Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah LK II HMI

makalah LK II HMI

Ratings: (0)|Views: 1,469 |Likes:
Published by megathink26

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: megathink26 on May 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

 
 
Kehidupan Berbangsa dalam hegemoni neoliberalisme
BAB I PENDAHLUANA.LATAR BELAKANG
Dinamika berbangsa dan bernegara di Indonesia selama satu dekade terakhir tampak mengalami banyak perubahan yang mendasar. Yang paling kasat mata adalah adanya peningkatan kebebasan berpendapat dan berpartisipasi dalam hampir semua aspek pentingdari pengelolaan negara. Sebagian orang menyebutnya sebagai fenomena penguatan prosesdemokrasi. Proses ini pula yang antara lain diyakini bisa membawa perbaikan padakehidupan ekonomi rakyat kebanyakan yang amat terpuruk akibat krisis. Namun sayangnyahal ini belum sepenuhnya terjadi, nyatanya perbaikan ekonomi tak kunjung terwujud sepertiyang diharapkan. Misalnya kemiskinan di Indonesia yang tak kunjung juga ‘reda’, mengutip pernyataan Mansuour Fakih dalam buku terakhirnya “Bebas dari NeoliberalismeKemiskinan terjadi bukan semata-mata karena kebodohan, kemalasan, atau karena lemahnyasumberdaya manusia. Kita, menurut Mansour, “dimiskinkan” oleh sebuah kebijakansistematik. Kebijakan yang membuat kita miskin itu adalah “Neoliberalisme”. Neoliberalisme telah menjadi sebuah paham kolonialisme dan imperialisme modern yangsemakin menancapkan kekuasaannya terhadap Negara-negara di dunia termasuk Indonesia.Hegemoni neoliberalisme terhadap Negara-negara berkembang ini telah menyingkirkansemua semua paham-paham ‘kecil’ yang lebih berpihak terhadap kesejahteraan golongankecil menengah. Sebagaimana diketahui, dalam paham ekonomi pasar liberal, pasar diyakinimemiliki kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri. Karena pasar dapat mengurus dirinyasendiri, maka campur tangan negara dalam mengurus perekonomian tidak diperlukan samasekali akibatnya para pengusaha atau golongan kelas atas akan mempunyai kendalai penuhterhadap perekonomian bangsa.Mengenai hegemoni neoliberalisme ini perlu adanya sebuah kajian bersama untumerumuskan apa sih ‘musuh’ kita sebenarnya ? untuk itu penulis akan memberikan sedikit
1
 
 
Kehidupan Berbangsa dalam hegemoni neoliberalisme
gambaran akan hal ini melalui maklaah yang penuis beri judul
“Kehidupan Berbangsadalam Hegemoni Neo Liberalisme”.B.TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini untuk memenuhi persyaratan mengikuti Latihan Kader II (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selain itu tujuan penulisan makalah ini adalahsebagai berikut :1)Sebagai bahan kajian bersama untul mengenal lebih jauh tentang neoliberalisme danhegemoni yang dilakukannya2)Memberikan sedikit gambaran bagaimana kehidupan berbangsa masyarakat Indonesiadalam hegemoni neoliberalisme.3)Salah satu sumbangan Konsep pemikiran terhadap kemajuan perkembangankehidupan berbangsa dalam menghadapi hegemoni neoliberalisme4)Analisis dan kritik terhadap kebijakan neoliberalisme
2
 
 
Kehidupan Berbangsa dalam hegemoni neoliberalisme
BAB IILANDASAN TEORI1.Teori Kritis dalam Hubungan Internasional
 Nilai teori kritis pertama kali muncul pada abad pencerahan melalui tulisan Kant dan Hegel.Kant dan Hegel mengeluarkan tulisan yang memuat tinjauan kritis seputar refleksi perkembangan sosial dan masyarakat saat itu. Masyarakat Eropa pada abad pencerahanmerupakan hasil dari pergolakan melawan batasan-batasan gereja terhadap perkembangan ilmu(alam) saat itu yang dinilai menyalahi doktrin gereja. Selain itu, masyarakat Eropa berada dalamsuatu kekacauan sosial dan politik karena distribusi power yang tidak simetris. Sehingga Kant beranggapan persoalan power tersebut akan teratasi apabila terdapat hukum (internasional) yangmengatur (Devetak, 2004: 146).Adapun karakteristik nilai-nilai teori kritis meliputi penjelasan yang bersifat “emancipatory“ ataumenawarkan kebebasan berpikir dalam menafsirkan suatu peristiwa. Sebagaimana dijelaskansebelumnya, bahwa teori kritis bertujuan untuk membuka segala kemungkinan penafsiran yangterbebas dari segala prasyarat-prasayarat utama yang terdapat dalam teori mainstream.Karakteristik ini berasal dari kebebasan berpikir oleh Kant dan Hegel. Kebebasan tersebutmembuka peluang bahwa suatu teori hadir untuk kemudian dikritisi supaya perkembangannya bersifat berkelanjutan sebagaimana dialektika Hegel. Dialektika Hegel mengungkapkan bahwasuatu ide akan terus menerus berkembang tanpa henti. Yang menjadi ciri pertama, teori kritis ini banyak ditemukan dalam ranah ekonomi politik internasional pada era terjadinya GreatDepression sebagai suatu simbol kegagalan kapitalisme dan liberalisasi ekonomi yangmendatangkan keterpurukan sistem ekonomi dan politik internasional. Saat itu banyak negara berlomba-lomba mencari pengganti tatanan ekonomi liberal sehingga beberapa negara kemudianmenemukan alternatif yakni Marxisme sebagai suatu jawaban permasalahan ekonomi liberalyang cenderung menciptakan dua kelas yakni pemilik modal dan proletar. Negara-negara coremenjadi semakin kaya dengan terus menerus mengeruk keuntungan negara-negara pinggiran
3

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dewi Risnawati liked this
Ummi Maisarah liked this
Muhammad Agus liked this
Andrie A Hamali liked this
EgHa Adja liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->