Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknik isolasi

Teknik isolasi

Ratings: (0)|Views: 503 |Likes:
Published by syariefbio

More info:

Published by: syariefbio on May 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

 
Teknik isolasi mikroorganisme 
Posted on April 19, 2009 by firebiology07BAB IPENDAHULUANI.1 Latar BelakangDi dalam bidang ilmu mikrobiologi, untuk dapat menelaah bakteri khususnya dalam skalalaboratorium, maka terlebih dahulu kita harus dapat menumbuhkan mereka dalam suatu biakanyang mana di dalamnya hanya terdapat baktri yang kita butuhkan tersebut tanpa adanyakontaminasi dari mikroba lain. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakanmurni. Untuk melakukan hal ini, haruslah di mengerti jenis- jenis nutrien yang disyaratkan bakteri dan juga macam ligkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut (Pelczar, 1986).Selain teknik pertumbuhan bakteri atau teknik isolasi di atas, dikenal juga adanya teknik isolasimikroba yaitu inokulasi yang merupakan suatu teknik pemindahan suatu biakan tertentu darimedium yang lama ke medium yang baru dengan tujuan untuk mendapatkan suatu biakan yangmurni tanpa adanya kontaminasi dari mikroba yang lain yang tidak diiinginkan.Berdasarkarkan hal tersebut di atas maka dilakukanlah praktikum ini untuk mengetahui teknik dari isolasi dan inokulasi bakteri.I.2 Tujuan PercobaanAdapun tujuan dari percobaan ini adalah :- Mengetahui teknik isolasi mikroba di sekitar kita (isolasi mikroba dari kotoran gigi, isolasimikroba dari kulit kepala dan isolasi mikroba dari kotoran belakang leher) serta isolasimikroorganisme dari substrak cair, isolasi dengan cara penuangan, taburan, substrak padat,agar tegak dan miring.- Mengetahui taknik pemindahan/ inokulasi biakan mikroorganisme- Mengetahui ciri pertumbuhan dari mikroorganisme pada media agar.I.3 Waktu dan Tempat PercobaanPraktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Maret 2009 dan bertempat di LaboratoriumMikrobiologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UniversitasHasanuddin, Makassar.BAB IITINJAUAN PUSTAKAPopulasi mikroorganisme yang ada di alam sekitar kita ini ssangatlah besar dan cukup kompleks.Beratus spesies mikroba menguasai setiap bagian tubuh kita. Mereka terdapat dalam jumlah yangcukup basar. Sebagai contoh, sekali kita bersin dapat mnebarkan beribu- ribu mikroorganisme.Satu gram tinja dapat mengandung jutaan bakteri. Alam di sekitar kita, baik itu tanah, air,maupunudara juga dihuni oleh kumpulan mikroorganisme.Penelitian yang layak mengenaimikroorganisme dalam berbagai habitat ini memerlukan teknik untuk memisahkan populasicampuran yang rumit ini, atau yang biasanya dikenal dengan istilah biakan campuran, menjadispsies yang berbeda- beda yang bikenal dengan istilah biakan murni. Biakan murni in teerdiridari satu populasi sel yang semuanya berasal dari satu sel induk (Pelczar, 1986).Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air, tanah, udara, suubstrat yang berupa bahan
 
