Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
BAB IPENGANTAR A.Latar Belakang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa kondisi koperasi di Indonesia jika dibandingkan dengan praktik-praktik koperasi di berbagai negara industri maju,dinilai oleh banyak kalangan masih jauh tertinggal, bahkan cenderung bergantung pada bantuan pemerintah. Sedangkan organisasi koperasi di sejumlah negara maju baik di Eropa, Amerika, Canada dan beberapa negara Asia lainnya mampu tumbuhdan berkembang seiring dengan perubahan pola perdagangan yang mensyaratkankompetisi tinggi di era globalisai saat ini. Dorongan global menuntut koperasimelakukan reorientasi dan restrukturisasi agar mampu berperan dan berfungsi sebagaitulang punggung perekonomian bangsa (Swasono, 1992).Koperasi sejak awal diperkenalkan baik di negara-negara Eropa Barat maupun diIndonesia sudah diarahkan untuk mampu mengatasi masalah sosial ekonomimasyarakat golongan ekonomi lemah yang kurang beruntung dalam sistem ekonomi pasar liberal kapitalistik. Koperasi diyakini sangat sesuai dengan budaya dan tatakehidupan bangsa Indonesia dengan nilai-nilai kerja sama (gotong royong), menolongdiri sendiri, solidaritas, kejujuran, keterbukaan, mengutamakan kebersamaan dankeadilan serta beberapa esensi moral positif lainnya. Hal ini dapat dilihat pada UUD1945, d
alam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksidikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau
1
 
2
pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuranmasyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orangseorang. “Sebab itu, perekonomian disusun sebagai usaha bersamaberdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuaidengan itu ialah koperasi" (
Baswir, 2008) dalam Ekonomi KerakyatanEkonomi Rakyat dan Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional.Pernyataan diatas sejalan dengan apa yang terdapat dalam regulasi yaitu Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi, dimana pada Pasal. 4 Ayat (1)menyebutkan
 
 bahwa fungsi dan peran Koperasi
 
adalah: Membangun danmengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya danmasyarakat pada umumnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dansosialnya; Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupanmanusia dan masyarakat; Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatandan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya;Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yangmerupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.Keberadaan Koperasi di Indonesia menrurut Data Kementerian Negara Koperasidan Usaha Kecil Menengah (UKM), menyebutkan dari sisi jumlah, koperasi diIndonesia mengalami kemajuan yang pesat. Hal ini dapat dilihat dari jumlah koperasi, jumlah anggota dan volume usahanya, dimana sampai dengan 30 Juni 2009 jumlahkoperasi di Indonesia mencapai 166.155 unit dengan jumlah koperasi yang aktif sebanyak 118.616 unit. Jumlah anggota sebanyak 27.951.247 orang, dengan volume
 
3usaha mencapai nilai Rp. 55.260.796.960.000,-. Selain itu kegiatan koperasi secarakeseluruhan telah menyerap 343.370 orang tenaga kerja yang terdiri dari manajer dankaryawan. (Data lengkap lihat Tabel-1).Tabel-1 Rekapitulasi Data Koperasi Berdasarkan Propinsi Per 30 Juni 2009
No.PropinsiAktif  TidakAktif  TotalAnggotaMana jerKaryawanModalSendiriModalLuarVolumeUsaha(Unit)(Unit)Koperasi(orang)(orang)(orang)(Rp juta)(Rp juta)(Rp juta)
(1)
(2)
(3)(4)(5)(6)(8)(9)(10)(11)(12)1
NAD
3.7092.9056.614519.3142.1436.698394.513,25295.007,00604.589,002
Sumut
5.7104.1699.8791.216.5071.28911.1021.241.804,911.590.392,513.361.751,673
Sumbar
2.4051.0593.464524.2734174.0271.167.372,55800.990,472.143.689,024
Riau
3.0971.3564.453599.8786015.739715.791,00842.913,001.855.650,005
 Jambi
2.2547953.049332.4285143.326151.887,13204.609,50895.282,256
Sumsel
3.1001.3074.407766.0805428.204817.965,84732.091,602.446.914,147
Bengkulu
1.0893381.427111.8971221.138178.582,11113.558,36673.632,258
Lampung
1.9961.4073.403607.9098556.113428.732,00937.431,001.352.811,009
Babel
58722881574.8521321.29954.999,7535.739,86196.247,4610
Kepri
1.1534511.604133.0302991.28731.431,0028.465,0066.672,0011
DKI Jakarta
4.6972.5567.253980.8601.09118.363961.507,001.184.697,004.538.998,0012
 Jabar
15.2217.30122.5224.363.9702.48239.3323.030.469,713.666.628,807.731.474,4513
 Jateng
19.6975.05224.7494.772.8822.38749.7325.781.946,008.220.653,007.821.197,0014
D I Y
1.8684452.313645.6954244.401383.588,29382.819,121.372.473,7815
 Jatim
15.4943.72719.2215.101.8724.04656.7745.604.660,706.345.718,906.357.218,9416
Banten
3.9861.9195.905947.6587565.598548.707,09723.774,222.445.584,9917
Bali
3.2642823.546850.0011.17512.8751.124.235,584.970.797,004.044.861,2718
NTB
2.4444962.940566.9664866.101385.004,00654.246,00828.657,0019
NTT
1.4103391.749464.9338483.398328.723,10321.200,58517.500,7820
Kalbar
2.1561.3003.456705.0775083.230657.080,751.886.241,931.565.336,0521
Kalteng
1.7295952.324217.0442892.625109.983,00110.851,00146.757,0022
Kalsel
1.5166782.194300.2354643.146187.725,00345.286,00289.566,0023
Kaltim
2.9089793.887406.7946899.054228.335,00173.194,00901.167,0024
Sulut
3.4702.0105.480495.7181.14511.185332.401,82428.898,98105.989,9425
Sulteng
1.1805901.770229.5526533.593189.161,00172.590,00211.676,0026
Sulsel
5.1102.0097.1191.209.8733.06312.808795.320,78556.052,201.662.586,9527
Sultra
2.3113772.688202.1715976.781136.217,0098.101,00318.237,0028
Gorontalo
588288876122.7503191.92578.866,12185.718,51217.899,52
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more