Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peningkatan kandungan protein onggok melalui proses fermentasi oleh Rhizopus oligosporus terseleksi

Peningkatan kandungan protein onggok melalui proses fermentasi oleh Rhizopus oligosporus terseleksi

Ratings: (0)|Views: 853 |Likes:
Published by Elma Rahmalia

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Elma Rahmalia on May 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2013

pdf

text

original

 
PENINGKATAN KANDUNGAN PROTEIN ONGGOK MELALUIPROSES FERMENTASI OLEH
 Rhizopus oligosporus
TERSELEKSIDI BALAI PENGKAJIAN BIOTEKNOLOGI BPPT, SERPONG,TANGERANG
LAPORAN KERJA PRAKTEK 
Oleh :
ELMA RAHMALIA10606049PROGRAM STUDI BIOLOGISEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATIINSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG2009
 
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Pakan merupakan komponen penting dalam industri peternakan. Produksi peternakan dunia meningkat seiring dengan peningkatan di dalam permintaan hasil-hasilternak seperti daging, telur, dan susu. Kebutuhan produk peternakan yang sangat tinggitersebut akan berkaitan dengan kebutuhan pakan untuk meningkatkan produk  peternakan. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah- langkah dalam peningkatan penyediaan pakan. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan limbah organik hasil pertanian. Umumnya nilai gizi limbah pertanian sangat rendah, terutama dari segikandungan protein. Selain itu limbah pertanian mengandung serat kasar tinggi sehingganilai ketercernaannya rendah (Landecker, 1996). Salah satu limbah pertanian yang dapatdimanfaatkan sebagi bahan baku pakan ternak adalah onggok. Onggok berasal darisingkong (
Manihot esculenta
) yang merupakan ampas padat dari industri tepungtapioka. Ingram (1975) menyebutkan bahwa onggok dapat dimanfaatkan sebagaisumber energi karena mengandung karbohidrat dalam jumlah tinggi, yaitu sekitar 88.2%. Selain kandungan karbohidrat yang tinggi, onggok berpotensi menjadi bahan bakualternatif pakan karena harganya yang murah dan mudah diperoleh. Namun pemanfaatan onggok sebagai bahan baku pakan dibatasi oleh rendahnya kandungan protein ( sekitar 2.5%). Masalah lainnya adalah singkong dan produk limbahnyamengandung
non-strach polysaccharide
(NSP) dalam jumlah tinggi. NSP merupakanstruktur karbohidrat yang tidak dapat dicerna, seperti selulosa, hemiselulosa, pektin, danlignin (Iyayi
et al 
., 1997 dalam Aro, 2008). Limbah singkong juga mengandung anti-nutrisi seperti hidrogen sianida (HCN) dan tannin dalam jumlah tinggi (Akpan andIkenebomeh, 1995 dalam Aro, 2008). Kehadiran anti-nutrisi tersebut mengakibatkanrendahnya ketercernaan pakan oleh hewan ternak serta menurunnya kinerja hewanternak (Alawa and Amadi, 1990 dalam Aro, 2008).Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kandungan protein onggok adalah melalui fermentasi menggunakan kapang (Vanneste, 1982 dalam Soccol,
et al 
.,1993). Fermentasi merupakan aplikasi metabolisme mikroba untuk mengubah bahan baku menjadi produk yang bernilai lebih tinggi, seperti asam-asam organik, protein sel

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Rifa Tika Sari liked this
Drie Sutisna added this note
mksih info.y..kut ngapload.,,he
andri_ansori liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->