metode
.........................................................................................................
5BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
................................................................
3A
.
 
Tabel Hasil Pengamatan
................................................................................
6B
.
 
Pembahasan
.................................................................................................
7BAB IV PENUTUP
..............................................................................................
9
 
Kesimpulan
...................................................................................................
9
 
Saran
...........................................................................................................
9DAFTAR PUSTAKA
............................................................................................
10
 
 
Kultur In Vitro 
1
B
A
B
I
PEN
D
AHULUAN
A.
 
Latar
Bel
akang
Tanaman pisang telah ada sejak manusia ada
.
Namun saat itu pisang masih merupakantanaman liar yang tidak dibudidayakan, hal ini disebabkan oleh karena manusia pada awalkebudayaan hanya berperan sebagai pengumpul makanan dari alam tanpa perlu untuk menanamnya kembali
.
Namun setelah kebudayaan pertanian menetap dimulai, pisang termasuk dalam golongan tanaman pertama yang dipelihara (Suyanti dan Supriyadi, 2008)
.
 Di kalangan masyarakat yang tinggal di kawasan Asia Tenggara, diduga pisang telahlama dimanfaatkan terutama bagian tunas dan pelepahnya yang diolah sebagai sayur 
.
Sedangkan pada saat ini bagian-bagian lain dari tanaman pisang pun juga telah dimanfaatkan (Suyanti danSupriyadi, 2008)
.
 Pisang merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara dan kini tanaman pisangtelah menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia
.
Buah pisang sangat popular dan disukaioleh semua lapisan masyarakat
.
Pisang yang dikonsumsi segar sebagai buah meja ini berasal dari persilangan alamiah antara
 Musa acuminate
dengan
 Musa balbisiana
yang kini turunannyadikenal lebih dari ratusan jenis pisang, yaitu pisang meja, pisang rebus (olahan), dan pisang hias
.
 Adapun jenis dari pisang meja yang terkenal antara lain ambon kuning, ambon hijau (ambonlumut), ambon putih dan Cavendish (Sunarjono, 2006)
.
 Tanaman pisang yang dibudidayakan pada umumnya diploid, triploid dan tetraploid
.
 Buah pisang banyak yang tidak berbiji (partenokarpi)
.
Jenis pisang yang dikonsumsi segar ( buahmeja) tidak berbiji oleh karena jumlah kromosomnya berlipat tiga (3n) yang disebut denganistilah triploid
.
Sedangkan pisang meja yang berbiji (diploid) adalah pisang batu (klutuk) dansedikit biji pisang siem dan kapok (kapok kuning lebih manis daripada kapok putih) (Sunarjono,2006)
.
 Pada umumnya pisang ambon mempunyai daging buah yang lunak, rasa daging buahnyamanis dan beraroma kuat
.
Sebagai buah meja pisang ambon dapat digunakan sebagai makanan pemula pada bayi
.
Adapun berat tiap tandannya berkisar antara 15 ± 25 kg yang terdiri dari 8 ± 14 sisir dan setiap sisir terdiri dari 14 ± 24 buah pisang
.
Panjang buahnya antara 15 ± 20 cmdengan diameter 3 ± 4 cm
.
Selain dikonsumsi sebagai buah segar, jenis pisang ambon ini sangatcocok untuk diolah menjadi sale pisang, sari buah dan selai (Suyanti dan Supriyadi, 2008)
.
 

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Awal Awel liked this
Evelyn Elrica liked this
Minyak Wangi liked this
Jufisa Djoekardi liked this
Kampak Merah liked this
Tri Ningsih liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->