Individu dengan golongan darah
B
memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadapantigen A dalam serum darahnya.Individu dengan golongan darah
AB
memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antiboditerhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengangolongan darah ABO apapun dan disebut
resipien universal
. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapatmendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.Individu dengan golongan darah
O
memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B.Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABOapapun dan disebut
do
n
o
r universal
. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesamaO-negatif (Wikipedia. Com: 15.11.09, 13.30)
Metodologi Penelitian
A. Alat dan bahan
1. Gelas obyek 2. Blood lanset (alat penusuk)3. Kapas4. Satu set antiserum5. Tusuk gigi6. Alkohol 70%
B. Cara Kerja
`Menentukan golongan darah
1. Meneteskan sampel darah pada gelas obyek di kedua tempat dan memberikan identitas A untuk yang sebelah kiri sementaraidentitas B untuk sebelah kanan.2. Meneteskan zat anti A pada sampel darah A kemudian mengeduknya hingga merata.3. Meneteskan zat anti B pada sampel darah B kemudian mengaduknya hingga merata.
Menentukan kadar hemoglobin
1. Meneteskan darah pada kertas filter.2. Membiarkan selama 30 detik 3. Setelah 30 detik, mencocokkan warna darah pada kertas filter dengan calorimeter HB dalam buku talquit, kemudianmencatat dalam persen.4. Mengubah hasil dalam persen ke dalam satuan mg%
Menentukan waktu koagulasi