Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
51Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ASEAN

ASEAN

Ratings: (0)|Views: 21,106|Likes:
Published by Dodi Hariyanto

More info:

Published by: Dodi Hariyanto on May 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/10/2013

pdf

text

original

 
PENDAHULUAN
B
AB
ini akan membahas tentang berbagai pendekatan yangdigunakan dalam memahami studi hubungan inter-nasional diAsia Tenggara. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakanuntuk memahami gejala hubungan inter-nasional di AsiaTenggara. Salah satu pendekatan tersebut adalah pendekatansistemik atau pendekatan sistem yang digunakan DonaldMcCloud untuk menjelaskan gejala hubungan internasional diAsia Tenggara.
1
McCloud mendasarkan pi-kirannya pada pendapat beberapa penulis lain. Menurut pendekatan ini AsiaTenggara diasumsikan sebagai bagian dari
 subordinate state system
yang di dalamnya terdapat Asia Se-latan, Asia Tenggara,dan Cina. Berdasarkan logika ini po~ litik luar negeri masing-masing negara di Asia Tenggara dipe-ngaruhi oleh posisinyasebagai
 subordinate system.
2
 
Sementara'Donald G. McCloud,
Southeast Asia: Tradition and Modernity inthe Contemporary World,
Boulder Westview Press, 1995, hal. 16-19.
2
Michael Brecher,
The New States of Asia,
London: Oxford Uni-versity Press, 1963, hal. 105.
 
Sheldon W. Simon memahami Asia Tenggara bukan sebagaisebuah sistem tetapi lebih sebagai sebuah kawasan. Alasan yangdiajukan adalah bahwa di dalam kawasan tersebut ter-jalinhubungan yang tumpang-tindih dalam sektor politik, ekonomi,dan militer. Sekalipun demikian, penulis ini meng-akui bahwaASEAN merupakan sistem politik yang paling terlembaga dikawasan tersebut.
3
Sementara itu, penulis lain menganggap AsiaTenggara sebagai sebuah subsistem dari global sistem yang lebih besar.
4
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas McCloud meng-ajukan hipotesis bahwa Asia Tenggara dapat dilihat sebagaisebuah subsistem dari sistem yang lebih luas. Dengan meng-gunakan model sistem ini orang akan lebih mudah mempe-lajari politik luar negeri dan hubungan regional di antara ne-gara-negara di kawasan tersebut. Bahkan lebih jauh dikata-kan,dengan pendekatan sistem pula hubungan kawasan tersebutdengan sistem yang lebih besar 
(global system)
akan lebihmudah pula dijelaskan.Tetapi McCloud juga mengingatkan bahwa pendekatanyang dikembangkan pada pertengahan 90-an ini mengandungkelemahan. Salah satu di antaranya adalah adanya pendapat yangmeragukan apakah sebagai sebuah sistem Asia TenggaraSheldon W. Simon, "East Asia," dalam
World Politics,
dieditoleh James N. Rosenau, Kenneth Thomson, and Gavin Boyd, NewYork: Free Press, 1976, hal. 528-551.
*S.
Chawla, Melvin Gurtov, and A.G. Marsat
eds. Southeast  Asia Under the New Balance of Power,
 New York Fraeger Publishers,1974.
 
itu merupakan sistem yang homogen. Sebab, sebagaimana sistemdi Eropa, sebuah kawasan baru dapat disebut sistem bila iamemiliki ciri-ciri keteraturan, stabilitas dan keserasian antara bagian-bagian yang membentuknya. Sudan barang tentu dalam proses perkembangannya kawasan Asia Tenggara belum se- penuhnya dapat dikatakan sebagai sistem dalam artian utuh.Dalam arti bahwa melalui proses belajar dari masing-masinganggota kawasan ini akhimya membentuk diri sebagai sistem.Dengan demikian, gejala-gejala anti sistem seperti konflik antaranegara anggota sudah pasti ikut membentuk proses menujusesuatu yang lebih ideal. Bagaimanapun, dalam perjalanannyaAsia Tenggara tidak bebas dari gejala anti-sistem walaupunakhirnya justru mendorong munculnya keinginan kuat untuk menjinakkan kecenderungan anti sistem yang berpotensi me-ngurangi kualitas sistemik pada kawasan Asia Tenggara. Ber- bagai konflik memang terjadi bahkan iungga saat ini, tetapi berbagai capaian lain pun mengiringi proses pembentukan ka-wasan Asia Tenggara sebagai sebuah sistem yang lebih stabil,kuat, dan serasi saru sama lain.Pendekatan kedua yang dikembangkan oleh AmitavAcharya berusaha melihat gejala pelembagaan perdamaian dan pengurangan kecenderungan peperangan di kawasan AsiaTenggara. Acharya melihat hubungan internasional di AsiaTenggara sebagai benruk 
 security community.
5
 
Pendekatan
5
Amitav Acharya,
Constructing a Security Community in South-east Asia: ASEAN and the problems of regional order,
London and NewYork: Routledge, 2001, hal. 1.

Activity (51)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Vera Martin liked this
Ridwan Rachid liked this
Eqha Yufhita liked this
Trisimayu Fitri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->