Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
korupsi

korupsi

Ratings: (0)|Views: 57 |Likes:
Published by desinurviawati479

More info:

Published by: desinurviawati479 on May 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2011

pdf

text

original

 
ASEM
Central Independent Monitoring Unit
 
PO BOX 21-JKPPJ - Jakarta 10210 Ph. (021) 573 9919, 572 5032 Fax. (021) 572 5032 Web site: www.cimu.or.idfeedback@cimu.or.id
April 2004
Edisi Khusus:
Penyelidikan dan penanganan pengaduanSekapur sirih
rogram Beasiswa dan Dana Bantuan Operasional(SGP) dimulai pada tahun 1998 ditengah keprihatinanterhadap besarnya jumlah siswa yang meninggalkansekolah dan kemungkinan menurunnya kualitaspendidikan. Program Peningkatan Mutu Sekolah (SIGP) yangdimulai pada 2001 memperluas tujuan SGP, yakni merehabilitasisarana dan prasarana pendidikan di sekolah-sekolah palingmiskin.Dengan adanya keinginan pemerintah dan lembaga donor untukmelindungi program-program tersebut dari praktek korupsi dankebocoran, maka diterapkanlah pendekatan-pendekatan yanginovatif. Langkah-langkah yang menekankan keterbukaan danakuntabilitas di setiap tahap penyaluran dana diberlakukan dalamrangka membatasi meluasnya kebocoran dana. Pemantauanyang ketat, baik oleh pihak pengelola program maupun olehtim independen dimaksudkan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang timbul dan menyelesaikannya secepat mungkin.Menyediakan informasi untuk masyarakat dan mendorong partisipasi masyarakat dapat dilihat sebagai cara untuk meningkatkankepedulian dan proses pelaksanaan program yang terbuka akan mengurangi praktek korupsi. Dengan menyediakan saluranbagi masyarakat untuk mengadukan hal-hal yang tidak benar dan menindaklanjuti pengaduan-pengaduan melalui penyelidikan,dapat diharapkan bahwa praktek-praktek korupsi bisa diungkap dan ditangani.Lebih dari lima tahun belakangan ini CIMU mengkaji semua hal tersebut. Warta CIMU edisi khusus ini lebih memusatkanperhatian pada proses penanganan pengaduan—bagaimana pengaduan ditangani selama pelaksanaan SGP dan SIGP; pelajaranapa yang bisa dipetik; dan berdasarkan pengalaman SGP dan SIGP, saran apa yang dapat diberikan untuk program danproyek lainnya.
P
Sekapur sirih1Penyelidikan pengaduansebagai salah satupengamanan SGP2
Penyaluran dana secara langsung –menghindari kebocoran2Pemantauan untuk mengidentifikasimasalah sejak awal3Partisipasi masyarakat yang lebih besar3
Sejarah penyelidikan danpenanganan pengaduan4
CIMU adalah sebuah unit pemantauan independenuntuk Program Beasiswa dan DBO (SGP) dan Pro-gram Peningkatan Mutu Sekolah (SIGP) di Indone-sia. Laporan khusus ini merupakan nomorketigabelas dari satu rangkaian laporan yangmengulas isu-isu khusus yang berhubungan denganprogram-program tersebut. Kajian ini dibiayai olehAsian Development Bank. Laporan ini didasarkanpada tulisan yang disiapkan oleh Deborah Wyburn,PM Laksono dan konsultan CIMU lainnya.Temuan dan pandangan yang diungkapkan dalamterbitan ini belum tentu sama dengan pandanganPemerintah Indonesia atau penyandang dana pro-gram ini.
Daftar Isi
Tahap pertama—upaya awal menyediakansaluran untuk pengaduan4Tahap kedua—menambah struktur dansumber daya baru4Tahap ketiga—membutuhkan pihak lain5Tahap keempat—mencari pihak-pihakterkait lainnya dalam pemecahan masalah6Tahap kelima—menemukan jalan keluar10
Apa yang dapat dipelajari darisemua itu?11
Masyarakat di sekitar sekolah seperti di Flores, semakin sadar akan hak- haknya dan menuntut informasi yang terbuka dari sekolah.
Photo : CIMU 
 
