Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peta Daun Muda

Peta Daun Muda

Ratings: (0)|Views: 2,008 |Likes:
Published by Tjap Tjoean

More info:

Published by: Tjap Tjoean on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/06/2013

pdf

text

original

 
Stensilan Tjap Tjoean
2000
TJAP-TJOEAN : tjap.tjoean@yahoo.com Page 1
Menelusuri Pelacuran ABG diSejumlah Kota.
GINCUNYA tidak terlalu tebal. Ia sepertinya baru belajar memakai pemerah bibir. Iaberusaha tersenyum sambil memainkan telunjuk kanannya yang ditempel di pipinya,ketika lampu mobil menyorot ke arahnya. Gadis 'bau kencur' itu mundur beberapalangkah begitu mobil berhenti di dekatnya. Dan posisinya diganti seorang pria.Siapa pria itu. Jangan terlalu cemas, itu adalah 'negosiator'. Di kawasan yang terkenaldengan sebutan 'segi tiga emas' Surabaya, yaitu Jl Pemuda, Jl Tais Nasution, dan JlSimpang Dukuh setiap malam pemandangan seperti itu merupakan hal biasa. Dikawasan itu, setiap hari mulai pukul 18.00 para ABG (anak baru gede) mulai pasangaksi.Untuk bisa 'menggaet' ABG di Surabaya memang gampang-gampang susah. Untuk yangmemakai mobil pribadi, tidak sulit. Dengan, sekali tekan klakson, mereka akanmendekat dan menawarkan diri. Masalah tarif bisa dibicarakan sambil berjalan, kalautidak cocok, bisa dikembalikan ke tempat di mana mereka mangkal. Atau melakukantawar-menawar melalui 'negosiator' alias germo.Tapi, bagi mereka yang tidak memiliki mobil pribadi, dengan taksi saja sudah bisaasalkan jangan berdua. Harus sendiri. Apalagi, memakai sepeda motor, mereka akanmenolak secara tegas. Itu yang dialami Media ketika mendekati mereka sambilmengendarai sepeda motor.Seorang penjual minuman yang mangkal di Jl Pemuda, langsung memperingatkan."Kalau mau booking ABG, jangan sekali-kali ada dua pria dalam taksi itu, atau sepedamotor, mereka tidak mau, malah lari," katanya.Pernah ada ABG yang dibawa oleh dua orang, ternyata di tengah jalan seluruhperhiasannya dipreteli, termasuk uangnya. Sejak, kejadian itu mereka sangat hati-hati.Media kemudian, seorang diri mencarter taksi sambil menelusuri kawasan 'segi tigaemas' itu. Saat di Jl Tais Nasution, taksi melaju pela-pelan. Para ABG yang berjejermulai tampak senyum-senyum, sambil memainkan tulunjuknya yang ditempel di pipi.Begitu melihat di dalam taksi hanya satu orang dan mobil berhenti, mereka kemudianmelangkah mundur. Dan tampil seorang pria yang berpakaian sangat rapi.Pria itu membungkuk ke jendela mobil, "Malam Bos, cari cewek. Tinggal pilih," katagermo itu sambil menyebutkan nama-nama ABG yang ada dalam 'genggamannya'.Ia menunjuk, "Yang pakai kaus putih, umurnya baru 16 tahun, sedangkan yang kaushitam umurnya 19 tahun. Tinggal pilih, mana yang suka," ujar pemuda yang mengakubernama Teddy."Berapa tarifnya,"tanya Media. "Di kawasan sini sudah biasa, antara Rp 150 ribu sampaiRp 200 ribu. Untuk short time, selama tiga jam. Selebihnya, silahkan bos yang transaksidengan ceweknya. Yang, jelas kita pasang tarif itu," katanya.Apa boleh ditawar. Tentu saja, bisa, tarif yang dipatok tidak mutlak, tapi bisa ditawar.Asalkan, jangan sampai Rp 100 ribu, pasti tidak akan digubris.
 
