Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
18Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Magang Ika Rizki Rahmawati -107101000136

Laporan Magang Ika Rizki Rahmawati -107101000136

Ratings: (0)|Views: 3,977|Likes:
Published by Ika Rizki Rahmawati
Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Gizi
Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Gizi

More info:

Published by: Ika Rizki Rahmawati on May 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/14/2013

pdf

text

original

 
 
GAMBARAN PELAKSANAAN PEMANTAUAN WILAYAHSETEMPAT (PWS) GIZI LIMA PUSKESMAS DI WILAYAHKERJA DINAS KESEHATAN KOTA TANGERANG SELATANTAHUN 2010
LAPORAN MAGANG
OLEH :Ika Rizki RahmawatiNim : 107101000136
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKATFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAHJAKARTA1430 H/2011 M
 
 
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANPROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKATPEMINATAN GIZIMAGANG, APRIL 2011
Ika Rizki Rahmawati, NIM: 107101000136Gambaran Pelaksanaan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Gizi LimaPuskesmas Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Tahun2010
 xviii + 121 halaman, 9 bagan, 9 tabel, 2 diagram, 13 lampiran
ABSTRAK
Kurang gizi masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Hal iniditandai dengan masih tingginya prevalensi balita gizi buruk yaitu sebesar 4,9 % dangizi kurang 13 % (Riskesdas, 2010). Secara nasional sekitar 62,3% rumah tanggatelah megunakan garam beriodium dan baru 6 provinsi yang telah mencapai target
Universal Salt Iodization
2010 (Riskesdas, 2007). Walaupun Indonesia telahdinyatakan bebas masalah kurang vitamin A klinik (Xeropthalmia) pada tahun 1992namun kekurang vitamin A pada balita sangat berhubungan dengan pertumbuhan danperkembangan balita tersebut, sekitar 71,5% vitamin A telah di distribusikan kepadaanak umur 6-59 bulan (Riskesdas, 2007). Ketersediaan data secara cepat, akurat, danberkesinambungan menjadi faktor penting untuk dapat melacak dan menjaringdengan cepat permasalahan gizi di suatu wilayah.Kegiatan magang ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum mengenaipelaksanaan pemantauan wilayah setempat (PWS) gizi lima puskemas wilayah kerjaDinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2010. Metode pengumpulan datadilakukan dengan wawancara, observasi dan studi pustaka selama 26 hari kerja padaFebruari
 – 
Maret 2011. Adapun pelaksanaan PWS-Gizi di lima puskesmas meliputipengumpulan, pencatatan, pengolahan, pelaporan, penyajian dan analisis data.Penetapan target sasaran setiap puskesmas dilakukan oleh Dinas KesehatanKota Tangerang Selatan berdasarkan jumlah penduduk masing-masing wilayah.Pelaksanaan PWS-Gizi tingkat Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan KotaTangerang Selatan sudah sesuai dengan ketetapan indikator Depkes 2008 yaituprevelensi Ibu hamil Kurang Energi Kronis (Bumil KEK), prevelensi Bayi BeratRendah (BBLR), cakupan ASI Ekslusif, cakupan desa dengan garam beryodium baik,pemantauan pertumbuhan, cakupan 90 TTD ibu hamil dan cakupan kapsul vitamin Adosis tinggi untuk balita dan ibu nifas. Lokasi utama dalam pengumpulan, pencatatan,pengolahan data PWS-Gizi dilakukan pada posyandu. Lokasi lain yang menjadisumber data Puskesmas, bidan, klinik dan RB swasta. Pelaksanaan pencatatan,pengolahan dan pelaporan tingkat posyandu dilakukan oleh kader posyandu.
 
 
Penanggung jawab PWS-Gizi tinkat puskesmas seorang TPG (tenagapelaksana gizi) yang dibantu bidan koordinator, bidan desa dan kader posyandu.Pelaksanaan PWS-Gizi di lima puskesmas mengalami kelamahan pencatatan,pengolahan dan pelaporan data pada indikator cakupan ASI eksklusif dan prevelensiBBLR di tingkat posyandu maupun puskesmas. Hal tersebut ditandai oleh tidak terdapatnya informasi cakupan ASI eksklusif dan prevelensi BBLR di puskesmassecara pasti. Kelemahan pun terjadi pada pelaporan data dari bidan, klinik dan RBswasta kepada puskesmas, diakui puskesmas keterlambatan bahkan tidak dilaporkannya data sering terjadi. Dari lima puskesmas, hanya satu puskesmas yangpernah terlambat mengirimkan laporan LB3 kepada pihak Dinas Kesehatan KotaTangerang Selatan. Saran yang diberikan ialah pelatihan dan pengawasan terhadapkader, bidan desa, juga TPG dalam pencatatan, pengolahan dan pelaporan cakupanASI ekslusif dan prevelensi BBLR serta memberikan teguran, sangsi dan membuatkesepakatan baru dengan bidan, klinik dan RB swasta dalam hal pelaporan dataterkait dengan PWS-Gizi di Puskesmas oleh Dinas Kesehatan Kota TangerangSelatan.Daftar bacaan : 13 (1996-2011)

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ais Aisyah liked this
Sri Widya liked this
Niela Andriani liked this
Alfin Masykur liked this
widi040382 liked this
DOrty Punk liked this
Baiiu Jatie liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->