2
Berita Utama
Edisi 239 TEdisi 239 TEdisi 239 TEdisi 239 TEdisi 239 Tahun XIahun XIahun XIahun XIahun XI23 - 30 Mei 201123 - 30 Mei 201123 - 30 Mei 201123 - 30 Mei 201123 - 30 Mei 2011
Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan
Tanda Pengenal
dan
Surat Tugas Peliputan
dari Redaksi yang
masih berlaku
. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.
Redaksi :
Komplek DDN (Departemen Dalam Negeri)Blok B No. 7 Kec. Pondok GedeKel. Jatiwaringin Bekasi 17411
Telp.
(021) 8461157
Contact Person :
0812 9936 977, 0878 66 999 09
E-mail :
mediarakyat_new@yahoo.com
Website :
WWW.mediarakyatonline.com
Rekening
: Bank BRI Cab.KarawangNo. Rek : 0116-01-022016-50-9a/n: Hisar MT Sagala
Penerbit
: Yayasan Media Rakyat Intermedia
Percetakan
:
PT. Wahana Semesta Intermedia
Pemimpin Umum :
Hisar MT Sagala,
Penasehat :
KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Drs. H. Ilyas Sabli, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil,Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM,
Konsultasi Hukum :
Susanto. SH,
Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab :
Hisar MT Sagala,
Dewan Redaksi :
Hisar MT Sagala,Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono,
Redaktur :
Kusmayanto, Ujang, Irwan Hamid,
Litbang :
Drs.Bendra Suryana,
Manager Iklan :
Heni Astuti,
Manager Distribusi:
Taharlin, SH,
Layout / Design :
Ahmad Y, St,
Fhoto Grafer :
Hamin,
Staf Redaksi :
Jenri. S, Rusman, Rudi,Besti, Hanif Manaf.
PERWAKILAN/ BIRO :
Jakarta Pusat :
Ediatmo (Kepala), Nokipa,
Jakarta Utara :
Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang,
Jakarta Timur :
Sukron (Kepala), Wisnu,
Jakarta Barat :
Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna,
Jakarta Selatan :
Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova,
Karawang :
K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi,
Bogor :
Suparman,
Depok :
Ali, Ruslan,
Kab. Bekasi :
S. Wahyudi, Hamdan Bule, Amir Kebo, Suryanto, A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Dede Irawansyah,
Purwakarta :
Sapan Supriatna,
Biro Subang :
Iman,
Biro Kota Bandung :
Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati,
Bandung Barat :
Dayanto, Darfi,
Kabupaten Bandung :
Maman,
Sumedang/ Majalengka:
Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini,Wawan Setiawan, Budi,Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah,
Biro Indramayu :
Abdullah (Kepala), Mukromin, Maskin, Suhada, NC Jawir,
Cirebon :
Masduri,
Kuningan :
Dian,
Biro Garut :
Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani,
Kab. dan Kota Sukabumi :
...................
Biro Cianjur :
Ruslan AG,Jaenudin,
Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik :
Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R,
Biro Ciamis:
Heri Herdiana (Kepala),
Biro Banjar :
Ahmad Setia (Kepala),
Tangerang :
Halim Untar (Kepala), Herman,
Lebak/ Pandeglang :
Belfri (Kepala), Herianto,
Serang :
Sukendar (Kepala), Nani,
Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu:
Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin,
Perwakilan Sumatera Selatan :
Alex Effendi (Kepala),
Kota Palembang,
EdiRudianto (Kepala),
Kota Prabumulih :
Alex Effendi (Kepala),
Biro Batu Raja :
Sahmi (Kepala),
Tulang Bawang :
Sumarta (Kepala), Nani,
Kota Metro :
Tohir (Kepala), MamanIrawan,
Pekanbaru :
Paizal (Kepala),Nurdin,
Padang :
Marqian,
Bengkulu :
Aman Sipahutar,
Biro Mukomuko
:
Hilman Daud,
Biro Bengkulu Utara :
Syaiful Bahkri S,
Perwakilan Jambi :
Leman Burhan, (Kepala), Hendar,
Muara Bungo :
Suyono,
Kab. Tebo :
Heri Zaldi,
Musirawas/ Lubuk Linggau :
Iman Koesnadi, Agus Saliem,
BiroSarolangon :
Leni Hartati,
Biro Bangko :
Zainal Arifin,
Dumai :
Suparta (Kepala), Parjio,
Tanjung Pinang :
Winarto (Kepala), Jerlin P, Rony Rudianto,
Biro Batam :