2
Apr 2004
Central Independent Monitoring Unit
PO BOX 21-JKPPJ - Jakarta 10210 Ph. (021) 573 9919, 572 5032 Fax. (021) 572 5032 • Web site: www.cimu.or.idfeedback@cimu.or.id
endekatan pemantauan dan sistem penanganan pengaduan mengalami perubahan selama SGP danSIGP yang berlangsung lebih dari enam tahun. Pelaksanaannya dapat dikatakan berhasil karenapengamanan dirancang untuk program tersebut dan tindak lanjut dilakukan untuk menangani masalah-masalah yang muncul, namun tidak semua mekanisme akuntabilitas berjalan dengan efektif. Di awalnyaada sejumlah kesalahan dan jalan buntu. Perubahan cara penanganan pengaduan memang perlu dilakukan untukmerespon perubahan kontekstual yang drastis dimana program berjalan lebih dari lima tahun—perubahan yangdipengaruhi oleh desentralisasi, partisipasi masyarakat yang lebih meningkat dan lebih terbukanya penangananmasalah korupsi. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang pengamanan dalam perencanaan program.
P
Penyelidikan pengaduan sebagai salahsatu pengamanan SGP
Penyaluran dana secara langsung—menghindari kebocoran
Dalam Program Beasiswa dan DBO, dana disalurkan secara langsung ke sekolah dan siswa penerima melaluikantor pos, tidak menggunakan saluran yang biasa dipakai untuk uang negara dan melibatkan berbagai tingkatanKPKN. Tanpa adanya peranan dalam administrasi keuangan, diyakini pejabat tidak mempunyai wewenang terhadapdana yang ditujukan untuk para penerima tersebut. Pada awalnya siswa harus mengambil sendiri dana beasiswanyameskipun kesulitan teknis menyebabkan komite sekolah kemudian diperbolehkan mengambil dana tersebut atasnama siswa. Sekolah yang menerima DBO harus membuka rekening tabungan di kantor pos dan penarikan danahanya dapat dilakukan oleh dua orang penanda tangan dari komite sekolah. Program pelatihan model berjenjangdirancang agar komite sekolah mengetahui sejal awal tentang hak dan kewajibannya dalam program ini.Pada Program Peningkatan Mutu Sekolah dana hibah disalurkan secara langsung ke rekening masing-masingsekolah (
Britama 
) di Bank BRI Cabang. Dana hanya dapat diambil dari rekening tersebut setelah komite kabupatenselesai menyelenggarakan pelatihan untuk komite sekolah dan dengan demikian mereka memahami peraturanyang berhubungan dengan pemanfaatan dana sebelum mereka memperoleh kucuran dana. Setiap rekening harusditandatangani oleh dua orang dari komite sekolah.Pada situasi seperti itu komite sekolah mempunyai akuntabilitas yang besar atas dana yang diterimanya. Akuntabilitasini diterapkan melalui keterbukaan atas transaksi keuangan sekolah dan catatan keuangan yang ditempelkan dipapan pengumuman. Komite sekolah diharuskan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar sekolahsehingga masyarakat menyadari adanya persyaratan-persyaratan tersebut. Akhirnya, keharusan orang lain selainkepala sekolah untuk menjadi bendahara komite sekolah diterapkan untuk menghindari penguasaan berlebihanterhadap dana hibah tersebut.
Persepsi terhadap korupsi
Indonesia mempunyai reputasi sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Dalam
Indeks Persepsi terhadap Korupsi 2003 
yang diterbitkan oleh Transparency International, Indonesia berada pada peringkat bawah, urutan 122 dari 133negara. Studi-studi tentang korupsi di Indonesia memberikan gambaran suram tentang pelayanan masyarakat,pemerintahan dan kepolisian yang memperoleh dana tidak memadai dari kas negara dan memperoleh tambahan danauntuk kegiatan rutin dari anggaran pembangunan atau dari pendapatan tidak resmi. Sumber-sumber tersebut jugadigunakan untuk keuntungan pribadi dalam sistem dimana hutang, kewajiban dan ketergantungan kadangkala dapatmemberi kesempatan pada hanya segelintir orang yang berada diluar sistem tersebut. Pada 1999/2000 Institute forPolicy and Community Development Studies (IPCOS) mengadakan dua studi. Dalam kedua studi tersebut, sebagianbesar pejabat memandang korupsi sebagai suatu masalah serius.Apa artinya buat kaum miskin Indonesia? Ini berarti pendapatan rendah dan tingginya angka pengangguran karenaperusahaan-perusahaan tidak akan mau beroperasi di Indonesia dan memutuskan untuk memindahkan kegiatanperusahaan yang ada ke negara lain. Ini berarti biaya tinggi yang tidak terjangkau oleh rakyat miskin. Ini juga berartipelayanan sosial yang lebih mahal dan tidak efisien dan anggaran pembangunan untuk masyarakat miskin tidak mencapaisasarannya.
 
