Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KONSTITUSI

KONSTITUSI

Ratings: (0)|Views: 1,080 |Likes:
Published by Cent Uchiha

More info:

Published by: Cent Uchiha on May 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2013

pdf

text

original

 
 
Hasil-hasil Ketetapan KONGRES HMI XXV di Makassar
 “ Membangun HMI Baru dan Masa Depan Bangsa” 
2
PENJELASAN TEMA KONGRES XXVHIMPUNAN MAHASISWA ISLAM“MEMBANGUN HMI BARU DAN MASA DEPAN BANGSA” 
Oleh Kongres XXV HMI 
“Change is the only evidence of life” 
(“Perubahan adalah satu-satunya buktikehidupan”),--Evelyn Waugh (esayist).
“Life belongs to the living, and he who lives must be prepared for changes”,
 --Johann Von Goethe (budayawan).“Bukanlah yang terkuat yang akan terus hidup, melainkan yangpaling adaptif.”--Charles Darwin (Ilmuwan)
“The ultimate measure of a man is not where he stands in moments of comfort and convenience, but where he stands at times of challenge and controversy” 
.--Martin Luther King (pejuang HAM kulit hitam)
 
 
Hasil-hasil Ketetapan KONGRES HMI XXV di Makassar
 “ Membangun HMI Baru dan Masa Depan Bangsa” 
3
impunan Mahasiswa Islam lahir 14 Rabiul Awal 1366 Hijriah, bertepatandengan 5 Februari 1947 Masehi.
 Dus
, pada 14 Rabiul Awal 1427 (kira-kira 14Maret 2006) HMI genap berusia 61 tahun (hijriah) dan 5 Februari 2006 tepatberusia 59 tahun (masehi). Suatu usia yang cukup berumur dan tentu sajamengundang sejumlah konsekuensi. Bagaimanakah kondisi HMI dalam usianyayang telah menginjak 61/59 tahun tersebut? Banyak instrumen analisa danperspektif yang dapat kita gunakan untuk memahami kondisi HMI saat ini,diantaranya adalah arkeologi dan geneologi pengetahuan yang diperkenalkan olehMichel Foucault.
1
 Metode arkeologi memfokuskan kajian pada pernyataan atau wacana dengan sistemprosedur yang memproduksi, mengatur, mendistribusi, mensirkulasi, danmengoperasikannya. Mengupas wacana sebagai suatu sistem ‘internal’ dengan‘prosedur-prosedurnya’ yang teratur. Sedangkan geneologi memberikan pusatperhatian pada hubungan timbal balik antara sistem kebenaran(pernyataan/wacana) dengan sistem kuasa (mekanisme yang didalamnya suatu“rezim politis” memproduksi kebenaran). Geneologi tidak berusaha menegakkanpondasi-pondasi epistemologis yang istimewa, tapi ia mau menunjukkan bahwa asal-usul apa yang kita anggap rasional, pembawa kebenaran, berakar dalam dominasi,penaklukan, hubungan kekuatan-kekuatan atau dalam suatu kata, kuasa.
2
 Dengan menggunakan perspektif arkelogi dan geneologi pengetahuan, berarti kitaakan melihat realitas HMI saat ini sebagai suatu realitas wacana/sistem pengetahuandimana di dalam sistem wacana/pengetahuan tersebut terdapat prosedur-proseduryang memegang kendali atas proses produksi, pengaturan, pendistribusian,pensirkulasian, dan pengoperasian sistem wacana/pengetahuan tersebut sertaterdapat sistem kuasa atau relasi kuasa yang mengukuhkan sistemwacana/pengetahuan tersebut. Prosedur-prosedur tersebut kemudian kita sebut
1
Michel Foucault lahir pada 15 Oktober 1926 di Pointers, Perancis. Ia menempuh pendidikan di ENS
(Ecole Normale Superieme) 
Universitas Sorbornne, Paris. Dia menulis banyak karya yang mengejutkan,diantaranya
 Histoire de la folie a l ‘age classiqe 
:
Une archeologie du regard medical 
(Lahirnya Klinik: SebuahArkeologi tentang Tatapan Medis) (PUF, 1963);
 Les Mots et les Choses: Une archeologie des scienceshumaines
(Kata-kata dan benda-benda: Sebuah Arkeologi tentang Ilmu-Ilmu Manusia) (Gallimard, 1966);
 L ‘archeologie du Savoir 
(Arkeologi Pengetahuan) (Gallimard, 1969);
Surveiller et Punir: Naissance de la Prison
(Menjaga dan Menghukum: Lahirnya Penjara) (Gallimard, 1974): dan trilogi
 Histoire de la Sexualite 
Sejarah Seksualitas) (Gallimard, 1976-1984). Serta sebuah esai terkenal
Nietzsche, Genealogy, History
 (1971).
 
