Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
30Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
mekanisme kematian sel

mekanisme kematian sel

Ratings: (0)|Views: 3,925|Likes:
Published by DrgDondy
mekanisme fisiologis kematian sel
mekanisme fisiologis kematian sel

More info:

Published by: DrgDondy on May 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/27/2013

pdf

text

original

 
KEMATIAN SELOleh DONDY,peserta program pendidikan dokter gigi Spesialis PeriodonsiaUniversitas airlangga SURABAYA 2010Kontak person : 081 23456 654
A. PENDAHULUANPatologi adalah ilmu atau bidang studi tentang penyakit. Patofisiologi adalah ilmu yangmempelajari fungsi yang berubah atau tergangu misalnya perubahan-perubahan fisiologisyang ditimbulkan penyakit pada makhluk hidup. Empat aspek dalam proses penyakit yangmembentuk inti patologi adalah:1. Penyebab penyakit (etiologi)2. Mekanisme terjadinya penyakit (patogenesis)3. Perubahan struktural yang ditimbulkan oleh penyakit di dalam sel dan jaringan(manifestasi klinis)Sel normal memerlukan keseimbangan antara kebutuhan fisiologik dan keterbatasan-keterbatasan strukur sel dan kemampuan metabolik, hasilnya adalah hasil yang terusseimbang atau homeostatis. Keadaan fungsional sel dapat berubah ketika bereaksi terhadapstress yang ringan untuk mempertahankan keadaan yang seimbang. Konsep keadaan normal bervariasi:1. setiap orang berbeda satu dengan yang lain karena perbedaan susunan genetik 2. setiap orang memiliki perbedaan dalam pengalaman hidup dan interaksinya denganlinkungan3. pada tiap individu terdapat perbedaan parameter fisiologi karena adanya pengendaliandalam fungsi mekanismeB. PEMBAHASANStimulus yang terlalu berat dan berlangsung lama serta melebihi kapasitas adaptif sel akanmenyebabkan kematian sel dimana sel tidak mampu lagi mengkompensasi tuntutan perubahan. Sekelompok sel yang mengalami kematian dapat dikenali dengan adanya enzim-enzim lisis yang melarutkan berbagai unsur sel serta timbulnya peradangan. Leukosit akanmembantu mencerna sel-sel yang mati dan selanjutnya mulai terjadi perubahan-perubahansecara morfologis.Kematian sekelompok sel atau jaringan pada lokasi tertentu dalam tubuh disebut nekrosis. Nekrosis biasanya disebabkan karena stimulus yang bersifat patologis. Selain karena stimulus patologis, kematian sel juga dapat terjadi melalui mekanisme kematian sel yang sudahterprogram dimana setelah mencapai masa hidup tertentu maka sel akan mati. Mekanisme inidisebut apoptosis, sel akan menghancurkan dirinya sendiri (bunuh diri/suicide), tetapiapoptosis dapat juga dipicu oleh keadaan iskemia.1. ApoptosisApoptosis (dari basa yunani apo = "dari" dan ptosis = "jatuh") adalah mekanisme biologiyang merupakan salah satu jenis kematian sel terprogram (programmed cell death), adalahsuatu komponen yang normal terjadi dalam perkembangan sel untuk menjaga keseimbangan pada organisme multiseluler. Sel-sel yang mati adalah sebagai respons dari beragam stimulusdan selama apoptosis kematian sel-sel tersebut terjadi secara terkontrol dalam suatu regulasiyang teratur.Informasi genetik pemicu apoptosis aktif setelah sel menjalani masa hidup tertentu,menyebabkan perubahan secara morfologis termasuk perubahan pada inti sel. Kemudian sel
 