Stensilan Tjap Tjoean
2000
TJAP-TJOEAN : tjap.tjoean@yahoo.com Page 2
Transaksi biasanya tidak bisa langsung OK, tapi harus melalui proses. Pada saat itu, GM(panggilan khusus untuk negosiator) memanggil cewek yang dimaksud agar masuk lebihdulu ke dalam mobil. Tujuannya, tidak lain agar konsumen tahu wajah danpanampilannya. "Biasanya di jalan, waktunya sangat sempit, maka ceweknyadiperintahkan masuk dulu. Biar, Bos tahu saja,"kata Teddy.
 Jika tidak berkenan, mereka juga tidak kecewa.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Jl Embong Sawo, tidak jauh dari Jl Pemuda, hanyasekitar 50 meter. Di tempat ini, tampak dua ABG duduk di atas sepeda motor, sambilmenghisap rokok. Keduanya, tidak langsung mendatangi mobil. Tapi, germo yangmenghampiri begitu jendela mobil terbuka. Kalimat pertama yang keluar adalah,"Malam. Cari cewek," katanya. "Maaf, tinggal dua ABG, lainya sudah di-booking orang.Tapi, saya jamin tidak rewel. Siap, main dalam bentuk apa pun juga," ujarnya setengahmemaksa.Di kawasan Jl Embong Sawu ini tarifnya memang agak sedikit mahal dibandingkandengan ABG di Jl Tais Nasution. Yang membedakan karena di kawasan itu ABG-nyabenar-benar masih 'bau kencur'. Untuk tiga jam, mereka pasang tarif Rp 200 ribu.Memang, bisa ditawar tapi tetap saja tidak boleh di bawah Rp 150 ribu."Jangan disamakan dengan yang lain. Cewek di sini memiliki ketangguhan dalam halservis," ujar sang germo. Tanpa menyebut, jenis ketangguhan yang dimaksud.Di Jl Simpang Dukuh memang lebih ramai dibandingkan tempat mangkal lainnya karenaterdapat diskotek. Selain itu, tidak ada penerangan jalan yang menyebabkan anak-anakbaru gede itu tidak malu-malu menawarkan diri kepada 'konsumen' yang kebetulanlewat di tempat tersebut. Di kawasan ini, mereka agak jual mahal. Tidak sembaranganmau diajak."Cewek di sini memang jual mahal, Mas. Kalau, orangnya itu tidak bermata sipit, jarangyang mau. Tapi, kalau punya mata sipit dan bermobil, langsung tancap," kata seorangpedagang yang biasa menjadi tempat mangkal ABG.Seperti kawasan lainya, peran germo sangat dominan. Ini tidak lain, karena sikap malu-malu yang ditunjukkan para ABG tersebut. Ketika, Media melewati kawasan itu,sejumlah ABG hanya bergerombol, sepertinya mereka tidak terlalu peduli terhadap'tamu' yang datang."Silakan pilih sendiri. Ini namanya Hana dan ini namanya Yeni. Dua-duanya ABG tulen,"kata germo bernama Sandy. Untuk meyakinkan konsumen, mereka tidak malu-malumenyebut bahwa keduanya bisa diajak 'karaoke' istilah oral seks di kalangan ABG.Tarifnya tidak jauh beda dengan ABG yang mangkal di kawasan lainya, yakni Rp 150ribu. Bahkan, kalau pandai menawar bisa turun hanya Rp Rp 125 ribu untuk tiga jampemakaian. Kalau mau nambah bisa dikalikan sendiri.Tapi di kawasan ini harus ekstrahati-hati, germo sering main paksa. Kendati hanyasekadar minta uang rokok, tapi biasanya memanfaatkan ABG dengan menyebutkanbahwa 'anak asuhnya' itu punya utang.Seperti yang dialami Media, seorang germo mengatakan kepada salah satu ABG, "Han,kamu kan punya utang sama saya Rp 15 ribu, bagaimana kalau Bos ini yang bayar,tidak apa-apa kan," kata Sandy. Ketika disodorkan uang Rp 20 ribu, germo itumengatakan, "Terima kasih Bos, silakan nikmati malam minggunya.".
 
