Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Komunikasi Dialogis Dalam Konseling

Komunikasi Dialogis Dalam Konseling

Ratings: (0)|Views: 2,798|Likes:
Published by nurasiahais

More info:

Published by: nurasiahais on May 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2013

pdf

text

original

 
Komunikasi Dialogis dalam Konselinguntuk Memudahkan Memahami KlienOleh, Neni Noviza, M.Pd *)*) Dosen Jurusan BPI Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah PalembangA. ABSTRAK Konseling pada dasarnya melibatkan komunikasi antara dua pihak yaitu konselor danklien yang berlangsung dalam situasi konseling. Keberhasilan konseling sangatditentukan oleh keefektifan komunikasi diantara partisipan konseling yaitu konselor,klien dan pihak lain yang terkait. Dalam hubungan ini konselor dituntut untuk mampu berkomunikasi secara efektif untuk menunjang pelaksanaan konseling. Salah satuketerampilan yang diperlukan oleh konselor adalah keterampilan berkomunikasi secaradialogis khususnya klien. Dengan cara ini, maka semua usaha dapat dilaksanakan denganefektif dan seefisien mungkin. Komunikasi dialogis pada dasarnya merupakan salah satu bentuk komunikasi interaktif antara satu pihak dengan pihak lain melalui penciptaansuatu situasi dalam upaya untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam pembuatan keputusan secara tepat. Komunikasi dialogis merupakan bentuk komunikasidua arah antara dua orang individu atau lebih dalam membahas statu masalah tertentudengan tujuan tertentu. Dalam prosesnya terjadi satu bentuk dialog atara satu pihak (konselor) dengan pihak lain (klien) dalam suatu situasi tertentu agar dicapai suatu pemahaman dan dapat membuat keputusan secara tepat. Untuk dapat melaksanakankomunikasi dialogis dengan baik, diperlukan penguasaan materi masalah yang akandikomunikasikan dalam proses konseling. Disamping itu diperlukan pula penguasaan berbagai keterampilan berkomunikasi secara efektif. Penguasaan materi dan keterampilanini diwujudkan dalam penampilan secara efektif dalam suatu proses komunikasiinformasi yang tepat dan akan memberikan gambaran mengenai hal-hal yang harusdikuasai dalam komunikasi konseling khususnya yang berkenaan dengan pengertiankomunikasi dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan.B. KOMUNIKASIKomunikasi merupakan landasan bagi berlangsungnya suatu konseling. Komunikasidapat diartikan sebagai statu proses pemindahan informasi antara dua orang manusia ataulebih dengan menggunakan simbol-simbol bersama. Komunikasi sekurang-kurangnyamelibatkan dua partisipan yaitu pemberi dan penerima. Komunikasi akan lebih efektif apabila tercapai saling pemahaman, yaitu pesan yang disampaikan dapat diterima dandipahami oleh penerima. Secara umum proses komunikasi sekurangkurangnyamengandung lima unsur yaitu pemberi, pesan, media, penerima, dan umpan balik. Secarasederhana komunikasi dapat dikatakan sebagai berikut: siapa (pemberi)…….mengatakanapa (pesan)………dengan cara apa (media)…….kepada siapa (penerima)……….denganhasil apa (umpan balik). Proses tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:Siapa Mengatakan apa Dengan cara apa Kepada siapaPEMBERI PESAN MEDIA PENERIMAUMPAN BALIK Dengan hasil apaDalam komunikasi dialogis pihak pemberi dan penerima kedua-duanya berperan sebagai
 
