Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
94Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 1-5

Bab 1-5

Ratings:

4.0

(2)
|Views: 5,341 |Likes:
Published by Ismail Andi Baso

More info:

Published by: Ismail Andi Baso on May 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2014

pdf

text

original

 
1
 
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang denganberbagai jenis masalah. Masalah utama yang dihadapi diIndonesiaadalah di bidang kependudukan yang masih tingginya pertumbuhanpenduduk berkisar antara 2.15% pertahun hingga 2,49% pertahun.Semakin tinggi pertumbuhan penduduk semakin besar usaha yangdilakukan untuk mempertahankan kesejahteraan rakyat. Olehkarena itu Pemerintah terus berupaya untuk menekan lajupertumbuhan dengan Program Keluarga Berencana (KB) yangtelah dirintis sejak tahun 1951 dan terus berkembang, sehinggapada tahun 1970 terbentuk Badan Koordinasi Keluarga BerencanaNasional (BKKBN).Program ini salah satu tujuannya adalah penjarangankehamilan mengunakan metode kontrasepsi dan menciptakankesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat melaluiusaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk.Hasil survey demografi kesehatan Indonesia (SDKI) tahun2007 menunjukkan program keluarga berencana (KB) mengalamistagnasi, dengan angka kelahiran rata-rata tetap 2,6 - setara tahun2003. Kesertaan ber-KB seperti tergambar pada pemakaian alatkontrasepsi, juga menunjukan peningkatan yang sedikit sekali
 
2
 
sekitar 1 persen selama 5 tahun terakhir dan pencapaian tersebutbelum merata.Pencapaian peserta KB baru semua metode kontrasepsi diKalimantan Timur sebanyak 74.675 akseptor atau 100.17% dariprakiraan permintaan masyarakat (PPM) 74.550 peserta. Denganuraian 2.939 peserta Intra Uterine Devices (IUD), 632 pesertaMedis Operatif Wanita (MOW), 2.584 peserta kondom, 3.113peserta Implant, 39.555 peserta Suntik dan 25.801 peserta Pil.Pencapaian tertinggi pada metode suntik terdapat di kotaSamarinda dengan jumlah 10.907 peserta.Bila dilihat dari cara pemakaian alat kontrasepsi dapatdikatakan bahwa 51,21% akseptor KB memilih Suntikan sebagaialat kontrasepsi, 40,02% memilih Pil, 4,93% memilih Implant 2,72%memilih IUD dan lainnya 1,11%. Pada umumnya masyarakat lebihmemilih metode non MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang)seperti suntik dan pil karena praktis, ekonomis, nyaman dan mudahdigunakan. Walaupun efek sampingnya berupa gangguan pola haiddan kenaikan berat badan yang paling sering di alami.Dari hasil SDKI (2007) diketahui banyak alasan yangdikemukakan oleh wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi KBMKJP (metode kontrasepsi jangka panjang) seperti Intra UterineDevices (IUD), Implant, Medis Operatif Pria (MOP) dan MedisOperatif Wanita (MOW) adalah karena alasan fertilitas. Selainalasan fertilitas. Alasan lain yang banyak disebut adalah berkaitan
 
3
 
dengan alat/cara KB yaitu : masalah kesehatan, takut efeksamping, alasan karena pasangannya menolak dan alasan yangberkaitan dengan kondisi sosial ekonomi yaitu biaya terlalu mahal(BKKBN, 2008).Partisipasi masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa pesertaKeluarga Berencana (KB) aktif yang memilih alat kontrasepsi suntiktetap menduduki peringkat tertinggi meskipun sering menimbulkangangguan haid (amenorea), menoragia dan muncul bercak(spotting), peningkatan berat badan, sakit kepala, dan nyeripayudara. Selain itu juga terlambat kembalinya kesuburan. Masasubur seorang wanita memiliki peran penting bagi terjadinyakehamilan sehingga peluang wanita melahirkan menjadi cukuptinggi. Usia subur seorang wanita biasanya antara 15 ± 49 tahun.Oleh karena itu untuk mengatur jumlah kelahiran ataumenjarangkan kelahiran lebih di prioritaskan untuk menggunakanalat / cara KB (Dinkes, 2008).Penelitian yang dilakukan oleh Meliati (2005) dengan judulhubungan pengetahuan aseptor KB tentang kontrasepsi rasionaldalam pemilihan metode kontrasepsi rasional dalam pemilihanmetode kontrasepsi di desa Bangun Cipto Yogyakartamenunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan tentangkontrasepsi dengan pemilihan metode kontrasepsi yang signifikan.Semakin tinggi nilai pengetahuan maka semakin cepatkeputusan ibu dalam menggunakan kontrasepsi suntik.

Activity (94)

You've already reviewed this. Edit your review.
gmna cra download'y ??
Vidianis Fhianz added this note
pengen ngedownload ny gmn.....
1 thousand reads
1 hundred reads
Dewi Pradnyani liked this
elnisssiayu liked this
Zakia Ulfah liked this
Niat Usaha Doa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->