3
BAB I Pendahuluan
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa evaluasi adalah merupakankegiatan yang meliputi pengumpulan bukti-bukti yang kemudian dijadikah dasardalam pengambilan keputusan tentang keberhasilan siswa mengikuti pelajaran.Agar pengambilan keputusan tidak merupakan perbuatan yang subyektif, makadiperlukan patokan tertentu. Kriteria tersebut berfungsi sebagai ukuran, apakahseseorang telah memenuhi persyaratan untuk digolongkan sebagai siswa yangberhasil, pandai, baik, naik kelas, lulus atau tidak. Kriteria penilaian itu disebut
dengan istilah “Standar Penilaian”. Standar penilaian yang dimaksud dibedakan
menjadi 2 (dua) jenis, yaitu Standar penilaian yang relatif (penilaian acuan norma)dan standar penilaian yang mutlak (penilaian acuan patokan).Sebelum kita membahas apa yang disebut dengan penilaian acuan normadan penilaian acuan patokan, ada baiknya kita membahas antara skor dan nilai.Skor berbeda dengan nilai, yang dimaksud dengan skor adalah hasil pekerjaanmenyekor (memberikan anka) yang diperoleh dengan jalan menjumlahkan angka-angka bagi setiap buti item yang oleh testee telah dijawab dengan benar, denganmemperhatikan bobot jawaban betulnya.Sedangkan yang dimaksud dengan nilai adalah angka atau huruf yangmerupakan hasil ubah dari skor yang sudah dijadikan satu dengan skor-skorlainnya, serta disesuaikan pengaturannya dengan standar tertentu. Itulah sebabnyamengapa nilai disebut dengan skor standar (standard score).Nilai pada dasarnya dalah angka atau huruf yang melambangkanseberapa jauh atau seberapa besar kemampuan yang telah ditunjukkan oleh testeeterhadap materi atau bahan yang diteskan, sesuai dengan tujuan instruksionalkhusus yang telah ditetapkan. Nilai peda dasarnya adalah melambangkanpenghargaan yang diberikan tester kepada testee atas jawaban betul yangdiberikan testee akan dalam tes hasil belajar. Artinya semakin banyak jumlah butirsoal yang dapat dijawab dengan betul, maka penhargaan yang diberikan testerkepada teste akan semakin tinggi.Dari uraian di atas jelaslah untuk sampai kepada nilai, maka skorskorhasil tes yang pada hakikatnya masih merupakan skor-skor mentah itu perlu