Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
20Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mamaku Pemuas Nafsu Ku

Mamaku Pemuas Nafsu Ku

Ratings: (0)|Views: 32,441|Likes:
Published by Tjap Tjoean

More info:

Published by: Tjap Tjoean on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/15/2013

pdf

text

original

 
Stensilan Tjap Tjoean
2000
TJAP-TJOEAN : tjap.tjoean@yahoo.com Page 1
KUNJUNGAN MAMA KU
 
 “Mah, kemana saja sih kok sudah sebulan ini baru datang” ? tanyaku sengit ketika Mamaku datang mengunjungiku di Bandung. “Mama sudah dapat pacar baru ya ? sampe enggak sempet datang ? Pokoknya akuenggak mau kalo Mama dapat Papa baru”.Mama ku terlihat kaget ketika aku marah, padahal beliau baru saja datang dari Jakartahari Jum’at sore itu. Tetapi ketika kepalaku di elus-elus nya dan mama mengatakanminta maaf karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan sekaligus juga mengatakankalau mama tetap sayang dengan ku, perasaan marahku pun jadi luluh. “Masak sih Mas (padahal namaku sebenarnya sih Pur…. Tapi mama selalu memangggilkuMas sejak aku masih kecil), kamu enggak percaya sama mama” ? “Mama terlalu sayangpadamu, jadi kamu jangan curiga kalau mama pacaran lagi”, katanya ter isak sambilmenciumi pipiku dan akhirnya kami berpelukan.Oh iya, sebelum aku melanjutkan ceritaku ini, ingin sebaiknya kuceritakan sedikitbackground keluargaku.Aku sekarang ini sedang kuliah di salah satu universitas di Bandung dan sudah semester6, sedangkan Mama ku masih kerja di salah satu departemen di Jakarta dan usianyasekitar 40 tahunan. Sebetulnya, mamaku ini bukanlah ibu kandungku, tetapi dia adalahadik dari Ibuku. Hal inipun baru aku ketahui sejak aku mulai duduk di bangku SLTA.Cerita yang kutahu sih, aku di minta dan diasuh oleh adik Ibuku sejak masih bayi.Waktu itu, katanya untuk memancing agar bisa hamil, karena adik Ibuku sudah menikahselama 5 tahun tetapi belum punya anak. Tetapi beberapa tahun yang lalu, adik Ibukudan yang sekarang kupanggil Mama itu bercerai dengan suaminya, entah kenapa.Jadi sekarang ini, aku sepertinya lebih sayang dengan mama ku di banding dengan Ibukandungku sendiri. Maklum saja karena dari bayi aku sudah di asuhnya.Setelah makan malam, lalu kami berdua ngobrol di ruang tamu sambil melihat acara TV. “Mas, rambutmu itu sudah mulai banyak lagi yang putih…sini mama cabutin”, katamama yang biasanya selalu mencabuti ubanku bila datang ke Bandung. Segera saja akubergegas ke kamar untuk mengambil cabutan rambut lalu duduk menghadap kearah TVdi lantai sambil sandaran di sofa yang diduduki mama.Terus terang, aku paling senang kalau mama sudah mulai mencabuti ubanku, soalnyabisa sampai ngantuk. “Banyak betul sih Mas ubanmu ini ?” komentar mama sambil mulai mencabuti ubanku. “Habis sih…..mama sudah lama enggak kesini…cumin ngurusin kerjaan melulu. ”  “Ya sudah, sekarang deh mama cabutin ubanmu sampai habis ” Kami lalu diam tanpaberkata kata. “Mas……ngomong2 kamu sudah punya pacar apa belum ? ” tanya mama tiba2, sambilmasih tetap mencabuti ubanku di kepala bagian belakang. “Belum kok Ma…..masih dalam penjajakan”, sahutku. “Tuh…..kan. Kamu ngelarang mama cari pacar, tapi kamu sendiri malah mau pacaran ” sahut mama dengan nada agak kesal. “Pokoknya, mama enggak mau lho kalau kamu mulai pacaran, apalagi masih sekolahbisa2 pelajaranmu jadi ketinggalan dan berarti kamu juga sudah enggak sayang lagusama mama ”, tambahnya “Enggak kok Ma….aku masih sayang kok sama mama ”  “Sudah selesai mas yang belakang, sekarang yang bagian depan” perintahnya. Lalu kuputar duduk ku menghadap ke arah Mama dan tetap duduk dilantai diantara kedua paha
 