akan terfragmentasi menjadi badan apoptosis, selanjutnya fragmen tersebut diabsorpsisehingga sel yang mati menghilang.Urutan kronologis tahapan yang terjadi antara lain:1. fragmentasi DNA2. penyusutan dari sitoplasma3. perubahan pada membran4. kematian sel tanpa lisis atau merusak sel tetangga.
a. Penyebab Apoptosis
 Apoptosis dapat bersifat fisiologik atau patologik.1) Penyebab Fisiologik a) Destruksi sel yang terprogram selama embriogenesis b) Involusi jaringan yang bergantunng hormoon (misalnya, endometrium, prostat) pada orangdewasac) Penghapusan sel dalam populasi sel yang mengadakan profilasi(misalnya, epitel kriptaintestin) untuk mempertahankan jumlahsel yang tetapd) Kematian sel yang sudah melaksanakan tugasnya (misalnya, sel neutrofil sesudah responinflamasi akut)e) Penghapusan limfosit swareaktif yang berpotensi berbahayaf) Kematian sel yang ditimbulkan oleh sel-sel T sitotoksik (untuk menghilanngkan sel yangterinfeksi virus atau sel neoplasma).2) Penyebab Patologik a) Kematian selyang ditinbulkan oleh berbagai rangsangan yang menyebabkan jejas. Jikamekanisme perbaikan DNA tidak dapat mengatasi kerusakan yang ditimbulkan (misalnya,oleh radiasi atau obat sitotoksik), membunuh dirinya sendiri melalui apoptosis melakukanmutasi atau translokasi yang dapat mengakibatkan malformaasi maligna. Terdapat berbagairangsangan yang emnyebabkan jejas ringan (termasuk panas dan hipoksia) dapat memicuapoptosis, namun rangsangan yang sama dengan takaran yang lebih besar mengakibatkannekrosis. Peningfkatan MPT karena sebab apa pun akan menimbulkan apoptosis. Stres padaretikulum endoplasma yang ditimbulkan oleh akumulasi protein yang tidak terlipat juga akanmemicu apoptosis (lihat bawah) b) Kematian sel pada beberapa infeksi virus tertentu (misalnya, hepatitis)c) Atrofi patologik dalam organ parenkimal pascaobstruksi saluran (misalnya, pankreas)d) Kematian sel pada tumor 
b. Gambaran Morfologik 
 Gambaran morfologik apoptosis meliputi pengeriputan sel, kondensasi serta fragmentasikromatin, pembentukan lepuh pada sel serta fragmentasinya menjadi benda apoptosis, danfagositosis benda oleh sel sehat di dekatnya atau makrofag. Tidak adanya inflamasi membuatapoptosis sulit terdeteksi melalui pemeriksaan histologik.
c. Ciri Biokimiawi Apoptosis
 1) Pemecahan prottein dilakukan oleh familiki enzim protease yang dinamakan kaspase.Enzim ini dapat pula mengaktifkanDNAase untuk memecah DNA dalm nucleus2) Pemecahan DNA internukleosomal menjadi fragmen yang berukuran sekitar 200 pasangan basa menimbulkan pola pita DNA yang khas pada pemeriksaan elektroforesis gel3) Perubahan pada membran plasma (misalnya pembalikan fosfatidilserin dari lipatan sebelahdalam ke lipatan luar membran plasma) memungkinkan sel-sel yang mengalami apoptosis itudikenali agar terjadi fagositosis.
 
