Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Buletin Tanpa Nama Edisi #2 April 2011

Buletin Tanpa Nama Edisi #2 April 2011

Ratings: (0)|Views: 17 |Likes:
Published by tanpanamayes
Kritis Rekonstruktif, Inspiratif, Kreatif
Kritis Rekonstruktif, Inspiratif, Kreatif

More info:

Published by: tanpanamayes on May 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2011

pdf

text

original

 
1
PECUNDANG AGAMA dan NEGARA 
Daqoiqul Misbah*
“Kafir kamu!”. Kira-kira seperti Itulah pelbagaipolemik yang sering terjadi sekarang. Kata ini juga makinpopuler seiring dengan munculnya banyak kelompokyang terjadi di Indonesia. Banyakyang saling mengafirkan antarateman, saudara, bahkan yang lebihparah adalah orang tua sendiridianggap kafir olehnya. Nampaknyasemakin lama kata tersebut menjadikebiasaan oleh sekelompok orang.Padahal, kata tersebut bukanlahkata-kata yang sembarangan boleh diucapkan yangtakutnya nanti akan berdampak pada psikologisseseorang.Sungguh lucu sekali kalau kita hanya bisamengafirkan orang. Kita semua juga bisa kalau hanyamengafirkan orang, baik yang berilmu maupun yangtidak berilmu. Yang menjadi tugas kita adalahbagaimana mengubah seseorang yang berasumsi kafirtersebut bisa kembali lagi ke jalan yang benar dan bukanmalah mengklaim seseorang menjadi kafir. Perbuatanseperti itu sungguh menyimpang dari ajaran Islam.
To the point
, dewasa ini banyak kasuspemberontakan yang terjadi di Negara kita. Kelompoktersebut ingin Negara kita diubah ke dalam Negaraberbasis Islam. Berdirinya kelompok tersebut tak lepasdari sosok Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo yangberhasil diproklamasikan pada 7 Agustus 1949.kelompok tersebut tak lain adalah Negara IslamIndonesia (NII) yang menginginkan Negara teokrasidengan Islam sebagai dasar Negara. Artinya, Negara iniharuslah berdasarkan pada hukum Tuhan yang menurutkepercayaan mereka bahwa Tuhan langsungmemerintah Negara melalui ajaran Islam yang sudahada sebelumnya.Kelompok NII semakin lama menjadi besar dantersebar dimana-mana. Pasalnya, sasaranrekrutmentnya tidak pandang bulu, mulai dari orangtua, mahasiswa, sampai anak baru gede (yang populerdisebut ABG). Mereka menarik minat calon korbanyamelalui berbagai cara, salah satunya adalah metode“cuci otak”. Setiap korban NII selalu dimintai uang danmereka halal mengambil uang siapa saja termasuk uangorang tuanya. Misalnya sebuah kasus yang terjadi diSurabaya, seorang mahasiswa tertarik ikut NII gara-garadiberikan kebebasan untuk memilihgadis cantik sebagai calon istri. Gadis-gadis cantik itu dapat dilihat saatacara pengajian khusus komunitas NII.Setelah mahasiswa tersebutmengikuti beberapa kali pengajiandan proses cuci otak, akhirnya diadimintai uang mahar senilai Rp. 1 jutauntuk menikahi gadis yang dipilihnya. Karena tidakpunya uang, akhirnya ia terpaksa mengambil uang orangtuanya dan mengamen untuk mengumpulkan mahar itu.Semakin lama ia tidak nyaman dengan ajaran NII yangmenyimpang, juga dengan kedatangan aktivis NII yangsering kerumahnya untuk menagih uang mahar. Pikiran,perasaan dan tindakan berkecamuk dalam dirinya. Ia juga semakin skeptis dengan tindakan yang akandilakukan, karena ketika membelot ia takut jika terkenahukum pancung dan jika tetap bergabung ia akansemakin tidak nyaman dan tersesat. Maka dari itu, iamengambil keputusan untuk keluar dari NII dan tidakdikenai hukum pancung.Berdasarkan kasus diatas, kita bisa menganalisabahwa NII hanyalah kelompok pecundang yang hanyamenggembar-gemborkan nilai Islam fundamental.Lantas, Mau jadi apa negeri ini kalau mereka berhasilmendirikan Negara Islam Indonesia? Bukan NegaraIslam Indonesia yang terbentuk, tetapi NegaraInsyaAllah Islam. Kalimat itulah yang semestinyadigunakan kelompok NII melihat kondisi dan fakta dilapangan. Mereka mengusung Islam sebagai dasarNegara dengan hukum tertinggi al-qur’an dan hadits,tetapi perbuatan mereka tidak sesuai dengan cara yangmereka lakukan. Memang konsep mereka bagus, tetapicara yang mereka lakukan belum sesuai. Maka dari itu,banyak tokoh-tokoh Islam yang tidak sependapatdengan mereka. Mantan presiden RI, K.H. AbdurrahmanWahid misalnya, Secara terus terang bahkanmengatakan: “musuh utama saya adalah Islam kanan,yaitu mereka yang menghendaki Indonesia berdasarkan
Edisi:02/Mei 2011-diterbitkan oleh Mahasiswa Filsafat-www.tanpanamayes.co.cc
 
