Stensilan Tjap Tjoean
2000
TJAP-TJOEAN : tjap.tjoean@yahoo.com Page 2
Transaksi biasanya tidak bisa langsung OK, tapi harus melalui proses. Pada saat itu, GM(panggilan khusus untuk negosiator) memanggil cewek yang dimaksud agar masuk lebihdulu ke dalam mobil. Tujuannya, tidak lain agar konsumen tahu wajah danpanampilannya. "Biasanya di jalan, waktunya sangat sempit, maka ceweknyadiperintahkan masuk dulu. Biar, Bos tahu saja,"kata Teddy.
Jika tidak berkenan, mereka juga tidak kecewa.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Jl Embong Sawo, tidak jauh dari Jl Pemuda, hanyasekitar 50 meter. Di tempat ini, tampak dua ABG duduk di atas sepeda motor, sambilmenghisap rokok. Keduanya, tidak langsung mendatangi mobil. Tapi, germo yangmenghampiri begitu jendela mobil terbuka. Kalimat pertama yang keluar adalah,"Malam. Cari cewek," katanya. "Maaf, tinggal dua ABG, lainya sudah di-booking orang.Tapi, saya jamin tidak rewel. Siap, main dalam bentuk apa pun juga," ujarnya setengahmemaksa.Di kawasan Jl Embong Sawu ini tarifnya memang agak sedikit mahal dibandingkandengan ABG di Jl Tais Nasution. Yang membedakan karena di kawasan itu ABG-nyabenar-benar masih 'bau kencur'. Untuk tiga jam, mereka pasang tarif Rp 200 ribu.Memang, bisa ditawar tapi tetap saja tidak boleh di bawah Rp 150 ribu."Jangan disamakan dengan yang lain. Cewek di sini memiliki ketangguhan dalam halservis," ujar sang germo. Tanpa menyebut, jenis ketangguhan yang dimaksud.Di Jl Simpang Dukuh memang lebih ramai dibandingkan tempat mangkal lainnya karenaterdapat diskotek. Selain itu, tidak ada penerangan jalan yang menyebabkan anak-anakbaru gede itu tidak malu-malu menawarkan diri kepada 'konsumen' yang kebetulanlewat di tempat tersebut. Di kawasan ini, mereka agak jual mahal. Tidak sembaranganmau diajak."Cewek di sini memang jual mahal, Mas. Kalau, orangnya itu tidak bermata sipit, jarangyang mau. Tapi, kalau punya mata sipit dan bermobil, langsung tancap," kata seorangpedagang yang biasa menjadi tempat mangkal ABG.Seperti kawasan lainya, peran germo sangat dominan. Ini tidak lain, karena sikap malu-malu yang ditunjukkan para ABG tersebut. Ketika, Media melewati kawasan itu,sejumlah ABG hanya bergerombol, sepertinya mereka tidak terlalu peduli terhadap'tamu' yang datang."Silakan pilih sendiri. Ini namanya Hana dan ini namanya Yeni. Dua-duanya ABG tulen,"kata germo bernama Sandy. Untuk meyakinkan konsumen, mereka tidak malu-malumenyebut bahwa keduanya bisa diajak 'karaoke' istilah oral seks di kalangan ABG.Tarifnya tidak jauh beda dengan ABG yang mangkal di kawasan lainya, yakni Rp 150ribu. Bahkan, kalau pandai menawar bisa turun hanya Rp Rp 125 ribu untuk tiga jampemakaian. Kalau mau nambah bisa dikalikan sendiri.Tapi di kawasan ini harus ekstrahati-hati, germo sering main paksa. Kendati hanyasekadar minta uang rokok, tapi biasanya memanfaatkan ABG dengan menyebutkanbahwa 'anak asuhnya' itu punya utang.Seperti yang dialami Media, seorang germo mengatakan kepada salah satu ABG, "Han,kamu kan punya utang sama saya Rp 15 ribu, bagaimana kalau Bos ini yang bayar,tidak apa-apa kan," kata Sandy. Ketika disodorkan uang Rp 20 ribu, germo itumengatakan, "Terima kasih Bos, silakan nikmati malam minggunya.".