Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Bisnis Apotek

Manajemen Bisnis Apotek

Ratings: (0)|Views: 980|Likes:

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: Maximillian Heartwood on May 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2012

pdf

text

original

 
Manajemen Bisnis
 Apotek 
Maximillian Heartwood bisnisfarmasi.wordpress.com
 
Manajemen Bisnis Apotek 
Indikator Kinerja Ritel Apotek 
 Mengevaluasi komentar pengunjung pada tulisan  Apotek Bisnis Basah di Samudera Biru,Max memutuskan untuk melakukan pembahasan seputar indikator kinerja ritel apotek dengan menggunakanpembandingan manajerial ritel dan sistem pelayanan klinik.Optimasi bisnis pelayanan kesehatan (
 Healthcare Business)
pada apotek di Indonesia terbilang unik,kenapa ? Tulang punggung pemasaran obat di Indonesia bukan pada jejaring distributor ritel viaapoteker, melainkan justru menggunakan tenaga dokter yang memiliki jam interaksi dan tingkatkepercayaan lebih tinggi dibanding sosok profesi apoteker. Terlepas dari aspek legalitas profesi, strategiini adalah model optimal dengan pangsa pasar ethical : OTC adalah 80:20. Pasien akan patuh pada resep yang diberikan oleh dokter ( obat ethical), dan bukan pada rekomendasi apoteker, ditambah pada sosok apoteker sendiri yang tidak optimal menjalankan fungsi profesi pada bisnis apotek ( tidak signifikaneksistensinya secara profitabilitas maupun produktifitas apotek). Alokasi investasi sponsor untuk dokter( edukasi, bonus, wisata) di internal perusahaan farmasi nilainya bisa mencapai 40- 50% dari hargaobatnya itu sendiri.
 
Dalam pembahasan ini, faktor dominan variabel dokter dalam pola pemasaran obat masuk dalampertimbangan utama, disamping faktor lain yang tentunya memiliki pengaruh. Dimensi penilaian bisnispelayanan (
 Service Business
) yang ritel apotek masuk ke dalam kategori ini, meliputi lima hal, yaitu :1.
 Responsiveness
( Tingkat Ketanggapan)Kecepatan pelayanan obat dan kecepatan pelayanan kasir adalah variabel pertama yang harus dapatdikuantifikasi dalam standar konsumen Indonesia.2.
 Reliability
( Tingkat Kehandalan)Faktor pemberikan informasi obat oleh petugas apotek, dalam hal ini kejelasan informasi tentangfungsionalitas berikut detail obat dalam pandangan konsumen.3.
 Assurance
( Jaminan )Faktor berikut meliputi ketersediaan stok dan harga komoditas obat bagi konsumen. Aspek ini dapatdiperluas ke dalam pelayanan purna jual dengan menggunakan basis data konsumen ( riwayatkonsumen)4.
 Emphaty
( Empati)Faktor ini berkaitan dengan model interaksi personal pihak pengelola apotek dengan pasien berupametode pelayanan di tempat dan pembinaan hubungan jangka panjang, ( Asertif). Faktor ini akan sangat berpengaruh terhadap loyalitas yang ditunjang oleh unsur kepuasan emosional konsumen.5.
Tangibles
( Bukti Fisik)Faktor fisik yang dapat dirasakan langsung oleh pasien berupa kenyaman dan kebersihan ruang tunggu,tempat duduk, serta ketersediaan faktor rekreatif bagi konsumen semacam TV, koran, atau hot spotinternet.Faktor faktor diatas membutuhkan pengaturan optimal untuk menghasilkan produktivitas pelayanankonsumen terbaik dan profitabilitas jangka panjang untuk kesinambungan serta perkembangan bisnisapotek.Lalu, faktor apa saja yang harus dikendalikan guna mendapatkan dua hal ( produktivitas danprofitabilitas ) tersebut ? Rincian berikut Max lakukan sebagai hasil observasi sampel apotek pemulauntuk mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya, yaitu :

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->