Stensilan Tjap Tjoean
2000
TJAP-TJOEAN : tjap.tjoean@yahoo.com Page 2
mamaku serta Mamapun langsung saja meneruskan mencabuti uban2 ku. “Mas….., kamu kan sekarang sudah tambah dewasa, apa enggak pingin punya pacaratau pingin meluk atau dipeluk seorang perempuan ? kata mama tiba2. “Atau kamusudah jadi laki2 yang enggak normal barangkali ya, Sayang ?“ lanjut Mama. “Ah, mama ini kok nanyanya yang enggak2 sih “? sambil kucubit paha mama yangmulus dan putih bersih. “Habis nya selama ini kan kamu enggak pernah cerita soal temen wanita kamu, Mas,sahut mama. “Aku ini masih laki2 tulen Mah…. Kalau mama enggak percaya, boleh deh dibuktiin ataudi test ke dokter“ tambahku sambil kuelus elus paha mama. Kata Mama, aku enggakboleh acaran dulu, tambahku. “Naaah….gitu dong mas……pacarannya nanti nanti saja deh Mas, kalau kamu sudahlulus“. “Tapi, kamu kan sudah dewasa, apa enggak kepingin meluk dan mencium lawan jeniskamu “, tanyanya lagi. “Kadang2 sih kepingin juga sih Ma, apalagi banyak teman2 ku yang sudah punyapasangan masing2….tapi….ngapain sih Ma, kok nanya2 gituan ?  “Ya….enggak apa apa sih, mama cuman pingin tahu saja “ sahut mama sambil tetapmencari ubanku.Karena aku duduk menghadap mama dan jaraknya sangat dekat, tanpa kusadari mataku tertuju kebagian dada mama dan karena Mama ku hanya memakai baju tidur putihyang tipis sekali, maka tetek dan puting susu nya secara transparan terlihat dengan jelas. “Mah…….. ngapain sih Mama pake baju tidur ini “? “Lho….. memangnya kenapa mas dengan baju tidur mama ini ? emangnya kamu enggaksuka ya Mas ?” tanya mamaku, tanpa menghentikan kerjanya mencabuti ubanku. “Emangnya Mama enggak malu ? …….. tuh kelihatan ? ” sambil kututul puting tetekmama yang terlihat menonjol keluar dari balik baju tidurnya dengan ujung jariku. “Huuuusss”, teriak mama kaget. “Mama kirain kenapa ? wong enggak ada orang lainsaja kecuali kamu dan bibi dirumah ini. Lagipula mama kan enggak keluar rumah.Memangnya kamu enggak suka ya Mas ? ” sahut mama menghentikan kerjanya danmemandang mataku. “Wah…..ya suka bangeet dong Mah…. Apalagi kalau boleh megang ? ” senyumku. “Huussss….. ” sambil menjundul dahi ku. “wong kamu ini masih kecil saja ” tambahnya. “Mah…. Aku ini sudah mahasiswa lho….. bukan anak TK lagi, masak sih aku masih kecil ?kalo ngeliat sedikitkan enggak apa apa kan mah ?….. boleh kan Mah ? ” rengekku.Mama tidak segera menjawab dan tetap saja meneruskan mencabuti ubanku seolah olahenggak ada apa-apa.Setelah kutunggu sebentar dan mama tidak menjawab atau melarangku, akhirnyakuberanikan untuk menjulurkan tanganku kearah kancing baju tidurnya didekatdadanya. “Sebentar aja lho Mas ngelihatnya ” ujarnya tanpa menghalangi tanganku yang sudahmelepas 3 buah kancing bajunya. “Aduh Mah…..putih betul sih tetek mama” komentarku sambil membuka baju tidurnyasehingga tetek mamaku tersembul keluar. Aku enggak tahu ukurannya, tetapi yang pastitidak terlalu besar sehingga kelihatan tegang menantang serta berwarna merah gelap disekitar puting nya. “Sudah ah Mas, tutup lagi sekarang ” katanya sambil tetap mencabuti ubanku. “Lho…. Kok malah bengong, tutup dong Mas ? ” katanya lagi ketika kata kata mamaenggak aku ikutin dan tetap memandang kedua tetek mama yang kupandang begituindah. “Bentar dong Mah….. aku belum puas nih Mah, melihat tetek mama yang begitu indahini. Boleh ya Mah pegang dikit ?”  “Tuh kan….. Mas ini sudah ngelunjak. Katanya tadi cuman mau ngelihat sebentar, eeehsekarang pingin pegang. ” sahut Mama sambil tetap melanjutkan mencabut ubanku.
 