3
Apr 2004
Central Independent Monitoring Unit
PO BOX 21-JKPPJ - Jakarta 10210 Ph. (021) 573 9919, 572 5032 Fax. (021) 572 5032 Web site: www.cimu.or.idfeedback@cimu.or.id
Pemantauan untuk mengidentifikasi masalah sejak awal
SGP menerapkan sistem monitoring berjenjangoleh komite nasional, komite propinsi, komitekabupaten/kota, dan komite kecamatan. Pada saatyang sama SIGP membuatnya lebih sederhana dankomite kabupaten memegang tanggung jawabutama monitoring internal. Dalam SIGP tahapkedua, sebelum dana hibah disalurkan komitekabupaten harus menyerahkan rencana monitoringke sekolah-sekolah bersama bukti bahwapemerintah daerah telah mengalokasikan cukupdana untuk kegiatan pemantauan tersebut.Pemantauan internal diperkuat dengan pemantauanindependen. Pada awalnya pemantauanindependen dilaksanakan oleh IIRT (
Independent Implementation Review Team 
) dan sejak April 1999oleh CIMU (
Central Independent Monitoring Unit 
).CIMU dan jaringan kerjanya, RIM (
Regional Inde- pendent Monitor 
, secara progresif melaksanakanperan pemantauan yang lebih luas. Hingga program-program tersebut berakhir pada 2004, perantersebut mencakup pemantauan sistematis terhadap kesesuaian pelaksanaan program dengan petunjukpelaksanaannya (juklak), pemantauan kinerja para pelaksana program, penyelidikan pengaduan, ambil bagian dalampelatihan untuk pemantau komite kabupaten, dan peran utama dalam penyelidikan dan penyelesaian dugaan korupsi.
Partisipasi masyarakat yang lebih besar
SGP dan SIGP secara aktif mendorong partisipasi masyarakat dan keterbukaan melalui penambahan jumlah wakilmasyarakat yang duduk dalam komite. Partisipasi masyarakat juga penting dalam kegiatan program sepertirehabilitasi bangunan sekolah dan keterlibatan masyarakat dalam kampanye kepedulian masyarakat. Pada awalpelaksanaan SGP pemerintah dan lembaga donor membiayai sebuah kampanye yang mendukung program. Aktordan artis terkenal seperti Rano Karno dan Maudy Kusnaedi muncul dalam iklan layanan masyarakat di televisi yangmendesak orangtua untuk tetap menyekolahkan anak-anaknya. Iklan berukuran besar yang mudah terbaca dimuatdi beberapa suratkabar nasional dan daerah. Tujuan utama iklan-iklan tersebut adalah untuk mengumumkan kepadamasyarakat luas tentang SGP dan supaya masyarakat mengetahui jumlah dana beasiswa dan DBO. Denganmempromosikan keterbukaan seperti ini, kampanye kepedulian masyarakat merupakan pemberdayaan masyarakatdalam hal ikut menjaga dana-dana untuk kepentingan anak-anak dan pendidikan anak-anak mereka.Di luar cakupan SGP, perkembangan lain memberikan pesan-pesan serupa. Ini merupakan masa pertumbuhanyang cepat di antara lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM). FLP (Forum Lintas Pelaku), sebuah konsorsiumLSM, dibentuk oleh Bappenas untuk memantau program Jaring Pengaman Sosial (JPS) secara lintas sektoral.Selama SIGP, Proyek Pusat membuat iklan di suratkabar nasional dan daerah yang mengumumkan daftar kabupatenpenerima berikut jumlah dana hibah yang diterima masing-masing kabupaten. Banyak komite kabupaten membuatpengumuman serupa tentang sekolah-sekolah penerima dana hibah. Pada gilirannya, sekolah bertanggung jawabmenyebarkan informasi melalui papan pengumuman agar masyarakat umum mengetahui rincian dana hibah,bagaimana mereka memanfaatkan dana secara tepat dan nama-nama yang bertanggungjawab dalam mengeloladana tersebut.Ketersediaan informasi umum dan ketersediaan mekanisme dan saluran untuk pengaduan merupakan dua sisipada mata uang yang sama. Yang satu tidak akan efektif tanpa yang lain. Tanpa kesempatan mengajukan pengaduan,informasi hanyalah sekadar propaganda. Tanpa informasi tentang hak-hak masyarakat, mekanisme pengaduanakan dikesampingkan atau tenggelam dalam banyak penyelidikan yang tidak relevan.
Program Beasiswa dan DBO (SGP) menerapkan monitoring berjenjang oleh komite nasional, komite propinsi, komite kabupaten/kota dan komite kecamatan. Pada Program Peningkatan Mutu Sekolah (SIGP) komite kabupaten memegang tanggung jawab utama monitoring internal. Disini para anggota Komite Kabupaten Morowali bertemu dengan Komite Sekolah SLTP PGRI Taliwan di Sulawesi Tengah.
Photo : CIMU 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->