1
PENILAIAN UNTUK PENGENAAN PBBPENDAHULUAN
Salah satu tujuan penilaian properti adalah untuk tujuan pajak. Untuk tujuankhusus ini maka penentuan nilainya harus mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku (undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan menteri, surat edarandirektur jenderal,dan peraturan pelaksanaan lainnya. Salah satu tujuan penilaianuntuk kepentingan pajak adalah untuk penentuan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)yang saat ini mempunyai peranan yang sangat penting bagi dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
J
ENIS-
J
ENIS OB
J
EK PA
J
AK
Dalam penentuan NJOP, objek pajak dibagi menjadi 2 (dua) klasifikasi,yaitu objek pajak umum dan objek pajak khusus. Objek pajak umum yangdimaksud adalah objek pajak yang memiliki konstruksi umum dengan keluasantanah berdasrkan kriteria-kriteria tertentu. Objek pajak umum ini selanjutnyadibedakan atas lagi berdasarkan ukuran fisiknya, yaitu :1.
Objek Pajak Standar
Objek Pajak Standar adalah objek-objek pajak yangmemenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut : luas tanah tidak lebih dari 10.000meter persegi, jumlah lantai bangunan maksimal 4 (empat) lantai dengan luastidak boleh melebihi 1000 meter persegi.2.
Objek Pajak Non Standar
Objek Pajak Non Standar adalah objek-objek pajak yang tidak memenuhi salah satu dari kriteria-kriteria sebagai objek standar seperti dinyatakan diatas.Objek Pajak Khusus adalah objek pajak yang memiliki konstruksi khususatau keberadaannya memiliki arti yang khusus seperti : lapangan golf, pelabuhanlaut, pelabuhan udara, jalan tol, pompa bensin dan lain-lain. Jadi karakteristik fisik dari objek khusus ini adalah spesifik dan pengkategoriannya lebih berdasarkan pada fungsi atau kegunaan bangunan, bukan semata mata berdasarkan luas fisiknya.
PENDEKATAN PENILAIAN
Sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 1 ayat 3 Undang-undang Nomor 12Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun1994, maka dalam penentuan NJOP dikenal tiga pendekatan penilaian, yaitu :Pendekatan Data Pasar
(Market Data Approach),
Pendekatan Biaya
(Cost Approach)
dan Pendekatan Kapitalisasi Pendapatan
(Income Approach)
.