GandaS.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare,
Biro Tanjung Balai Karimun :
Jerlin P (Kepala),
Kab. Lingga :
Heri Susanto (Kepala), Nurjaly, Hendrano,
Kab. Bintan:
Defran, Edi Ishak, Amdiman,
Biro Natuna :
Roy S. (Kepala),
Biro Kab. Anambas :
S. Edwar. S (Kepala),
Rokan Hilir :
M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan,
Purwokerto :
Hanapiah (Kepala), Kuswandi,
Batang :
Rika Ida (Kepala), Hapid,
Kota Semarang:
Irman Idrus (Kepala), Warsoma,
Cilacap :
Murtaqin,
Pekalongan :
Hetty(Kepala) Narwan,
Purbalingga :
Hermanda,
Yogyakarta :
Suratno,
Klaten :
Sutrisno, Tarmo,
Perwakilan Jawa Timur:
Deasy Epita A (Kepala),
Mojokerto :
Moh. Lutfi,
BiroLamongan :
Adi Sugiarto (Kepala), Huala Simanjuntak, Julian Tri, Prayitno,
Biro Banyuwangi :
M. Arif Afadi,
Biro Jombang
: Moh Sabit (Kepala), Joko Bambang, Rohimah,
Kupang :
Moses Mone Kaka (Kepala)
,
Klaudius Edy Burga,
Kalimantan Barat :
Ranto Leonardo,
Kalimantan Selatan / Tengah :
Gatner Eka Tarung, SE (Kepala),
Banjar Masin :
Mulia,
Banjar Baru :
Asrian Talatika,
Pulang Pisau :
Yabi. K,
Samarinda :
Kipan Suerta, Delimah,
Belu & TTu:
Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran,Agus TB. SH,
Flores Timur :
Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema,
Sorong :
Dea (Kepala), Gonjali,
Perwakilan Sumatera Utara :
Torang Sihite (Kepala), Anggiat Sihombing, Bincar Royven Tamba, Sampang Manik,
Deli Serdang :
Sopian Indris Simanullang, Sidik Mahadi,
Serdang Gegadai :
Erikson Gultom
,
Biro Samosir :
Pardingotan Sitanggang (Kepala),Ekomario S. Malau, Gaya Malau,
Padang Sidempuan:
Chairun (Kepala), Hotman, Ali,
Bali :
Nyoman, Putu Artha.
Makassar :
Darwis
Medan,(MR)
Kebun binatang milik Pemko Medan yang berlokasi di jalan bunga rampe kelurahan simalingkar B kecamatanMedan tuntungan pada hari libur nasional memperingati hariraya waisak 17 mei 2011 ternyata sangat sepi dari pengunjungWartawan Media Rakyat saat datang ke lokasi kebun binatanguntuk meliput suasana Hari Libur Nasional sangat perihatindengan sepinya masyarakat yang datang untuk berkunjungke lokasi tersebut, Mengingat libur Nasional yang sangatpanjang ternyata tidak menarik antusias masyarakat yangdatang untuk berkunjung guna menghabiskan masa liburandi Kebujn Binatang Medan ( KBM).Lokasi kebun binatang medan ternyata cukupmemprihatinkan dengan kondisi hewan pada saat ini yangkurang perawatan dari pihak pengelola lokasi KBM, akibatbanyak hewan yang mati sehingga menyebabkan kandangyang kosong dan hal itu membuat kurangnya minatmasyarakat yang datang untuk berkunjung untukmenghabiskan masa liburan di lokasi KBM.Sementara Kepala Tata Usaha Taman Marga SatwaMedan Maulana Hutabarat saat akan di konfirmasi olehWartawan Media rakyat Melaui Via Hp ternyata tidak dapatdihubungi, salah seorang pengunjung D Brutu SE yangmerupakan seorang pegawai di salah satu instansipemerintahan kota medan yang datang bersama keluarganyasaat di konfirmasi, berharap agar Pemerintah Kota Medanlebih memperhatikan lokasi KBM agar dikelola dengan baikdan professional dan membenahi segala kekurangan danfasilitas yang ada saat ini. Agar dapat menarik minat parapengunjung untuk datang berlibur Ke Taman Marga SatwaMedan. >>
Sampang Manik
Hari Libur NasionalKebun Bintang MedanSepi Pengunjung
Jakarta,(MR)