2
Islam dan menginginkan berlakunya syari’at Islam”.(Republika, 22 September 1998. hal. 2 kolom 5).Semestinya orang-orang NII harus bisa lebihdewasa dan memperdalam syari’at Islam, bukan malahmenjadi pecundang dan sok suci yangmengatasnamakan kelompok Islam. Seakan-akan Islammilik mereka sendiri dan Indonesia yang berlandaskanPancasila bukanlah Negara yang baik dan benarmenurut kriteria mereka. Orang yang menurut merekasalah dan tidak sesuai dengan ajaran langsung diklaimkafir. Oleh karena itu, kita harus selalu waspadaterhadap NII yang pecundang dan sok suci itu.
*Penulis adalah mahasiswa Prodi Aqidah Filsafatsemester 4
Kuliah Cinta
Khairus Shaleh*
Cinta tak lagi menjadi penghalang bagimahasiswa untuk lebih baik dan menggapai tujuansesuai dengan harapan. Justru cintalah sebenarnya yangmenentukan kesuksesan tersebut.Kita akan merasa heran ketika melihat suasanaperkuliahan di perguruan tinggi. Mahasiswa malaskuliah merupakan hal lumrah. Lambat kuliah sudahmenjadi kebiasaan. Hanya hadir di kelas tanpa adatujuan yang jelas sudah menjadi rutinitas. Buku bacaanmenjadi sesuatu yang sangat menakutkan.Keadaan seperti ini mengakibatkan goncanganbesar terhadap kualitas keilmuan mahasiswa. Padahalmahasiswa merupakan kader bangsa yang harus siapmengemban tugas-tugas kemanusiaan yang merupakancita-cita bersama. Membangun bangsa menjadi lebihbaik, menjadikan bangsa ini sebagai negara yangdiperhitungkan dunia dalam berbagai hal, terutamadalam tatanan ilmu pengetahuan.Jika mahasiswa sudah seperti itu, tidakmemunyai semangat untuk mengembangkan keilmuanlebih jauh lagi. Lantas, siapa yang harusmemperjuangkan cita-cita negara?. Apakah harus orangluar yang mengendalikannya sehingga bangsa inimenjadi singa ompong?. Tidak ada pilihan lain kecualimengembalikan laju mahasiswa kepada rel-rel yangmengarahkan kepada tujuan awal sebagai generasi yangakan menentukan masa depan bangsa ini.Faktor yang sangat dominan dalampermasalahan ini tidak lain adalah semakinmereduksinya cinta di kalangan manusia-manusiakampus. Cinta antara dosen dan mahasiswa semakinlama kian meredup. Dosen menganggap masuk ke kelashanya karena kewajiban mengisi absen, sehingga iatidak menguasai matakuliah yang disampaikan.Mahasiswapun juga tidak ketinggalan, menganggapdosen sebagai musuh. Kata-kata dan himbauan dosentidak lagi menjadi idaman, sehingga tidak mungkinmereka mengerjakannya.Memudarnya cinta di atas mengakibatkansemakin mendestruksinya cinta mahasiswa kepadasegala sesuatu yang berhubungan dengan kuliah.Mahasiswa akan malas belajar, merasa enggan masukkelas dan cenderung meremehkan perkuliahan,sehingga masuk kelas lebih awal dan tepat waktumenjadi sesuatu yang sangat berat. Keadaan inimerupakan hal yang wajar mengingat aktifitas tersebuttidak didasari oleh cinta, tetapi karena tekanan absendan segala macam yang mewajibkannya hadir kuliah.Kemudian, ketidak cintaan mahasiswa terhadapilmu pengetahuan mengakibatkannya menjauh dariberbagai kegiatan keilmuan. Mereka tidak akanmembaca, diskusi, menghadiri seminar dan forum-forum ilmiah lainnya kecuali mendapatkan nasi, snackdan sertifikat.Merupakan kewajiban bagi berbagai pihak, baikdosen ataupun mahasiswa untuk lebih meningkatkanrasa cinta. dosen meningkatkan cintanya kepadamahasiswa dan demikian sebaliknya. Mahasiswa jugaharus lebih meningkatkan cinta kepada ilmupengetahuan sehingga aktifitas belajar akan terlaksanadengan maksimal meskipun tanpa ada undang-undangyang mengharuskannya giat.Cinta dosen terhadap mahasiswa akan membuatdosen menuangkan ilmu pengetahuan kepadamahasiswa dengan maksimal dan terbaik. cintamahasiswa kepada dosen akan membuat seluruh yangdikatakan dosen menjadi patokan. Cinta mahasiswaterhadap ilmu pengetahuan akan membuat merekaselalu haus akan ilmu pengetahuan.Media pengetahuan bagai perempuan-perempuan cantik yang selalu membuatnya bahagiayang tak terlukiskan dan merasa sedih dikala terpisahdengannya walau satu detik pun. Membaca bukudengan mesra, tanpa ada sedikitpun capek dan bosenterhadapnya.
*Penulis adalah mahasiswa Prodi Aqidah Filsafatsemester 4
 
