Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Antibody Monoklonal

Antibody Monoklonal

Ratings: (0)|Views: 638 |Likes:
Published by Umar Sy

More info:

Published by: Umar Sy on May 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

 
Antibodi Monoclonal Pada Manusia ternyata Memberikan Harapan bagi Penderita PenyakitKulit Kronis jdokter/--Plak  penyakit kulit kronis dari yang sedang sampai berat berkurang yang ditandai adanya tingkat persentasi yang tinggi pada pasien yang menggunakan antibodi monoclonal interleukin-12/23 setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruhdalam percobaan tahap II; demikian laporan para peneliti.Tindakan yang harus dilakukan · Jelaskan kepada pasien yang bersangkutan bahwa penemuanyang dicatat disini berasal dari sebuah studi tahap II mengenai agen yang belum disetujui yang untuk jangka panjang banyak diperlukan pembuktian untuk studi jangka yang lebih panjang guna menentukan terjadinya penyimpangan atau hal-hal yang buruk yang dapat membatasi menfaat klinis agen ini. Dalam 12 percobaan multicenter selama 12-minggu, antibodymonoclonal IL-12/23 mencapai perbaikan 75% pada sekitar 52% sampai 81% pasien,tergantung pada dosis yangdigunakan, dibandingkan dengan 2% pasien yang menggunakan placebo, demikian menuruthasil yang dilaporkan padatanggal 8 Februari dalam terbitan New England Journal of Medicine, tingkatan responmenurun setelah perawatandihentikan. Lymphocyte yang bisa meresap masuk ke dalam kulit yang mengandung cytokine jenis 1 terkait dengan pathophysiologi penyakit kulit kornis, dan cytokine yang menghasilkan respon imunitas (IL-12 dan IL-23) bisamerepresentasikan target yang tepat, kata Gerald Krueger, M.D., dari University of Utah, danrekan dalam KelompoStudi Kulit Kronis CNTO 1275. IL-12 p40 tandanya banyak terlihat pada plak penyakit kulitkronis seperti inteluki 23,yang juga dibagi menjadi subunit p40. Keduanya secara patologi penting, tulis tim Dr.Krueger. Untuk mengevaluasiefek terapi penyumbatan IL-12 dan -23, antibody monoclonal IL-12/23 pada manusia (CNTO1275) mulai dikembangkan.Studi ini mengevaluasi keamanan dan manfaat jangka pendek antobodi monoclonal IL-12/23yang diberikan melalui kulit pada pasien yang menderita penyakit kulit sedang hingga berat. Dalam suatu percobaan acak, percobaan yangdikontrol menggunakan placebo, dilakukan di 46 tempat di seluruh dunia, 320 pasien yangmenderita penyakit kulitkronis sedang hingga berat dilakukan pengobatan secara acak dengan antibody monoclonalIL-12/23 melalui kulit (satu pasien dengan dosis 45-mg, satu orang lagi dengan dosis 90-mg, selama empat minggudengan dosis 45-mg, empatminggu lagi dengan dosis 90-mg) atau placebo. 46 pasien diberikan secara acak untuk masing-masing kelompok.Pasien yang diberikan antibody monoclonal IL-12-23 diberikan satu dosis tambahan dengandosis yang telah diberikan pada minggu 16 bila diperlukan. Pasien yang diberikan placebo diselang dengan antibodymonoclonal interkuli-12/23
 