Komite Tindak Pidana Pencucian Uang dan KomitePencegahan Tindak Pidana Terorisme, memintaKemendagri mempercepat pembuatan kartu tandapenduduk elektronik ("e-KTP") untuk menghindari individumemiliki kartu identitas ganda."Kami meminta realisasi `single identification number`,KTP tunggal bisa dipercepat oleh Kemendgari. Kan ada UU23/2006. Sudah berjalan cuma masih belum tuntas," kataKetua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan(PPATK) Yunus Husein di Jakarta, Rabu (18/5).Ditemui usai rapat koordinasi bidang politik, hukum dankeamanan, ia mengatakan, pelaksanaan e-KTP ini pentingdan diharapkan segera dapat dilaksanakan gunamenghindari berbagai tindak kejahatan.Contoh kecil saja, dalam kasus pembobolan Citibankoleh Malinda Dee. Suami Malinda, Andhika Gumilang, sampaimempunyai tujuh KTP, ujarnya, menambahkan. "Ini pentingsekali, bukan cuma untuk industri keuangan tapi penyidikan,intelijen. Kalau orang punya KTP lebih dari satu itubagaimana coba?," ucapnya, menegaskan.Dalam rapat koordinasi tentang Komite Tindak PidanaPencucian Uang dan Pencegahan Tindak Pidana Terorismeitu hadir 10 instansi. Komite ini wajib bertemu satu tahunsekali dengan ketua Menko Polhukam.Komite ini beranggotakan antara lain MenkoPerekonomian, Menlu, Kapolri, Jaksa Agung, Menkum HAM,dan Gubernur BI. PPATK termasuk anggota dan Yunusmenjadi sekretaris komite itu.
>> Ediatmo
Komite Pencucian UangMinta "e-KTP" SegeraDirealisasikan
Kepala PPATK Yunus Husein
Bengkulu,(MR)
Sebanyak 126.400 kartu calon peserta jaminan kesehatanmasyarakat (Jamkesmas) di Provinsi Bengkulu dibatalkankarena tidak dilengkapi data yang akurat.Manager PT Asuransi Kesehatan (Askes) CabangBengkulu Dwi Desiawan, Sabtu (14/5) mengatakan pihaknyaterpaksa membatalkan mencetak ratusan ribu kartu jamkesmas itu karena kesalahan dalam proses pendataanyang dilakukan oleh Dinas Sosial setempat."Kesalahan data tersebut berupa tidak tercantumnyatempat dan tanggal lahir serta alamat lengkap calon pesertaJamkesmas sehingga kami tidak bisa mencetak kartu yangtidak memiliki identitas yang lengkap," ujarnya.Ia menjelaskan, pembatalan pencetakan kartuJamkesmas tersebut sangat disayangkan dan merugikanwarga yang kurang mampu untuk mendapatkan pelayanankesehatan bila sedang sakit. "Kami mengharapkan kepadaPemerintah Provinsi Bengkulu segera mendata ulang calonpeserta Jamkesmas yang berhak menerima bantuantersebut dan melibatkan petugas yang profesional sehinggakesalahn data tidak terjadi lagi," katanya.Selain data yang tidak lengkap, seringkali terjadi tumpangtindih dalam pendataan warga kurang mampu di Bengkulu.Agar tidak terjadi lagi kelemahan yang sama, ia menyarankanagar antara instansi pemerintah yang melakukan pendataanmeningkatkan koordinasi serta melakukan pendataan satupintu.Calon penerima kartu jamkesmas harus memenuhi 14persyaratan antara lain tinggal di rumah berlantai tanah,berdinding papan dan memiliki penghasilan Rp225.875 per kapita per bulan. "Sejak 2008 kuota kartu Jamkesmas diProvinsi Bengkulu yakni 632.000 calon peserta. Kami hanyabertugas untuk menyelekdsi data yang diterima daripemerintah daerah, mencetak dan mendistribusikan kartuJamkesmas kepada masyarakat penerimanya," katanya.Ia menjelaskan,sebelumya PT Askes juga bertugasmembayar biaya pelayanan bagi para peserta Jamkesmas,diantaranya pembayaran jasa rawat jalan tingkat pertamasampai lanjutan, rawat inap, biaya operasi penyakit beresikotinggi seperti jantung, kanker dan gagal ginjal.>>
Aman S
Ratusan Ribu KartuJamkesmas di BengkuluDibatalkan
Denpasar,(MR)
Pemerintah Provinsi Balidalam menangani masalahsosial lebih menekankan upaya pengentasan kemiskinan, keter-lantaran, kecacatan, ketunaansosial dan korban bencana.Upaya tersebut dilakukan seca-ra terarah, terpadu dan berlanjutyang melibatkan pemerintah bersama masyarakat," kataKepala Dinas Sosial ProvinsiBali Drs I Ketut Susrama diDenpasar, Selasa.Ia mengatakan, kerja sama pemerintah provinsi, pemerin-tah kabupaten/kota dan masya-rakat dalam bentuk pelayanansosial dalam memenuhi kebutu-han masyarakat, terutama yangmenjadi sasaran penangananmasalah sosial.Untuk itu pemerintah Pro-vinsi Bali melalui Dinas Sosialsetempat memperoleh kucurandana sebesar Rp49,61 miliar unntuk menangani berbagai permasalahan sosial 2011.