3
Helmy; Seruan untuk Para Pejabat
Pegerakan…Simbol kecintaan pada tanah air betaKecintaan yang selalu berseru untuk berjuangBerjuang atas nama rakyat lemah nan tak berdayaRakyat yang tak kuasa berbuat apa-apaYang hanya bisa berteriak di telingaku“Indonesia… kemana kau pergi Indonesiaku!”Pergerakan…Seruan yang membangunkan para pejabatYang tertidur ketika rapat soal rakyatSeruan yang memekakkan telinga para politikus tuliYang tak bisa mendengar tangisan-tangisan rakyatSeruan yang membakar kursi-kursi wakil rakyatYang mau membangun gedung mewah di tengahkemalangan rakyatSeruan buat kau mata-mata yang hausYang haus akan video-video pornoSeruan juga buat kau keadilanYang pergi entah ke manaApakah mungkin kau kembali lagi?Pergerakan…Hidup untuk membawa kembali jiwa negeri yang telahlama hilangMembangunkan hati-hati yang dininabobokkan olehuangMencibir ketidakadilanHidup pergerakanTanpa pergerakan kau tak hidup!edisi
#2
Apakah mungkin untuk menjelajahdi bulan menggunakan sebuahkompas?
Ayo rebut hadiah pulsa Rp. 5.000,- untuk 1 orangpemenang.
TERCEPAT DAN BENAR, NO HPANDA TERISI PULSA OTOMATIS
.Caranya Ketik:
TEBAK
(spasi)
NAMA
(spasi)
YA/TIDAK
(spasi)
ALASAN
kirim ke081902552879.
Jawaban
edisi
#1
6 Dolar, Alasannya dalam aturan Aritmatika perkaliandidahulukan dari penjumlahan. Jadi, 2 dolar tambah 2dolar kali 2 dolar = 6 dolar.
Agama Asli Nusantara: Kejawen
Kejawen (bahasa JawaKejawèn) adalah sebuahkepercayaan atau mungkin bolehdikatakan agama yang terutamadianut di pulau Jawa oleh sukuJawa dan sukubangsa lainnyayang menetap di Jawa.Kata “Kejawen” berasal dari kata Jawa, sebagaikata benda yang memiliki arti dalam bahasa Indonesiayaitu segala yg berhubungan dengan adat dankepercayaan Jawa (Kejawaan). Penamaan "kejawen"bersifat umum, biasanya karena bahasa pengantaribadahnya menggunakan bahasa Jawa. Dalam konteksumum, kejawen merupakan bagian dari agama lokalIndonesia. Seorang ahli antropologi Amerika Serikat,Clifford Geertz pernah menulis tentang agama ini dalambukunya yang ternama The Religion of Java atau dalambahasa lain, Kejawen disebut "Agami Jawi".Kejawen dalam opini umum berisikan tentangseni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Kejawen juga memiliki arti spiritualistis atauspiritualistis suku Jawa.Penganut ajaran kejawen biasanya tidakmenganggap ajarannya sebagai agama dalampengertian seperti agama monoteistik, seperti Islamatau Kristen, tetapi lebih melihatnya sebagaiseperangkat cara pandang dan nilai-nilai yang dibarengidengan sejumlah laku (mirip dengan "ibadah"). Ajarankejawen biasanya tidak terpaku pada aturan yang ketat,dan menekankan pada konsep "keseimbangan". Dalampandangan demikian, kejawen memiliki kemiripandengan Konfusianisme atau Taoisme, namun tidak samapada ajaran-ajarannya. Hampir tidak ada kegiatanperluasan ajaran (misi) namun pembinaan dilakukansecara rutin.Simbol-simbol "laku" biasanya melibatkanbenda-benda yang diambil dari tradisi yang dianggap asliJawa, seperti keris, wayang, pembacaan mantera,penggunaan bunga-bunga tertentu yang memiliki artisimbolik, dan sebagainya. Akibatnya banyak orang(termasuk penghayat kejawen sendiri) yang denganmudah mengasosiasikan kejawen dengan praktik klenikdan perdukunan.Ajaran-ajaran kejawen bervariasi, dan sejumlahaliran dapat mengadopsi ajaran agama pendatang, baikHindu, Buddha, Islam, maupun Kristen. Gejalasinkretisme ini sendiri dipandang bukan sesuatu yanganeh karena dianggap memperkaya cara pandangterhadap tantangan perubahan zaman.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->