Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Orang Tua, Remaja, dan Situs Jejaring Sosial

Orang Tua, Remaja, dan Situs Jejaring Sosial

Ratings: (0)|Views: 488 |Likes:
Published by Abu Bakar Fahmi
Seberapa Besar Pengaruh Orang Tua terhadap Perilaku Anak Remajanya dalam Menggunakan Situs Jejaring Sosial?

Agar anak remaja kita tidak banyak menampilkan data pribadi tentang dirinya di situs jejaring sosial dan untuk mengurangi kemungkinan anak remaja kita bertemu secara tatap muka dengan orang asing yang baru dikenal di situs jejaring sosial, maka kita perlu lebih banyak orang tua yang otoritatif: orang tua yang memberikan kontrol sekaligus keramahan, dalam porsi yang seimbang, pada anak remajanya.
Seberapa Besar Pengaruh Orang Tua terhadap Perilaku Anak Remajanya dalam Menggunakan Situs Jejaring Sosial?

Agar anak remaja kita tidak banyak menampilkan data pribadi tentang dirinya di situs jejaring sosial dan untuk mengurangi kemungkinan anak remaja kita bertemu secara tatap muka dengan orang asing yang baru dikenal di situs jejaring sosial, maka kita perlu lebih banyak orang tua yang otoritatif: orang tua yang memberikan kontrol sekaligus keramahan, dalam porsi yang seimbang, pada anak remajanya.

More info:

Published by: Abu Bakar Fahmi on May 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

 
 
 
 
Pengasuhan Orang Tua
Seberapa Besar Pengaruh Orang Tua terhadap Perilaku Anak Remajanya dalam MenggunakanSitus Jejaring Sosial? 
 Pada awal Februari 2010, Bintang Kejora (bukan nama sebenarnya), seorang gadisremaja berusia 14 tahun, datang ke Jakarta bersama orang tuanya untuk menghadiri pestapernikahan salah seorang pamannya. Sebelum menghadiri pesta pernikahan, Kejora bersamakeluarganya menginap di rumah pamannya yang lain di Tanah Kusir. Pada malam hari sebelummenghadiri pesta pernikahan, Kejora bertemu seorang laki-laki di seberang rumah tempat diamenginap. Segera setelah kejadian itu, Ibunya, karena merasa kesal—entah alasan apa yangmembuatnya merasa kesal—menampar Kejora. Sabtu sore atau keesokan harinya usai menghadiri pesta pernikahan, Kejora dan keluargapulang ke kediaman pamannya di Bumi Serpong Damai (BSD). Setelah tiba di BSD, Kejorasibuk menerima telepon dari seseorang yang diduga kenalannya di Facebook. Karena suasanarumah tampak ramai, orang tua tidak memperhatikan Kejora. Salah satu sepupunya melihattiga cowok menemui Kejora di depan rumah. Saat sepupunya masuk ke dalam rumah, Kejorakemudian pergi entah ke mana. Pihak keluarga berusaha mengetahui keberadaan Kejora,tetapi
handphone
-nya tidak bisa dihubungi. Kejora hilang. Pihak keluarga melaporkan kejadian hilangnya siswa kelas 2 sebuah SMP di Jawa Timur inike Kepolisian Sektor Metro Serpong, Tangerang Selatan. Bersama pihak kepolisian, keluargamenyebar fotokopi identitas dan foto Kejora ke tempat umum, seperti tempat hiburan, restoran,
 
pasar, rumah sakit, dan mal di sekitar Serpong. Pada lembar tersebut tertulis kalimat berikut,
"Telah meninggalkan rumah seorang gadis bernama lengkap Bintang Kejora. KelahiranSurabaya 3 November 1995. Tinggi badan 150 sentimeter dengan berat badan 44 kilogram” 
.Pada lembar yang sama, tertera dua foto Kejora. Setelah melakukan pencarian selama tiga hari, polisi akhirnya menemukan Kejora di dekatsebuah restoran di Tangerang. Saat ditemukan, Kejora tidak sendirian. Dia bersama seoranglaki-laki yang dikenalnya di Facebook, sebut saja Romeo. Melalui Facebook, Kejora telahmengenal Romeo sejak November 2008. Perkenalan dilanjutkan dengan bertukar nomor 
handphone
sehingga terjalin komunikasi yang lebih intensif di antara keduanya. Setelah ditemukan, Kejora dibolehkan pulang, sementara Romeo harus berurusan dengankepolisian. Saat ditanya mengenai motif tindakan Kejora dan Romeo, seorang pejabat PoldaMetro Jaya hanya menjawab singkat, ”Cinta... cinta”. Pada waktu yang berdekatan, kasus kehilangan anak remaja marak terjadi. Modusnya punserupa, dua orang remaja yang belum pernah bertemu mula-mula berkenalan di Facebook.Kemudian, mereka memadu janji dengan bertemu secara langsung di dunia nyata. Facebookmemungkinkan seorang remaja berkenalan dengan siapa saja yang diinginkan dan melanjutkanperkenalannya melalui pertemuan secara langsung. Facebook memungkinkan perkenalan itu. Seseorang dapat dengan mudah terhubungdengan orang lain, termasuk dengan orang yang belum pernah dikenalnya. Facebook juga memungkinkan seseorang yang baru berkenalan bisa terkesan lebih akrab. Namunsesungguhnya, yang lebih memungkinkan terjalinnya perkenalan dan keakraban itusesungguhnya adalah pada diri remaja itu sendiri. Ya, usia remaja memungkinkan seseorangmenjalin pertemanan dengan siapa saja yang diinginkan—jika Anda remaja atau pernahmenjadi remaja, tentu Anda merasakan bahwa melewatkan waktu berkumpul dan berbagi sukacita (mungkin sedikit duka cita) dengan teman sangat penting. Usia remaja merupakan faseyang memiliki kekhasan berkaitan dengan kebutuhannya menjalin interaksi dengan teman-temannya—atau dengan siapa saja yang ingin dijadikannya sebagai teman. Seperti apakahkecenderungan remaja terhadap kebutuhan atas pertemanan? “Remaja menginginkan teman yang mempunyai minat dan nilai-nilai yang sama, yang dapatmengerti dan membuatnya merasa aman, dan yang kepadanya ia dapat mempercayakanmasalah-masalah dan membahas hal-hal yang tidak dapat dibicarakan dengan orang tuamaupun guru,” begitu ungkap Elizabeth B. Hurlock, penulis buku-buku psikologi perkembangan,dalam salah satu bukunya. Hurlock juga mengungkap sebuah penelitian yang menunjukkanbahwa sebagian besar remaja membutuhkan “seseorang yang dapat dipercaya, seseorangyang dapat diajak bicara, dan seseorang yang dapat diandalkan”. Pada fase remaja, kebutuhantersebut belum sepenuhnya bisa terpenuhi saat mereka berhubungan dengan orang tuanyadi rumah maupun gurunya di sekolah. Remaja lebih merasa kebutuhan itu bisa terpenuhi saatmereka berinteraksi dengan teman-temannya. 

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Maqfiranti Syam liked this
anggela_039 liked this
Zahraa Bunga liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->