Pemprov Bali FokusPengentasan Kemiskinan
Kucuran dana itu bersum- ber dari pemerintah pusat, yaknidana dekonsentrasi sebesar Rp17,4 miliar untuk menanganiempat program yang menyang-kut 17 kegiatan.Ketut Susrama menambah-kan, bantuan dana pemerintah pusat melalui KementerianSosial itu juga menyangkuttugas pembantuan yakni dua program dan dua kegiatan de-ngan alokasi dana Rp1,9 miliar.Pihaknya dalam menangani permasalahan sosial itu jugamendapat dukungan dana darianggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bali,disamping Pemkab dan Pemkot juga mengalokasikan danaserupa untuk menangani masa-lah sosial di wilayahnya masing-masing.Dana APBD Bali untuk menangani masalah sosialsebesar Rp29,4 miliar diarahkanuntuk sebelas program yangmenyangkut 33 kegiatan.Selain itu juga ada kucurandana dari APBD Bali sebesar Rp999,9 juta untuk mendukunglima program yang menyangkut16 kegiatan yang ditangani unit pelaksana teknis (UPT) pelaya-nan sosial.Penduduk miskin di Bali kinitercatat 174.930 jiwa atau 4,88%dari penduduk Bali 3,89 juta jiwa. Jumlah ini menurun 6.790orang dibanding 2009 yangtercatat 181.720 orang atau5,13% dari jumlah penduduk.Upaya mengentaskanwarga miskin in di Bali selama2009 lebih tinggi dari target yangdibebankan pemerintah pusat,yakni mencapai 6.790 orang,melebihi target 6.360 orang."Bali dalam mengentaskanmasalah kemiskinan pada 2010menempati urutan kedua ting-kat nasional setelah DKI Jakar-ta, atau naik peringkat daritahun 2009 yang menempati posisi ketiga," ujar Susrama.
>>Putu ArthaJakarta,(MR)
Politikus Golkar BambangSusatyo, menilai menteri padaera Orde Baru (Orba) jauh lebih berkualitas daripada menteri eraSusilo Bambang Yudhoyono(SBY). Menteri zaman SBY lebihditentukan karena ikatankepartaian daripada kualitas."Itulah kekeliruan SBY. Memilihmenteri tidak berdasarkankualitas tapi jasa partai,"ujarnya dalam diskusi tentangOrba vs Reformasi di GedungParlemen, Jakarta, Kamis (19/5).Kualitas menteri yang buruk zaman SBY, menurutnya,tampak dari berbagai kebijakanyang tidak pro rakyat.Pengangguran di mana-mana
SBY Dinilai Keliru Menyusun Kabinet
dan tingkat kelayakan hidupmasyarakat sangat rendah.Selain itu, menurutnya, zamanSBY banyak pejabat publik yang korupsi dan mencuri uangrakyat. "Itu tandanya kualitas pejabat zaman SBY sangatturun," tarangnya.Anggota Fraksi PDIP DPR Ganjar Pranowo juga menilai publik saat ini tidak sabar dengan taraf hidup yang kiansulit. Kondisi saat ini,menurutnya, membawa publik untuk kembali menganggaporba lebih baik dari zaman SBY.Menurutnya, saat kondisikehidupan yang sejahtera tidak dinikmati publik, maka merekalebih suka untuk mencari bandingannya, yakni Orba."Ada ketidaksabaran publik melihat kondisi saat ini.Keadilan sosial yang tidak terwujud. Karena itu merekacari bandingannya," uajr Ganjar.Mantan Menteri Keuanganzaman Orba Fuad Bawazir,menilai saat ini kemiskinandipelihara. Kemiskinan menjadi jualan politik. Setiap ada orangmiskin selalu dibayar dengan bantuan tunai lansung (BTL).Kemiskinan sering diperalatuntuk meningkatkkan citra politik. "Saat ini kemiskinandipelihara. Kemiskinan akandipakai untuk pencitraan politik," tandasnya.