 
d. Mekanisme Appoptosis
 Apoptosis ditimbulkan lewat serangkaian kejadian molekuler yang berawal dengan berbagaicara yang berbeda cara yang berbeda tetapi pada akhirnya berpuncak pada aktivasi enzimkaspase. Mekanisme apoptosis secara filogenetik dilestarikan; bahkan, pemahaman dasar kitatentang apoptosis sebagaian besar berasal dari eksperimen pada cacing nematodaCaenorhabditis elegans; pertunbuhan cacing ini berlangsunng melalui pola pertumbuhan selyang sangat mudah diproduksi, diikuti oleh kematian sel. Penelitian terhadap cacing mutanmenemukan adanya gen spesifik (dinamakan gen ced-singkatan dari C. elegans death; gen inimemiliki homolog ada manusia) yang menginisiasi atau menghambat apoptosis .Proses apotosis terrdiri dari fase inisiasi (kaspase menjadi aktif) dan fase eksekusi, ketikaenzim mengakibatkan kematian sel. Inisiasi apoptosis terjadi melalui dua jalur yang berbedatetapi nantinya akan menyaatu (konvergen), yaitu: jalur ekstrinsik atau, yang dimulai darireseptor, dan jalur intrinsik atau jalur intrinsik atau jalur mitokondria.1) Fase Inisiasia) Jalur Ekstrinsik (Reseptor Kematian)Reseptor kematian merupakan anggota famili reseptor TNF (tumor necrosis factor)(misalnya, rreseptor TNF tipe 1 dan Fas); reseptor ini memiliki ranah kematian dalamsitoplasma yang terlibat dalam interaksi antar-protein. Ikatan silang oleh ligan eksternalmenyebabkan multimerisasi reseptor ini untuk membentuk tempat ikatan bagi protein adapter yang selanjutnya akan mendekatkan molekul kaspase-8 inaktif. Aktivitas enzimatik tingkatrendah yang dimiliki proenzim kaspase tersebut pada akhirnya memecah dan menngaktifkansalah satu kelompok dari banyak kelompok yang terkerahkan, dengan cepat menimbulkankaskade downstream aktivasi kaspase. b) Jalur Instrinsik (Mitokondria)Permeabilitas mitokondria meninngkat, dan molekul pro-apoptotik dilepaskan ke dalamsitoplasma; reseptor kematian tidak terlibat. Ada lebih dari 20 protein familil Bcl-2 yanngnormalnnya berfungsi mengatur apoptosis; dua protein anti-apoptotik utama adalah Bcl-2 danBcl-x. Ketika sel kehilangan sinyal untuk bertahan hidup atau menngalami stres, Bcl-2 danBcl-x akan hilang dari membrane mitokondria dan digantikan oleh anggota pro-apoptotik fammili teersebut (misalnya, Bak, Bax, dan Bim) dengan penurunan kadar Bcl-2/Bcl-x, permeabilitas membran mitokondria meningkat, mengeluarkan beberapa protein yang dapatmengaktifkan kaspase. Sebagai contoh, sitokrom c yang dilepaskan akan terikat dengan protein Apaf-1 (apoptosis activating factor-1) dan kompleks ini memicu aktivasi kaspase-9.Inti dari jalur intrinsik adalah adanya keseimbangan antara molekul proapoptik dan molekul protektif yanng mengatur permeabillitas mitokondria.2) Lintasan EksekusiKaspase proteolitik fase eksekusi sangat dilestarikan pada semua spesies; istilah kaspase,huruf ³c´ mengacu pada tempat aktif sistein dan ³aspase´ mengacu pada kemampuan unik untuk memecah residu asam aspartat. Kaspase dibagi menjadi dua kelompok dasar yaitu,inisiator dan eksekusioner menurut urutan aktivasinnya selama proses apoptosis. Kaspase bertindak sebagai proenzim inaktif dan harus menjalani pemecahan agar menjadi aktif:tempat pemecahan dapat terhidrolisis oleh kaspase lain atau secara autokatalitik. Begitukaspase inisiator diaktifkan, program kematian mulai berjalan melalui aktivasi kaspaselainnya yanng berjalan dengan cepat dan sekuensial. Kaspase eksekusioner bekeerja pada banyak komponen sel: enzim ini memecah protein yang terlibat dalam tteranskripsi, rreplikasiDNA, dan perbaikan DNA; secara khusus, kaspase-3 mengaktifkan DNAase sitoplasmik sehingga terjadi pemecahan DNA intranukleus yang khas.

Activity (30)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
hechun liked this
Intan Hiyori liked this
Arhand liked this
Hartanti Wardani liked this
Darmawan Said liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->