Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
146Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rangkuman Materi Dinamika Rotasi

Rangkuman Materi Dinamika Rotasi

Ratings: (0)|Views: 26,669 |Likes:
Published by Mariano Nathanael

More info:

Published by: Mariano Nathanael on May 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

 
LKS Fisika kelas XI IPA1By Mariano N. http://gurufisikamuda.blogspot.com 
DINAMIKA ROTASI
Kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik :
STANDAR KOMPETENSI
2.
Menerapkan
konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah
KOMPETENSI DASAR
2.1
Memformulasikan
 hubungan antara konsep torsi, momentum sudut, dan momen inersia, berdasarkan hukum IINewton serta penerapannya dalam masalah benda tegar
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
2.1.1
 
Menyelidiki
pengaruh torsi pada sebuah benda dalam kait annya dengan gerak rotasi benda tersebut2.1.2
 
Menemukan
titik
 
tangkap dan gaya tangkap dari berbagai gaya yang bekerja pada sebuah benda
 
2.1.3
 
Mendefinisikan
konsep Momen Inersia, Hukum Kekekalan Momentum dan Energi Kinetik Rotasi untuk berbagai jenis benda tegar yang beraturan2.1.4
 
Menganalisis
konsep Momen Inersia, Hukum Kekekalam Momentum dan Energi Kinetik Rotasi dalam berbagaipermasalahan benda tegar2.1.5
 
Memformulasikan
konsep dinamika rotasi dalam penerapannya pada berbagai permasalahan gerakan benda tegar2.1.6
 
Membuktikan
bahwa hasil analisis gerakan benda tegar dengan analisis energi dan analisis Hukum Newton IIadalah sama
STANDAR KOMPETETENSI LULUSANMenjelaskan
 gejala alam dan keberaturannyadalam cakupan mekanika benda titik,benda tegar, kekekalan energi, elastisitas, impuls, dan momentum
MATERI PEMBELAJARAN
1.
 
A
nalogi besaran translasi dan besaran rotasi2.
 
Momen Gaya / Torsi3.
 
Titik Tangkap Gaya4.
 
Momen Inersia5.
 
Momentum Sudut6.
 
Energi Kinetik Rotasi7.
 
A
nalisis Dinamika Rotasi
I.
 
ANALOGI BESARAN TRANSLASI DAN ROTASI
U
ntuk besaran-besaran fisika pada gerak rotasi, kita dapat menganalogikannya dengan besaran-besaran fisika padagerak translasi (gerak lurus) sbb. :
NoBESARAN-BESARAN PADA GERAK TRANSLASI BESARAN-BESARAN PADA GERAK ROTASIBesaran Lambang & Rumus Satuan Besaran Lambang & Rumus Satuan
1 Jarak tempuh s Meter (m) Jarak tempuh sudut
q
= s/R Radian2 Kecepatan V = s/t m/s Kecepatan sudut
w
= v/R Rad/s3 Percepatan a =
D
v/t m/s
2
Percepatan sudut
a
= a/R Rad/s
2
 4 Massa m Kg Momen inersia I = k.m.R
2
Kg m
2
 5 Gaya F = m.a N (kg.m/s
2
) Momen gaya/torsi
t
= I.
a
= F.R
 N.m6 Momentum p = m.v Kg.m/s Momentum sudut L = I.
w
= p.R Kg.m
2
/s7 Energi Kinetik EK = ½ m.v
2
 Joule(N.m=kg.m
2
/s
2
)Energi Kinetik Rotasi EK
ROT 
= ½ I.
w
2
Joule
 
LKS Fisika kelas XI IPA2By Mariano N. http://gurufisikamuda.blogspot.com 
II.
 
