Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
42Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Mendel 2

Hukum Mendel 2

Ratings: (0)|Views: 6,146|Likes:
Published by Marcellinus Randy

More info:

Published by: Marcellinus Randy on May 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/13/2013

pdf

text

original

 
2. Rumusan masalah
a.
 
B
agaimana sejarah ditemukannya hukum Mendel? b.
 
B
agaimana konsep hukum Mendel 2?c.
 
Apa saja penyimpangan hukum mendel?d.
 
B
agaimanapola penurunan Mendelian dan non-Mendelian?
 
e.
 
Apa kegunaan hukum Mendel?
 
BAB
2PEM
BAHASAN
 1.
 
Sej
arah
H
ukum M
e
nd
e
l
J
ohann Mendel lahir tanggal 22
J
uli 1822 di kota kecil Heinzendorf di Silesia,Austria. (Sekarang kota itu bernama Hranice wilayah Republik Ceko.)
J
ohann memunyaidua saudara perempuan. Ayahnya adalah seorang petani. Minatnya dalam bidanghortikultura ternyata dimulai sejak dia masih kecil.Pada Oktober 1843,
J
ohann menjadi murid baru di biara St. Thomas Augustini di
B
runn, Moravia (sekarang
B
rno di Republik Ceko), dengan nama Gregor. Di sini iamempelajari berbagai ilmu selain hortikultura yang telah diminatinya sejak kanak-kanak di pertanian ayahnya.
B
iara ini sendiri memiliki kebun raya yang bagus, kebun sayur,kebun buah, peternakan tawon, dan perusahaan susu untuk memenuhi kebutuhan biara.Perpustakaan biara kaya akan buku dan tulisan-tulisan ilmiah mutakhir. Mendelmemperoleh kesempatan emas untuk melanjutkan minatnya dalam hortikultura.Selanjutnya, dia memulai kariernya sebagai guru dan terus menekuni ilmu alam diUniversitas Vienna dengan melakukan eksperimen untuk menguji gagasan dalam ilmu.
 Eksperimen mendel 
Eksperimen Mendel dimulai saat dia berada di biara
B
runn didorong olehkeingintahuannya tentang suatu ciri tumbuhan diturunkan dari induk keturunannya.
J
ikamisteri ini dapat dipecahkan, petani dapat menanam hibrida dengan hasil yang lebih besar.Prosedur Mendel merupakan langkah yang cemerlang dibanding prosedur yang dilakukanwaktu itu. Mendel sangat memperhitungkan aspek keturunan dan keturunan tersebutditeliti sebagai satu kelompok, bukan sejumlah keturunan yang istimewa. Dia jugamemisahkan berbagai macam ciri dan meneliti satu jenis ciri saja pada waktu tertentu;tidak memusatkan perhatian pada tumbuhan sebagai keseluruhan.Dalam eksperimennya, Mendel memilih tumbuhan biasa, kacang polong, sedangkan para peneliti lain umumnya lebih suka meneliti tumbuhan langka. Dia mengidentifikasitujuh ciri berbeda yang kemudian dia teliti:
y
 
 bentuk benih (bundar atau keriput),
y
 
warna benih (kuning atau hijau),
y
 
warna selaput luar (berwarna atau putih),
y
 
 bentuk kulit biji yang matang (licin atau bertulang),
y
 
warna kulit biji yang belum matang (hijau atau kuning),
 
y
 
letak bunga (tersebar atau hanya di ujung), dan
y
 
 panjang batang tumbuhan (tinggi atau pendek).Mendel menyilang tumbuhan tinggi dengan tumbuhan pendek dengan menaruhtepung sari dari yang tinggi pada bunga pohon yang pendek, demikian sebaliknya.(Sebelumnya, dia memeriksa kemurnian jenis pohon induk tersebut dengan memastikan bahwa nenek moyang tumbuhan itu selalu menunjukkan ciri-ciri yang sama.) Mendelmengharapkan bahwa semua keturunan generasi pertama hasil persilangan itu akan berupa pohon berukuran sedang atau separuh tinggi dan separuh pendek. Namun ternyata, semuaketurunan generasi pertama berukuran tinggi. Rupanya sifat pendek telah hilang samasekali. Lalu Mendel membiarkan keturunan generasi pertama itu berkembang biak sendirimenghasilkan keturunan generasi kedua. Kali ini, tiga perempat berupa tumbuhan tinggidan seperempat tumbuhan pendek. Ciri-ciri yang tadinya hilang muncul kembali.Dia menerapkan prosedur yang sama pada enam ciri lain. Dalamsetiap kasus, satudari ciri-ciri yang berlawanan hilang dalam keturunan generasi pertama dan munculkembali dalam seperempat keturunan generasi kedua. (Hasil ini juga diperoleh dari penelitian terhadap ratusan tumbuhan.
 Ka
ry
a
ny
a
di
a
kui
Mendel meninggal di
B
runn pada tanggal 6
J
anuari 1884 dalam usia 61 tahun. KaryaMendel masih terabaikan selama 35 tahun.
J
erih lelahnya itu baru diakui oleh tiga orangahli botani yang menemukan kesimpulan yang sama dengan Mendel pada tahun 1900.Salah satu peneliti tersebut di antaranya adalah Hugo de Vries, seorang naturalis
B
elanda.Meskipun karyanya banyak ditemukan dalam literatur ilmiah, baru setelah penyelidikanverifikasi independen ini, karyanya dipublikasikan secara luas dan diterima. Karya Mendelmemberikan sumbangan besar terhadap studi ilmu genetika, khususnya studi mengenaifungsi gen dalam keturunan.
 Pentingny
a
a
ry
a
mendel 
Temuan Mendel memunyai implikasi penting. Karyanya membantah adanya percampuran dalam keturunan, yaitu pemikiran bahwa ciri-ciri orang tua diwariskankepada anak dan kemudian bercampur, lalu diturunkan ke generasi berikut dalam bentuk campuran. Eksperimen Mendel membuktikan justru kebalikannyalah yang benar; zatgenetika yang diwarisi dari orangtua hanya bergabung untuk sementara waktu dalam dirianak, dan dalam generasi berikutnya zat genetik pecah menjadi satuan-satuan yang adadalam induk aslinya. Dengan kata lain, zat genetika itu sendiri tidak berubah.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->