Stensilan Tjap Tjoean
2000
TJAP-TJOEAN : tjap.tjoean@yahoo.com Page 3
Germo di Jl Tais Nasution, paling sedikit memiliki lima 'anak asuh', dan paling banyak 20orang. Mereka selalu membawa foto 'anak asuh' dalam berbagai pose.Mereka sebagian besar dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Jika ditanya, mereka tidaksungkan-sungkan menyebut nama SLTA tempat mereka sekolah atau menyebutkannama perguruan tingginya bagi yang mahasiswi.
'Kalau Saya Suka, Gratis pun Jadi' 
"KALAU saya suka, gratis pun jadi," kata Hana. Gadis manis yang tahun lalu lulussebuah SLTP di Probolinggo itu akan sangat senang bila bertemu dengan pria ganteng.Ukuran ganteng bagi Hana tidak ada standar khusus, misalnya tinggi besar, atletis,berkumis atau lain sebagainya, "Pokoknya ganteng dan saya suka. Oke," ujarnya sambiltersenyum."Tapi biarpun uangnya satu karung, kalau saya tidak suka, ya saya enggak mau,"katanya.Sudah berkali-kali ia tidak mau menerima bayaran dari pria ganteng yang disukai. Yangpaling melekat di hatinya, adalah seorang pria ganteng dari Indonesia timur.Ia terjun ke dunia 'hitam' bukan hanya karena persoalan ekonomi. Tapi lebih padakebebasan dan kepuasan bergaul dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Diapercaya betul bahwa bergaul dengan banyak orang, akan memperoleh segala-galanya."Kesenangan itu adalah segala-galanya," katanya.Dan yang paling penting, "Saya bisa senang-senang," katanya. Hana mengaku kenaldengan banyak wartawan. Bahkan yang menjadi germonya di Jl Tais Nasution itu adalahseorang wartawan. Ia tidak bersedia menyebutkan nama media tempat germonyabekerja.Hana tidak bersedia diajak pergi terlalu jauh dari pangkalannya, "Saya lebih senangdiajak ke Pinang Inn," ujarnya. Ia menyebut nama sebuah hotel tempat biasa mengajakteman kencannya chek in. Ia tidak mau terlalu jauh, karena sudah harus di rumahnyakembali paling telat pulul 23.00.Di Surabaya cukup banyak hotel yang sudah dikenal oleh ABG, antara lain Hotel PinangInn (Jl Dinoyo), Hotel Puspa Asri (Jl Kenjeran), Hotel Malibu (Jl Ngagel), Hotel PondokHijau (di kawasan Bukit Darmo Golf Surabaya).Para sopir taksi juga sudah hafal betul nama-nama hotel tersebut. Sekali sebut saja,pasti tidak akan salah alamat. Biasanya, tarif hotel untuk enam jam pertama yakni Rp60 ribu sampai Rp 70 ribu, dengan fasilitas sebuah televisi, kulkas, dan air hangat.ABG jalanan ternyata bersaing dengan ABG yang sudah tersedia di hotel-hotel. Sepertidi Pinang Inn, misalnya, begitu mobil masuk ke lapangan parkir, seorang petugaslangsung berkata, "Lain kali kalau ke sini, tidak perlu bawa pasangan, di sini banyak." Iamenawarkan beberapa SPG (sales promotion girl) yang biasa bekerja di pertokoan elite.Ia juga bercerita soal tanda-tanda kamar hotel sedang kosong atau penuh. Jika, tampaktertutup, berarti kamar sedang terpakai, jika terbuka berarti kosong.

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
darmawanpn liked this
Bedz Owie liked this
peppywre liked this
Upa Labuhari liked this
Dr supriyanto liked this
Bimbo Bimbi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->