P. 1
Skripsi Peran Ayah

Skripsi Peran Ayah

Ratings: (0)|Views: 3,093 |Likes:
Published by Ismail Andi Baso

More info:

Published by: Ismail Andi Baso on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Remaja adalah masa peralihan antara kanak-kanak menujudewasa. Remaja mempunyai keinginan yang kuat untuk mengetahuidan memahami perubahan-perubahan yang terjadi pada remajatermasuk masalah masalah kesehatan reproduksi. Akan tetapi sampaisaat ini pemberian informasi terhadap remaja tentang kesehatanreproduksi dari orang tua masih rendah. (Jurnal KesehatanMasyarakat Nasional,2007)Dibanyak negara, anak perempuan dan laki-laki yang belummenikah sudah aktif secara seksual sebelum mencapai umur 15 tahun.Survei terakhir terhadap anak laki-laki yang berusia 15-19 tahun diBrazil, Hungaria, Kenya, menemukan bahwa lebih dari seperempatdilaporkan telah melakukan hubungan seksual sebelum usia merekamencapai 15 tahun. ( UNICEF & WHO, 2002)Hasil riset Synovate tahun 2004 yang dilakukan di empat kotayakni Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Dari 450 responden,44% mengaku berhubungan seks pertama kali pada usia 16-18 tahun.Bahkan ada 16 responden yang mengenal seks sejak usia 13-15tahun. Sebanyak 40% responden melakukan hubungan seks di rumah.Sedangkan 26% melakukannya di tempat kos, dan 20 % lainnya dihotel. (PKBI, 2008)1
 
Berdasarkan survei terhadap 8084 remaja laki-laki dan remajaputri usia 15-24 tahun di 20 kabupaten pada empat propinsi (JawaBarat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung) menemukan 46,2%remaja masih menganggap bahwa perempuan tidak akan hamil hanyadengan sekali melakukan hubungan seks. Kesalahan persepsi inisebagian besar diyakini oleh remaja laki-laki (49,7%) dibandingkanpada remaja putri (42,3%). Dari survei yang sama juga didapatkanbahwa hanya 19,2% remaja yang menyadari peningkatan risiko untuktertular PMS bila memiliki pasangan seksual lebih dari satu. 51%mengira bahwa mereka akan berisiko tertular HIV hanya bilaberhubungan seks dengan pekerja seks komersial.(www.kesrepro.com, 2007)Usaha-usaha untuk memasyarakatkan kesehatan reproduksimelalui keluarga telah dilakukan oleh pemerintah melalui beberapaprogram antara lain Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) telah membentuk kelompok-kelompok Bina keluarga Remaja(BKR) yang sasarannya adalah keluarga yang memiliki anak remaja.Namun demikian dari program pemerintah yang telah dilaksanakan,masih banyak kendala yang ditemui di lapangan diantaranyakomunikasi antara orang tua dan remaja masih lemah. Kondisitersebut didukung dengan beberapa penemuan dari berbagai studi.Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia yangdilakukan pada tahun 2002 – 2003, menemukan bahwa remaja wanitayang melakukan diskusi tentang kesehatan reproduksi dengan orang2
 
tuanya sebesar 49 %, sedangkan pada remaja pria hanya sebesar 13%. Sejauh ini relatif sedikit remaja yang menerima informasi mengenaikesehatan reproduksi dari orang tua atau keluarga. Informasi yangtersering diterima remaja dari orang tua nya tentang haid (42,2%),senggama (15,5%), PMS (16,9%).Remaja laki-laki lebih senang membahas masalah seksualitasdengan teman (24,4%), dari pada dengan ayah (15%) atau ibunya(20,6%). Sedangkan pada remaja perempuan lebih suka membahaspermasalah seksualitas dengan pasangannya (46%) dari pada denganayah (2,2%) atau ibunya (38,2%). Remaja usia 10-24 tahun yangpernah membicarakan masalah kesehatan reproduksi remaja denganibunya sekitar (46%), sedangkan yang membicarakan dengan ayahnya(17%).Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ekasari dikecamatan Soreang dan Banjaran Kabupaten Bandung tahun 2007,dengan subjek penelitian adalah ayah yang mempunyai anak remajaberusia 10-19 tahun menunjukkan hasil bahwa remaja putri yangberdiskusi tentang kesehatan reproduksi dengan orang tuanya sebesar 49 % sedangkan remaja putri hanya sebesar 13 %. Selain itupenelitian ini menemukan bahwa 51 % responden memperlihatkanpola komunikasi dan pemberian informasi yang kurang.Penelitian ini menunjukkan variabel ketersediaan waktu ayahpada hari kerja terlihat berhubungan secara bermakna dengan polakomunikasi dan pemberian informasi kesehatan reproduksi antara3

Activity (38)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
ellyastutyejej liked this
Bunda Faher added this note
Asslm. ini referensinya buku apa aja?
Rosi Erna liked this
Resna Hadijah liked this
adambitor1713 liked this
Nurani Burhan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->