TORSI
A
pakah torsi itu ? Torsi berasal dari bahasa latin : torquere yang artinya: memutar. Jadi boleh dikatakan bahwa torsiadalah besarnya ¶gaya· yang membuat benda bergerak melingkar atau berputar. Pada gerak translasi (perpindahan), yang membuat benda bergerak disebut gaya, analog dengan itu, sesuatu yang membuat benda bergerak melingkardisebut torsi. Perlu diperhatikan, bahwa gerakan melingkar benda tidak harus berputar penuh 360
0
, tetapi bendabergerak relatif terhadap suatu poros tertentu.Dalam fisika, Momen Gaya atau Torsi didefinisikan sebagai hasil perkalian antara gaya yang diberikan kepada bendadan jarak gaya tersebut terhadap poros perputaran benda itu. Jarak gaya ke poros perputaran disebut sebagai lengantorsi.
A
tau :
 = F.d
Dimana F adalah gaya (N), d adalah lengan torsi (m) dan  (baca : tau) adalah momen gaya atau torsi (N.m). Yang perludiperhatikan adalah hubungan F dan d haruslah tegak lurus, atau :
= F d
A
rtinya lengan momen d haruslah jarak tegak lurus dari poros perputaran ke garis gaya yang diberikan.
U
ntuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini :Jika kita memperhatikan pada gambar di atas, segitiga siku-siku yang terbentuk oleh garis khayal yang kitaditambahkan sendiri (garis putus-putus pada gambar) akan memberikan besar lengan momen d yang diperlukan untukmencari besar torsi , dengan menggunakan rumus trigonometri, maka akan diperoleh :
d =
sin 
Sehingga torsi yang diberikan kepada baut adalah :
 = F
 
sin 
C
atatan : Mohon diperhatikan perbedaan pemakaian notasi
 
(jarak titik tangkap gaya ke sumbu rotasi) dengan notasi d(lengan momen),
III.
 
TITIK TANGKAP GAYA
Jika pada sebuah benda bekerja lebih dari satu gaya, maka berbagai gaya tersebut dapat digantikan dengan satu gayasaja dimana efek benda tetap sama. Letak gaya ini disebut titik tangkap gaya dan gaya penggantinya disebut gayaresultan.Letak titik tangkap gaya dicari dengan :
 
=
1
+ 
2
+ 
3
= 0
 
 
=
F
1
.x
1
+ F
2
.x
2
+ F
3
.x
3
= 0
 
Benang
 
Kunci InggrisFBaut
d = lengan momen = jarak titik tangkap gaya ke poros
d = lengan momen
BautBenangKunci InggrisF
 = jarak titik tangkap gaya ke poros
 
BenangKunci InggrisFBaut
d = lengan momen = jarak titik tangkap gaya ke poros
 
INGAT :
Putaran searah jarum jam
 
 
POSITIF
 Putaran berlawanan arah jarum jam
 
 
NEGATIF
 
F1F2F3F
R
 
 
LKS Fisika kelas XI IPA3By Mariano N. http://gurufisikamuda.blogspot.com 
B
esar gaya resultan dicari dengan :
 
 Dan arahnya diperoleh dari :
 
 
A
da kasus khusus yang tidak dapat dicari dengan perumusan titik tangkap gaya di atas, yaitu kasus KOPEL, yaitu duagaya yang sama besar dan saling berlawanan arah yang bekerja pada dua titik pada benda (hanya ada dua gaya saja,tidak ada gaya ketiga). Kopel tidak menghasilkan gerak translasi, tetapi murni gerak rotasi saja.
B
esarnya torsi untuk kopel disebut Momen Kopel (M), yang dirumuskan sebagai :
M = F.d
Sifat ² sifat Momen Kopel :1. Sebuah kopel dapat di pindah ² pindahkan baik pada bidang asalnya ataupun pada bidang lain yang sejajar denganbidang asalnya dengan besar dan arah putaran yang tetap.2. Resultan sebuah kopel M dengan sebuah gaya F yang sebidang merupakan sebuah gaya yang besar dan arahnya samadan gaya F semula tetapi garis kerjanya akan bergeser sejauh
 
IV.
 
MOMEN INERSIA
Momen Inersia didefinisikan sebagai besarnya ukuran kesukaran untuk membuat suatu benda bergerak melingkar.Momen inersia dapat dimiliki oleh partikel titik maupun benda tegar (partikel kontinyu) dengan perumusan sbb. :
U
ntuk Partikel titik
 
I =
S
(
m.r
2
)
U
ntuk
B
enda Tegar
 
I = k.m.r
2
 
U
ntuk benda tegar, maka nilai k bergantung pada 2 hal, yaitu bentuk benda dan letak sumbu rotasi. Dalam konteksSM
A
hanya akan memakai 8 bentuk benda tegar teratur yang khusus saja, yaitu :
Silider pejal,poros melalui pusatSil
 
ider pejal,poros melalui diametercincin,poros melalui diameterCincin,poros melalui pusatBola Pejal,poros melalui pusatBola kosong,poros melalui pusatTongkat,poros melalui tengahTongkat,poros melalui ujung
FFd

Activity (146)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
mdrc liked this
Ichi Chan added this note
cara downloadnya bagaimmana ya pak?
martharianna liked this
martharianna liked this
Atiun Nisak liked this
Arfi Mulya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->