/  6
 
 
Abstract
 
 –
Secara internal sistem yangdipergunakan oleh PT Kian Ho Indonesia adalah
sistem pembukuan ( akuntansi ) “Accurate versi4.03” yang merupakan salah satu produk
software yang dibangun oleh CPSoft dan dijualdi pasaran Indonesia. Melihat dan menganalisafeature
 –
feature yang tersedia pada sistem
aplikasi “Accurate”
serta mengacu kepadakebutuhan
 –
kebutuhan akan supply chainmanagement PT Kian Ho Indonesia makadiperlukan sistem tambahan yang bersifat salingmelengkapi. Paper ini menjelaskan tentang
Supply Chain Management System
pada PT KianHo Indonesia.
Supply Chain Management System
ini memilikibeberapa fungsi unik yang menjadikankeunggulannya yaitu : 1) Memonitor pergerakanbarang secara spesifik dan details sepertipenomoran rak, penomoran karton, penomoranpallet. 2) Perhitungan dan pembuatan laporan
aging stock 
( umur barang ketika diterimasebagai barang siap jual dan diletakan dalamgudang ). 3) Pembuatan laporan
key  performance indicator supplier 
dan
vendor 
(faktor indikator kinerja pemasok dan vendorterhadap pengiriman barang pesanan ). 4)Memonitor kapasitas setiap gudang atauwarehouse sehingga dapat menghasilkankeputusan untuk pengendalian persediaan. 5)Penentuan warning sistem untuk otoritaspembayaran dengan mengacu kepada
key  performance indicator supplier 
dan
vendor 
. 6)Berbasis web sehingga mempermudah
customer 
 atau pelanggan untuk memonitor setiappengiriman terhadap barang yang dipesannya (
Post Delivery Customer Support 
).
Keyword 
s ;
supply chain management system
,
distribution system
, manajemen mata rantaisuplai,
tracking items
, mata rantai distribusi.I.
Introduction
 PT Kian Ho Indonesia merupakansubsidiary dari Kian Ho Ltd yang berada siSingapore yang merupakan perusahaan bearingdengan variant kategori produk bearingsebanyak 18000 jenis bearing dan 11000 jenisseal bearing.Persaingan yang ketat di Indonesiamendorong perusahaan untuk memberikanpelayanan sebaik
 –
baiknya, otomasi informasiyang up to date dan distribusi yang baik.Pencatatan data yang masih rawan kesalahandan proses bisnis yang masih belum terintegrasidapat menimbulkan kesalahan dalam perkiraanpengendalian persediaan. Penimbunan barang,biaya distribusi yang tinggi, pengaturan tataletak barang dalam gudang yang cukup rumitsecara keseluruhan mengakibatkan kegiatandistribusi yang kurang efektif dan kurang efisien.II.
Related Work 
 
Supply Chain Management 
merupakansalah satu proses yang krusial dimana aruspertukaran barang, informasi serta keuanganantar perusahaan yang terjadi. Konsep kerjasama ini berkembang menjadi
eSCM
denganmenggunakan
internet 
,
intranet 
maupun
extranet 
sebagai media komunikasi secara
online
 dan
realtime
, memastikan barang jadi baik darisupplier, vendor, pabrik ke konsumen selaluterjadi sesuai kebutuhan. sSCM adalah mengacupada lingkungan yang lebih luas dan mencakuppelayanan
customer 
, kolaborasi dengan mitra
 
bisnis dan transaksi elektronik secara internaldalam sebuah organisasi ( Anastasia,2004,p24).Dari sudut struktural, sebuah supplychain management merujuk kepada jaringanyang lebih rumit dari hubungan dimanaorganisasi mempertahankan dengan partnerbisnis untuk memperoleh barang jadi danmenyampaikannya kepada konsumen.Dalam menentukan kesiapan perusahaandalam menerapkan
eSCM
terdapat 5 tahappenting yang harus terpenuhi, diantaranya (Ross, 2003, p131 ) :
 
Energize the organization
 
Enterprise vision
 
Supply chain value assessment
 
Opportunity identification
 
Strategy DecisionMenurut Ross ( 2003,p138 ) dalam merancang
e-supply chain management 
terdapat beberapasegment yang harus diperhatikan, segmentersebut adalah :
 
Customer and service management 
Terbagi menjadi 3 fungsi bagian yaitupemasaran, penjualan, dan layanan.
 
Manufacturing and supply chain planning
Terbagi menjadi 3 fungsi bagian yaitu
manufacturing planning
,
 processmanagement 
dan
 plant maintenance
.
 
Supplier relationship management 
Terbagi menjadi 3 fungsi bagian yaitu
EBSbackbone functions
,
service functions
dan
 processing
.
 
