Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
32Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
9 Star Pharmacist (7,8,9)

9 Star Pharmacist (7,8,9)

Ratings: (0)|Views: 2,414 |Likes:
Published by Dwija Bawa Temaja

More info:

Published by: Dwija Bawa Temaja on May 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

 
TUGAS UNDANG-UNDANG DAN ETIKA KESEHATAN
 NINE STAR PHARMACIST 
POIN 7, 8, DAN 9Disusun oleh :I PUTU BAGUS MAHA PARADIPA (0808505001)ANGGY ANGGRAENI WAHYUDHIE (0808505002)NI MADE WIRYATINI (0808505003)NI PUTU DIAN PRIYATNA SARI (0808505007)KHATIJA TAHER ALI (0808505014)NI MADE AYU SUARTINI (0808505015)NI PUTU PARWATININGHATI (0808505017)ENNY LAKSMI ARTIWI (0808505018)NI PUTU MARTIARI (0808505023)I GEDE DWIJA BAWA TEMAJA (0808505031)JURUSAN FARMASIFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS UDAYANA2011
 
PENDAHULUAN
Selama lebih dari 4 dekade telah terjadi kecenderungan perubahan pekerjaan kefarmasianyang semula hanya terlibat dalam penyaluran obat-obatan, menjadi kearah fokus yang lebihterarah, yaitu kepedulian terhadap pasien. Peran apoteker lambat laun berubah dari peracik obat(
compounder 
)
dan
 suplier 
sediaan farmasi, kearah pemberi pelayanan dan informasi danakhirnya berubah lagi sebagai pemberi kepedulian kepada pasien. Disamping itu ditambah lagitugas seorang apoteker adalah memberikan obat yang layak, efektif dan seaman mungkin sertamemuaskan bagi pasien. Dengan mengambil tanggung jawab langsung pada kebutuhan obat pasien individual, apoteker dapat memberikan kontribusi yang berdampak pada pengobatan sertakualitas hidup pasien. Pendekatan cara ini disebut "
 pharmaceutical care
" (asuhan kefarmasian
)
.
 Pharmaceutical care
adalah konsep dasar dalam pekerjaan kefarmasian yang mengisyaratkan bahwa semua praktisi kesehatan, khususnya apoteker harus memberikan tanggung jawab atasdampak pemberian obat pada pasien. Dalam konsep
 pharmaceutical care
, apoteker dituntutuntuk menjadi profesi yang terkait dengan penerapan pengetahuan dan keahlian farmasi dalammembantu memaksimalkan efek obat dan meminimalkan toksisitas bagi pasien secara individual,serta memberikan pelayanan yang lebih berorientasi pada pasien. Apoteker mempunyai potensiuntuk meningkatkan dampak pengobatan dan kualitas hidup pasien dalam berbagai sumber danmempunyai posisi sendiri yang layak dalam sistem pelayanan kesehatan (Wiedenmayer dkk.,2006
)
.Apoteker adalah anggota yang tidak terpisahkan dari tim perawatan kesehatan danmenjalankan fungsi bervariasi mulai dari pengadaan dan penyediaan obat-obatan untuk layanan perawatan farmasi dan membantu untuk memastikan perlakuan yang terbaik bagi pasien. Proses perawatan farmasi melibatkan perilaku untuk membangun hubungan antara pasien dan apoteker,mengembangkan rencana perawatan berbasis bukti ilmiah untuk terapi obat dan tindak lanjutterhadap hasil kesehatan yang diharapkan pasien. Dengan demikian, apoteker harus bisamemberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien, mengamati proses obat yang diberikankepada pasien, agar menunjukkan kinerja farmakoterapi yang sesuai dengan spesifikasi kerjanya.Apoteker akan mengaplikasikan pengetahuannya dan menyelaraskan antara pemilihan obatdengan keadaan pasien, sehingga akan berkonsultasi secara verbal dengan pasien dan tenaga
 
medis lainnya. Sasaran akhir dari
 pharmaceutical care
ini yaitu bagaimana dapat meningkatkankualitas hidup pasien (Everard, 2006
)
.Untuk bisa efektif sebagai anggota tim kesehatan, apoteker butuh keterampilan dan sikapuntuk melakukan fungsi-fungsi yang berbeda-beda. Konsep
the seven-star pharmacist 
 diperkenalkan oleh WHO pada tahun 2000 sebagai kebijaksanaan tentang praktek pendidikanfarmasi yang baik (
Good Pharmacy Education Practice
)
meliputi sikap apoteker sebagai pemberi pelayanan (
care-giver 
)
, pembuat keputusan (
decision-maker 
)
,
communicator, manager 
, pembelajaran jangka panjang (
life-long learner 
)
, guru (
teacher 
)
dan pemimpin (
leader 
)
. Dengansemakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan obat-obat baru yang lebih efektif serta makin banyaknya tenaga farmasis dunia kerja yang perlu bersaing untuk memperoleh pekerjaan sesuai bidangnya, maka dirasa perlu untuk mengembangkan
 seven star pharmacist 
menjadi
nine star  pharmacist 
, yaitu dengan penambahan poin farmasis sebagai peneliti (
researcher 
)
dan farmasissebagai (
 Entrepreneur 
)
. Melalui konsep
nine star pharmacist 
ini diharapkan farmasis atauapoteker dapat lebih mengoptimalkan peranannya dalam meningkatkan pelayanan kefarmasiankepada pasien dengan tujuan akhir berupa kesembuhan pasien dan peningkatan kualitas hidup pasien (Wiedenmayer dkk., 2006
)
.Pada makalah ini dibahas mengenai poin ke 7, 8, dan 9 dalam
nine star pharmacist,
yaitumengenai peran farmasis sebagai leader (pemimpin
)
,
researcher 
(peneliti
)
, dan
entrepreneur 
 (wirausahawan
)
.

Activity (32)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hany Ummu Izzati liked this
MUHAMMAD RAMLI liked this
Icha Anissa liked this
Tanfidz Alishlah liked this
vitisf liked this
yflorinda liked this
meong_sweet liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->