Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
26Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ALGORITMA SOBEL UNTUK DETEKSI KARAKTER PADA PLAT NOMOR KENDARAAN BERMOTOR

ALGORITMA SOBEL UNTUK DETEKSI KARAKTER PADA PLAT NOMOR KENDARAAN BERMOTOR

Ratings:

1.0

(1)
|Views: 2,191|Likes:
Published by Jans Hendry

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Jans Hendry on May 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2013

pdf

 
Pengolahan citra digital by Jans Hendry / S2 TE UGM 09
1
 ALGORITMA SOBEL UNTUK DETEKSI KARAKTER PADA PLAT NOMOR KENDARAAN BERMOTOR 
 Edge
atau tepi merupakan representasi dari batas objek dalam citra. Hal ini merupakan permasalahanmendasar dan penting dalam pengolahan citra digital. Yang perlu diingat adalah
edge
memiliki nilaiintensitas yang sangat kontras dibandingkan dengan piksel di sebelahnya (
neighborhood 
). Deteksi tepibisa menjadi sebuah filter untuk menghilangkan informasi yang tidak dibutuhkan, atau lebih seringdisebut sebagai
noise
atau derau. Dengan deteksi tepi, struktur dari properti atau objek dalam citratetap dipertahankan.Algoritma Sobel merupakan salah satu algoritma dari
edge detection
pada citra digital yang berbasispada nilai gradient. Algoritma ini digunakan untuk citra biner. Citra biner merupakan citra yangbernilai antara 0 dan 1 atau sering disebut sebagai
grayscale
. Metode gradient adalah metode yangmendeteksi pinggir objek dengan mencari nilai maksimum dan minimum dari turunan pertama citratersebut. Selain gradient ada juga basis dari algoritma deteksi pinggir, yakni Laplacian. Laplaciandidasarkan pada turunan kedua dari citra tersebut. Untuk lebih jelas perhatikan gambar (2) untuk gradient dan gambar (3) untuk laplacian.Gambar (1). Isyarat AsliGambar (2). Isyarat Gradient
 
 Gambar (3). Isyarat LaplacianGambar (1) menujukkan gradient atau turunan pertama dari isyarat asli yang ditunjukkan oleh gambar(1) berbentuk 1-D. Tampak bahwa turunan pertama ini menghasilkan nilai maksimum di pusatkoordinat. Artinya adalah lokasi piksel
edge
berada pada titik tersebut bila melebihi nilai ambangyang ditetapkan. Metode lain adalah laplacian, dengan menggunakan turunan kedua, akanmenghasilkan nilai minimum di pusat koordinat. Nilai ambang sangat dibutuhkan disini, karena akanmenentukan nilai intensitas mana yang dianggap sebagai
edge
dan mana yang bukan.Algoritma Sobel memiliki operator konvolusi yang disebut juga sebagai operator sobel atau kernelsobel. Kernel ini berukuran 3x3 yang terdiri atas 2 buah kernel, untuk horizontal (Gx) dan vertikal(Gy). Kernel tersebut dioperasikan secara konvolusi dengan piksel pada citra dalam arah x dan arah y.Kernel ini ditunjukkan oleh gambar (4).Gambar (4). Kernel SobelLalu dihitung magnitude dari gradient nya.Gambar (5). Magnitude gradient untuk sobelAlgoritma sobel memang sering digunakan sebagai
edge detecting algorithm
tapi tentu memilikikekurangan. Kekurangannya adalah citra digital tidak bisa dilepaskan dari kehadiran derau.Masalahnya ketika citra ini dikonvolusikan dengan kernel sobel, yang terjadi adalah derau tersebut juga ikut di proses, sehingga derau menjadi bagian dari hasil algoritma sobel. Hal ini tentu tidak diharapkan, sehingga perlu adanya filter terhadap derau yang harus diberikan terlebih dahulu. Filteryang sering digunakan adalah filter statistik, yakni filter median. Algoritma sobel bagus jika
 
Pengolahan citra digital by Jans Hendry / S2 TE UGM 09
3
diterapkan pada data yang sangat besar, sehingga SNR nya menjadi semakin besar dan kehadiranderau masih bisa ditoleransi. Operator sobel bisa saja berukuran lebih dari 3, tetapi ada rumusan untuk itu, karena dengan ukuran lebih besar maka diharapkan derau juga bisa dihilangkan. Sebaiknya jugagunakan ukuran ganjil, agar hasil konvolusinya didasarkan pada titik tengah dan operator memilikititik tengah.Sebenarnya, matlab telah menyediakan
toolbox
khusus untuk algoritma ini, yakni:image = edge(image,’sobel’)tapi dalam artikel ini, akan dicoba membuat program sendiri dengan langkah-langkah daripenggunaan algoritma Sobel.1.
 
Lakukan filter untuk mengurangi derau pada citra.2.
 
Lalu filter dengan operasi konvolusi pada citra dengan kernel sobel. Ingat lakukan secaraterpisah untuk Gx dan Gy. Sehingga dihasilkan intensitas baru yakni Ix dan Iy secara terpisah.3.
 
Lalu estimasi magnitude gradient untuk tiap piksel menggunakan persamaan:4.
 
Dengan memberikan nilai ambang atau
threshold 
terhadap magnitude gradient, maka didapatcitra yang berisi hasil dari
edge detection
.Untuk pemrograman dengan matlab, ikuti langkah-langkah berikut ini:1.
 
Baca citra asli yang akan dideteksi tepinya.
I=imread('jogja','jpg');
 
imshow(I), title('Citra Asli');
2.
 
Konversi citra menjadi
grayscale
.
Ig=rgb2gray(I);
 
3.
 
Haluskan citra untuk menghilangkan derau dengan filter median.
Igm=medfilt2(Ig,[3 3]);
 
4.
 
Terapkan operasi sobel
Mx=[-1 0 1;-2 0 2;-1 0 1];
 
My=-Mx';
 
Gy=imfilter(double(Igm),My,'conv');
 
Gx=imfilter(double(Igm),Mx,'conv');
 
M=sqrt(Gx.^2+Gy.^2);
5.
 
Buatlah nilai ambang yang diinginkan.Yang perlu anda perhatikan adalah, algoritma untuk 
threshold 
bisa anda gunakanyang mana saja. Dalam hal ini saya menggunakan algoritma
global threshold 
. Tapialgoritma ini, saya modifikasi untuk menghasilkan citra yang lebih bagus.
mmax=max(max(M));
 

Activity (26)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
rizedz liked this
Selly Widiastuti liked this
Lutvi Clara liked this
Muhammad Luthfi liked this
arekjenggolo liked this
Halasson Gultom liked this
Dina Rifdalita liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->