dengan dosis 90-mg pada minggu 20. Sebagian besar pasien (222) adalah laki-laki dandiantara lima kelompok, rataratayang terkena pada bagian muka sekitar 25% dan rata-rata lamanya menderita penyakit kulitkronis berkisar dari 17sampai 20 tahun. Pasien berumur 18 tahun atau lebih, dan sebagian berumur 40-an. Terdapatminimal 75% perbaikandalam indek manfaat dan pada bagian kulit yang kronis pada minggu 12 (hasil akhir) 52% pasien yang menerima 45 mgantibody monoclonal IL-12/23, 59% dari mereka telah menerima 90 mg, dan 67% diberikanempat kali dosis 45 mgdalam seminggu, dan 81% pasien yang menerima empat kali dosis dalam seminggu sebesar 90 mg, dibandingkan 2% pasien yang diberikan placebo (P<0.001 untuk setiap perbandingan). Selanjutnya, para peneliti melaporkan minimalterdapat 90% perbaikan masing-masing 23%, 30%, 44% dan 52%, untuk pasien yangmenerima antibody monoclonal bila dibandingkan dengan 2% pasien yang diberikan placebo (P<0.001 untuk setiap perbandingan). Peristiwa yangterburuk terjadi pada 79% pasien yang dirawat dengan antobodi monoclonal biladibandingkan dengan 72% pasiendalam kelompk placebo (P=0.19). Peristiwa yang cukup serius terjadi pada 4% pasien yangmenerima antbodimonoclonal dan dalam 1% pasien yang menerima placebo (P=0.69). Untuk keselamatan,dalam minggu 20, 79% pasienyang diberikan pengobatan aktif mengalami peristiwa yang buruk dibandingkan dengan 72%yang diberikan placebo(P=0.19). Meskipun perbedaan itu secara statistic tidak mencolok, kata para peneliti, percobaan belum bisa untuk mendeteksi perbedaan pada kejadian penyakit yang sangat serius. Peristiwa serius yang jarang umum terjadi dalam 4%dari kelompok antibody monoclonal dan 1% pasien pengguna placebo. Kejadian yang seriusini termasuk infeksi yangmemerlukan perawatan rumah sakit, dua penyimpangan myocardial dan strok pada pasien berisko tinggi, dan penyimpangan glokusa. Hubungan diantara antibody monoclonal dan peyimpanganabnormal, kemungkinan terjadinyakanker, dan kejadian serius lainnya yang memerlukan studi lebih lanjut, kata para peneliti.Penemuan ini mendukungstudi sebelumnya yang menunjukkan adanya kekebalan terhadap penyakit kulit kronis.Perbandingan yang tinggi pada pasien yang menggunakan antobodi monoclonal IL-12/23 dan tingkat respon yang tinggimelibatkan sub-unit p40, yangdibagi menjadi dua cytokine, sebagai mediator kunci penyakit kulit kronis, kata para peneliti.Hasil ini menunjukan bahwa cytokine IL-12/23 menjadi sasaran terapi baru yang cukup penting bagi pasien yangmenderita penyakit kulitkronis, kata tim peneliti. &ldquo;Meskipun mengakui adanya keterbatasan perbandingandalam studi tersebut,&rdquo;tulis mereka, &ldquo;Besarnya manfaat yang cukup tinggi yang diberoleh dari studi inisebanding dengan manfaat yang
 
dilaporkan untuk penanganan terapi biologi yang dilakukan lewat kulit atau melalui jaringanotot pada pasien penderitakulit kronis.&rdquo; Antibodi monoclonal yang memberikan efek pharmacodynamic yangdilakukan terus-menerusselama berminggu-minggu dan memberikan manfaat jangka panjang dan cukup mencolok setelah menggunakan satuatau empat dosis dalam seminggu, kata para peneliti. Meskipun demikian, percobaan ini tidak dirancang untuk mengevaluasi manfaat dan keamanan penggunaan janka panjang, tambah Dr. Krueger. Studiyang lebih besar, katanyadiperlukan untuk menentukan apakah kejadian yang serius dapat membatasi manfaat klinistarget terapi baru ini danuntuk menjelaskan jadwal pemberian dosis sehingga akan menjaga tingkat respon yangtinggi.
Antibody Monoclonal
Antibodi monoklonal adalah zat yang diproduksi oleh sel gabungan tipe tunggal yangmemiliki kekhususan tambahan. Ini adalah komponen penting dari sistem kekebalan tubuh.Mereka dapat mengenali dan mengikat ke antigen yang spesifik. Pada teknologi antibodimonklonal, sel tumor yang dapat mereplikasi tanpa henti digabungkan dengan sel mamaliayang memproduksi antibodi. Hasil penggabungan sel ini adalah hybridoma, yang akan terusmemproduksi antibodi. Antibodi monoklonal mengenali setiap determinan yang antigen(bagian dari makromolekul yang dikenali oleh sistem kekepalan tubuh / epitope). Merekamenyerang molekul targetnya dan mereka bisa memilah antara epitope yang sama. Selainsangat spesifik, mereka memberikan landasan untuk perlindungan melawan patogen.Antibodi monoklonal sekarang telah digunakan untuk banyak masalah diagnostik seperti :mengidentifikasi agen infeksi, mengidentifikasi tumor, antigen dan antibodi auto, mengukur  protein dan level drug pada serum, mengenali darah dan jaringan, mengidentifikasi sel

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ismi liked this
Mega Wati liked this
Mochammad-Muslim liked this
Leonardus Wijaya liked this
Ani Nurhayati liked this
WinDy NdYt liked this
Astri Sulistia liked this
Achank Farmasi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->