 pangan, tanaman dan hewan. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri, khamir, kapng dansebagainya. Populasi dari mikroba yang ada di linkungan ini sangatlah beraneka ragam sehingadalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloniyang tunggal. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk menngisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yangtelah resisten terhadap suatu antibiotik. Atau untuk mengetahui mikroba yang dipakai untuk  bioremediasi holokarbon (Ferdiaz, 1992).P emindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilahinokulasi bakteri ini memerluakn banyak ketelitian. Terlebih dahulu kita harus mengusahakanagar semua alat- alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benar- benar steril. Hal ini untuk menghindari terjadinya kkontaminasi, yaitu masuknyamikrooba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar- benar biakan murni (Dwidjoseputro, 1990).Di dalam keadaaan yang sebenarnya dapat dikatakan bahwa tidak ada bakteri yang hidup secaratersendiri terlepas dari spesies yang lainnya. Kerap kali bakteri patogen kedapatan bersama-sama dengan bakteri saprob. Untuk menyendirikan suatu spesies dikenal beberapa cara, yaitu(Dwidjoseputro, 1990) :1. Degan pengenceranCara ini pertama kali dilakukan oleh Lister pada tahun 1865. Ia berhasil memeliharaStreptococcus lactis dalampiraan murni yang diisolasi dari sampel susu Yang sudah masam.Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam- macam spesies diencerkandalam suatu tabung yang tersendiri. Dari hasil pengenceran ini kemudian di ambil kira- kira 1mL untuk diencerkan lebih lanjut. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0,1 mL untuk disebarkan pada suatu medium padat, kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapakoloni yang akan tumbuh dalam mdium tersebut, akan tetapi mungkin juga kita hanya akanmemperoleh satu koloni saja. Dalam hal yang demikian ini dapat kita jadikan piaraan murni. Jikakita belum yakin, Bahwa koloni tunggal yang kita peroleh tersebut merupakan koloni yangmurni, maka kita dapat mengulang pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel.2. Dengan penuanganRobert Koch (1843- 1905) mempunyai metode yang lain, yaitu dengan mengambil sediktisampel campuran bakteri yang mudah diencerkan, dan sampel ini kemudian di sebar di dalamsuatu medium yang terbuat dari kaldu dan gelatin encer. Dengan demikian dia memperoleh suatu piaraan adukan. Setelah medium tersebut mengental maka selang beberapa jam kemudiannampaklah koloni- koloni yang masing- masing dapat dianggap murni. Dengan mengulang pekerjaan di atas, maka akhirnya akan diperoleh piaraan murni yang lebih terjamin.Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan untuk menanam biakan di dalam mediumdiantaranya adalah (Lay, 1994) :1. Metode cawan goresMetode ini mempunyai dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang lumayan yang biasanya diperoleh dari pengalaman. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkanterisolasinya mikroorganisme yang diinginkan. Dua macam kesalahan yang umum sekalidilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium dengan sebaik- baiknya untuk digoressehingga pengenceran mikroorganisme menjafi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel- sel yang digores.2. Metode cawan tuang
 
Cara lain untuk mempeeroleh biakan koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme ialahdengan mengencerkan eksperimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkanyang kemudian di cawankan. Karena konsentrasi sel- sel mikroba di dalam eksperimen padaumumnya tidak diketahui sebelumnya, maka pengenceran perlu dilakukan beberapa tahapsehingga sekurang- kurangnyya satu di antara cawan ± cawan tersebut mengandung koloni-koloni terpisah baik di atas permukaan maupun di dalam agar. Metode ini memboroskan waktudan bahan namun tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi.Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaanmikrobiologis, misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasiyang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Teknik tersebut dikenal denganIsolasai Mikroba. Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba, yaitu (Admin, 2008) :1) Isolasi pada agar cawanPrinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehinggadiperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. Setiap koloni yangterpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan, yaitu: Metode gores kuadran, dan metodeagar cawantuang.Metode gores kuadran. Bila metode ini dilakukan dengan baik akanmenghasilkan terisolasinya mikroorganisme, dimana setiap koloni berasal dari satusel.Metode agar tuang. Berbeda dengan metode gores kuadran, cawan tuang menggunakan mediumagar yang dicairkan dan didinginkan (50oC), yang kemudian dicawankan. Pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah diatas permukaan/di dalamcawan.2) Isolasi pada medium cair Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat), tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair. Metode ini juga perludilakukan pengenceran dengan beberapa serial pengenceran. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar.3) Isolasi sel tunggalMetode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair. Sel mikroorganisme dilihatdengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali. Kemudian sel tersebut dipisahkan denganmenggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator, yang dilakukan secaraaseptis.BAB IIIMETODOLOGIIII. 1 AlatAlat yang digunakan pada praktikum ini adalah cawan petri, bunsen, enkas, ikubator, ose danmikropipet.III.2 BahanBahan yang dipergunakan pada percobaan ini adalah Biakan Escherichia coli, BiakanStaphylococcus aureus, biakan Lactobacillus, Larutan tanah, medium nutrient agar padat,aquadest, spiritus, alkohol, swab dan korek apiIII.3 Cara KerjaAdapun cara kerja dari percobaan ini adalah :1. Isolasi mikroba di sekitar kita

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->