2
A. Widyarsono, Sekilas Mengenal Michel Foucault, dalam Pendahuluan buku P. Sunu Hardiyanta,
 Michel Foucault Disiplin Tubuh Bengkel Individu Modern
, LkiS, Yogyakarta, 1997, hal 10-11. Contohpenerapan arkeologi dan geneologi pengetahuan adalah kajian Simon Philpott terhadap wacana politikIndonesia, ia menemukan bahwa wacana politik Indonesia dikendalikan oleh (relasi kuasa)
 pertama
,faktor dekolonisasi, perang dingin, dan peran Amerika Serikat di Indonesia.
 Kedua
, kehadiran teks-tekshegemonik yang dilahirkan para Indonesianis, yang hadir di awal kemunculan kajian politik Indonesia,yang kemudian membentuk rezim kajian. Faktor-faktor tersebut menghasilkan wacana politik Indonesiamenjadi elitis, historisis, orientalis, dan terjebak dalam nalar realis yang spasial. Lihat Simon Philpott,
 Meruntuhkan Indonesia: Politik Postkolonial dan Otoritarianisme 
, penerjemah Nuruddin Mhd Ali & UzairFauzan, LkiS, Yogyakarta 2003.
 
 
 
Hasil-hasil Ketetapan KONGRES HMI XXV di Makassar
 “ Membangun HMI Baru dan Masa Depan Bangsa” 
4
sebagai
 fundamental codes of cultures
3
 
yang mewakili dimensi “nalar” dan relasi kuasamewakili dimensi politis
.
Konsekuensi dari perspektif ini adalah bahwa realitas HMI saat ini tidaklahmerupakan suatu realitas yang terbentuk dengan sendirinya melainkan terbentukmelalui proses diskursif dimana terjadi proses pengukuhan
 fundamental codes of cultures
dan relasi kuasa tertentu dan proses peminggiran
 fundamental codes of cultures
dan relasi kuasa yang lainnya.
 Fundamental 
 
codes of cultures
dan relasi kuasatersebut kemudian “berwenang” menentukan mana fakta-fakta sosial danpengetahuan yang dapat terus eksis, bahkan muncul sebagai “pemenang” danmenjadi
mainstream
(arus utama) atau mendominasi “wajah” realitas namun jugaada fakta-fakta sosial dan pengetahuan yang jadi “pecundang” dan terpinggirkan
 pheripheri
 ) sehingga ia bisa jadi hanya berupa bercak saja atau malah benar-benartersamar dari “wajah” realitas. Contohnya, di HMI berkembang beragam wacanakeagamaan, wacana keagamaan yang modern-moderat-inklusif nampaknyamerupakan “pemenang” dan wacana keagamaan yang tradisional-radikal-eksklusif merupakan “pecundang”, tetap berkembang namun tidak menjadi
mainstream
.Contoh lain,
 frame 
berpikir
 political oriented 
merupakan “pemenang”, sementara
 frame 
berpikir yang berorientasikan profesi adalah “pecundang”. Kemudian,orientasi politik-struktural merupakan “pemenang”, dan orientasi politik-kulturalmerupakan “pecundang”. Semangat ketergantungan terhadap senior/alumni adalah“pemenang” dan semangat independen/mandiri adalah “pecundang”, serta masihbanyak contoh lainnya yang menentukan siapa pemenang dan pecundangnyamerupakan “kewenangan” atau tergantung “selera”
 fundamental codes of cultures
danrelasi kuasa.Ketika sistem pengetahuan tersebut dengan f 
undamental codes of cultures
dan relasikuasa yang dimilikinya sudah demikian eksis dan tidak ada perlawananterhadapnya, maka anggota HMI saat ini sesungguhnya tidak lebih dari robot-robotyang digerakkan secara otomatis oleh
 fundamental codes of cultures
dan relasi kuasatersebut. Ia dideterminasi cara berpikir dan tindakannya oleh
 fundamental codes of cultures
dan relasi kuasa tersebut.
 Dus
, anggota HMI tidak lebih sebagai pelanjut tradisi tanpa inovasi. Sebagai pelanjutsaja dari senior-seniornya, maka wajar saja bila istilah-istilah seperti “bagaimanasenior? apa perintahnya”, “adinda terserah senior saja” dan sebagainya menjadicukup populer di HMI. Istilah-istilah tersebut, secara ekstrim menggambarkanhubungan
 patron-client 
(tuan-hamba) antara senior (alumni) dan anggota HMI.
3
Secara bebas kita bisa menterjemahkan
 fundamental codes of cultures
sebagai kaidah-kaidah dasar yangmengendalikan suatu kebudayaan. Dia juga dapat diartikan sebagai logika dasar atau nalar yangmembentuk pola pikir dan pola tindakan suatu komunitas.
 Fundamental codes of cultures
dapatdiibaratkan suatu rel dan kereta api adalah pernyataan dan tindakan suatu komunitas.
 Fundamental codesof cultures
tidak nampak di permukaan namun pernyataan-pernyataan yang dihasilkan suatu komunitasbila dianalisa lebih dalam melalui
 
suatu metode tertentu akan menggambarkan keberadaan
 fundamental codes of culture 
-nya dengan sangat jelas.
 

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rukhul Amin liked this
Husnin Fauzi liked this
March Chie liked this
Agunk They Adhy liked this
Putroe2 liked this
jodi_negara liked this
Teuku Fitriadi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->