Stensilan Tjap Tjoean
2000
TJAP-TJOEAN : tjap.tjoean@yahoo.com Page 3
 “Sebentar aja lho ” sahutnya tiba2 ketika melihatku hanya bengong aja mengagumitetek mama.Setelah Mama mengizinkan dan dengan penuh keraguan serta tanpa berani melihatwajah Mama, segera saja kuremas pelan kedua tetek mama dengan kedua telapaktanganku.Aahh….sungguh terasa halus dan kenyal tetek mama, gumanku dalam hati. Lalu keduatetek mama ku elus2 dan ku remas2 dengan kedua tanganku.Karena asyiknya meremasi tetek mama, baru aku sadar kalau tangan mama sudah tidaklagi mencabuti ubanku lagi di kepalaku dan setelah kulirik, ternyata mama telahbersandar di sofa dengan mata tertutup rapat, mungkin sedang menikmati nikmatnyaremasan tangan ku di tetek nya.Melihat mamaku hanya diam saja dan memejamkan matanya, lalu timbul keberaniankudan segera saja kumajukan wajahku mendekati tetek kirinya dan mulai kujilat putingteteknya dengan ujung lidahku.Setelah beberapa kali teteknya kuremas dan tetek satunya kujilati, kudengar desahanmama sangat pelan ssshhh….ssssshhhh….aaaahh…..maaaass….suuuu…daaaahh .Desahan ini walaupun hampir tidak terdengar membuat ku semakin berani dan jilatan diputing teteknya dan kuselingi dengan hisapan halus serta remasan di tetek mamasebelah kanan pun kuselingi dengan elusan elusan lembut.Tiba2 saja terdengar bunyi “kling” di lantai dan itu mungkin cabutan ubanku yang sudahterlepas dari tangan mama, karena bersamaan dengan itu, terasa kedua tangan mamasudah meremas remas rambutku dan kepalaku di tekannya kearah badannya sehinggakepalaku sudah menempel rapat di tetek mama dan nafasku pun sedikit tersengal.Desahan dari mulut mamaku pun semakin keras ssssshhh….. ooooohh… aaaaahhh ……..maaaaaassss….Desahan yang keluar dari mulut mamaku ini menjadikan ku semakin bersemangat dankugeser kepalaku yang sedang dipegangi mama kearah tetek yang satunya dan tangankananku kuremaskan lembut di tetek kiri mama dan tak henti2 nya desahan mamaterdengar semakin kuat dengan nafas cepat.Maaasss…..aaaaahhh….maaaaass……sssshh…..…aaaaahhh…. ooooohh… Maaaaaas….,desah mama dengan keras dan tubuhnya meliuk liuk, seraya mendekap kepalaku sangatkuat sehingga wajahku tenggelam kedalam teteknya.Aaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh……teriaknya dan diakhiri dengan nafasnya yang cepat dan tersengal sengal. “Maaas, mama lemes sekali ”, kata mama dengan suara yang hampir tidak terdengardengan nafasnya yang masih tersengal sengal. “Maass… tooloong bawa mama kekamar”, tambahnya dengan nafasnya yang masih cepat. “Ayoooo Maas….cepat bawa mama ke kamar ” katanya lagi dan tanpa berfikir panjangakhirnya kubopong mama dan kuangkat ke tempat tidurnya dan dengan hati2 kutidurkan terlentang di tempat tidurnya dan mata mama masih tetap merem tapinafasnya yang cepat sudah sedikit mereda.Aku enggak tahu harus berbuat apa, jadi aku hanya tiduran saja disamping mamasambil ku elus elus dahi yang berkeringat dan rambutnya serta pandanganku tidakpernah lepas dari wajah mama karena takut terjadi apa2, tapi sering juga matakutertuju ke tetek mama yang menyembul keluar dari baju tidurnya yang terbuka. Nafasmama makin lama semakin teratur.Tak lama kemudian mata mama mulai terbuka pelan2 dan ketika melihatku adadisampingnya, mama tersenyum manis sambil tangannya dieluskan ke wajahku. “Kenapa Mah……. Aku sampai takut ” kataku sambil kuciumi tangan yang sedangmemegang wajahku. “Mama lemes sekali sayang….. kaki mama gemetaran, tolong kamu pijitin mama ” perintahnya dengan suara yang hampir tidak terdengar.Tanpa membantah, segera saja aku berpindah ke dekat kaki mama dan ketika kedua

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
chezdin liked this
Rianti Raya liked this
Fatah Samsuri liked this
Chermy Olha liked this
Fatah Samsuri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->