>>EkaLesmana
Suasana Rapat Kabinet
Jakarta,(MR)
Tudingan demi tudingannegatif terus menghantam DPR.Terakhir, sebuah media nasio-nal memuat berita mafia ang-garan yang 'bersarang' di BadanAnggaran (Banggar) DPR. Halini membuat Wakil Ketua DPR dari Fraksi Golkar, Priyo BudiSantoso, gerah dan angkat
Priyo: Jangan Opinikan DPR Sarang Penyamun
bicara. Menurutnya, DPR jangan dijadikan sebagai tempat bermuaranya para penjahat, para koruptor."Jangan teropinikan DPR sebagai sarang penyamun, kare-na proses hulu ke hilir melibat-kan semua pihak menurutundang-undang. Kalau soalanggaran kuat, prosesnya di pemerintah. Jangan hanya nilasetitik rusak, kami semua. Tidak semua anggota dewan sepertiitu," kata Priyo saat ditemui digedung DPR, Rabu (18/5).Menurut Priyo, DPR memiliki cita-cita, yaitu inginmenjadi law center, pusat perundang-undangan akan berada di tangan DPR, dan bukan lagi di pemerintah. Selainitu, DPR juga ingin membuat budget centre yang nantinyaakan dipenuhi tenaga ahli yanghebat.Posisi DPR juga dikatakanPriyo saat ini tidak terlaludominan dalam pemerintahannegara ini. "Kami ingin mem- buat budget center, nantinyadipenuhi ahli yang hebat ber-kumpul di sini dan bukan untuk pemerintah. DPR tidak dalam posisi yang sekuat Anda sang-ka. Posisi DPR tidak seperkasaapa yang Anda sangka," tam- bahnya.Ketua DPP Golkar ini jugameminta agar segala macamkejahatan seperti korupsi yangdilakukan dalam parlemen iniharus dituntaskan dan dihenti-kan hingga ke akarnya. Ia jugamempersilakan anggota bang-gar diperiksa parpolnya jikamemang menginginkan peruba-han dalam tubuh banggar bu-kan dalam posisi untuk menyi-dik soal mafia anggaran."Kalau ada borok-borok,harus kami bereskan, ungkap,cut, supaya tidak menjalar kemana-mana. Alurnya (ang-garan) Kementerian Keuangan,Bappenas, kemudian DPR.Kalau tujuan untuk perbaikan,silakan. Kalau bermotif, seluruhanggota diperiksa, (saya) tidak setuju karena di situ banyak orang-orang baik, kami harusadil juga," imbuhnya.Priyo mengatakan DPR hanya menentukan tentanganggaran apakah sebuahanggaran yang diajukan besar atau kecil. Sementara itu,mekanisme rapat juga tergolongterbuka meski pada kenya-taannya rapat banggar cende-rung tertutup dari media."Saya akan cek mekanismeyang ada di badan-badan. Kare-na prinsipnya rapat di DPR terbuka. Tidak semua halterbuka, kan ada mata-mataanggaran yang tidak terbukasemua, itu semestinya selesai ditingkat pemerintah, DPR kanhanya menentukan ini keke-cilan, kebesaran," ujarnya.Pemberitaan sebuah mediamassa nasional menyebutkanadanya mafia anggaran dalamBanggar DPR. Berita tersebut bahkan menyebutkan setiap partai memiliki sejumlah ang-gota untuk mengumpulkanuang. Anggota banggar yangtidak produktif menyetor uangdari banggar ke partainya akandipindah ke alat kelengkapandewan lainnya.
>> Tedy S
Priyo Budi Santoso