komunikator yaitu sebagai pemberi pesan sekaligus sebagai penerima pesan, dan sebagai penerimasekaligus juga sebagai penerima pesan, dan sebagai penerima sekaligus pemberi. Dengandemikiankedua participan itu berperan aktif dalam saling memberi dan menerima pesan sehinggadapatmeningkatkan pemahaman informasi diantara kedua belah pihak. Dengan arus umpan balik yang tepat,
www.konselingindonesia.com
2maka kekurangan atau kesalahan akan segera terkoreksi dalam komunikasi yang bersifatdialogis ini.Agar proses komunikasi dapat berlangsung secara efektif, maka sekurang-kurangnyaharusmengandung hal-hal sebagai berikut:a. Ada gagasan yang disampaikan oleh pemberi b. Gagasan itu harus dinyatakan dalam suatu bentuk untuk dikirimkan (encode)c. Ada alat untuk menyampaikan pesan (media)d. Gangguan-gangguan pesan harus dihindarie. Pesan harus sampai diterima oleh pihak penerimaf. Adanya penafsiran secara tepat oleh pihak penerima (decode)g. Adanya tindak lanjut dari penerima (menyimpan pesan, melakukan tindakan ataumemberi umpan balik kepada pengirim)C. MENGENAL MITRA KOMUNIKASIMengenal dan memahami mitra komunikasi merupakan langkah awal yang harusdilakukan. Harusdiingat para mitra itu terdiri atas individu yang beraneka ragam dalam berbagai aspek seperti pendidikan, pengalaman, ciri-ciri pribadi, usia, pekerjaan, sikap, latar belakang keluarga,masalah yangdihadapi, kebiasaan, keturunan, dan jenis kelamin dan sebagainya. Semua itu akanmemberikan corak dan warna suasana kegiatan konseling. Perlu disadari bahwa mereka sebagai pribadi yangmemilikiidentitas dan harga diri masing-masing dan kehadiran mereka dilatarbelakangi oleh halitu semua. Sikapyang harus dikembangkan oleh konselor adalah memahami dan menghormati keragamanmereka.Untuk itu diperlukan suatu keterampilan yang seefektif mungkin dalam melakukankomunikasi dialogis.Dengan memperhatikan, mengenal dan memahami karakter dari masing-masing mitrasecaraindividual, kita dapat menetapkan strategi untuk menghadapinya. Kita perlumengupayakan agar masing-masing anggota dapat kita ajak untuk berdialog secara aktif tanpa harusmenganggu kondisi
 
masing-masing pribadi.D. KETERAMPILAN-KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI1.PenghampiranPenghampiran (atending), merupakan keterampilan dasar dalam setiap proses komunikasiyang bersifat dialogis karena penghampiran seolah-olah merupakan pembukaan untuk memulaisuatukomunikasi. Keterampilan penghampiran merupakan keterampilan berkomunikasimelalui isyaratisyaratverbal dan non verbal sehingga memberikan kemungkinan peserta memberikan perhatiankepada pembicara pada tahap paling awal. Bila hal ini berhasil dilakukan dengan baik,maka hal itu akanmenjadi awal bagi proses komunikasi selanjutnya. Sapaan awal dengan nada suara yang baik adalahmerupakan pintu pertama dari penghampiran, misalnya ucapan “Assalamu’alaikum, dst.“Selamat pagi,selamat berjumpa, dsb.” Hal itu dilakukan dengan tekanan suara, sikap sopan, kontak mata, penampilan perawakan, pengamatan, gerak badan, dsb.Secara psikologis, penghampiran merupakan statu situasi yang memberikan suasanahubunganyang sedemikian rupa dimana para peserta merasa dirinya diterima, merasa dekat, merasa penting, dandihargai martabatnya. Keterampilan penghampiran dapat dikembangkan melalui berbagaicara seperti:  Ungkapan salam dan sapaan yang penuh sopan, dengan nada suara yang baik 
  Penampilan diri dengan postur (perawakan) fisik yang meyakinkan
  Gerakan fisik yang disertai dengan perhatian secara menyeluruh
  Pengakuan, sentuhan, dan kontak fisik yang sederhana dan penuh perhatian, disertai
 dengan sikapyang menunjukkan bahwa kehadiran kita sebagai sesuatu yang akan memberikan makna bagi para peserta  Memelihara kontak mata secara menyeluruh dan tepat sesuai dengan situasi dan topik 
  bahasan  Mengamati dan menyimak dengan penuh perhatian
2. EmpatiBerempati kepada pihak lain merupakan keterampilan dasar dalam berkomunikasi.Empatimempunyai makna sebagai statu kesediaan untuk memahami orang lain secara paripurna baik yangnampak maupun yang terkandung khususnya dalam aspek perasaan, pikiran, dankeinginan orang lainsedekat mungkin. Dengan demikian kita tidak hanya memahami perasaan orang lain akantetapi mampu
www.konselingindonesia.com
3

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Citra Achdess liked this
Lesty Clara liked this
Ahmad Ikhsan liked this
Ayuda Kakde liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->