Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
dialisis (2)

dialisis (2)

Ratings: (0)|Views: 455 |Likes:
Published by Agus Fitrianto

More info:

Published by: Agus Fitrianto on May 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

 
M. Fischbach · A. Edefonti · C. Schr_der · A. Watson ·
The European Pediatric Dialysis Working Group
Hemodialisis Pada Anak: Pedoman Pelaksanaan Umum
Abstrak 
. Dalam 20 tahun terakhir, anak – anak telah mendapatkan keuntungan dari perkembangan teknologi dan manajemen klinis untuk dialisis. Angka morbiditas saatdilakukan dialisis telah berkurang dan tidak ditemukan kejadian kejang dan jarangditemukan hipotensi yang episodik. Penggunaan kateter internal pada vena jugularis jangka panjang dan penggunaan krim anestesi untuk lokasi tusukan telah mengurangirasa nyeri dan ketidaknyamanan. Teknologi non invasif yang digunakan untuk menentukan berat kering pasien dan akses masuk dapat mengurangi morbiditas dan biaya perawatan secara signifikan. Penemuan tentang
urea kinetic modeling 
dapatmemudahkan kita untuk menghitung pemberian dosis dialisis, Kt/V, dan melakukan penilaian intake secara tidak langsung. Penentuan status nutrisi dan nutrisi penunjangmerupakan hal yang penting pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.Walaupun validitas data tentang ‘hanya urea saja’ masih dipertanyakan, analisistersebut memudahkan kita untuk menyediakan informasi saat pemantauan. Mesinyang lebih baru memungkinkan kontrol ultrafiltrasi yang lebih baik melalui pemantauan volumetrik dan pemantauan volume darah yang lebih baik saat dilakukandialisis. Larutan buffer bicarbonat merupakan standar dan lebih biokompatibelterhadap membran sintetik dan material dialisis berukuran kecil yang spesifik dantelah dibuat sistem ‘
tubing 
’ untuk anak kecil. Telah ditemukan konsep yang lebih baru, dialisat ultra murni, yaitu bebas kontaminas mikrobiologi dan endotoksin.Konsep ini memungkinkan untuk dilakukan hemodiafiltrasi, terutama pada pilihan
on-line
, yang secara teori memberikan lebih banyak keuntungan dan harusdipertimbangkan pada kasus yang membutuhkan hemodialisa yangoptimal/maksimal. Walaupun dosis dialisis yang optimal untuk anak masih belum pasti, dengan durasi yang panjang atau dialisis harian memberikan hasil yang lebih
 
 baik dalam mengontrol kadar fosfat dari pada hemodialasis konvensional dan harusdiperhatikan dengan baik setidaknya pada pasien dengan gangguan kardiovaskuler.Pada anak, hemodialisis harus dilakukan secara individual dan dipandang sebagai‘terapi terpadu’ karena mempertimbangkan kegagalan pengobatan gagal ginjal dalam jangka panjang. Dialisis terlihat hanya sebagai tindakan sementara untuk anak – anak dibandingkan dengan transplantasi ginjal karena ini merupakan tindakan rehabilitasiterbaik dalam segi pendidikan dan fungsi psikososial. Walaupun begitu, dialisis jangka panjang pada anak – anak ini harus ditetapkan dengan standar tertinggi untuk menjamin ‘kehidupan kerdiovaskuler’ mereka yang mungkin memerlukan waktudialisis yang lebih banyak dan hemodiafiltrasi
“on-line”
dengan membran sintetik aliran tinggi jika kita dapat meningkatkan konsep klirens dialisis urea berukuran kecilterlarut yang masih terbatas.
Kata kunci:
Hemodialisis – Anak – Pedoman
Pendahuluan
The European Pediatric Dialysis Working Group
didirikan pada tahun 1999 oleh ahlinefrologi pediatric dari berbagai Negara eropa yang berkonsentrasi pada hemodialisa.Grup ini sebelumnya telah menerbitkan pedoman lain, yaitu dialysis peritoneal [1,2].Pelaksanaan hemodialisa pada anak telah mengalami peningkatan dalam 20 tahunterakhir, terutama akibat perkembangan teknologi, dan evolusi kebutuhan dialisis dari‘minimal/adekuatmenjadi ‘optimal/maksimal’[3]. Walaupun begitu, sepertinyamasih diperlukan rekomendasi secara umum yang baru.Pedoman ini diinisiasi dan didiskusikan pada pertemuan grup ini dan disempurnakanmelalui diskusi via email untuk membentuk suatu opini dari consensus tersebut, berdasarkan kumpulan pengalaman klinis dan penelitian yang dilaporkan. Laporan ini
 
akan membahas faktor utama yang akan mempengaruhi pemberian dan manajemenhemodialisis pada anak.Pada beberapa negara di eropa, hemodialisis (HD) sering dilakukan pada anak usialebih dari 5 tahun [3]. Kebalikannya, dialisis peritoneal (PD) sering dilakukan padaanak usia kurang dari 2 tahun atau dengan berat badan kurang dari 10 kg. Walaupun begitu, penelitian pada beberapa pusat penelitian di Eropa menemukan 73% dari 189anak menjalani dialisis peritoneal pada usia lebih dari 5 tahun [4]. Faktor – faktor utama yang dipertimbangkan untuk memilih terapi teermasuk diantaranya [4] usiaanak (30%), pilihan orang tua (27%), jarak dari tempat terapi (14%), pilihan pasien(11%), kondisi social (7%), dan tidak mampu melakukan salah satunya (6%).Walaupun, biasanya HD tidak dilakukan pada anak usai kurang dari 5 tahun kecualididapatkan kontraindikasi yang penting untuk dilakukan PD [1]. Pada anak lebihdewasa, HD dilakukan pada anak yang pada anak yang keluar dari program PD atauada alasan medis (jarang) atau alasan psikososial (lebih sering) untuk tidamelakukan PD.Memilih cara dialisis, baik PD maupun HD, untuk anak memerlukan pertimbangan pengaruh jenis dialisis pada ketahanan fungsi residual ginjal (RRF) diantara beberapafaktor lainnya karena berpengaruh secara spesifik terhadap hasil akhir pasien.Meskipun tidak ada consensus secara umum, dialisis peritoneal telah diakitkandengan resiko kurangnya RRF [5,6]. Secara keseluruhan pilihan cara dialisismerupakan bagian dari model pelayanan terpadu, setiap anak harus dipertimbangkanuntuk dilakukan program kombinasi dialisis-transplantasi.Penyediaan akses vaskular yang memadai tetap menjadi hambatan terbesar hambatan bagi kesuksesan pelaksanaan HD, terutama pada bayi. Tidak seperti di AmerikaSerikat, di mana pasien sering menggunakan kateter pusat untuk mengakses pembuluh darah [7], di Eropa akses pembuluh darah paling umum adalah suatu fistulaarteriovenosa untuk dialisis jangka panjang [8]. Menurut pedoman KDQOI,

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
elune121 liked this
Hidayat Santosa liked this
Hidayat Santosa liked this
Hidayat Santosa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->