Logistic resources management eLRM
adalah proses pada manufakturdan supplier yang menggerakkan produkdan layanannya kepada
customer 
denganmenggunakan
internet 
.
eLRM
 memungkinkan proses
supply chain
 dapat membuat suatu keputusan yangtepat, menyeimbangkan harga danmeningkatkan efisiensi
logistic
danhubungan kolabirasi yang efektif antarasemua saluran supply pertukaran denganpartner. Terdiri dari
warehouse
dan
transportation management 
.
 
Architecting the eSCM managementTerdiri atas 3 bagian yaitu : perangkatkeras, perangkat lunak dan jejaring.Proses supply chain management padaPT KHI bergerak pada 3 pelaku yaitu : pemasokbarang jadi ( pabrik,
vendor 
,
supplier 
),perusahaan dan konsumen. Penerapan
eSCM
 dalam perusahaan memerlukan penyesuaian didalam struktur organisasi yang ada. Dilihat daristruktur organisasi terhadap penerapan
eSCM
 yang akan dijalankan, PT KHI memiliki semuadivisi yang saling berhubungan serta jelas perandan tanggung jawabnya untuk setiap langkahproses bisnis supply chain yaitu divisi
marketing
 dan
sales
,
 finance
dan akuntansi, pembelian danpersediaan serta divisi pengiriman. PT KHI dapatmenerapkan eSCM sebagai solusi permasalahansupply chain yang ada di perusahaan melalui
e-Supply Chain Management 
.III.
Requirements Specification
 Perbandingan kondisi saat ini danmenggunakan
eSCM
dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1
. Perbandingan perubahan layanandengan eSCM.Fungsipemasaran &salesKondisi saatini ( belummenggunakan
eSCM
)Kondisi yangakan berjalan (menggunakan
eSCM
)Waktu Pemenuhanpesanan tidaktepat waktuPemenuhanpesanancustomertepat waktukarenainformasiketersediaanbarang siap jadi selalutersediaTempat Konsumen Konsumen
 
dapatmelakukanpemesananlewat telepondan faxdapatmelakukanpemesananlewat telepondan faxKualitas Kualitasditentukansesuai denganstandarperusahaanKualitasditentukansesuai denganstandarperusahaandan kepuasankonsumenHarga HargaditentukanolehperusahaanHargaditentukanolehperusahaanLayanan Pelayananterbatasdimanapelayanandalampemesananmelaluitelepon dan
 fax 
 Pelayanantambahandimanapelayananpemesanandapatdilakukanmelaluiinternet dankonsumendapatmemonitorpergerakanpengirimanbarangpesananInformasi MemberikaninformasitentangprodukMemberikaninformasispesifikasiproduk secaradetails, dankonsumendapat melihatinformasistatuspemesananUntuk mendukung
business value proposition
 yang tersaji diatas, beberapa pengembanganproses perlu dilakukan antara lain :
 
Layanan, konsumen dapat melakukanpemesanan produk melalui internet yaituemail, kosumen juga dapat memperolehinformasi status pemesananya secaraonline.
 
Kualitas, perusahaan selalu menjagapengendalian kualitas barang jadimaupun pengendalian persediaanterhadap proses kebutuhan barangpesanan yang terjadi
Structuring the scope of collaboration
 
Dimensi kolaborasi antara sisteminformasi internal perusahaan yangsudah digunakan dan berjalan (
Accurate
) dengan sistem manual yangdibutuhkan.
Supplier Relationship Management 
 
Purchasing Planning
, PO dapat dibuatapabila terdapat status purchaserequisition dari divisi sales & marketingatas kontrak penjualan yang melebihi
quota
permintaan yang sudah ditentukandalam perjanjian sebelumnya dengankonsumen perusahaan. Misalnya didalamperjanjian kontrak penjualan konsumen
S
meminta pembelian bearing tipe Asebanyak 1000 kuantity setiap bulannya,kemudian bulan berikutnya konsumen
S
meminta pembelian bearing tipe Asebanyak 1500 kuantity, maka kelebihansisa pembelian yang harus dipenuhisebesar 500 kuantity dapat dipenuhidengan melalui purchase requisitionyang kemudian divisi purchasing dapatmembuat PO kepada pabrik.
 
Performance Measurement 
, perusahaandapat melihat data transaksi pembelianyang selama ini terjadi, mendapatkaninformasi tentang jumlah pembelian,harga pembelian, status PO, sertaketepatan supplier dan vendor dalammengirimkan barang pesanan sehingga
 purchasing
dapat membuat laporan

Share & Embed

More from this user

Recent Readcasters

Add a Comment

Characters: ...