Hasil-hasil Ketetapan KONGRES HMI XXV di Makassar
“ Membangun HMI Baru dan Masa Depan Bangsa”
3
impunan Mahasiswa Islam lahir 14 Rabiul Awal 1366 Hijriah, bertepatandengan 5 Februari 1947 Masehi.
Dus
, pada 14 Rabiul Awal 1427 (kira-kira 14Maret 2006) HMI genap berusia 61 tahun (hijriah) dan 5 Februari 2006 tepatberusia 59 tahun (masehi). Suatu usia yang cukup berumur dan tentu sajamengundang sejumlah konsekuensi. Bagaimanakah kondisi HMI dalam usianyayang telah menginjak 61/59 tahun tersebut? Banyak instrumen analisa danperspektif yang dapat kita gunakan untuk memahami kondisi HMI saat ini,diantaranya adalah arkeologi dan geneologi pengetahuan yang diperkenalkan olehMichel Foucault.
Metode arkeologi memfokuskan kajian pada pernyataan atau wacana dengan sistemprosedur yang memproduksi, mengatur, mendistribusi, mensirkulasi, danmengoperasikannya. Mengupas wacana sebagai suatu sistem ‘internal’ dengan‘prosedur-prosedurnya’ yang teratur. Sedangkan geneologi memberikan pusatperhatian pada hubungan timbal balik antara sistem kebenaran(pernyataan/wacana) dengan sistem kuasa (mekanisme yang didalamnya suatu“rezim politis” memproduksi kebenaran). Geneologi tidak berusaha menegakkanpondasi-pondasi epistemologis yang istimewa, tapi ia mau menunjukkan bahwa asal-usul apa yang kita anggap rasional, pembawa kebenaran, berakar dalam dominasi,penaklukan, hubungan kekuatan-kekuatan atau dalam suatu kata, kuasa.
Dengan menggunakan perspektif arkelogi dan geneologi pengetahuan, berarti kitaakan melihat realitas HMI saat ini sebagai suatu realitas wacana/sistem pengetahuandimana di dalam sistem wacana/pengetahuan tersebut terdapat prosedur-proseduryang memegang kendali atas proses produksi, pengaturan, pendistribusian,pensirkulasian, dan pengoperasian sistem wacana/pengetahuan tersebut sertaterdapat sistem kuasa atau relasi kuasa yang mengukuhkan sistemwacana/pengetahuan tersebut. Prosedur-prosedur tersebut kemudian kita sebut
1
Michel Foucault lahir pada 15 Oktober 1926 di Pointers, Perancis. Ia menempuh pendidikan di ENS
(Ecole Normale Superieme)
Universitas Sorbornne, Paris. Dia menulis banyak karya yang mengejutkan,diantaranya
Histoire de la folie a l ‘age classiqe
:
Une archeologie du regard medical
(Lahirnya Klinik: SebuahArkeologi tentang Tatapan Medis) (PUF, 1963);
Les Mots et les Choses: Une archeologie des scienceshumaines
(Kata-kata dan benda-benda: Sebuah Arkeologi tentang Ilmu-Ilmu Manusia) (Gallimard, 1966);
L ‘archeologie du Savoir
(Arkeologi Pengetahuan) (Gallimard, 1969);
Surveiller et Punir: Naissance de la Prison
(Menjaga dan Menghukum: Lahirnya Penjara) (Gallimard, 1974): dan trilogi
Histoire de la Sexualite (
Sejarah Seksualitas) (Gallimard, 1976-1984). Serta sebuah esai terkenal
Nietzsche, Genealogy, History
(1971).
2
A. Widyarsono, Sekilas Mengenal Michel Foucault, dalam Pendahuluan buku P. Sunu Hardiyanta,
Michel Foucault Disiplin Tubuh Bengkel Individu Modern
, LkiS, Yogyakarta, 1997, hal 10-11. Contohpenerapan arkeologi dan geneologi pengetahuan adalah kajian Simon Philpott terhadap wacana politikIndonesia, ia menemukan bahwa wacana politik Indonesia dikendalikan oleh (relasi kuasa)
pertama
,faktor dekolonisasi, perang dingin, dan peran Amerika Serikat di Indonesia.
Kedua
, kehadiran teks-tekshegemonik yang dilahirkan para Indonesianis, yang hadir di awal kemunculan kajian politik Indonesia,yang kemudian membentuk rezim kajian. Faktor-faktor tersebut menghasilkan wacana politik Indonesiamenjadi elitis, historisis, orientalis, dan terjebak dalam nalar realis yang spasial. Lihat Simon Philpott,
Meruntuhkan Indonesia: Politik Postkolonial dan Otoritarianisme
, penerjemah Nuruddin Mhd Ali & UzairFauzan, LkiS, Yogyakarta 2003.