Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
Panduan Pemeriksaan LKPD Bab 5 Uji Petik PemeriksaanBADAN PEMERIKSA KEUANGAN 1
BAB 5UJI PETIK PEMERIKSAAN (
AUDIT SAMPLING 
)
 
5.1
 
Gambaran Umum
Uji Petik Pemeriksaan atau
 Audit Sampling
adalah penerapan prosedur pemeriksaan terhadap kurang dari seratus persen unsur dalam suatu saldo akunatau kelompok transaksi dengan tujuan untuk menilai beberapa karakteristik saldoakun atau kelompok transaksi tersebut. Uji petik dapat menjadi alat untukmemperoleh informasi mengenai suatu populasi tanpa melakukan pengkajianterhadap populasi tersebut secara keseluruhan.
Namun demikian, uji petik tidakdapat diterapkan pada seluruh prosedur pemeriksaan
. Banyak prosedur pemeriksaan yang tidak dapat menerapkan uji petik, diantaranya permintaanketerangan (
inquiry
), observasi, prosedur analitis,
scanning
dan reviu catatan-catatan untuk mengidentifikasi transaksi yang tidak wajar.Uji petik yang dilakukan dalam prosedur pemeriksaan tertentu bertujuanuntuk memperoleh bukti audit yang kompeten dan cukup untuk mendukungkesimpulan hasil pemeriksaan. Standar pekerjaan lapangan ketiga menyatakan“Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan,pengajuan pertanyaan dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untukmenyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan”.Pelaksanaan uji petik tersebut dapat dilakukan dengan pendekatan non-statistik dan pendekatan statistik. Uji petik non statistik merupakan pendekatanpemeriksa dalam memilih sampel dan menilai hasil pemeriksaan sampelberdasarkan pertimbangan profesionalnya. Sedangkan uji petik statistik adalahpendekatan uji petik dengan menggunakan ilmu matematika sebagai sarana untukmenentukan perencanaan, pemilihan, dan evaluasi sampel. Penggunaan keduapendekatan tersebut memerlukan pertimbangan profesional pemeriksa dalamperencanaan, pemilihan, dan evaluasi hasil sampel serta dalam menghubungkanbukti audit yang dihasilkan dari sampel dengan bukti lain dalam penarikankesimpulan atas saldo akun atau kelompok transaksi yang berkaitan.
 
Panduan Pemeriksaan LKPD Bab 5 Uji Petik PemeriksaanBADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2
5.2
 
Penentuan Cakupan (
Coverage 
) Pemeriksaan dan Satker yang Akan Diperiksa
Mengingat karakteristik akuntansi pemerintah daerah yang menggunakansistem terdistribusi, maka dokumen-dokumen atau unit sampel sebagian besar berada pada satker-satker atau SKPD-SKPD yang merupakan entitas akuntansi.Oleh karena itu, sebelum dapat menentukan jumlah sampel dan unit sampel yangakan dipilih, perlu terlebih dahulu, dengan pertimbangan tertentu dan profesional,menentukan cakupan (
coverage
) pemeriksaan dan satker yang akan diperiksa,karena dokumen-dokumen atau unit sampel yang akan diuji tersebar di satker-satker. Untuk tujuan pengujian ini, pemeriksa dapat menggunakan hasil analisarisiko yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya.Langkah-langkah mengkaitkan hasil penilaian risiko dengan penentuan cakupan(
coverage
) pemeriksaan dan satker yang akan diperiksa
 
adalah sebagai berikut:
1)
 
Penentuan
risiko gabungan
untuk masing-masing akun atau kelompok transaksiSeperti yang telah dijelaskan dalam Bab 3 mengenai “Pemahaman danPenilaian Risiko”, Pemeriksa melakukan penilaian risiko gabungan atas
individual accounts
atau kelompok transaksi
,
dengan contoh sebagai berikut.
 
 Akun Risiko BawaanRisikoPengendalianRisiko Gabungan
Kas
 
High High High
 
Piutang Medium Medium Medium
 
Aset tetap High Medium HighAset lainnya Medium Low LowPNBP High High HighBelanja High High High
 
Panduan Pemeriksaan LKPD Bab 5 Uji Petik PemeriksaanBADAN PEMERIKSA KEUANGAN 3
Penentuan risiko gabungan tersebut menggunakan matrik formula sebagaiberikut.
Risiko BawaanRisiko Pengendalian
High Medium LowHigh H H MMedium H M LLow M L L
2)
 
Penentuan persentase
coverage
pemeriksaan berdasarkan rating risikogabungan:
Risiko Gabungan Coverage Pemeriksaan
High > 50% - 100%Medium > 30% - 50%Low 20% - 30%
Dengan demikian
coverage
pemeriksaan untuk masing-masing
individualaccounts
atau kelompok transaksi berdasarkan hasil penilaian risikogabungan tersebut adalah:
 Akun Risiko Gabungan Coverage pemeriksaan
Kas
 
High
 
100%Piutang Medium
 
> 30% - 50%Aset tetap High > 50% - 100%Aset lainnya Low 20% - 30%PNBP High > 50% - 100%Belanja High > 50% - 100%3)
 
Penentuan basis nilai yang akan dipakai untuk menentukan
coverage
pemeriksaan sebaiknya menggunakan basis nilai berupa saldo
individualaccounts
atau kelompok transaksi pada LKPD-
unaudited
 yang akan di ujipetik, dengan contoh sebagai berikut.
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more